Orang Tua, Perhatikanlah Bahasa Anak Anda!

“Ancriiiit…Bego loe masih hujan begini kenapa mau nekat pulang?”, suara anak SD yang sedang berteduh di depan tempat kerja saya kemarin sore.

Kata “Ancriiit” itu sekedar bahasa galau yang tanpa makna, sedangkan kata “Bego” jika dirasakan lebih dalam maksudnya untuk merendahkan teman si anak SD itu.

Kita kadang tak sampai habis pikir menyempatkan diri kita untuk memperhatikan hal-hal yang sepele ini. Sekalipun terlihat sepele, tapi jika dilakukan secara berulang-ulang kemungkinan akan menjadi sebuah kebiasaan tapi buruk. Kalau kita mau jujur, sebenarnya yang pernah berkata seperti itu bukan hanya anak SD itu saja melainkan kita pun sudah sering melakukannya.

Perkembangan bayi dari yang mulanya tidak bisa apa-apa hingga kemudian tiba masanya ia dapat berjalan dan berbicara, merupakan  salah satu kebahagiaan orang tua. Disadari atau tidak, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekitar anak dalam bersosialisasi akan mempengaruhi bahasa yang  akan diadopsi anak.

Ada pepatah yang mengatakan; mengukir diatas batu lebih mudah daripada mengukir di atas air. Yang artinya, mengajari anak belajar sejak dini (termasuk berbicara yang baik) lebih gampang daripada mengajarinya setelah tua. Kalau misalnya anak sudah dewasa terlanjur punya bahasa yang rusak biasanya orang tua menjadi kualahan untuk memperbaikinya.

Bahasa Erat dengan Emosi Jiwa Anak

Memanjakan anak bukanlah hal yang bagus jika terus berlanjut sebab itu akan membuat anak tidak mampu belajar hidup mandiri. Namun, menelantarkan anak tanpa memberikan perhatian sedikit pun juga akan membuat anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Kondisi keluarga yang broken home biasanya sangat besar pengaruhnya terhadap ketidak puasan emosi didalam hati anak. Tak heran, ibu yang sedih akan membuat si anak juga ikut sedih. Mungkin inilah yang namanya naluri…

Anak yang terlihat lebih aktif bergaul dengan siapa saja terkesan terlihat cerdas daripada anak yang pemalu dan pasif. Bisa, karena terbiasa. Ini juga dipunyai oleh anak-anak tertentu yang bersikap ganda. Pernah memperhatikan anak yang pemalu jika bertemu dengan orang baru? Tapi jika dengan keluarga sendiri tidak. Atau juga mungkin kalau anak sedang ada di sekolahan akan menjadi pendiam dibandingkan ketika ia berada di rumah. Anak yang pendiam diantara ia sedang bersama-sama dengan temannya di sekolah alasannya karena ia kurang percaya diri untuk mengekspresikan bahasanya sendiri.

Bahasa Sering Kurang Diperhatikan Tapi Sangat Penting

Bahasa di dalam hati juga termasuk bahasa. Dan sebenarnya, dominasi bahasa dari dalam itulah yang membentuk kepribadian seseorang. Fatalnya jika anak mendapatkan banyak pengaruh kurang baik dari luar, misalnya sejak kecil ia sudah sering mendengarkan kata-kata kasar dari orang tuanya sendiri atau dari orang lain. Sekalipun secara langsung ia tak mengatakannya tapi suatu ketika ia mendapati sebuah masalah yang amat besar menurutnya, bahasa kasar itu akan mencul baik dari bahasa dalam hati atau secara lisan. Gabungan antara bahasa dengan emosi akan membentuk sebuah kebiasaan. Bahasa-bahasa yang baik akan berpengaruh pada emosi  jiwa yang positif. Pada jiwa yang positif inilah anak akan mempunyai rasa  bahagia atau tidak. Susunan bahasa anak secara lisan dapat juga dijadikan sebagai cerminan baik buruknya etika/ nilai kesopanan  anak.

Susunan Bahasa Berpengaruh pada Prestasi Anak?

Pola pikir anak berhubungan langsung dengan kapasitas bahasa anak itu sendiri. Bagaimana anak berpikir secara realistis, berlogika, bermimpi atau bercita-cita semuanya bermula dari tata bahasa yang dimilikinya. Dalam hal ini sangat penting sebagai orang tua untuk mau memberikan dukungan penuh terhadap proses belajar anak. Dimana kondisi anak itu masih labil, mungkin anak tahu ia harus berkembang dengan banyak belajar sedangkan mood anak adakalanya akan naik turun.

Ada tiga tips sederhana untuk yang dapat dilakukan oleh  orang tua untuk mencegah kerusakan bahasa pada anak;

1). Sebagai orang tua, sebelum menasehati anak agar berbahasa yang baik dan benar, berikan contoh terlebih dahulu agar mau mengendalikan bicaranya sendiri baik di depan anak maupun depan orang lain. Yang demikian biasanya anak akan lebih patuh untuk mau melakukan  tanpa memprotes orang tuanya.

2). Jaga hubungan harmonis pada keluarga. Keharmonisan keluargalah yang akan menjadi sumber kedamaian, ketentraman, dan kehangatan antar anggota keluarga. Saling menghormati dan menghargai. Dengan keadaan yang kondusif seperti itu, sekiranya dapat meminimalis kegaduhan rumah tangga.

3). Menjaga Komunikasi dengan baik antara orang tua dan anak secara berkelanjutan dengan terbuka. Maka dari itu, sebagai orang tua harus bisa menciptakan suasana nyaman bagi anaknya, agar si anak dapat leluasa mengutarakan apa saja yang sedang ia ingin sampaikan kepada orang tuanya. Bagi orang tua yang super sibuk dengan pekerjaannya, tetap meluangkan waktu bersama anak sekalipun satu jam atau dua jam dalam perharinya  itu sangat penting. Pada umumnya, setelah anak mulai beranjak dewasa ia akan punya rasa malu dan ingin menjaga jarak dengan orang tuanya. Bagaimana pun juga orang tua tetap punya kewajiban untuk senantiasa mendampingi anak-anaknya hingga sampai tiba ,masanya ia akan hidup mandiri.

Semoga Bermanfaat

Iklan

7 Hal yang Membuat Anda Tidak Bisa Berhenti Menulis

Bagi saya pribadi, menulis itu bukan pekerjaan yang gampang. Sebelum menulis yang mesti kita punya yaitu selain ide, tentunya kita juga harus punya susunan kata untuk mengembangkan ide tersebut, supaya bisa jadi sebuah artikel atau tulisan. Agar ide kita menjadi lebih baik, mungkin dibutuhkan sumber lain, dan itu juga butuh pengurasan waktu dan energi.

Boleh dikatakan tulisan ini sekedar curhat dari saya yang saat ini merasa demikian (tidak bisa berhenti menulis ),

Siapa pun anda, menulislah karena hal-hal berikut ini :

Pertama, hadirkan hasrat untuk menulis timbul benar-benar dari hati sanubarianda. Jadi nanti apa yang anda tulis, selalu akan mengalir saja. Anda nanti tidak akan merasakan takut kehabisan idea atau apa. Sebab menulis itu latihan untuk berpikir kreatif dan justru akan membuat otak lebih aktif!

Kedua, yakinilah bahwa tulisan itu sebuah karya, dan untuk mempunyai karya berupa tulisan yang perlu anda lakukan yaitu “Menulis”. Dibenak pikiran anda cobalah selalu pikirkan akan passion penulis-penulis yang hebat, yang mana mereka sudah punya banyak karya dengan jumlah yang banyak dan apalagi tulisan mereka itu selain menarik juga telah banyak membawa manfaat untuk pembaca.

Ketiga, dengan menjaga konsistensi menulis anda, tulisan anda yang berkarakterakan tergali. Saya punya anggapan, tiap-tipa tulisan dari hasil orang yang berbeda pasti punya karakter yang berbeda. Tak ubahnya seorang penyanyi yang akan punya ciri khas yang beda dengan penyanyi yang lainnya. Tak ubahnya dengan bakso yang dijual pinggir jalan akan beda rasanya dengan bakso yang ada di restoran. Dengan tulisan anda yang terus lahir dan berlanjut (konsisten), cepat atau lambat anda akan tahu sendiri bagaimana karakteristik tulisan anda!

Keempat, menulis jadikan sebagai  satu cara yang anda tekankan untuk proyeksi tentang siapa anda (tulisan sebagai proyeksi diri siapa anda). Bisa jadi anda akan menuliskan kegalauan saat anda sedang galau, atau sebaliknya saat anda galau yang anda tulis adalah sebuah semangat. Adakalanya nanti anda akan menuliskan sebuah pendapat dari apa yang lahir dibenak pikiran anda, menuliskan pengalaman yang pernah terjadi pada hidup anda, dan sudah pasti orang lain akan lebih mudah mengenal atau mengetahui siapa anda melalui tulisan-tulisan anda. Tulisan anda akan bermanfaat untuk dikenali oleh anak-cucu anda(berarti juga tulisan itu akan abadi, tidak termakan oleh waktu).

Kelima, anda tak perlu terusik dengan kalimat sebagai berikut; “Menulis untuk uang” dan “Uang untuk menulis”. Jika anda terusik dengan kalimat tersebut. Mungkin anda  punya rasa sesal untuk menulis, kalau-kalau tulisan anda belum bisa mendatangkan uang (seperti saya). Menulis untuk uang, ya! Seperti saya selama ini misalnya, saya malah belum mampu berbuat demikian, terkadang adakalanya hati saya meledek kenapa saya menulis terus tanpa menghasilkan uang kok mau-maunya? Dan jika diartikan tentang “Uang untuk menulis”, wah yang ini justru yang terjadi pada saya. Bahkan bukan hanya uang yang harus saya keluarkan untuk membeli paket internet setiap harinya, tapi juga untuk menulis saya perlu mengeluarkan energy dan waktu saya. Barangkali “gereget” untuk menulis itu terlalu, saya seringkali kurang tidur hanya berlama-lama mengetik di depan computer. Entah kenapa, saya bisa punya rasa menghargai dengan apa yang sudah saya tulis sehingga saya merasa percaya diri dengan apa yang saya tuliskan (walaupun sering menuliskan sesuatu yang sederhana adanya).

Keenam, dalam menulis usah takut dikritik, usah punya perasaan tersaingi atau disaingi oleh penulis lain, usah merasa rugi jika tulisan kita tak ada yang banyak mau membaca. Sebab yang terpenting yaitu APA TUJUAN MENULIS ANDA, sampaikanlah apa yang menjadi tujuan menulis anda dengan susunan bahasa dan tulisan sebaik-baiknya. Pernah mendengar kalimat demikian? “Menulislah dari hati maka pembaca pun akan menerimanya dari hati (tujuan menulis anda akan sampai di hati pembaca/terkesan)”.

Ketujuh, anda perlu merasakan sendiri. Dampak besar tulisan bagi anda, bagi hidup anda dan bagi kedamaian hati dan pikiran anda, temukan keajaiban dari tulisan anda sendiri dari adanya feel untuk menulis. Bagi saya, menulis merupakan cara efektif saya untuk mengendalikan emosi saya yang tidak terkendali, menulis sebagai obat pengerem jiwa yang gundah, tempat saya untuk meng-explorarisasi pengalaman pahit, asam, manis dan berharga dalam hidup saya. Bagi saya, menulis adalah sesuatu hal yang jika dilakukan akan membawa banyak manfaat, apabila menulisnya dengan hati. Keyakinan saya, menuliskan sebuah penderitaan maka penderitaan akan berkurang. Jika saya menuliskan kebahagiaan, maka kebahagiaan saya akan bertambah!

Semoga Bermanfaat!

Sayangi dan Lindungi Perempuan

Perempuan/ Dokpri
Perempuan/ Dokpri

Kesan menjadi wanita akan lebih feminim atau keibuan apabila ia sudah melewati jembatan perkawinan. Dimana aura kewanitaannya akan mulai terpancar dengan segala kemungkinannya dapat mengandung dan mempunyai buah hati. Hanya wanita yang bisa membuahi janin bayi, hanya wanita yang bisa mengeluarkan ASI untuk disusukan bayi. Wanita-wanita seperti pada gambar di atas terlihat masih seger-seger. Mereka masih ranum  menjadi seorang ibu.

Sampai saat ini, berdasarkan pengamatan pribadi saya sendiri, apa yang pernah saya dengar dari beberapa curhatan teman yang sudah menikah dengan suka-dukanya, yang masih membayangi hati dan pikiran otak saya justru tepat pada beberapa diantara mereka yang mengalami kegagalan berumah tangga baik di usia pernikahan yang masih muda atau yang sudah sekian tahun menjalin hubungan pernikahan.

Menurut saya, kesejahteraan perempuan setelah menikah itu terletak pada keharmonisan seorang suami. Dalam berumah tangga, standar adat dan budaya di negeri kita mempercayai bahwa sebagai istri mesti patuh kepada suami. Tentunya pada hal-hal yang dibenarkan. Tapi, (maaf) bagi istri-istri yang malah tak mau patuh pada suami bisa jadi seperti filmnya “Suami-suami Takut Istri”.

Diantara isi dari buku nikah di negara kita yang berlaku, sebagai seorang istri tidak diwajibakan untuk mencari nafkah sebab kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami (kalau suami mampu bekerja). Kebanyakan, pada kenyataan umumnya,  berumah tangga itu ternyata tanggung jawab untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya malah semakin bertambah dan terus bertambah seiring dengan perkembangan usia anaknya.

Bagi yang sudah punya pekerjaan dan pendapatan yang mapan mungkin tak menjadi masalah. Namun, biasanya pasangan yang sudah berumah tangga yang kurang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik akan cenderung suka melakukan percek-cokan dan kesalahpahaman dalam berumah tangga!

Melihat realita sosial hubungan rumah tangga yang dilanda  konflik dengan permasalahan yang berbeda-beda, menurut saya peran seorang suami sangat berpengaruh besar sekali terhadap kedamaian rumah tangga. Sebenarnya permasalahan ekonomi bisa diatasi dengan sebaik-baiknya tanpa perlu adanya sebuah pertengkaran dalam rumah tangga apabila antara seorang suami dan istrinya bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik di sini tentunya tercipta dibarengi dengan perasaan saling menghormati diantara keduanya. Menyelesaikan persoalan dengan jalan musyawarah, menutupi kekurangan pasangan dengan kelebihan masing-masing dan saling pengertian.

Tidak ada yang enak jika jalinan rumah tangga sering berada pada jauhnya keharmonisan. Bagi yang sudah tidak betah dengan sikon yang ada mungkin jalan satu-satunya yang dipilih yaitu bercerai. Dan bagi seorang istri yang mau bertahan walau dipersulit oleh suami, mungkin bertahannya demi status anak-anak  agar nasib mereka masih diakui punya seorang ayah yang sah, dsb. Sungguh sangat memprihatinkan.

Diantara para wanita yang sudah punya anak dan bercerai dengan suaminya. Saya kadang berpikir, kenapa ya sebelum menikah mereka sepertinya baikan. Dan kalau pas saya kebetulan mendengar tetangga saya ngambek-ngambekan dengan masalah rumah tangganya hingga mungkin salah satu diantaranya ada yang menjelek-jelekkan atau mungkin hingga sampai ringan tangan, kenapa juga baru sekarang? Kalau mungkin ada yang mengaku sangat benci sama pasangannya, kenapa kebencian itu hadir setelah mereka sudah punya anak.

Tak satu atau dua wanita yang sudah menjadi  seorang  istri mengeluhkan telah menyesal memilih suaminya sendiri dengan bilang begini : “Dulunya mah suami saya nggak gitu orangnya (dulu sangat baik)…”

Imej sebagai wanita yang dilekatkan dengan kewajiban untuk mematuhi kebijakan suaminya, hendaknya suami jangan buat satu hal ini sebagai permainan. Ya, sekiranya benar istri harus menurut sama suami. Tapi, suami tak boleh seenaknya sendiri main serong kanan-kiri, main judi, mabuk dan merendahkan harkat martabat istri.

Jujur, saya sangat benci sekali jika melihat seorang suami yang melecehkan istrinya sendiri. Hal ini dapat terlihat jelas bagaimana cara dan gaya bicaranya terhadap istrinya sendiri. Saya sangat benci melihat seorang suami yang tega main ringan tangan menganiaya istrinya sendiri.

Apalagi, kodrat seorang wanita yang lebih sensitif dengan perasaanya, biasanya wanita akan mudah menangis dan bersabar saja dalam menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan bagi mereka yang mendapatkan  perlakuan kurang baik oleh suaminya .

Keluarga yang tidak bahagia, kita sudah biasa menyebutnya dengan istilah broken home, dan anak-anak korban broken home lebih mudah mengalami gangguan jiwa daripada yang bukan broken home. Hati anak selalu mengatakan bahwa kerukunan antara ayah dan ibunya adalah bagian dari kebahagiaannya. Kedamaian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya adalah semangatnya dalam menimba ilmu dan berpengaruh besar pada prestasi di sekolahnya.

Kenapa Anak Anda Kurang Ajar?

Seseorang yang punya anak, baik itu anak kandung atau anak angkat. Sudah pasti dalam hatinya sangat mengharapkan supaya buah hatinya menjadi anak yang baik-baik, anak yang cerdas, patuh terhadap orang tua dan bisa mandiri di usia dewasanya nanti. Menjadi orang tua, bukanlah gampang. Anak, selain harus dicukupi kebutuhan jasmaninya sudah tentu harus dicukupi juga kebutuhan rohaninya, termasuk mental, spiritual dan diajarkan tentang nilai-nilai moral.

Sebagai orang tua, selama ini apakah Anda sempat mempertanyakan dalam hati apakah Anda pantas menjadi teladan yang baik sebagai orang tua untuk anaknya? Atau malah, Anda kebingungan kenapa Anda merasakan perubahan  terhadap anak Anda begitu dratis, Anda merasa anak Anda berubah menjadi lebih nakal, lebih berani, suka menentang, dan semaunya sendiri! Yang salah anaknya atau orang tuanya???

Ada pepatah Jawa yang mengatakan, ”Raine anak podho wae karo raine wong tuo!”Artinya yaitu, muka seorang anak, sama saja dengan muka orang tuanya. Kita dapat mengartikan bahwa baik-buruknya seorang anak menjadi cerminan bagaimana orang tua itu sendiri. Orang tua, seperti yang kita ketahui bersama merupakan orang yang punya tanggung jawab penuh terhadap putra-putrinya sendiri.

Seorang anak yang lahir sampai berkembang, akan mendapatkan perawatan, didikan dan bimbingan oleh orang tua/pengasuh. Dari bagaimana cara orang tua merawat, mendidik dan membimbing maka akan menjadi sebuah proses pembentukan karakter sifat dan sikap anak itu sendiri. Anak yang sering dikasari oleh orang tuanya, mereka akan lebih berani berbuat onar dibandingkan dengan anak yang dididik dengan penuh kelemah lembutan.

Dalam perkembangannya anak bisa berjalan dan main sendiri, bahkan sampai keluar rumah. Lingkungan sekitar berpengaruh besar terhadap kemampuan anak berpikir dan bertingkah laku. Tak jarang pergaulan dengan teman-temannya pun bisa mempengaruhi anak untuk bertindak positif atau sebaliknya. Sebagai orang tua yang bijak, pasti mereka tidak akan sembarangan membiarkan anak-anaknya keluar rumah tanpa sepengendaliannya. Semua harus diseleksi.

Pada umumnya, anak akan mempunyai sikap nurut dengan orang tuanya ketika mereka masih banyak membutukan bantuan orang tuanya. Sebab, anak akan takut apabila mendapatkan hukuman dari orang tuanya apabila ia tidak patuh.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat, mendidik dan membimbing anak;

1). Yang pertama dan utama yaitu pemenuhan kebutuhan anak yang paling mendasar diantaranya meliputi; sandang, pangan, papan.

2). Anak butuh untuk diperhatikan, sebagai anak katakanlah dari bayi sampai mereka belum bisa mandiri. Hidup mereka tak lepas dari ketergantungan dengan orang tuanya/pengasuh. Perhatian di sini berarti sebagai rasa sayang. Kasih sayang pantas diajarkan anak semenjak dini. Supaya mereka juga bisa belajar menyayangi dirinya sendiri.

3). Anak butuh pembimbing dalam belajar. Sekalipun itu menyuap nasi kedalam mulutnya sendiri, sampai pada waktunya mereka belajar mengendalikan emosinya yang tak stabil diusia remajanya. Kewajiban sebagai orang tua, yang paling berat di sini ini. Sebab, bimbingan untuk anak harus secara berkelanjutan.

4). Sebagai orang tua harus bisa bersikap adil terhadap anak-anaknya. Ketidakadilan orang tua terhadap anaknya, akan menimbulkan rasa kesenjangan diantara anak yang satu dengan yang lainnya. Juga bisa mempengaruhi hubungan anak itu sendiri dengan orang tuanya. Ketidak adilan yang didapatkan oleh seorang anak, akan bisa menjadi motivasi anak untu berbuat yang menyeleweng.

5). Anak butuh komunikasi dengan orang tua secara terbuka dan sehat. Tentu, orang tua mempunyai gaya sendiri-sendiri. Bagaimana pun gayanya, alangkah baiknya jika orang tua harus bisa menjaga komunikasi dengan anak-anaknya. Orang tua bisa jadi tempat anaknya curhat, mengungkapkan perasaannya, dan mengekspresikan bagaimana anak memainkan emosinya. Biasanya anak yang pendiam itu sering mengejutkan. Anak yang suka diam, pasti ada masalah dengan anak tersebut. Entah itu dari pemikirannya, perasaan hatinya atau adanya suatu masalah/penyakit tertentu. Jadilah orang tua yang menyenangkan jika Anda ingin bisa menjalin hubungan anak Anda selalu baik.

6). Orang tua jangan memberikan harapan dan pujian kepada anak yang berlebihan. Namun, ajarkan anak untuk bisa memandang sesuatu dengan cara berpikiran realistis. Kebanyakan dari kita suka iseng-iseng tanya pada anak, kalau besar mau  jadi apa? Jawaban anak akan mengendap dimemori ingatan bawah sadarnya sampai ia beranjak dewasa. Jika mimpi yang ia miliki tidak realistis, maka anak akan merasa tertekan dengan impian yang tidak realistisnya itu.

7). Tanpa Anda sadari tingkahlaku Anda menjadi panutan bagi anak-anak Anda. Tentang bagaimana Anda berbicara, berjalan, berpikir dan anak sudah terbiasa membudayakan kopi paste dari orang yang sudah dianggapnya lebih besar atau dewasa.

8). Orang tua harus bisa bertindak tegas. Sejak kecil ajari anak untuk bisa menghargai, menghormati dan mematuhi apa saja yang orang tua ajarkan. Larang keras anak cemberut didepan orang tua.

9). Anda harus paham bahwa, masa anak-anak beranjak remaja tubuh mereka mengalami perubahan psikologis dan biologis.  Pada masa ini, anak akan banyak mengalamai ketidak stabilan emosi. Jika Anda adalah orang tua yang kurang peka terhadap anaknya. Pada saat tertentu adakalanya anak Anda beranggapan ia sudah dewasa. Perbedaan pola pikiran anak dengan orang tua bisa jadi anak membenci orang tuanya.

10). Jangan over jadi orang tua. Penekanan-penekanan orang tua untuk anaknya yang terlalu tinggi membuat anak menjadi strees.

Jangan lelah mendidik dan merawat anak. Jika anak Anda kurang ajar, segera cari tahu alasannya. Dan carilah solusinya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Mengidap Penyakit Kulit : Darah Kotor, Keturunan, atau Karena Jorok?

Dalam waktu seminggu ini, ada yang saya rasakan aneh dengan kulit saya. Entah kenapa bagian kaki dan tangan saya terasa gatal dan panas jika digaruk dengan jari tangan. Rasa gatal kembali muncul saat kaki dan tangan saya berkeringat, apalagi cuaca panas. Yang paling heboh, ada bekas luka dibalik lutut kaki kanan saya sepanjang 2 cm dan lebar 1 cm akibat garukan tangan. Kira-kira ada apa gerangan dengan kulit saya lagi ya ?

Bagi saya, mendapati gatal semacam itu bukan hal yang pertama kali saya alami namun sejak saya masih balita saya sudah terkena penyakit kulit. Dulu saat saya kira-kira masih TK, hampir tiap malam ibu dan ayah saya suka nyuri-nyuri waktu tidur saya buat mengoleskan obat supertetra di setiap bisul-bisul kaki tangan saya. Yaelah, kecil masih bocah sudah bisulan. Saat tertidur, tetap saja perihnya obat tersebut membuat rasa ngilu dan sakit di bagian bisulnya. Tak heran saya akan menangis dan marah tiap kali mata saya terbuka saat menyaksikan ortu melakukan aksi rahasianya untuk saya. Keberadaan bisul itu diimbangi oleh seringnya saya terkena mimisan setiap kali saya kena panas matahari yang cukup lama atau karena hidung saya terkena benturan (pernah dilempar sama kakak pakai singkong rebus pun langsung kena mimisan).

Karena lumayan lama tidak sembuh-sembuh, tak heran kedua orang tua saya kesana-kemari mebawa saya berobat ke dokter spesialis kulit. Sayang, hasilnya nihil juga. Malah, sewaktu saya sering dibawa ortu ke sawah dan terkena air sawah. Bagian telapak kaki saya sangat gatal, saya garuk dan timbullah gelembung-gelembung putih pada bagian telapak tersebut.

Dari kecil, saya sudah mengalami yang namanya alergi udang! Mencicipi sedikit atau banyak udang, selalu kulit saya akan berubah bentol-bentol gatal hampir diseluruh tubuh, bibir saya akan membesar (ndower), ditambah rasa panas yang tidak ketulungan. Eh, sesudah besar jadi remaja, ternyata sewaktu di Hong Kong barulah tahu kalau ternyata makan kepiting, makan cumi-cumi, makan kerang pokoknya yang sea-food saya langsung bisa kena alergi gatal-gatal setelah lima menit kemudian! Hadeh, untung bukan ayam dan ikan, juga telur yang buat alergi saya datang…

Ingatan saya masih jelas ketika saya berada di bangku SMP, tepat saat saya mengalami campak air. Saya tidak menyangka jika buah kelengkeng yang saya makan terlalu banyak dan menimbulkan rasa panas diseluruh tubuh membuat campak tersebut tak hanya air yang berwarna kemerahan tapi juga berisikan nanah. Untuk titik-titik campak yang sebutir jagung itu tidak terlalu terasa sakit, namun pada luka saya yang besar di kaki sebelah kiri sungguh luar biasa sakitnya. Pada luka yang lebih besar, komposisi nanahnya pun semakin banyak! Namanya juga anak, diolesin lem kastol sama nenek saya anehnya kenapa saya mau sih? Justru lem kastol tersebut membuat luka saya semakin parah.

Selain dapat obat dari dokter, usaha yang dilakukan oleh orang tua saya adapun dengan jalan alternative lainnya, seperti memandikan saya dengan air yang direbus dicampuri dengan empon-empon (ada kunyit, kencur, jahe, temulawak, dll ), dan memandikan saya di air belerang candi Gedong Songo. Belerang sebetulnya sangat mujarap sebab setelah dimandikan dengan air tersebut luka-luka gatal saya langsung kering dan sembuh. Namun, selang beberapa hari kemudian gatal itu pun ada kembali.

Satu lagi pengalaman penyakit kulit yang menimpa saya yaitu saya pernah mengalami pergantian sisik kulit saya. Waduh, kok kesannya saya menyaingi ular ya ? Bagaimana tidak menyaingi ular, jika kulit saya yang sakit sangat mirip dengan pergantian sisik ular(merungsungi)…

Sekilas, demikianlah proses terjadinya. Dulu, kalau membantu ortu di sawah baik menanam padi atau menyiangi tanaman padi. Suka kepanasan matahari. Terkena sinar matahari yang berlebihan, membuat kulit saya sangat gatal lalu tidak tahan saya pun menggaruknya sampai tergoreslah kulit-kulit saya dengan rata. Anehnya, kulit yang tergores itu mengelupas dan tampak retak-retak namun jika dikupas tidak bisa.

Mengingat sejak kecil saya suka mimisan, apa kira-kira ada hubungannya kalau darah saya kotor, dan darah itu membuat kulit saya menjadi sensitif, akibat darah itu juga apakah ini berpengaruh pada daya imunitas saya? Kalau diduga penyakit saya ini keturunan, kebetulan ayah-ibu dan kakek nenek saya tidak saya lihat mereka semacam saya. Bisa jadi saya anak satu-satunya yang demikian.

Apakah saya mengalami hal yang demikian karena jorok?

Perasaan setiap hari saya sudah mandi dua kali sehari deh.

(Mohon solusinya bagi yang mengetahui kasus gangguan pada kulit saya ini, terimakasih banyak untuk yang berkenan…)

Berpikir Negatif Adalah Candu

Pengalaman pribadi, saya akan mulai berpikir negative setiap kali sudah mengirimkan SMS kepada seseorang yang jauh di sana tetapi tidak segera mendapatkan balasan. Sebab tidak segera dibalas itu, pikiran saya langsung menganggap seseorang yang saya kirimi SMS tersebut sedang mendiamkan saya, tidak peduli dengan saya, dan hal ini membuat saya merasa tidak nyaman. Tidak satu atau dua kali hanya karena SMS saja, emosional saya jadi tidak terkendali.

Nah, ya! Kalau saya sudah mulai punya pikiran negative nih pasti saya jadi tampak lesu, tidak besemangat, terpaku pada satu pikiran hingga otak terasa beku, bibir jadi manyun, kalau sudah waktunya mandi jadi malas mandi, kalau waktunya tidur jadi nggak bisa tidur dan makan pun jadi ikut-ikutan ngambek terus jadi telat makan!

Terkait hal sepele ini, saya dapat menyimpulkan bahwa berpikir negative itu adalah candu. Sebab, disaat-saat saya sudah mulai berpikir negative maka apa yang menjadi pikiran negative kemarin-kemarin atau yang sudah berlalu secara otomatis terulang lagi. Akibat pikiran yang negative terulang lagi, jadilah bad mood pun terulang kembali dan akhirnya saya pun merasa malas lagi.

“Manusia mungkin berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah sesuatu yang negative dan mengulangi hingga menjadi kebiasaan” (Eleanor Roosevelt)

Berpikiran negative adalah penyakit yang sangat berbahaya. Semua jenis kecanduan, pada rokok, narkoba, minuman keras, seks, televise, dan sebagainya, berakar pada pikiran yang labil atau negative

Biasanya orang yang suka berpikiran negative bermula dari kepribadian yang negative.

Sebagai intropeksi diri saya dan anda, mari kita mengenal berbagai kepribadian negative :

1). Adanya keyakinan dan bayangan negative

Ini sering kali saya alami, setiap kali saya mengkhawatirkan diri sendiri malah yang ada, bayangan masa depan yang ada di depan mata saya itu serba tidak pasti! Jika pikiran sudah teracuni oleh bayangan negative seperti ini, dunia saya rasa menjadi gelap, dan tidak menyenangkan. Semua tampak buruk bagi saya…

2). Menolak perubahan

Bagaimana orang yang punya pikiran negative bisa berubah, jika pikirannya sudah membeku dengan bayangan negative saja. Perubahan yang dilakukan seseorang hanya akan bisa dilakukan dengan pikiran yang jernih. Kalau saya, biasanya saat males jadi suka mengulur-ulur waktu. Cara ini, salah satu penolakan saya pada perubahan (yang lebih baik…)

3). Tidak berperan aktif menyelesaikan masalah

Orang yang punya pikiran negative biasanya akan lebih memikirkan masalah itu sendiri daripada solusi yang harus diambil dan dijalani. Adanya masalah untuk diatasi, tapi kalau pikiran negative sedang dihadapkan oleh masalah. Justru pikirannya akan pasif dan menjadikan ia tak mampu mnyelesaikan masalah yang dihadapinya.

4). Selalu mengeluh, mencela, dan melihat sisi negative dari segala sesuatu

Orang yang punya pikiran negative, maka kata-kata yang ada didalam benak pikiran dan hatinya pun akan serba negative. Sehingga dalam hatinya akan mengeluh dengan kata-kata negative, jika tidak terkontrol lagi maka keluhan dalam hatinya akan terlampiaskan dengan kata lisan yang tak senonoh, mencela, mencemooh dan sebagainya.

5). Selalu merasa frustasi, sendiri, dan gagal

Frustasi ada akibat dari ketidak berperan aktifnya dia mengambil tindakan solusi. Tak mampu berpikir jernih dan jadilah ia merasa tidak berdaya. Lebih suka sendiri sebab ia menganggap orang lain itu negative. Dan hanya dirinya yang baik, atau sebaliknya ia terlalu meninggikan orang lain dan menganggap buruk dirinya sendiri! Sikap frustasi dan sendiri ini bisa mendorong seseorang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain, melihat orang lain yang berhasil dengan usahanya menimbulkan perasaan gagal pada dirinya.

6). Hasil kerja dan capaian individunya lemah

Sebab tidak adanya semangat hidup membuat bekerja itu merupakan suatu hal yang biasa. Semangat kerj ayang pas-pasan membuat hasil kerjany apun pas-pasan dan biasa-biasa saja.

7). Senang menyendiri dan tidak mampu bersosialisasi hingga tidak punya sahabat

Kenapa orang yang suka berpikiran negative lebih suka menyendiri? Sebab keadaan yan paling nyaman bagi  mereka ialah ketika ia sedang sendiri. Dengan sendiri ia hanya akan punya pikiran sesuai dengan apa yang dipikirkannya saja. Sehingga antara salah dan benar bagi pemikirannya semuanya benar sesuai persepsi pikirannya sendiri.

8). Sangat mungkin terserang penyakit jiwa atau penyakit tertentu

Iri hati, dendam, dan berprasangka buruk itu penyakit jiwa. Obatnya hanya diri kita sendiri. Sebab hanya diri kita sendiri yang sanggup untuk mengendalikan emosi dan pikiran negative kita. Memang caranya tidak mudah untuk lari dari yang serba negative ini selain dengan niat yang sungguh-sungguh saja.

Dikaitkan dengan bisa terserang penyakit tertentu, itu sangat mungkin sebab seperti yang kita tahu orang pemarah akan mudah terserang penyakit darah tinggi, sakit kepala, jantung dan stroke yang berujung  : Kematian!

Sumber Referensi : Terapi Berpikir Positif, Karya Dr. Ibrahim Elfiky

French Kiss

Bibir merupakan bagian organ tubuh kita yang paling atas tingkat kesensitifannya. Daerah ini lebih mudah terstimulasi  oleh sentuhan. Secara alami, sebagai wujud kasih sayang atau cinta, banyak orang dari kita akan mewujudkannya dengan sebuah ciuman. Demi keharmonisan pacaran kalau sudah cinta, saat berdekatan tak jarang berpelukan dan saling pandang. Habis memandangi hidungnya (baik mancung atau pesek), maka bibir akan menjadi objek pandangan selanjutnya. Melakukan ciuman bibir atau tidak itu bagi saya sebuah “hak”, siapa saja yang merasa sudah dewasa pasti bisa memaknainya sesuai dengan jalan pikiran serta keyakinannya sendiri.

Tentang ciuman basah. Orang asing biasa menyebutnya dengan istilah “French Kiss”, dimana ciuman ini dilakukan bukan hanya memainkan kedua bibir saja tetapi lidah diantara keduanya juga bertemu. Ciuman dengan style ini lebih banyak dilakukan sebab banyak pasangan yang menyukainya, bahkan melakukannya dalam waktu yang lama.

Jangan ditanya ya, kalau kalian sudah berpengalaman melakukan satu hal ini dengan pasangan kalian, pasti kalian akan  menjadi kecanduan untuk bisa  melakukannya lagi dan lagi! Saya kira, sebenarnya ciuman bibir dengan waktu yang lama (French kiss) inilah penyebab kenapa banyak terjadi kasus kehamilan di luar nikah pada teman-teman seumuran kita.

Pada intinya saya akan mengingatkan dua hal saja.

Yang pertama, faktor yang mempengaruhi adanya keiinginan untuk berciuman basah.

Dalam hal ini akan ada banyak macam faktor pendorongnya, beberapa diantaranya karena mindset (keyakinan: melakukan atau tidak melakukan), lingkungan pergaulan teman yang berpengaruh, kebutuhan biologis seiring perkembangan fisiologis, adanya sikap remaja yang suka coba-coba atas rasa penasarannya terhadap hal-hal yang baru!

Jika sudah pernah melakukan, perlu diketahui sewaktu ciuman ada beberapa hormone yang membuat seseorang yang berciuman merasakan sensasi yang “beda” diantaranya sebagai berikut;

Saat berciuman basah akan timbulah beberapa hormone, diantaranya Hormon Oxytocin, yang berasal dari hypothalamus otak akan menimbulkan rasa enjoy, Hormon Endorfin yang berperan sebagai penghasil rasa nyaman (bersifat analgesik : pereda rasa sakit, penurun stress), Hormon Adrenalin, yang berperan sebagai pemicu denyut jantung untuk lebih cepat sehingga membuat kalian merasa kuat/bertenaga saat berciuman. Dan hormone Estrogen dan testosterone sebagai pendorong kalian ingin melakukan ciuman basah atau tidak.

Yang kedua, ketahuilah bahwa jika tidak berhati-hati, ciuman itu bisa jadi jalan tertularnya penyakit. Ada beberapa penyakit yang menular lewat air liur. Disela-sela rongga mulut, gusi dan lidah itu terdapat banyak sekali bakteri. Mulut yang bau tanda bahwa mulut tersebut terdapat banyak bakteri.

Beberapa penyakit yang mungkin bisa ditularkan  lewat air liur itu ialah diantaranya sebagi berikut, penyakit flu yang disebabkan karena virus. Apabila daya tahan tubuh ngedrop maka kondisi tubuh kita akan mudah tertular penyakit ini. Tertular penyakit Glandular Fever, penyakit ini disebabkan oleh virus Mononucleosis dengan gejala sakit pada tenggorokan, kepala terasa sakit, demam, cepat lelah dan turunnya nafsu amakn. Ada juga penyakit Herpes (radang kulit) yang bisa ditularkan melalui air liur. Peyakit ini akan ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung berisi air pada kulit penderita. Herpes biasanya menyerang mulut (disebut Herpes Simplex)dan bagian pinggang bagian atas disebabkan karena virus. Beresiko terkena penyakit Hepatitis B, penyakit kutil ( adanya penebalan kulit yang berlebihan karena virus HPV.

Lalu yang mengerikan satu penyakit ini nih, namanya Meningakokus. Suatu penyakit radang selaput otak dan sum-sum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri. Setelah membaca habis tulisan ini, lalu pertanyaan saya pada kalian;

Masihkah Kalian Mau Ciuman Basah Sembarangan ?

Sumber referensi :

http://www.seksualitas.net/penyakit-menular-ciuman-bibir.htm

http://www.seksualitas.net/hormon-seks-pemicu-orgasme.htm#_

https://www.facebook.com/permalink.php?id=130199800402977&story_fbid=737916706297947

Nge-Seks, Enak?

Berdasarkan mitos, seorang perempuan dewasa yang pernah satu kali merasakan kenikmatan seksual maka selanjutnya ia akan mengalami “ketagihan” untuk bisa mendapatkan kenimatan itu lagi dan lagi. Entah itu didapat dengan merangsang diri (masturbasi) atau dengan melakukan hubungan seksual secara langsung dengan lawan jenis!

Sedangkan untuk laki-laki dewasa, desas-desus dari teman sebelah mengatakan bahwa  pada  umumnya laki-laki dewasa punya libido, gairah seksual, atau dorongan untuk melakukan hubungan seksual lebih tinggi daripada perempuan.

Benarkah demikian, jika iya barangkali karena laki-laki dewasa sering mengalami mimpi basah. Dan apa itu mimpi basah? Saya akan menguraikan mimpi basah yang dialami oleh setiap laki-laki sesuai dengan pemahaman saya.

Mimpi basah biasanya diketahui laki-laki dewasa setelah ia terbangun dari tidur malamnya. Alat vital laki-laki yang disebut penis akan menegang sebab  adanya pengumpulan darah disepanjang saraf-saraf penis tersebut. Sedangkan air  yang dikeluarkan berasal dari skrotum. Hal ini bisa menjadi pemicu kebanyakan laki-laki lebih sering berimajinasi tentang seks, lalu terdorong untuk bisa melakuakan aktivitas seksual.

Memahami dua kondisi yang berbeda ini, lalu sebenarnya diantara laki-laki dan perempuan dewasa mana yang lebih butuh melakukan aktivitas seksual?

Sepertinya tidak ada survei yang menjelaskan alasan kenapa dikalangan anak  remaja, hubungan seksual yang bebas itu  bisa rawan terjadi. Mungkinkah jawabannya karena sebagian besar anak remaja kurang pengetahuan tentang seksologi, ataukah karena sebaliknya? Dimana kebanyakan anak remaja sudah punya pengetahuan banyak tentang hal-hal yang berbau seksual dari berbagai media. Dari You Tube akan mudah didapatkan video pornografi, dari berbagai majalah dewasa, dari Radio khusus yang membahas dunia remaja dewasa dan berbagai macam sumber lainnya. Pengaruh pergaulan pertemanan juga sangat berpengaruh, desakan kebutuhan fisik dan psikologis bisa jadi penyebab utamanya, serta emosi atau  adanya keiinginan yang menggebu untuk melakukan hubungan seksual yang bebas  bisa karena terlalu cinta( dilakukan untuk kesenangan saja).

Berbagai penyuluhan dari pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling atau pelajran Biologi yang memberitahukan berbagai penyakit menular seksual dikalangan remaja tidak selalu mempan dikarenakan, telah dimudahkannya pembelian alat kontrasepsi diberbagai toko obat dan apotik. Adanya kondom untuk laki-laki dan pil KB atau suntik KB untuk perempuannya. Pendukung utamanya, di Indonesia ada banyak tempat-tempat khusus untuk melakukan kemaksiatan tanpa adanya hukum negara yang keras dan tegas.

Pegawai Seks Komersial di negara kita malah ada yang menjadikannya sebagai profesi utamanya sebagai penyambung hidup. Ada banyak perempuan bangsa ini menggantungkan hidup dengan cara demikian. Itu hak dan privasi mereka, toh hampir disetiap negara juga ada. Sekiranya tak perlu sewot ya…

Penyimpangan seksual dikalangan remaja yang belum punya status menikah atau yang dilakukan oleh kalangan orang yang sudah berumah tangga marak terjadi tak ubahnya sesemarak penyelundupan narkoba atau barang terlarang lainnya. Sudah nyata-nyata dilanggar, tapi tetap ada yang masih berani menyelundupkan. Begitu juga dengan penyimpangan seksual, sudah tau tidak benar atu dilarang juga masih ada yang mau melakukan.

Keberanian melakukan hubungan seksual (free sex), dengan dilandasi pedoman demikian, “Melakukan asal tidak ketahuan orang lain termasuk orang tua, teman atau siapa saja, melakukan yang penting sama-sama bisa menjaga rahasia, melakukan yang penting pemuasan kebutuhan seksual terpenuhi dan sebagainya!” Ini semua yang menjadikan menjamurnya kasus penyimpangan seksual.

Pendapat saya mengenai apa yang sudah terurai diatas ialah, jalan satu-satunya untuk bebas dari pelaku atau korban penyimpangan seksual yaitu dengan cara  membentengi diri sekuat-kuatnya. Nasib buruk sebagai perempuan dewasa yang sudah melakukan bisa beresiko mengalami kehamilan di luar nikah, citra dirinya bisa rusak, mungkin juga rusak pada kepercayaan dirinya/psikologisnya. Bagi yang laki-laki deawas bisa mengalami trauma seksual.

Tanpa disadari, sebenarnya kebanyakan dari kita sudah punya hasrat seksualitas jauh sebelum masa pernikahan pada umumnya dilaksanakan. Realita sosial menunjukan bahwa kejadian hamil diluar nikah banyak sekali, semua tak lepas dari alasan ini.

Mendekatkan diri kepada Tuhan, satu-satunya jalan pembentengan diri yang terbaik. Dalam Islam, merangsang diri atau melakukan hubungan seksual sebelum menikah jika dilakukan termasuk sebagian dari dosa besar yang harus dihindari, biasa disebut zina.

Kita semua adalah merupakan bagian kecil dari proses alam yang berjalan secara alami. Jangan heran, kita sebagai manusia yang berakal dan punya budi pekerti itu punya nafsu birahi. Seekor semut kecil pun tahu bagaimana cara  mereka menyalurkan keiinginannya untuk melakukan aktivitas seksual. Terbukti, adanya telur semut sebagai calon semut-semut yang baru.

 Sebagai tambahan, banyak diantara remaja muda menjadi pelaku atau korban penyimpangan seksual dikarenakan terkecoh oleh anggapanpemikiranya sendiri bahwa nge-seks/melakukan hubungan seksual itu “Enaaak atau Menyenangkan!”.

What…., kalau belum resmi menikah udah berani melakukan ML  itu  Menyenangkan?

Menyenangkan atau tidak yang jelas pelaku sudah mengotori dirinya sendiri dengan dosa, berdasarkan fakta Indonesia merupakan penganut agama Islam terbesar di dunia. Tergantung seberapa pendalaman tentang ilmu keislamannya, tapi  minimal penganut Islam punya kesadaran tentang bahayanya berzina lalu menghindarinya.

Terlepas percaya atau tidaknya sebuah dosa, ketidak tenangan jiwa tidak bisa dihindarkan ada pada diri pelaku. Yang perempuan belum nikah akan cemas oleh cibiran pasangan nikahnya jika ia sudah tidak perawan.

Beresiko tinggi untuk mengidap rasa “ketagihan!”. Seperti halnya pecandu rokok, pecandu narkoba, atau pecandu miras. Orang yang pernah berpengalaman melakukan seksual, bisa jadi ia akan kecanduan melakukan hubungan seksual. Pada kondisi tertentu, mana kala seseorang lajang atau belum menikah dihadapkan pada kecanduan seksual tapi belum ada pasangan yang pasti maka ia bisa jadi melakukan perangsangan pribadi, menjadi pelaku masturbasi atau onani (#yahhh dosa lagi dong?)

Tanya     : “ Nge-Seks sebelum menikah, enak ?”

Jawab     :  “Rumangsamu….!!!”

Bahagia yang sudah saya temukan….

Kebahagiaan

Ialah suatu keadaan dimana seseorang dalam keadaan senang, bahagia karena suka-cita. Jika saya mengingat-ingat kembali kapan saya bisa merasakan benar-benar bahagia, jawabannya yaitu setelah saya melewati hari ke-8280 lebih dalam hidup saya! Sekian lama saya berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup saya dengan berbagai cara dan macam perjuangan.

Sebelum saya mendapatkan sebuah kebahagiaan jiwa, saya sering antusias menyimak siapa saja yang suka memberikan masukan atau motivasi  kepada saya, saya paling suka mencuri-curi pikiran teman-teman saya yang saya anggap pintar, saya suka diam-diam memperhatikan gelagat orang-orang sukses yang ada di depan mata saya.

Kurang tidur untuk dihabiskan merenung, ngalamun, bahkan berimajinasi  sering saya lakukan dalam setiap harinya. Dan makan tak teratur pun, cukup lekat terjadi pada diri saya. Semuanya demi berhasilnya saya mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati, saya sadar diri untuk mendapatkan perubahan yang signifikan dalam hidup saya, saya harus berubah, sayangnya saya kurang tahu berubah yang bagaimana sih sebenarnya?!

Pikir saya bahagia sepertinya tepat untuk orang-orang yang bebas masalah dalam hidupnya, bahagia seolah-olah untuk mereka yang punya kasih sayang dari keluarga yang utuh dan berkecukupan, kebahagiaan sekiranya keadaan yang baik-baik saja atau orang yang punya jalan hidup serba mulus…

Tapi, kebahagiaan ternyata bukan itu, sebab orang bijak berkata, “Posisi seseorang bukan terletak pada saat ia sedang dalam keadaan tenang dan damai (bahagia), tapi ketika ia dihadapkan dengan tantangan dan kontraversi…”

Orang yang merasa kurang bahagia dalam hidupnya, artinya ia punya masalah dengan jiwanya…

“Orang yang paling menderita adalah orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri. Sikap ini akan melahirkan serangkaian masalah yang tiada berujung. Semua masalah itu ada dalam diri sendiri. Jika itu dibiarkan , lambat laun ia akan menderita gangguan kejiwaan dan penyakit fisik. Karena itu Allah berfirman, (sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi yang ada pada diri mereka sendiri, Al-Ra’d : 11)

Citra diri, menghargai diri sendiri, menerima diri sendiri, mencintai diri sendiri, menghormati diri sendiri, percaya diri, kesadaran diri, dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh diri sendiri, semua itu ada di dalam jiwa manusia, di dalam file-file akalnya dan tersimpan kuat di dalam akal bawah sadar. Penyebab penderitaan seseorang adalah dirinya sendiri melalui pikiran negatif tentang diri sendiri yang terjadi berkali-kali, kemudian diikat oleh perasaan hingga menjadi keyakinan. Setelah itu, keyakinan diulang kembali menjadi perasaan. Lalu, keyakinan diubah menjadi perasaan hingga menjadi kebiasaan yang dibawa sepanjang hidup”. (Sumber : Terapi Berpikir Positif, oleh Dr. Ibrahim Elfiky, hal 164).

Dari sini saya baru menemukan jawaban dari sebuah kebahagiaan.

Standar Kebahagiaan seseorang, standar yang mana?

Apa yang ada di dunia ini semuanya  tidak ada yang abadi. Merasa cukup atau tidaknya dengan apa yang ada pada diri kita tergantung darimana kita menerima dan mensyukuri berkat dan karunia-Nya. Jika ada orang lain yang lebih unggul dari kita, bukan tidak mungkin ada pula orang lain yang nasibnya lebih memprihatinkan daripada kita. Rejeki  setiap orang sudah punya takarannya sendiri-sendiri. Saya kira dengan posisi seperti ini, maka setiap orang dari kita pasti punya standar kebahagiaan tersendiri. Puncak kebahagiaaan saya berbeda dengan puncak kebahagiaan anda.

Tebak, sebenarnya di dunia ini siapa yang paling pantas bahagia?

Pernahkah anda melihat anak kecil yang pikirannya masih polos, pengetahuannya masih kurang, tapi ia terlihat bahagia? Apakah ia bahagia karena uang? Mereka bahagia bukan karena apa-apa, melainkan karena dari hatinya ada rasa bahagia.

Dalam keadaan sadar, kebahagiaan hanya akan ada mana kala kita sedang berpikiran positif. Dengan berpikir positif, otak mampu berpikir jernih, dan pikiran yang baik berpengaruh pada perasaan jiwa/hati.

Hidup kadang tak bersahabat, tetapkah harus bahagia?

Seringkali dari kita jika mendapati sebuah masalah, yang paling mudah kita lakukan yaitu dengan menangis, bersedih, mengeluh, marah, kecewa, kesal, benci, hilang kesadaran karena terlalu emosional. Benar?

Biar pun demikian, waktu yang terkesan hidup akan dinyatakan dengan adanya dentingan jarum jam yang terus bergerak dari detik yang satu ke detik selanjutnya tanpa henti (kecuali baterai jamnya habis).

Senja yang menghilang dengan jeda waktu kesekian akan kembali muncul.

Dan tahukah anda, sedalam apapun masalah yang ada pada diri kita dunia akan tetap indaaah…! Tanyakan dalam hati, perlukah saat mendapat masalah kita membungkamkan diri berlama-lama dan membiarkan kita tidak bahagia. Saat masalah menyapa, mantapkan diri bahwa kita pasti bisa melaluinya.

