Menengok Budaya Bersih dan Sehat ala Hong Kong

Dalam kesehariannya dulu, semenjak saya bekerja di Hong Kong selain bertanggung jawab menjaga dua anak, saya juga bertugas untuk bersih-bersih rumah. Pada umumnya, apartemen Hong Kong berukuran kecil. Ingat sewaktu datang dan masuk rumah yang jadi tempat kerja, saya sempat terkejut. Bagaimana mungkin membuka pintu langsung saya bisa melihat kedua bilik kamarnya? Bagaimana saya bisa percaya ada rumah yang sekecil itu? Kebetulan dulu rumahnya berada di lantai 21, lumayan kalau naik lift butuh sekitar 5 menit untuk bisa sampai ke atas.

Tepat di samping pintu masuk, terdapat pintu dapur dan sebelah dapur terdapat kamar mandi. Depan kamar mandi sudah ruang tamu, dan bilik kamar pun berdekatan langsung dengan kamar. Biar pun ruangan rumahnya kecil, orang Hong Kong selalu bisa menyiasati untuk meletakkan barang-barang kepemilikannya dengan baik. Segala benda apapun tertata dan tersimpan rapi. Sebagai contoh misalnya baju musim dingin yang biasa akan disimpan kalau saat musim panas tiba. Orang Hong Kong akan menyimpan baju-baju tersebut kedalam sebuah kantong yang benar-banar tersimpan ringkas. Caranya dengan menyedot habis angin yang ada di dalam plastik tersebut dengan menggunakan vaccum cleaner, sehingga baju tersebut lebih tipis/mengempis  tersimpan dalam plastik tadi. Selain itu juga, mereka suka menyimpan barang-barangnya di dalam sebuah lemari daripada tergeletak begitu saja.

Menurut saya, kebiasaan orang Hong Kong terhadap budaya hidup bersih itu sangat baik. Keberadaan toilet umum di sana lebih terjamin, kita bebas ikut memakai tanpa dipungut biaya. Berbeda dengan Indonesia kalau pas kita di tempat umum kenapa mesti harus bayar Rp. 2000 rupiah hanya untuk sekedar numpang buang air kecil di toilet? