Jadi Orang Multitalenta Itu Gampang!

Sedikit renungkan bayi-bayi yang pernah Anda lihat langsung, baik pada saat itu Anda melihat bayi ketika melewati rumah sakit di ruang bersalin, atau di bawah kolong jembatan atau pun bayi Anda sendiri. Tanyakan dalam hati apa yang dapat bayi lakukan? Jangan jadikan alasan bayi belum bisa apa-apa karena tulangnya masih belum kuat, tetapi jika ditakdirkan tulang bayi langsung kuat ia juga tidak akan langsung bisa berjalan.

Para pengamen dan pedagang asongan yang sering kali naik turun dari bus satu ke bus yang lain, mereka hampir semuanya berani tampil selayaknya penyanyi terkenal dan menjadi sales profesional, dari nada suaranya ada rasa percaya diri, dari ketegasan suaranya menandakan ia tidak gugup dan banyak yang akan mengatakan bahwa mereka bisa karena terbiasa. Para sopir bus sekalipun busnya sudah tua dan bunyi busnya jika sedang berjalan terdengar trontonan, tetap saja sopir itu berbakat untuk nyetir mobil. Menyetir mobil itu tidak harus mempunyai mobil terlebih dahulu/ tidak harus menjadi kaya dulu. Karena belajar menyetir mobil itu bisa dilakukan dengan cara meminjam mobil orang atau menyewa. Secara logika, orang sarjana tinggi belum tentu mereka bisa menyetir mobil, alasannya karena ia belum pernah belajar. Orang sopir yang berijasah SD bisa setir mobil dibanding orang sarjana tinggi kan kereeen ya?

Dari ilustrasi dashboard yang belum ditulis itu, dapat kita ambil pelajaran bahwa, sesuatu apa saja yang dari ”NOL” atau ”ZERO” itu memang nosense, kosong, tak bernilai, jika diumpamakan rasa itu hambar dan jika diumpamakan warna itu tak berwarna.

Dari bayi kita bisa mengatakan, bayi belum bisa apa-apa karena mereka belum pernah belajar sesuatu apa-apa. Otaknya masih gress, hatinya masih suci, indera kelimanya masih terbatas melakukan apa saja. Kalau Anda saat ini merasa bahwa diri Anda kurang bernilai, Anda merasa kurang percaya diri terhadap diri Anda sendiri, Anda menganggap bahwa Anda bukan siapa-siapa, itu karena Anda kurang menghargai pengorbanan Anda pernah belajar sesuatu. Sedari bayi sampai sekarang, sudah tak terhitung berapa kali Anda belajar sesuatu, dan hasilnya hanya bisa dirasakan oleh hati Anda sendiri. Menilai baik tentang siapa diri kita ini sama juga kita menghargai perjuangan hidup kita termasuk kita pernah belajar banyak sesuatu. Yang tanpa kita sadari kita sudah sama-sama belajar menahan malu, menerima kekalahan, menerima kekilafan diri, mencoba bangkit, bertahan dalam keadaan terhimpit dari kekurangan jiwa atau materi, belajar menemukan siapa diri kita sendiri ini, belajar lebih berani dan berhasil lagi, menerima kegagalan dan belajar berwelas asih terhadap orang didekat kita.

Pelajaran dari pengamen, pedagang asongan dan sopir angkot. Nah, baru yang ini ada kaitannya dengan ”Jadi Orang Multitalenta itu Gampang!”Melihat dari hati semangat mereka, kita bisa mencontoh bahwa sesuatu baru itu bisa kita kuasai dengan syarat kita mau mencobanya terlebih dahulu. Seperti sisipan isi buku Om Pepih Nugraha yang berjudul ” Kompasiana Etalase Warga Biasa”, dibuku ini Om Pepih mempunyai semangat mendirikan Kompasiana dengan pedoman Learning by doing, belajar dari melakukan(sendiri dan langsung/ bereksperimen demiexperience).

Seperti yang kita tahu, talenta merupakan bakat yang tersimpan dari dalam diri kita, yang ada jika kita sudah mau menggalinya dan mengasahnya secara continue. Sampai bakat itu benar-benar menjadi talenta. Kebanyakan orang dari kita menilai dan menganggap kalau talenta itu satu bidang yang mahir kita geluti. Yang paling mencolok misalnya guru, bertalenta mengajar, dokter bertalenta memeriksa pasien, dan pak gubenur bertalenta dengan memimpin wilayah kekuasaannya, dan bagaimana dengan tukang sapu di pinggir jalan? Bagaimana juga dengan orang-orang pengangguran? Apakah mereka sama sekali tidak punya talenta?

Sekali lagi, resapi kata ”Learning by doing” yang artinya kurang lebih belajar dengan melakukannya, dari sini kita akan merasakan sendiri apa yang ingin kita pelajari dengan mengorbankan diri kita melakukan apa saja yang perlu dilakukan. Tak beda dengan meraih sesuatu, dan memperjuangkannya, suka-duka dan jatuh bangun akan kita dapatkan, akan tetapi dengan melakukan apa yang menjadi rintangan nantinya akan jelas terlihat dari pada kita menginginkan sesuatu tetapi hanya bermimpi saja. Malah jika kita hanya berangan-angan/bermimpi saja yang ada kita akan takut dengan bayangan hal-hal yang negatif dari pikiran kita sendiri.

Jika kita berhasil melakukan/belajar satu hal bukan tidak mungkin kita akan bisa mempelajari hal yang lain. Satu talenta berhasil kita punya dan dapatkan tidak kemungkinan kita bisa juga menciptakan talenta yang lain, asal mau menggali dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat kita. Semakin banyak belajar, semakin kita mempunyai desire/rasa suka/minat terhadap sesuatu yang tak terbatas.

Iklan

6 thoughts on “Jadi Orang Multitalenta Itu Gampang!

  1. Demikian ya Mbak, tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dicapai :)). Yang penting apakah kita mau berusaha semampu kita, bersungguh-sungguh untuk menghasilkan hal terbaik dalam bidang yang sesuai dengan minat kita :)).
    Terima kasih sudah berbagi :)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s