Jalan-jalan ke Noah’s Ark Hong Kong

14067976291617264071Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah perjalanan wisata yang diadakan oleh suatu lembaga dari komunitas warga Hongkong yang tujuan lembaga itu didirikan untuk membantu memberikan keterampilan kepada  para TKW yang bekerja di Hongkong.Kurang lebihnya hampir seperti sebuah kursus.Dengan pengajar asli warga Negara Hongkong,mereka bersedia mengajar dengan suka-rela .Pelajaran yang diajarkan ada dua yaitu bahasa Inggris dan Komputer.Banyak para TKW yang berminat mengiukutinya ,termasuk saya .Selain gratis ,pengajarnya juga ramah dan baik .Ada kebersamaan menyelimuti hati antara pengajar dan pembelajar .14067980981955978948

Sebenarnya ,saya termasuk orang yang susah diajak jalan-jalan,karena saya tahu di Hongkong hampir semuanya mahal.Saya paling suka kalau liburan berdiam di Perpustakaan jika tidak online ya paling sekedar membaca buku ringan .Tetapi ,karena ditawari jalan-jalan dengan seharga $30 dollar saja di Noah’s Ark ,saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini.Sebelumnya saya tahu sedikit tentang Noah’s Ark dari sebuah brosur.Dari gambarnya ,yang mengesankan adalah sebuah kapal dengan ukuran sangat besar.Kalau Indonesianya ,kapal itu disebut sebagai kapalnya Nabi Nuh .14067981901818789652

Setengah tidak percaya saya,mendengar harga yang ditawarkan kok cuma $30 dollar !Itu sudah termasuk transportasi,tiket masuk,makan siang ,dan souvenir.Aduh !Seneng banget deh pokoknya ya kalau dapet yang gitu-gitu …(hehe).Setelah saya dan rombongan berkumpul dan menikmati apa yang ada di sana,saya menjadi percaya kalau benar $30 dollar bisa dapat semuanya .

Di suatu hari Minggu itu ,pukul 09:00 saya dan teman-teman sudah bersiap diri berkumpul di tempat.Tepatnya di Shai Wan Ho ,tempat di mana saya dan teman-teman belajar.Sembari menunggu semua datang ,seperti biasa kita berpoto-poto .Kurang lebih ada 40 orang ,30 murid dan 10 pengajar ,sebuah bus membawa kami ke Noah’s Ark,Tsuen Wan.Di sepanjang perjalanan kami asyik bermain kuis.Dan tanpa terasa hamper satu jam kami sampai di lokasi.

Dari 30 murid terbagi menjadi 3 kelompok.Yang diketuai oleh pengajarnya.Pertama kita mengelilingi tempat-tempat indah yang ada di sana bagian luarnya.Yang mana ,didekat tempat kapal besar itu ada sebuah pemandangan pantai dan berdiri kokoh jembatan Hongkong terbesar.Menjadikan tempat ini sangat menarik.Bagi pecinta alam ,tepat sekali jika mau bermain di sini karena di sini ada tempat untuk dijelajahi ,terdapat berbagai flora lengkap dari berbagai Negara.Di sini ada tempat menarik yang cocok untuk pengambilan poto pengantin,tempat yang didesain khusus bernuansa romantic.

14067978321861235342Sedangkan didalam sebuah kapal besar itu terdapat tempat-tempat yang memaparkan  ilmu pengetahuan yang bernmanfaat sekali seperti adanya fosil lampau masa lalu,pengenalan hewan insecta,ada permainan anak,music,restoran,souvenir unik dan sebagainya.

14067983441908658595Warna-warni bangunannya menarik …140679844012599417861406798492485307830Sekali berkunjung di sana,menurut saya yang paling mengesankan adalah tempatnya yang unik.Berdekatan dengan pantai menberikan kesan damai .Bangunan-bangunan yang kreatif menggambarkan betapa pemuda Hongkong memang unggul dalam berkreasi.Oh ya ,waktu di dalam ruanangan kapal itu,saya sempat mengikuti ”Bible History”ya saya katakan begitu karena ada pemandu wisata yang menceritakan awal mula sejarah Nabi Nuh.Ceritanya cukup mengesankan,di tambah lagi adanya bukti-bukti peninggalan masa lalu seperti buku-buku dengan tulisan orang terdahulu .Artefak dan diperkuat dengan movie yang berdurasi sekitar 15 menit dengan media 4D.

Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul lima sore,sudah saatnya kita pulang menuju Shai Wan Ho.

*fot02 dari docpri.

Iklan

Sepucuk Surat dari Ayah dan Ibu

Anakku

Suatu ketika tiba waktunya aku menua,kumohon engkau mau memahamiku.Seperti saat aku menumpahkan segelas teh hangat yang kau berikan padaku di meja.Kekuatan tanganku pelan-pelan melemah,nak!Jangan kau bentak-bentak aku jika aku suka melakukan apa-apa yang aku suka,tanpa mempedulikan ini salah atau benar menurutmu,karena aku mudah lupa.Ulangilah perkataanmu jika aku tak mendengar apa yang kau katakan atau mungkin kau bisa menuliskannya di kertas.Maklum orang tua pendengarannya sudah dungu.

Penglihatanku juga sudah tak jelas ,maafkanlah aku tak bisa mengenalimu satu-persatu.Tapi aku masih ingat kok waktu kecilmu ,kau memamerkan gambar dari tulisan tanganmu,kau memamerkan mainan dan memamerkan pakaian-pakaian barumu.Maafkanlah jika bauku seperti bau orang tua,aku yang malas mandi .Orang tua sangatlah sensitive tehadap air dingin,kuminta kau mau sabar mengelap badanku yang tinggal tulang dan kulit ini.

Setiap aku berjalan,kuminta kau mau menatihku nak,seperti dulu aku mengajarimu berjalan.Sabar ya nak jika langkahku ini sangat pelan,sekali lagi sabaarlah…Suapilah aku dengan bubur atau makanan yang lembut sebab aku tak ber-gigi lagi seperti waktu dulu aku menyuapimu dengan semangkuk kecil bubur buatanku sendiri,yang hanya bercampurkan nasi dan garam diatas tungku kayu api…

Sempatkanlah barangkali sejenak,untuk bercengkrama denganku .Aku selalu dalam keadaan sendiri dalam sepanjang waktuku.Kau lebih sering sibuk bekerja.Sekalipun aku tak menarik buatmu.Biarpun aku sudah tak punya cerita untukmu .Janganlah kau merasa bosan denganku yang memintamu mengulangi kata-katamu berkali-kali,sebab aku sulit memahami apa pintamu kepadaku.Ingatlah dulu waktu kamu memintaku untuk memainkan layang layang,kau memintanya berkali-kali sampai aku benar-benar mau memainkanya untukmu…

Aku harap kau mau mendengarkanku,nak!

Ketika tiba saatnya aku terbaring sakit,kuharap kau mau merawatku .Mungkin beberapa saat sebelum aku menghabiskan waktu hidupku.Aku yang akan mengompol dan mengobrak-abrik  membuat berantakan saja.Aku harap kau akan memegang tanganku untuk menguatkanku menghadapi kematian.Dan jangan khawatir ketika aku menghadap Sang Pencipta,aku akan mengatakan pada-Nya bahwa kamu mencintai Ayah dan Ibu.

Sayangi dan Lindungi Perempuan

Perempuan/ Dokpri
Perempuan/ Dokpri

Kesan menjadi wanita akan lebih feminim atau keibuan apabila ia sudah melewati jembatan perkawinan. Dimana aura kewanitaannya akan mulai terpancar dengan segala kemungkinannya dapat mengandung dan mempunyai buah hati. Hanya wanita yang bisa membuahi janin bayi, hanya wanita yang bisa mengeluarkan ASI untuk disusukan bayi. Wanita-wanita seperti pada gambar di atas terlihat masih seger-seger. Mereka masih ranum  menjadi seorang ibu.

Sampai saat ini, berdasarkan pengamatan pribadi saya sendiri, apa yang pernah saya dengar dari beberapa curhatan teman yang sudah menikah dengan suka-dukanya, yang masih membayangi hati dan pikiran otak saya justru tepat pada beberapa diantara mereka yang mengalami kegagalan berumah tangga baik di usia pernikahan yang masih muda atau yang sudah sekian tahun menjalin hubungan pernikahan.

Menurut saya, kesejahteraan perempuan setelah menikah itu terletak pada keharmonisan seorang suami. Dalam berumah tangga, standar adat dan budaya di negeri kita mempercayai bahwa sebagai istri mesti patuh kepada suami. Tentunya pada hal-hal yang dibenarkan. Tapi, (maaf) bagi istri-istri yang malah tak mau patuh pada suami bisa jadi seperti filmnya “Suami-suami Takut Istri”.

Diantara isi dari buku nikah di negara kita yang berlaku, sebagai seorang istri tidak diwajibakan untuk mencari nafkah sebab kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami (kalau suami mampu bekerja). Kebanyakan, pada kenyataan umumnya,  berumah tangga itu ternyata tanggung jawab untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya malah semakin bertambah dan terus bertambah seiring dengan perkembangan usia anaknya.

Bagi yang sudah punya pekerjaan dan pendapatan yang mapan mungkin tak menjadi masalah. Namun, biasanya pasangan yang sudah berumah tangga yang kurang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik akan cenderung suka melakukan percek-cokan dan kesalahpahaman dalam berumah tangga!

Melihat realita sosial hubungan rumah tangga yang dilanda  konflik dengan permasalahan yang berbeda-beda, menurut saya peran seorang suami sangat berpengaruh besar sekali terhadap kedamaian rumah tangga. Sebenarnya permasalahan ekonomi bisa diatasi dengan sebaik-baiknya tanpa perlu adanya sebuah pertengkaran dalam rumah tangga apabila antara seorang suami dan istrinya bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik di sini tentunya tercipta dibarengi dengan perasaan saling menghormati diantara keduanya. Menyelesaikan persoalan dengan jalan musyawarah, menutupi kekurangan pasangan dengan kelebihan masing-masing dan saling pengertian.

Tidak ada yang enak jika jalinan rumah tangga sering berada pada jauhnya keharmonisan. Bagi yang sudah tidak betah dengan sikon yang ada mungkin jalan satu-satunya yang dipilih yaitu bercerai. Dan bagi seorang istri yang mau bertahan walau dipersulit oleh suami, mungkin bertahannya demi status anak-anak  agar nasib mereka masih diakui punya seorang ayah yang sah, dsb. Sungguh sangat memprihatinkan.

Diantara para wanita yang sudah punya anak dan bercerai dengan suaminya. Saya kadang berpikir, kenapa ya sebelum menikah mereka sepertinya baikan. Dan kalau pas saya kebetulan mendengar tetangga saya ngambek-ngambekan dengan masalah rumah tangganya hingga mungkin salah satu diantaranya ada yang menjelek-jelekkan atau mungkin hingga sampai ringan tangan, kenapa juga baru sekarang? Kalau mungkin ada yang mengaku sangat benci sama pasangannya, kenapa kebencian itu hadir setelah mereka sudah punya anak.

Tak satu atau dua wanita yang sudah menjadi  seorang  istri mengeluhkan telah menyesal memilih suaminya sendiri dengan bilang begini : “Dulunya mah suami saya nggak gitu orangnya (dulu sangat baik)…”

Imej sebagai wanita yang dilekatkan dengan kewajiban untuk mematuhi kebijakan suaminya, hendaknya suami jangan buat satu hal ini sebagai permainan. Ya, sekiranya benar istri harus menurut sama suami. Tapi, suami tak boleh seenaknya sendiri main serong kanan-kiri, main judi, mabuk dan merendahkan harkat martabat istri.

Jujur, saya sangat benci sekali jika melihat seorang suami yang melecehkan istrinya sendiri. Hal ini dapat terlihat jelas bagaimana cara dan gaya bicaranya terhadap istrinya sendiri. Saya sangat benci melihat seorang suami yang tega main ringan tangan menganiaya istrinya sendiri.

Apalagi, kodrat seorang wanita yang lebih sensitif dengan perasaanya, biasanya wanita akan mudah menangis dan bersabar saja dalam menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan bagi mereka yang mendapatkan  perlakuan kurang baik oleh suaminya .

Keluarga yang tidak bahagia, kita sudah biasa menyebutnya dengan istilah broken home, dan anak-anak korban broken home lebih mudah mengalami gangguan jiwa daripada yang bukan broken home. Hati anak selalu mengatakan bahwa kerukunan antara ayah dan ibunya adalah bagian dari kebahagiaannya. Kedamaian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya adalah semangatnya dalam menimba ilmu dan berpengaruh besar pada prestasi di sekolahnya.

How to make my DREAM became True ??

Pertanyaan : “Bagaimana Cara Agar Aku Bisa Keluar dari Zona Kemiskinan dan Keterbelakangan?”

Jawaban : “Bersedih dan Menangis, perlukah…?”

Bagiku, hanya semangat dari jiwa saja yang membuatku ingin bertahan dalam menghadapi kenyataan hidupku yang sebenarnya. Seandainya semangat itu tiada, bisa jadi pikiran ini akan mengeluh dan menyesali hidup yang masih terus berlalu. Tanpa pernah aku tahu sampai kapan akan berakhir…

Sedikit banyak Rejeki yang dikaruniakan Tuhan kepadaku barangkali sudah ada takarannya dan itu pasti sesuai dengan usaha dan kemampuan yang aku miliki. Aku terkadang merasa beruntung diberikan sepasang mata yang normal dan sempurna, tapi ketika aku memposisikan diriku di antara orang lain. Sampai saat ini aku merasakan ketidak puasan akan apa yang telah aku capai hadir menggelayuti  jiwaku. Terlihat sangat jelas, banyak orang lain yang lebih dari aku. Dan aku masih  bukan siapa-siapa diantara mereka.

Tidak sekali dua kali, setiap aku ingat kerasnya jalan hidup ortuku aku ingin bisa mikul duwur mendem jero nama ortuku sendiri. Setiap kali tak sengaja aku melihat orang yang kurang beruntung daripada aku, rasanya aku ingin juga membantu meringankan beban hidupnya. Tapi, bagaimana caranya? Memimpikan dua hal itu bisa terjadi, rasanya seperti aku bermimpi ketinggian dan tak mungkin aku bisa mewujudkannya!

Jatuh bangun menjalani perjalanan hidup itu hampir semua orang mengalaminya. Bahkan, aku lebih sering mendengarkan kisah-kisah orang yang hebat mengarungi kenyataan hidupnya yang sangat pahit dengan suka-cita. Tentunya itu bisa mereka taklukkan tak lepas dari semangat hidupnya yang membara…

Entah kenapa kali ini aku ingin jujur pada diriku sendiri  bahwa sebenarnya aku miskin tak punya apa-apa. Aku bukanlah anak muda yang seperti pada umumnya. Yang aktif Twitteran, instagraman, path-an, aku sering menyadari akan ke-kuperanku sendiri. Aku nggak banyak tahu dunia sinetron, dan nggak suka lihat sinetron. Penampilanku juga jauh dari pemain sinetron di negeri ini. Setelah sekian lama aku belajar mencari nafkah dari hasil keringatku sendiri,aku merasa bahwa aku sudah layak hidup mandiri tanpa menggantungkan pemberian uang ortu lagi. Sekarang aku mengusahakan mendapatkan uang demi sesuap nasi  dengan keringat sendiri dalam keseehariannya. Kalau aku ingatlagi, uang dari hasil kerjaku yang nggak ngumpul-ngumpul dan berjumlah tak seberapa, aku sempat berpikir kalau aku termasuk anak yang miskin. Sesuai dengan adat. Terdengar kurang nyaman memang, dan  menurut adat orang jawa bilang, hal ini saru kalau seandainya sampai orang lain tahu jika aku berani mengeluhkan kemiskinanku  sendiri.

Menganggap diri sendiri miskin dan serba kekurangan, lebih jelasnya aku ini kurang bisa mensyukuri nikmat yang ada. Tapi, yang terpenting bagiku saat ini bagaimana aku bisa mengoptimalkan segala kekuranganku ini untuk meraih yang namanya sebuah KESUKSESAN?

23 tahun, aku! Aku bukanlah anak yang termasuk baik dari segi mental. Kekuranganku yang sangat dominan yaitu aku suka minderan, merendahkan diri sendiri , mudah galau dan belum bisa melusruskan iman yang ada didalam hatiku sebaik-baiknya. Sebagai penganut Islam, aku masih suka solat subuh telat. Aku masih kesulitan menjilbabi hatiku. Aku menilai diriku belum dewasa seutuhnya. Bagaimana pun juga, orang lain akan menganggap bahwa aku sudah cukup umur, berakal dan bukan anak-anak lagi!

Menurutku, saat ini aku sudah punya logika pikiran yang realistis. Menjadi remaja, lambat laun aku mulai mengenal dan tahu dunia orang berumah tangga, mulai bisa membedakan apa yang disukai oleh bapak-bapak masa kini dan ibu-ibu masa kini. Aku juga menganggap diriku lebih senior dibandingkan dengan anak SD dan SMP.

Dalam keadaan terhimpit seberat  apapun, aku berpikir tak mungkin bunuh diri atau berbuat konyol sesuka hatiku. Sebab aku menyadari, menjadi terkenal, menjadi kaya atau menjadi sukses dalam mengejar dunia jika tanpa adanya esensi kebenaran, bagiku itu tak perlu. Aku bukanlah anak suci, tapi aku yakin kebenaran hidup jika aku mau berpedoman pada apa yang menjadi keyakinanku sendiri. Antara benar dan salah, bagiku dan bagi orang lain belum tentu sama. Dan aku senang bisa punya keyakinan sendiri berdasarkan kemampuanku berpikir.

Karena diamku, aku bukanlah seorang yang gemar aktif bersosialisai atau berkecimpung dalam suatu organisasi. Dulunya aku kira ini bawaanku sejak kecil. Tapi, saat massa-nya tiba aku punya hasrat menjatuhkan diri dalam kegiatan sosial, sampai saat ini aku belum bisa mewujudkannya. Semua tak lepas dari sikonku saat ini yang terikat oleh pekerjaan.

Aku sempat berpikir, begitu cepatnya jaman ini bergerak dan berubah. Sebenarnya bukan aku saja yang selalu ketinggalan jaman, tapi juga negeriku ini. Tak mampu aku mengubah negeriku, menjadi negeri bebas korupsi. Tak mampu aku jadi orang yang mampu mengubah negeri ini jadi negri yang bebas dari kemiskinan. Tak mampu aku mengubah negeri ini jadi negeri yang bebas dari negeri pengirim TKW yang dipekerjakan sebai pembantu rumah tangga. Sedangkan kenyataannya aku hanyalah mantan pembantu yang bekerja di luar negeri. Aku anak remaja yang tanpa reputasi, tapi terlalu banyak ambisi. Barangkali…

Kadang aku menyelidiki dalam hati, kenapa sih orang bisa kaya. Kenapa orang bisa super jenius. Kenapa orang bisa mandiri dan hidup dinamis.

Kesimpulannya cukup satu saja. Bahwa hasil yang maksimal bermula dari kerja atau usaha yang maksimal. Bagiku tidak berlaku jika aturan orang pemakan babi itu dinilai kurang, atau orang yang berjubah itu artinya beragama. Bisa jadi orang pemakan babi lebih bermoral atau sebaliknya. Sebab Tuhan akan membagikan kepandaiannya kepada siapa, atau Tuhan akan membagikan kekayaannya kepada siapa, bergantung dari seberapa dalam usaha dari kita masing-masing.

Apabila aku ingat kembali masa tersulit dalam hidupku, memang benar hanya Tuhan satu-satunya yang kujadikan pelarian keluh kesahku. Tapi yang jelas, penegar diri kita ketika menghadapi keadaan tersulit bukan orang yang diam-diam aku cemburui kelebihannya. Bukan pula orang yang kuanggap lebih beruntung daripada aku dengan segala kehidupannya yang berkecukupan.

Dari sini aku mulai tahu bahwa memperjuangkan diri dari zona kemiskinan dan keterbelakangan itu hanya akan berhasil jika ada usaha nyata dari diri sendiri. Juga dengan pertolongan Tuhan. Aku membenarkan janji-Nya yang ini; “Allah (Tuhan) akan meninggikan derajat seseorang dengan ilmu dan iman. Tentunya yang membawa manfaat.

Selama ini sebenarnya aku tak tahu tujuan jelas hidupku sendiri. Seiring bergulirnya waktu, yang aku pikir dan ingat saat ini aku sedang berusaha mewujudkan apa yang aku impikan. Tapi, tak tau kenapa sepertinya hidupku masih jauh dari perubahan sebelumnya.

Menertawakan sendiri akan kebodohan dan kealpaan diri, seringkali aku lakukan. Dan tak jarang pula setelah itu aku jadi ingat orang-orang atau teman-temanku yang pernah menertawakan siapa diriku ini dengan remeh.

Tentunya aku ingin tetap menjadi aku. Harapanku kedepan aku tak ingin jadi orang bermuka dua. Aku bisa hidup dengan lapang dada dan memegang kebenaran sebagai semangat hidupku bukan memberatkan kesenangan sesaat yang malah serba menghancurkan.

Kenyataan yang pahit lebih manis jika diterima dengan lapang dada, seperti layaknya singkong rebus lebih nikmat daripada sebungkus roti keju dalam bayangan pikiran saja…

Dan demi kehidupanku dan kehidupan orang lain yang penuh misteri, semoga keadaan yang seperti ini tak menjadikan aku orang yang sombong andai saja keberadaan atau kecukupan dalam hidupku suatu saat nanti dapat aku raih…

– Celotehan ini hanya sekedar sebagai ungkapan jiwa saja berharap semoga dijauhkan dari penyakit jiwa atau GILA

– Met weekend yah semuanya…

Yuuuk, Meminimalisasi Kecemasan Pada Diri Kita Sendiri…

Cemas itu saat kita bingung, was-was dan sedang  memikirkan hal yang tidak benar. Apakah anda sering mengalami kecemasan? Dan sadarkah anda ketika sedang mengalami kecemasan yang berlangsung  agak lama, biasanya antusiasme dan energi anda akan menurun drastis, kemudian berpengaruh pada gangguan fisik dan jiwa anda. Dalam ilmu kesehatan, kecemasan kronis dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti asma, alergi, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan banyak penyakit lain.

Kecemasan sebenarnya dapat dihilangkan dengan cara melatih pikiran kita agar mau berfokus pada hal-hal yang positif. Misalnya, fokus pada keharmonisan, kedamaian, keindahan, tindakan yang baik, dan pengertian. Intinya, kita cukup mengganti pikiran negative menjadi positif.

Sering kita mencemaskan sesuatu dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang belum pasti kebenarannya atau lebih tepatnya disebut hanya bayangan. Jika kita mau memahami apa itu bayangan yang menimbulkan kita cemas, bayangan tidak memiliki kekuatan apa-apa. Karena kecemasan adalah sebuah bayangan dalam pikiran kita maka ia tidak memiliki realitas, prinsip, dan kebenaran. Jadi, tidak masuk akal bila kita mencemaskan bayangan yang tidak nyata.

Mengubah bayangan negatif menjadi bayangan positif tentunya membutuhkan sedikit kerja, tapi bagaimana pun juga dalam hidup kita tidak akan bisa sepenuhnya lari dari rasa cemas.

Tidak Ada Masalah yang Dapat Dipecahkan dengan Rasa Cemas

Setiap kali kita mendapati suatu masalah yang sering kita dapatkan biasanya kita sering merasa cemas terlebih dahulu. Semakin berat masalah dan semakin cemas tingkat tinggilah kita ini. Padahal, kecemasan bukan solusi dari adanya masalah!

Ada tiga cara untuk meminimalkan kecemasan pada kita, diantaranya sebagai berikut;

1). Buatlah keputusan dari apa yang menjadikan anda punya keragu-raguan.

Saat menghadapi masalah hendaknya kita jangan memikirkan hal itu terus-menerus. Hadapi dan segera tuntaskan kecemasan yang ada pada kita dengan membuat sebuah keputusan.

Keputusan sudah diambil, kemudian kita harus  bisa berpegang pada keputusan tersebut. Ingat ya, keputusan anda memang belum tentu benar, tapi tindakan positif apa pun biasanya lebih baik daripada tidak mengambil tindakan samasekali. Jangan membuat kesalahan dengan berharap untuk tidak pernah membuat kesalahan.

