Bermodal Keyakinan, Saya Mimpi Jadi Penulis Buku

Pengalaman saya menjadi tkw di luar negeri selama tiga tahun di Singapur dan Hong Kong, membuat saya jadi nyadar kalau me-manage waktu itu ternyata penting sekali. Tugas sehari-hari yang harus saya kerjakan dan saya selesaikan dulu wajib usai tepat waktu, membuat saya terbiasa ingin menyelesaikan pekerjaan dengan sesegera mungkin dan tak ingin menunda-nunda.

Melihat langsung bagaimana kebiasaan orang luar negeri di sana yang kebanyakan suka disiplin dan always on time melakukan pekerjaannya, membuat saya terinspirasi dan dapat membuat kesimpulan bahwa kedisiplinan itu kunci kesuksesan. Kita melihat kan bukti nyata dari negera Singapur dan Hong Kong, masyarakatnya lebih makmur daripada negara kita?

Satu poin itu ternyata menjadi cerminan buat saya agar mau belajar berdisiplin memanfaatkan waktu. Dan untuk menginspirasi orang lain, saya sengaja memanfaatkan suatu blog sosial bernama Kompasiana sebagai jalan menyuarakan apa yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dalam tulisan-tulisan saya di blog tersebut terdapat beberapa alasan kenapa negara maju bisa sejahtera, apa kunci dan rahasianya terjawab dalam tulisan saya itu.

Dengan daerah asalnya dari Kota Semarang Jawa Tengah, kini saya sudah kembali di Indonesia dan sedang berada di Jakarta. Bekerja di sebuah studio photo dan masih dalam proses belajar. Di studio itu saya 95 % hampir berada di depan Komputer. Nah, kalau lagi pas nggak ada kerjaan nih saya suka online dan ketak-ketik tulisan di keyboard.

Rasanya sepulang dari Hong Kong sekitar bulan Oktober tahun lalu, saya sedikit sedih. Di Indonesia sangat berbeda dengan kehidupan di Hong Kong yang kaya akan buku-buku bacaan. Kalau di Hong Kong dan Singapur hampir di setiap distric-nya ย selalu ada perpustakaan umum, sehingga sangat mudah sekali bagi orang yang ingin membaca buku-buku yang beragam. Saya biasanya berkunjung di perpustakaan Hong Kong ย tiap hari libur. Dan jika ada buku yang sangat menarik bagi saya, tak jarang saya pun meminjamnya untuk dibawa pulang ย kemudian saya baca di tempat kerja kalau pas ada waktu istirahat.

Semakin banyak membaca, semakin banyak pula inspirasi saya untuk menulis. Entah kenapa satu tahun belakangan ini saya suka menulis dan menulis. Berada di tempat dan lingkungan kerja baru saya juga punya kebiasaan baru. Dan kebiasaan yang masih sama yaitu hanya menulis. Buka studio kira-kira jam sembilan pagi dan tutup jam setengah sebelas malam. Sebenarnya sangat melelahkan. Dengan gaji yang pas-pasan, saya tetap menjalaninya demi sebuah mimpi saya untuk membikin buku hasil karya saya sendiri.

Saya mengira, membukukan apa yang sudah saya tuliskan sepertinya suatu tantangan yang super banget. Banyak ketidak mungkinannya dari pada mungkin bisa terjadi! Itu anggapan saya. Sejauh ini, sebenarnya ada beberapa orang yuang sudah menunggu karya buku saya. Dan ada beberapa nama penulis besar seperti Bunda Pipiet Senja dan Om Pepih Nugraha yang siap membantu membukukan tulisan-tulisan saya. Bukan saya ingin menjadikan buku secara instan, tapi bagi saya pribadi lahirnya sebuah buku bukan hanya untuk memamerkan sebuah nama pribadi tapi yang utama yaitu maksud dan tujuan saya menulis.

Saya ingin isi dari buku saya adalah berisi tujuan saya sendiri kenapa saya mau menulis. Minimal membawa efek positif dan bermanfaat. Bukan asal cetak dan asal jadi. Sebab menulis itu juga butuh menguras energy dan waktu, bahkan pemikiran.

Disetiap sela-sela waktu saya yang ada, saya berusaha untuk bisa menulis terus. Tanpa merasa khawatir akan berhasil atau tidaknya impian saya membukukan tulisan sendiri saya. Yang terpenting saat ini yaitu saya hanya akan terus menulis. Bahkan saya suka menandai waktu yang saya punya untuk bisa meluangkan waktu untuk menulis dalam kesehariannya. Biasa saya suka pasang alarm bangun tengah malam dan menulis. Atau kalau saya rasa masih betah begadang dan menulis, saya pun akan menulis. Dalam waktu satu tahun, tulisan saya sudah terkumpul sebanyak 200 lebih. Tanpa saya sadari ini lumayan gila! Untuk lengkapnya silahkan klik : http://www.kompasiana.com/senengutami

Bagi saya, simple saja selain berusaha menunaikan salat 5 waktu, bekerja dan menulis. Cepat atau lambat pedoman saya hanya satu. Tulisan suatu saat akan menemukan nasibnya sendiri.

Waktu saya lebih banyak untuk menulis, dengan harapan : untuk menginspirasi orang, berbagi pengalaman, dan berpendapat.

Nama : Seneng Utami

Email : senengutami@gmail.com

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway : https://pwgara.wordpress.com/2015/04/23/give-away-untuk-apa-kau-menandai-waktu/

img_20150422_211733

Iklan

14 thoughts on “Bermodal Keyakinan, Saya Mimpi Jadi Penulis Buku

  1. Nah, tuh… Mba kan bnyk pengalaman, aktif baca juga, jd otomatis bnyk kesan jg, bnyk inspirasi utk ditulis sebagai/atau pelajaran yg bisa diambil atau bisa dibagikan kpd teman/pembaca.
    Tuhan Maha Mendengar, jd serintih apa pun yg mba impikan pst suatu saat terkabul. Tetap semangat, mba! ๐Ÿ˜€ Biar bukunya mba ada di Gramedia juga ๐Ÿ™‚
    “… mimpi kan menjadi nyata bila kutetap percaya, walau rintangan menghadang, kekuatan masih ada”. (Gita Gutawa, Meraih Mimpi)

  2. Wow. Cerita tentang waktu dan perjuangan.
    Terima kasih sudah berpartisipasi dalam give away saya! Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berbagi dengan kami :)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s