Kebahagiaan Sejati

Bersyukur. Mensyukuri atas apa yang ada pada diri kita dan apa yang ada pada hidup kita bukan perkara yang mudah! Itu terbukti selama anda dan saya masih belum bisa bahagia saat ini juga.

Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen dituliskan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahnya. Jika arah yang ditentukan bersifat negative maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori kearah negatif. Sebaliknya, jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori ke arah yang positif.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa, lebih baik kita berpikiran positif. Bersyukur dapat mempengaruhi pikiran positif pada otak kita. Yang kemudian akan berpengaruh pada emosi/ perasaan kita untuk merasa bahagia.

Sebagai penutupnya, inilah sedikit banyak rekam jejak saya merasa benar-benar bahagia;

Bagi saya, bahagia itu serupa dengan mimpi yang mampu saya wujudkan menjadi nyata, berhasil menjadi berkat usaha ( do’a dan kerja). Langsung saja saya cerita ya, saya benar-benar bahagia ketika saya berhasil mengalahkan teman-teman saya dalam lomba lari, saya benar-benar bahagia dengan berhasilnya saya punya peringkat satu walaupun seumur hidup hanya sekali, saya benar-benar bahagia ketika lelaki yang menjadi idola hati saya dapat saya kait, walaupun mungkin hanya sekejap dan berlalu, saya bahagia ketika semua yang saya impikan bisa menjadi kenyataan.

Lalu, jika saya masih punya keyakinan yang demikian sampai sekarang maka saya tidak akan bahagia seumur hidup. Sebab, terlalu banyak mimpi saya yang tak sanggup saya wujudkan.

Banyak dari kita punya pendapat, jika suatu saat nanti hidupnya berubah lebih baik, kita akan bahagia. Ternyata itu salah. Kebahagiaan tetap bisa dinikmati sekarang juga. Kebahagiaan tak pernah jauh dari hidup anda, dan hidup kita, sebab kebahagiaan sejati letaknya di hati.

Pendiam : Sifat atau Gangguan Jiwa ?

Secara fisik saya merupakan sosok anak perempuan yang sehat jasmani. Tetapi, bagaimana banyak orang percaya jika sebenarnya saya merupakan salah satu orang yang mungkin mengidap gangguan kejiwaan. Masalah kejiwaan bukan sekedar menjadi gila seperti orang yang  kehilangan kesadaran pada umumnya. Tapi, gangguan jiwa yang ada pada saya lebih tepatnya yaitu saya kurang bisa merasa nyaman dengan diri saya sendiri.

Ketidaknyamanan ini timbul akibat dari pikiran saya sendiri, dimana hampir mendekati usia 24 tahun saya masih punya kebiasaan buruk lebih banyak berdiam. Sudah pasti, orang yang suka berdiam dan membatasi pergaulan dengan orang lain itu akan punya pikiran yang sesuai dengan apa yang dipikirkannya saja. Selama pikiran sadar mampu berpikir rasional secara stabil itu tidak masalah. Dan yang menjadikan masalah ialah ketika saya berdiam dalam keadaan sendiri, tanpa mau membagikan masalah dengan teman/sahabat dekat.

Pengalaman nyata dalam hidup saya, saya akui jika sejak balita saya lebih banyak menghabiskan waktu berada di rumah. Bergaul paling dengan bertemu saudara dekat rumah, bermain paling dengan kakak ponakan, sudah. Karena rasa percaya diri tak terbentuk sejak dini, saya lalu menjadi anak yang pasif dalam bergaul hingga saya berada di bangku SMA. Kegagalan saya bergaul dengan percaya diri diantara teman-teman SMA tak lepas gagalnya saya bergaul dengan teman-teman SMP atau SD dulu. Hal ini  membuat saya sungkan berangkat sekolah, dan sekolah saya lakukan demi membuang malu dari anggapan orang tua atau orang lain jika saya tidak bersekolah.

Keluar SMA, saya punya tekat untuk bisa mengubah keadaan saya sendiri. Yang tadinya pendiam, saya ingin punya kepercayaan diri untuk bergaul dengan teman lainnya. Saya saat itu mulai berubah cerewet setelah saya punya teman dekat. Dalam masa perubahan itu, saya dihadapkan dengan masalah-masalah yang rumit. Memang saya sudah tidak pendiam lagi, tapi mindset saya ketika dihadapkan dengan suatu masalah tetap saja dalam penyelesainnya saya masih menggunakan kebiasaan lama seperti saat saya pendiam dulu, yaitu dengan mengisolasisasikan diri/ memurungkan diri.

Diam, murung, memendam masalah, dan seperti terkutuki tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Itu setiap kali saya mendapati masalah. Saya sadar, cepat atau lambat saya harus berubah. Itu juga tak lepas demi kebaikan saya sendiri dan untuk masa depan yang lebih baik.

Saya selama ini belum pernah mengunjungi dokter ahli jiwa mana pun, kemudian demi bisa menghilangkan keganjalan yang ada di jiwa saya, saya paksakan diri untuk membaca banyak buku. Buku saya jadikan untuk  jalan  saya mencari obat penawar diri dari kekurangan yang ada ini. Saya mulai tertarik membaca buku yang mengulas tentang kebahagiaan, buku-buku yang berisikan kata-kata motivasi, serta buku-buku yang berbau kata stress, depresi, dan frustasi, serta bagaimana cara penanggulangannya. Dari buku-buku inilah, kesadaran dan jiwa saya hidup, rasa kehampaan, kekosongan akibat kurangnya bersosialisasi dengan teman  lain/orang lain sedikit banyak dapat terkendali..

Bukan saya sengaja masih membiarkan diri saya untuk berdiam diri, tetapi pekerjaan saat ini membatasi keiinginan saya untuk bergaul dengan orang lain lebih luas lagi.

Inti dari sedikit kisah nyata diatas bagi saya ialah, sesungguhnya betapa pentingnya bersosialisasi itu ditanamkan sejak anak masih dini. Apapun kekurangan yang ada pada anak, baik kekurangan fisik atau mental, peran orang tua untuk membentuk  anak agar punya rasa kepercayaan diri wajib ditanamkan betul-betul. Kegagalan anak bergaul/bersosialisasi pada tahun pertama akan mempengaruhi tahun-tahun berikutnya. Sebagai contoh yaitu saya. Menjadi pendiam dengan tak mampu bergaul dengan orang lain sampai umur 18 tahun itu sangat menyiksa batin saya.

Kini saya menyadari, apa yang pernah terjadi pada hidup saya tak lepas dari hasil pemikiran dan keputusan yang sudah saya ambil sebelumnya. Dan hasil pemikiran dan keputusan yang saya ambil hari ini, akan berpengaruh besar terhadap hari-hari saya kedepan atau selanjutnya. Pikiran merupakan sumber kebahagiaan dan ketidak bahagiaan, dan semuanya tergantung pada apa yang kita putuskan untuk dipikirkan. Untuk berubah, langkah pertamanya yaitu ubah pikiran sebaik-baiknya.

Dalam hidup, sudah pasti kita tak bisa hidup sendiri, kita semua butuh keberadaan/bantuan orang lain. Jadi, semestinya kita hidup ini  harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, bergaul, dan berinteraksi dengan orang lain.

Sedikit tulisan ini mudah-mudahan menjadikan siapapun yang punya masalah seperti saya dapat segera terobati. Sekali lagi, manusia akan berubah jika pikirannya juga berubah (  yang baik).

Semoga bermanfaat