2). Percayalah pada diri anda sendiri

Adakalanya kita lebih sering dikritik oleh orang lain ketimbang dipuji. Kemudian saat kita tidak mendapatkan pujian dari orang lain, mungkin kita berpikir bahwa kita punya kekurangan dan tidak mengakui kelebihan  kita. Akhirnya timbullah kecemasan. Mungkin bisa jadi, kita menekankan persepsi kita bagaimana orang lain memandang kita. Namun, bila kita benar-benar meyakini kemampuan dan kekuatan yang ada pada diri kita sendiri, maka kita tidak akan terlalu mempedulikan atau mengharapkan sikap dan pujian orang lain untuk kita. Sama artinya dengan kita punya rasa percaya diri.

3) Anda mau belajar menerima hal-hal yang tak terelakkan

Belajar menerima hal-hal yang tak terelakan bukanlah satu cara yang mudah. Saya sendiri pun suka memilih untuk cemas dan murung setiap kali mengingat apa yang sudah saya rencanakan tapi gagal. Atau menerima kenyataan yang sangat pahit, itu sangat sulit apalagi direlakan. Arti lain dari menerima hal yang tak terelakkan sama dengan ikhlas. Susah senang dalam hidup mari kita belajar untuk bisa menerimanya dengan lapang dada/keikhlasan.

4). Pastikan benak kita selalu sibuk, tapi jangan beri tugas melampaui kemampuan kita

Kita mesti bisa mewaspai terhadap hal-hal sepele yang bisa buat kita cemas. Tak jarang, ketika cemas biasanya kita suka untuk tak berbuat apa-apa, berdiam diri, murung dan tak punya gairah semangat hidup.

Salah satu hal yang bisa dilakukan ketika dilanda cemas misalnya, membaca buku inspiratif, mendengarkan music, bermeditasi, berkonsentrasi pada hal yang bermanfaat, atau melakukan hobi yang lainnya dapat meminimalis kecemasan kita.

5). Lakukan sekarang

Pernah nggak anda, setiap kali kehilangan mood atau cemas, anda memilih untuk melakyukan apa yang anda suka, daripada yang tidak disukai. Kemudian kita cenderung menunda-nunda pekerjaan. Tanpa kita sadari sebenarnya hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri.

Satu langkah jitu untuk menghindari kebiasaan menunda-nunda yaitu, tanamkan pada diri kita untuk mau menyelesaikan pekerjaan yang tidak kita sukai terlebih dahulu, kemudian kita bisa melakukan pekerjaan yang menyenangkan lainnya.

Jangan meributkan hal-hal sepele. Jangan biarkan hal-hal kecil (yang bisa buat kita cemas) – merusak kebahagiaan kita.

  • Dale Carnegie

Semoga Bermanfaat.

Kesertaanku dalam Kopdar Akbar Sejuta Guru Ngeblog

woowww kerennya, jumlah peserta lebih dari 400 orang :D
woowww kerennya, jumlah peserta lebih dari 400 orang 😀

Sempat hadir, saya di suatu acara yang sangat luar biasa, tepatnya hari Minggu, 15 Maret di Gedung Indosat. Sebuah acara Kopdar Akbar Guru Ngeblog bareng Indosat. Sebelumnya saya tahu bahwa acara ini juga tak jauh dari kecimpungya Om Wijaya Kusuma sebagai pelopor gurunya Bloger dan penyelenggara acara tersebut.

Mbak Meti dan Mas Ivan
Mbak Meti dan Mas Ivan

MC acara dipandu oleh Mbak Meti dan mas Ivan. Dalam sambutannya, Om Jay (sapaan keren Om Wijaya Kususma) mengatakan bahwa kegiatan acara seperti ini diadakan sangat penting sekali, selain untuk bloger acara ini juga  difokuskan untuk menyemangati para guru Indonesia. Mengingat saat ini masih banyak konten-konten yang belum ditulis oleh guru dalam dunia kependidikan. Salah satu masalahnya adalah masih adanya guru yang kurang melek akan dunia internet. Dan keberadaan Komunitas yang didirikan Om Jay tak lain yaitu untuk memberikan informasi  yang dibutuhkan oleh guru untuk meningkatkan ilmu TIK dan kepenulisan. Menurut Om Jay, menulis blog itu dari guru sangatlah penting apalagi untuk menuliskan informasi yang disukai anak-anak dan mereka bisa senang di dunia maya.

Mbak Ghina Aliya
Mbak Ghina AliyaDSC_6958Mbak Ghina Aliya sebagai perwakilan Indosat mampu menyegarkan acara yang mulai berlangsung. Berbagi Nggak pernah rugi, itu kata-kata Mbak Ghina yang saya ingat! Mbak Ghina sempat menjelaskan sedikit banyak tentang ICITY Indosat. Dimana ICITY merupakan salah satu program yang ada Dari Indosat, yang mana telah ada juga komunitas sesuai dengan kategori di bidangnya. Misal, untuk penyuka fotografi dan bakckpakperan bisa bergabung di komunitas ini.

Om Dedi Dwitagama, namanya. Nama yang baru saya dengar dan baru saya tahu kalau sebenarnya Om ini punya kemampuan dari ngeblognya yang luar biasa. Beliau menyemangati para tamu yang hadir dengan jumlah kurang lebih empat ratusan dengan beberapa hal berikut dari kemanfaatannya kenapa sih kita itu mesti ngeblog; dengan ngeblog otomatis kita jadi seorang penulis, akan menjadi pembelajar, bisa terkenal, professional beneran, be a champion, banyak relasi, meningkatkan memori dengan menulis, makin kreatif, bersinergi lebih focus, meningkatkan kemampuan mengenal dunia IT, dan bisa juga ngeblog untuk makes money ! Banyak sekali ya manfaatnya. Dan Om Dedi sudah membuktikannya sendiri, dari tulisannya di blog beliau dipernah diwawancarai oleh radio BBC London dan juga pernah mewakili Indonesia dalam Forum Internasional.

Telah hadir pula, Bpk Subakri  seorang guru yang mengajar di SDN Jambe Kumbu 01 dari Lumajang yang sangat menginspirasi. Sempat dalam wawancaranya yang dimoderatori oleh Om Namim, beliau mengaku saat itulah kedatangan Jakartanya yang pertama kalinya dan sangat merasa senang bisa datang ke Jakarta tak lepas dari ngeblog. Bpk Subakti ini dalam dunia ngeblog sangat antusias sekali untuk terus belajar mengeblog, padahal di tempatnya blog masih belum banyak dikenal. Dalam isi konten tulisannya di Blog, beliau menuliskan kisah-kisah muridnya yang sudah diracuni untuk menulis. Jargonnya yaitu “Mengajar sehari , menginspirasi seumur hidup”. Bagi teman-teman yang ingin menengok isi blognya silahkan mampir dimari ya, www.ayomendidik.wordpress.com

Selain itu juga telah hadir atas nama Mbak Amiroh Adnan. Mbak ini lebih aktif menulis tentang dunia IT. Beliau termasuk guru favorit yang aktif ngeblog, sedangkan tempat asalnya dari Jawa Timur. Yang ingin sedikit banyak mengetahui apa saja yang ditulis oleh Mbak Amiroh, silakan nyempil di sini ya amiroh.web.id

narasumber
narasumber

Setelah itu, acara kemudian di senggangi oleh isoma sebentar. Kemudian dilanjut dengan tampilnya mas Imam Suwandi, beliau lebih dikenal sebagai Pelopor Selfie di Indonesia. Bekerja di MetroTVnews.com. Mas Imam sempat memberikan trik dan tips bagaimana sih biar bisa jadi seorang Selfie Journalism dengan bermodalkan Tongsis. Menurutnya, hanya dengan tongsis dan Hp Smartfren semua orang bisa menjadi jurnalis. Berikut triknya; selfie jurnalisme yang baik itu berisikan penyampaian informasi cerita yang penting dan punya dampak untuk orang banyak. Harus ada news adjustment/news value ( 5 W + 1 H ) itu old skill yang harus dimiliki, sedangkan new skill-nya itu bagaimana kita bisa menyampaikan berita sebaik mungkin untuk audience.

Om Imam bareng peserta yang pura-pura jadi jurnalis melaporkan sebuah acara :D
Om Imam bareng peserta yang pura-pura jadi jurnalis melaporkan sebuah acara 😀

Pemanfaat tongsis untuk jurnalisme bisa untuk live on tape, live report via streaming, interview. Ada pula konten berita bisa berisikan tentang peristiwa, Human interesting, pendapat yang semuanya punya sense of news. Bagi yang berkenan silakan mampir di sini imam.suwandi@metrotvnews.com atau di cakimamsuwandi.blogspot.com

Yaelah senengnya, Om Onno yang pake baju ungu tentunya.
Yaelah senengnya, Om Onno yang pake baju ungu tentunya.

Tak kalah hebatnya lagi, ada narasumber bernama Om Onno. Beliau pernah menjadi dosen di ITB tapi demi bisa terwujudnya sebuah mimpi dari dirinya agar lebih banyak orang mengetahui ilmu yang dibagikannya, beliau senagaja mengundurkan diri jadi dosaen dan lebih focus untuk menulis di situs onlinenya.

Dengan keikutsertaan saya di acara tersebut, minimal sudah menambah wawasan saya. Aplaagi bertemu langsung dengan bloger hebat merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa. Acara kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba live tweet dan lomba ngeblog.DSC_7010

Women In You, Gathering with Dewi ‘Dee’ Lestari

Dewi ‘Dee’ Lestari– selain dikenal sebagai penulis, Dee juga dikenal sebagai penyanyi. Berkat keberadaan Komunitas dari Perempuan, saya sangat senang bisa bergabung mengikuti sebuah acara spesial dalam menyambut Hari Kartini tahun ini. Tepat tanggal 18 April 2015, di The Flavor Bliss Alam Sutra, yang letaknya di seberang Mall Livingworld Alam Sutera Tangerang sebuah acara Gathering with Dewi Lestari diadakan dengan tema “Women In You”.

Bunda Elisa, Dewi Dee, dan moderator/ Dok : Bunda Elisa Koraag
Bunda Elisa, Dewi Dee, dan moderator/ Dok : Bunda Elisa Koraag

Jam dua belas saya sampai di tempat acara. Kemudian, setelah dilakukan pembukaan acara jam satu, Dewi Dee langsung naik ke atas panggung siap-siap membagi inspirasi kepada kita yang hadir. Oiya, selain dari Komunitas  dari Perempuan, telah hadir pula Komunitas PEDAS dan komunitas lainnya.Tamu yang hadir lumayan banyak dan sangat seru. Selain emak-emak (ada yang bawa anak dan bawa suami, ha ha ha colek Pak Belalang),  ada juga beberapa tamu yang masih single (calon emak-emak kece).

Dari pertama kali melihat Dee jalan menuju panggung, langsung timbulah rasa antusias pada diri saya. Mata saya lebih fokus untuk Dewi Dee, dan menyimak apa saja yang disampaikan.

Dalam obrolannya di atas panggung acara, Dewi Dee mengaku bahwa sejak ia masih kecil ia punya hobi menyannyi. Baginya, menyanyi itu sesuatu yang mengalir alami saja dalam hidupnya. Dikenal sebagai penyayi  bermula dari keaktifannya menjadi backing vocal di sekolahannya, sekitar tahun 1993-1995 kala itu. Sewaktu ia masih berumur 17 tahun, suatu hari di sekolahnya ia ketahuan nggak ikut P4, dimana sebenarnya ia punya tugas untuk ikutan jadi backing vocal tersebut. Eh karena sengaja ngumpet dari tugas sekolah, tapi Dewi Dee malah ditawar ikutan backing vocal sebuah band. Hingga berlangsung  selama dua tahun yaitu sekitar 1993-1995. Nah, dari sinilah dunia menyanyinya mulai merambah naik.

Dalam dunia kepenulisan, Dewi Dee mengaku nggak ngeh bisa jadi penulis seperti saat ini. Kisah bermula dari kelas 5 SD, yang mana dulu ia pernah berkhayal membayangkan bagaimana rasanya sih seandainya di sebuah toko buku itu ada karya tulisannya sendiri?

Kemudian setelah itu, Dewi Dee sengaja membeli buku kosong dan ia pun mulai menulisi penuh buku tersebut.  ? Dalam hatinya  mengatakan, “Begini ya kalau punya buku sendiri dan rasanya mungkin hebat jika saya bisa punya buku karya sendiri!”.

Seiring berjalannya waktu, Dewi Dee menulis dan terus menulis. Ia sempat juga mengirim tulisan-tulisannya ke beberapa redaksi. Sayangnya selalu ditolak dan itu membuat ia menjadi kurang percaya diri terhadap tulisannya sendiri.

Sebab nggak nembus-nembus ke redaksi, Dewi Dee tak mau ambil pusing untuk mencoba terus menulis.  Tahun 2000 Dewi Dee berniat untuk membukukan manuscript tulisannya Supernova menjadi sebuah novel sebagai  hadiah istimewa diusianya yang ke-25. Teman-teman Dewi Dee menyarankan sebaiknya ia  membukukan karyanya sendiri  daripada lewat percetakan penerbit agar lebih cepat jadi, alasannya. Akhirnya, proses pengeditan tulisan dan percetakan itu pun selesai dalam jangka waktu Bulan Januari – September saja. Nggak tanggung-tanggung Dewi Dee langsung mencetak bukunya sebanyak 5000 ekslempar!

Sayangnya hasil dari percetakan tak sesuai dengan yang diharapkan sebab dalam isi cerita novelnya ada beberapa yang mengalami perubahan alur cerita, atau dapat dibilang terjadi perubahan penempatan tulisan. Sehingga ia pun menahan pemasarannya terlebih dahulu. Dewi Dee adalah sosok yang perfectsionis, sehingga ia mengedit dan mencetak ulang novel yang sudah jadi tersebut, sebanyak 2000 ekslempar!

Jadi jumlah total semua bukunya yang dicetak sebanyak 7000 ekslempar dan sesudah itu, ia baru memasarkan ke publik. Sungguh GILA dan NEKAT, padahal pada masa itu buku bestseller pada umumnya dalam setahun hanya akan terjual sejumlah 3000 ekslempar saja. Bayangkan, bagaimana mungkin novel Dewi Dee terjual 7000 ekslempar dalam jangka waktu 14 hari?

Dewi Dee saat itu baru tahu kalau dalam jangka waktu 3 bulan, uang dari hasil penjualan bukunya akan cair. Karena kehabisan uang dan stock buku tak ada dan ia mesti mencetak buku lagi hingga akhirnya ia pun rela meminjam uang dulu demi memenuhi permintaan toko buku.

Ia mengatakan mimpinya yang jadi kenyataan itu adalah sebuah jawaban dari khayalannya sewaktu ia di bangku kelas 5 SD dulu. Berkat kekukuhan dan konsistennya dalam menulis, pada akhirnya pun ia mampu mewujudkan mimpinya jadi kenyataan!

Dalam sesi tanya jawab dengan tamu yang hadir pada acara tersebut, ia menambahkan bahwa untuk mengatasi rasa jenuh atau bosan menulis, maka yang ia lakukan selama ini dengan membuat target kapan seharusnya ia selesai menulis. Bicara soal target, seolah kita jadi membayangkan kalau tulisan kita itu ada yang menunggu, atau ada batas waktu sebagai contoh misalnya kalau kita ikutan lomba, ibarat kita sedang dikejar DL. Dengan begitu akan lahirlah sebuah kedisiplinan menulis pada diri kita. Menulis harus konsisten dan ada ruang waktu yang cukup.

Mengenai buku-buku yang disukai Dewi Dee, ia sangat suka terhadap buku apa saja yang menjadi keiingintahuannya. Mulai dari buku-buku non-fiksi, filsafat, hingga scince. Dan untuk senantiasa menyegarkan pikirannya sendiri, Dewi Dee lebih suka baca puisi. Selain simple puisi juga punya kandungan bahasa yang berkesan, katanya.

Perahu kertas merupakan salah satu hasil karya novel Dewi Dee yang pembuatannya sangat unik, temanya tentang dunia mahasiwa jadi ceritanya ia sengaja  menyewa kosan putri di Bogor yang cukup makan waktu 20 menit dari rumahnya, hanya demi mendapatkan feel-nya sewaktu ia masih sebagai anak mahasiswa dulu. Dimana saat itu ia sudah 10 tahun sesudah lulus kuliah.

Dan untuk filosofi kopi misalnya, ini merupakan sebuah kisah cerita yang terinspirasi dari ketakutannya yang luar biasa terhadap kecoak! Dari sinilah ia memunculkan imajinasi bagaimana seandainya seekor kecoak bisa mencintai manusia. Sedangkan kopi, ia terinspirasi setelah ia belajar membuat roti, yang mana kala itu pengajar yang membuat roti menyarankan sebaiknya ia pakai ragi instan. Timbulah kemudian asumsi bahwa setiap makhluk hidup atau benda itu punya “story” tersendiri. Tak beda dengan sebuah kopi, seperti halnya setiap orang dari kita akan punya karakteristik tersendiri terhadap kopi. Mungkin dari kit ada yang suka kopi hanya dengan gula, atau kopi gula ditambah creamer, dsb.

Untuk riset menulis, Dewi Dee biasa melakukan empat cara, diantaranya yaitu melalui searching-nya di Daftar Pustaka, melalui internet, wawancara dan langsung datang ke TKP.

Menurut Dewi Dee, menulis adalah sebuah karya, dengan proses yang terus menerus supaya bisa tergali seberapa jauh kemampuan menulis kita, lebih bagus lagi jika tulisan kita punyai nilai manfaat yang dapat dibagikan kepada orang lain. Dan pada akhirnya tulisan akan kembali kepada diri kita sendiri.

Women in You– Dewi Dee bilang, menjadi perempuan harus siap untuk menahan rasa sakit 9 x dari pria! Perempuan sebagai ibu rumah tangga punya multi peran diantaranya, harus bisa mengurus apa yang ada di rumah tangganya,  mempertahankan eksistensi diri, ibarat kalau main tangkap bola, bolanya yang harus ditangkap berjumlah banyak dan nggak boleh jatuh. Hadew.

Menjadi perempuan bukan sekedar punya rambut panjang saja, tapi kualitas dari diri perempuan itu sendiri. Kata dari Women in You, sama dengan kekuatan perempuan yang ada dari dalam! Arti kekuatan terdapat pada perempuan, tak harus kuat menjadi pendidik yang keras. Melainkan bisa dengan kelembutan. Ia sangat salut dan kagum akan sosok ibunya sendiri terhadap penampilannya yang sederhana tapi selalu enak dipandang mata juga bagaimana ibunya bisa memberikan kasih sayang yang baik. Bukan rahasia lagi kalau perempuan itu biasanya suka capek pikiran, beruntung kebanyak perempuan suka ngobrol, dan itu lah penyeimbangnya (atau bisa dibilang capek pikiran dan cerewet itulah yang menyehatkannya).

Sedikit trik dan tips menjalin hubungan dengan pasangan, Dewi Dee menganggap pasangan adalah partner kita! Untuk menjaga mitra yang baik dengannya maka yang harus dijaga ialah sebuah “Komunikasi yang baik”.

Sebelum ngobrol bareng dengan Dewi Dee berakhir, sempat juga Bunda Elisa Koraag sebagai perwakilah Komunitas PEDAS tampil di depan berbagi kisah inspirasi. Cukup menarik juga. Sesudah itu acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Lalu diisi dengan pembacaan puisi dari komunitas PEDAS.

Komunitas pedas ikut menyemarakkan acara dengan membacakan puisi untuk perempuan/ Dok : Mbak Dian Anthie
Komunitas PEDAS ikut menyemarakkan acara dengan membacakan puisi untuk perempuan/ Dok : Mbak Dian Anthie

Kemudian ada kuis lumayan kocak yaitu fashion show bagi peserta yang merelakan diri untuk maju ke depan!

 Acara kemudian masih dilanjutkan dengan adanya performace dari Dewi Dee yang dimulai pukul  tujuh malam. Bener-bener seru deh acaranya, saya nggak nyesel bisa ikutan acara ini….

Performance Dewi Dee
Performance Dewi Dee/ Dok : Mbak Dian Anthie

Menengok Budaya Bersih dan Sehat ala Hong Kong

Dalam kesehariannya dulu, semenjak saya bekerja di Hong Kong selain bertanggung jawab menjaga dua anak, saya juga bertugas untuk bersih-bersih rumah. Pada umumnya, apartemen Hong Kong berukuran kecil. Ingat sewaktu datang dan masuk rumah yang jadi tempat kerja, saya sempat terkejut. Bagaimana mungkin membuka pintu langsung saya bisa melihat kedua bilik kamarnya? Bagaimana saya bisa percaya ada rumah yang sekecil itu? Kebetulan dulu rumahnya berada di lantai 21, lumayan kalau naik lift butuh sekitar 5 menit untuk bisa sampai ke atas.

Tepat di samping pintu masuk, terdapat pintu dapur dan sebelah dapur terdapat kamar mandi. Depan kamar mandi sudah ruang tamu, dan bilik kamar pun berdekatan langsung dengan kamar. Biar pun ruangan rumahnya kecil, orang Hong Kong selalu bisa menyiasati untuk meletakkan barang-barang kepemilikannya dengan baik. Segala benda apapun tertata dan tersimpan rapi. Sebagai contoh misalnya baju musim dingin yang biasa akan disimpan kalau saat musim panas tiba. Orang Hong Kong akan menyimpan baju-baju tersebut kedalam sebuah kantong yang benar-banar tersimpan ringkas. Caranya dengan menyedot habis angin yang ada di dalam plastik tersebut dengan menggunakan vaccum cleaner, sehingga baju tersebut lebih tipis/mengempis  tersimpan dalam plastik tadi. Selain itu juga, mereka suka menyimpan barang-barangnya di dalam sebuah lemari daripada tergeletak begitu saja.

Menurut saya, kebiasaan orang Hong Kong terhadap budaya hidup bersih itu sangat baik. Keberadaan toilet umum di sana lebih terjamin, kita bebas ikut memakai tanpa dipungut biaya. Berbeda dengan Indonesia kalau pas kita di tempat umum kenapa mesti harus bayar Rp. 2000 rupiah hanya untuk sekedar numpang buang air kecil di toilet? Mereka risih melihat debu atau seasuatu yang kotor-kotor. Mengelap adalah kegiatan sehari-hari, satu kali tidak mengelap apa yang ada di rumah tersebut akan tampak debu yang menempel sangat jelas. Untuk membersihakn lantai, sofa dan langit-langit ruangan yang kotor biasanya dipakailah alat penyedot debu atau vaccum cleaner. Juga disemprotkannya disinfektan pada sofa dan beberapa tempat tertentu setelah penyedotan debu itu untuk menghindari adanya bakteri.

Soal kamar mandi beda lagi, kalau kebetulan dipekerjakan dengan orang cina yang punya keyakinan bahwa setiap saat kamar mandi harus kering, wah siap-siap saja deh kalau setiap menitnya mesti ngelap kamar mandi. Lagi dan lagi…

Dalam kesehariannya orang Hong Kong sudah terbiasa cuci tangan jika habis berpergian, sebelum tidur dan sebelum makan. Oiya, orang Hong Kong terbiasa makan pakai sumpit, bukan pakai sendok apalagi pakai tangan. Biasanya, orang sana makan nasi hanya sekali dalam seharinya, tepatnya pada waktu makan malam mereka bisa makan bersama(dinner).

Uniknya orang sana makan nasinya sangat dibatasi, cukup setengah mangkuk kecil atau satu mangkuk kecil penuh saja bagi mereka sudah cukup. Tapi jangan ditanya ya kalau lauknya ada bermacam-macam. Steam ikan, tumis sayuran atau sayur yang hanya sekedar direbus pasti ada, tahu goreng, soup, yang jelas minimal ada 4 jenis lauk sehat yang berbeda. Dalam hal makanan, orang Hong Kong bisa mengontrol dirinya untuk makan makanan yang sehat, yaitu tidak terlalu asin, jadi ingat dulu saya pernah masak terlalu asin hingga mereka tidak mau memakannya sekalipun saya tidak dimarahi. Sedikit aneh memang, lidah orang Indonesia dengan orang Hong Kong seleranya berbeda. Bagi kita asinnya sudah cukup, bisa jadi bagi mereka terasa terlalu asin! Makanan orang Hong Kong juga tidak suka terlalu banyak minyak, terlalu pedas dan rendah lemak. Terbukti orang sana hampir tidak pernah masak pakai santan kecuali masakan curry.

Orang sana saja kalau membuat bubur, tak perlu menambahkan santan dan hanya bubur-bubur yang dimasak begitu saja. Baik itu bubur beras putih, ataupun bubur kacang hijau atau bubur yang lainnya. Orang Hong Kong tidak mengerti apa itu gorengan seperti di Indonesia, untuk lauk mereka lebih suka menggoreng tahu atau ayam dan ikan saja.

Orang sana sangat gemar minum air putih dan mengonsumsi buah juga rajin berolah raga. Jangan heran kalau di sana hampir setiap tempat ada taman yang digunakan untuk berolah raga dan sekedar refreshing. Ada yang senam bersama, ada juga yang melakukan senam sendiri-sendiri. Selain itu ada tempat berkumpulnya lansia, di tempat ini lansia suka berolah raga dan kadang main kartu bagi yang laki-laki.

Air Minum di Hong Kong, Air yang untuk dijadikan air minum biasanya sudah disaring kembali lewat kran penyaring. Berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia yang kran untuk air minum dan air mandi sama saja. Mungkin kualitas airnya berbeda. Tapi yang jelas, air yang sudah disaring melalui kran khusus tersebut kesehatan kualitas air lebih hiegenies. Jangankan sekedar lantai atau kaca jendela ya. Di sana, Wajah Dapur Harus Kinclong. Untuk mengurangi minyak yang menyebar dan berterbangan saat memasak, orang Hong Kong akan biasa menaruh kipas diatas kompor gas atau listrik. Juga menyediakan pipa selang asap keluar rumah. Pekerjaan lap-mengelap bukan asing lagi dilakukan dalam setiap harinya.Saya mengira kenapa di sana debu lebih mudah masuk rumah, mungkin di sana minim sekali jumlah pepohonan dan banyaknya kendaraan bermotor yang berlalu lalang di sepanjang jalan.

Untuk kebersihannya, orang Hong Kong tidak diragukan lagi kalau kebanyakan mereka takut sama debu dan kotoran dan terbiasa hidup bersih. Tapi untuk hidup sehat, selain mereka bisa mengontrol pola makannya, rajin berolah raga, minum air putih dan mengonsumsi buah. Mereka juga suka merefreshingkan pikirannya dengan hal-hal yang positif seperti bersantai di taman, membaca buku di perpustakaan (mengingat di sana hampir ada perpustkaan) dan melakukan hal-hal positif lainnya.

Kenapa Anak Anda Kurang Ajar?

Seseorang yang punya anak, baik itu anak kandung atau anak angkat. Sudah pasti dalam hatinya sangat mengharapkan supaya buah hatinya menjadi anak yang baik-baik, anak yang cerdas, patuh terhadap orang tua dan bisa mandiri di usia dewasanya nanti. Menjadi orang tua, bukanlah gampang. Anak, selain harus dicukupi kebutuhan jasmaninya sudah tentu harus dicukupi juga kebutuhan rohaninya, termasuk mental, spiritual dan diajarkan tentang nilai-nilai moral.

Sebagai orang tua, selama ini apakah Anda sempat mempertanyakan dalam hati apakah Anda pantas menjadi teladan yang baik sebagai orang tua untuk anaknya? Atau malah, Anda kebingungan kenapa Anda merasakan perubahan  terhadap anak Anda begitu dratis, Anda merasa anak Anda berubah menjadi lebih nakal, lebih berani, suka menentang, dan semaunya sendiri! Yang salah anaknya atau orang tuanya???

Ada pepatah Jawa yang mengatakan, ”Raine anak podho wae karo raine wong tuo!”Artinya yaitu, muka seorang anak, sama saja dengan muka orang tuanya. Kita dapat mengartikan bahwa baik-buruknya seorang anak menjadi cerminan bagaimana orang tua itu sendiri. Orang tua, seperti yang kita ketahui bersama merupakan orang yang punya tanggung jawab penuh terhadap putra-putrinya sendiri.

Seorang anak yang lahir sampai berkembang, akan mendapatkan perawatan, didikan dan bimbingan oleh orang tua/pengasuh. Dari bagaimana cara orang tua merawat, mendidik dan membimbing maka akan menjadi sebuah proses pembentukan karakter sifat dan sikap anak itu sendiri. Anak yang sering dikasari oleh orang tuanya, mereka akan lebih berani berbuat onar dibandingkan dengan anak yang dididik dengan penuh kelemah lembutan.

Dalam perkembangannya anak bisa berjalan dan main sendiri, bahkan sampai keluar rumah. Lingkungan sekitar berpengaruh besar terhadap kemampuan anak berpikir dan bertingkah laku. Tak jarang pergaulan dengan teman-temannya pun bisa mempengaruhi anak untuk bertindak positif atau sebaliknya. Sebagai orang tua yang bijak, pasti mereka tidak akan sembarangan membiarkan anak-anaknya keluar rumah tanpa sepengendaliannya. Semua harus diseleksi.

Pada umumnya, anak akan mempunyai sikap nurut dengan orang tuanya ketika mereka masih banyak membutukan bantuan orang tuanya. Sebab, anak akan takut apabila mendapatkan hukuman dari orang tuanya apabila ia tidak patuh.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat, mendidik dan membimbing anak;

1). Yang pertama dan utama yaitu pemenuhan kebutuhan anak yang paling mendasar diantaranya meliputi; sandang, pangan, papan.

2). Anak butuh untuk diperhatikan, sebagai anak katakanlah dari bayi sampai mereka belum bisa mandiri. Hidup mereka tak lepas dari ketergantungan dengan orang tuanya/pengasuh. Perhatian di sini berarti sebagai rasa sayang. Kasih sayang pantas diajarkan anak semenjak dini. Supaya mereka juga bisa belajar menyayangi dirinya sendiri.

3). Anak butuh pembimbing dalam belajar. Sekalipun itu menyuap nasi kedalam mulutnya sendiri, sampai pada waktunya mereka belajar mengendalikan emosinya yang tak stabil diusia remajanya. Kewajiban sebagai orang tua, yang paling berat di sini ini. Sebab, bimbingan untuk anak harus secara berkelanjutan.

4). Sebagai orang tua harus bisa bersikap adil terhadap anak-anaknya. Ketidakadilan orang tua terhadap anaknya, akan menimbulkan rasa kesenjangan diantara anak yang satu dengan yang lainnya. Juga bisa mempengaruhi hubungan anak itu sendiri dengan orang tuanya. Ketidak adilan yang didapatkan oleh seorang anak, akan bisa menjadi motivasi anak untu berbuat yang menyeleweng.

5). Anak butuh komunikasi dengan orang tua secara terbuka dan sehat. Tentu, orang tua mempunyai gaya sendiri-sendiri. Bagaimana pun gayanya, alangkah baiknya jika orang tua harus bisa menjaga komunikasi dengan anak-anaknya. Orang tua bisa jadi tempat anaknya curhat, mengungkapkan perasaannya, dan mengekspresikan bagaimana anak memainkan emosinya. Biasanya anak yang pendiam itu sering mengejutkan. Anak yang suka diam, pasti ada masalah dengan anak tersebut. Entah itu dari pemikirannya, perasaan hatinya atau adanya suatu masalah/penyakit tertentu. Jadilah orang tua yang menyenangkan jika Anda ingin bisa menjalin hubungan anak Anda selalu baik.

6). Orang tua jangan memberikan harapan dan pujian kepada anak yang berlebihan. Namun, ajarkan anak untuk bisa memandang sesuatu dengan cara berpikiran realistis. Kebanyakan dari kita suka iseng-iseng tanya pada anak, kalau besar mau  jadi apa? Jawaban anak akan mengendap dimemori ingatan bawah sadarnya sampai ia beranjak dewasa. Jika mimpi yang ia miliki tidak realistis, maka anak akan merasa tertekan dengan impian yang tidak realistisnya itu.

7). Tanpa Anda sadari tingkahlaku Anda menjadi panutan bagi anak-anak Anda. Tentang bagaimana Anda berbicara, berjalan, berpikir dan anak sudah terbiasa membudayakan kopi paste dari orang yang sudah dianggapnya lebih besar atau dewasa.

8). Orang tua harus bisa bertindak tegas. Sejak kecil ajari anak untuk bisa menghargai, menghormati dan mematuhi apa saja yang orang tua ajarkan. Larang keras anak cemberut didepan orang tua.

9). Anda harus paham bahwa, masa anak-anak beranjak remaja tubuh mereka mengalami perubahan psikologis dan biologis.  Pada masa ini, anak akan banyak mengalamai ketidak stabilan emosi. Jika Anda adalah orang tua yang kurang peka terhadap anaknya. Pada saat tertentu adakalanya anak Anda beranggapan ia sudah dewasa. Perbedaan pola pikiran anak dengan orang tua bisa jadi anak membenci orang tuanya.

10). Jangan over jadi orang tua. Penekanan-penekanan orang tua untuk anaknya yang terlalu tinggi membuat anak menjadi strees.

Jangan lelah mendidik dan merawat anak. Jika anak Anda kurang ajar, segera cari tahu alasannya. Dan carilah solusinya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Godaan-godaan Terberat Cewek di Usia 25

Berada di lingkungan baru memanglah membuat pikiran ini ingin bisa menyesuaikan diri. Dalam hati aku sedang kebingungan dengan siapa diriku sendiri. Aku cewek alias perempuan, jenis kelaminnya betina. Entah sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan dalam-dalam saat ini seolah semua serba berantakan. Kalau aku ini sebuah tulisan diatas kertas, tulisan itu akan berupa coretan-coretan yang sembarangan. Kalau aku ini sebuah benang, benang itu ruwet. Seruet pikiranku ini.

Hampir saja aku ingin menyerah menghadapi situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada detik ini! Namun, bisik hati mengatakan bahwa kenyataan apapun yang menimpa diri dan yang sedang dihadapi sekalipun terasa berat, pahit dan sebenarnya tidak aku sukai mau atau tidak mau aku harus bisa ikhlas untuk mau menjalaninya. Aku hanyalah anak muda yang selalu beranggapan kalau aku ini serba kekurangan dan terbelakang. Entah kenapa hatiku selalu menuntut kalau aku harus berubah menjadi tidak kuper lagi dan lagi.

Tanpa aku sadari, pikiran ruwet ini ternyata mempengaruhi mood dalam kesukaanku menulis. Dan pada akhirnya, terhenyak jiwa ini untuk berbagi cerita sekalipun sederhana. Pelan-pelan aku tata kembali hati dan pikiranku serileks mungkin. Mencoba lagi melapangkan dada ini dengan suka-cita. Belajar menyayangi diri, dengan tidak mencantumkan image negatif yang berlebihan terhadap diriku sendiri.

Kali ini aku ingin berbagi dengan sejuta cewek yang ada di seluruh Indonesia. Dengan sedikit tulisan ini mudah-mudahan bisa mencerahkan hati cewek-cewek yang hatinya sedang mendung, gelisah dan kurang percaya diri…!

***

Bener nih, kamu ngaku cewek! Aku yakin, sejak kecil dulu kita sudah disimboliskan dengan bunga, bukan? Keanggunan, kelembutan dan keluguan sebenarnya kita sudah dibantu oleh orang-orang di sekitar kita untuk mendapatkan itu semenjak kita masih dini. Dari itulah emak kita memakaikan baju rok bermotif bunga atau boneka, membiarkan rambut kita lebih panjang daripada potongan anak laki-laki seperti biasanya. Suara kita asli lebih halus daripada laki-laki. Masih ingatkah kamu pertama kalinya kamu dandan setelah melihat ibumu memoleskan lipstiknya di depan cermin?

Terus terang dan secara terbuka aku adalah cewek yang menyandang usia 23 tahun, dan lima bulan lagi nih aku akan genap 24 tahun. Memang benar kalau aku sudah banyak tak ingat lagi memori sepanjang 23 tahun kebelakang kemarin. Akan tetapi, dari relung hatiku ini yang paling dalam aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda saat menjelang usia 24 tahun yang mendekati 25 tahun ini. Suer dan seriuuus …!

Godaan-godaan terberat cewek yang belum mapan menjelang usia ke-25

Siapa kamu? Adalah suatu pertanyaan yang hampir setiap detik menghantui diri, selebihnya buat cewek yang kebanyakan masalah dalam hidupnya. Bermasalah dengan jiwanya karena berbagai macam alasan, baik masalah dengan keluarganya, dengan temannya, dengan lingkungan atau sebagainya.

Usia 25 untuk seorang cewek bisa menjadi wajah penuh keceriaan dan sebaliknya. Khusus yang nggak ceria dan manyun, beberapa poin ini mewakili sumber permasalahan Anda yang paling dominan;

1). Siapa pun kamu asal cewek yang berumur 25-an, siap-siap saja untuk mendinginkan telingamu dari orang-orang yang mempertanyakan kapan kamu mau nikah padahal kenyataannya kamu sedang jadi jomblowati!

Berkenalan dengan orang baru memanglah indah, saling kenal-mengenalkan satu sama lain. Tanya kesana-kemari ujung-ujungnya nanti akan ditanya, kapan nikah ya. Dari orang tua, jelas mereka berpikiran kalau putrinya  cepat atau lambat butuh nikah. Tak heran, pertanyaan akan banyak muncul dari teman-teman yang kenal dengan kita, dasar manusia memang suka penasaran kok. He he he

2). Bermula dari pertanyaan kapan mau nikah yang bertubi-tubi itu, selain jomblo alias nggak punya gebetan. Pikiran akan dipusatkan kepada pekerjaan yang mapan, dan minimal bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Bagi yang bergelar sarjana, atau anak dari orang punya yang bisa gabung kerja dengan orang tuannya. Mungkin nggak banyak masalah untuk itu. Namun bagi cewek yang nggak punya skill apa-apa  karena faktor malas dan kemampuan berpikir serba pas-pasan, ia akan gelageban terhadap ketidak sanggupannya memenuhi tuntunan sebagai cewek remaja alangkah lebih pantasnya jika bekerja.

3). Pendidikan yang pada mulanya suatu kewajiban seperti pada saat SD, SMP, dan SMA yang gunanya untuk tidak menjadi bodoh dan sebagai jembatan menuju perguruan tinggi, diusia 25-an pendidikan lekat dengan status dan jabatan.

Si X bekerja sebagai guru di sekolahan tertentu, atau si B menjadi dokter di RS tertentu. Alasan yang mendasar saat sebagai cewek kita sadar bahwa kenapa kita masih saja menjadi bukan mereka, karena kita hanya punya kapasitas berpikir yang pas-pasan atau karena nggak punya uang buat lanjut kuliah merupakan suatu alasan yang mudah untuk dijadikan sebabnya.

Ada yang mengatakan kalau pendidikan bukan jaminan seseorang bisa sukses, namun ternyata memanfaatkan masa belajar di sekolah dengan sebaik mungkin tetaplah suatu jalan yang bagus dikala kita sadar kalau diusia 25 tahun tanpa prestasi belajar. Coba deh nyari pekerjaan hanya bermodal ijazah SMA, pasti akan tidak mudah dalam mencarinya kecuali pabrik atau penjaga toko. Lagi, kalau ada reuninan, minder nggak kalau kita ketemu teman lama tapi kita masih bukan siapa-siapa?

4). Usia 25-an adalah usia dimana tuntunan dari lingkungan terhadap  kita untuk menjadi benar-benar dewasa sangatlah tinggi. Kita dianggap bukan sebagai anak kecil lagi.

Menjadi dewasa tidak semuanya bisa mandiri. Permasalahan yang dihadapi masa-masa usia ini bagi remaja cewek sangatlah beragam. Bagi yang punya teman soulmate biasanya lebih terbuka terhadap teman yang sudah menjadi sahabatnya. Lain halnya dengan cewek yang kepribadiannya tertutup. Apa-apa mesti dipikir sendiri dan tak heran jika banyak cewek yang stress serta depresi dengan dirinya sendiri.

5). Kehilangan kepercayaan diri.

Apapun bentuk permasalahannya sebagai cewek yang menyandang umur segituan, satu hal penting yang harus dipegang erat-erat dan dijadikan sebagai pedoman hidup. Kita jangan sekali-kali sampai kehilangan kepercayaan diri. Rasa malas tak bersemangat jika sekiranya kita sudah ingin menyerah dalam menghadapi hidup kita. Menjadi wanita pantas lemah lembut namun jangan sampai direndahkan dengan laki-laki. Gender kita sama dengan laki-laki, hak-hak kita sebagai perempuan ada! Menjadi cewek bisa belajar dari mana saja dan tidak harus dari sarjana kertas, jadi cewek nggak bekerja di kantor elit asalkan kita punya etos kerja yang tinggi. Jadi cewek yang jomblowati itu hanyalah masalah soal waktu, jodoh tak akan kemana.

Nikmatilah hidup, dan jadikanlah usia yang ke-25 an ini sebagai pemompa semangat kita untuk berusaha menjadi siapa diri kita sendiri.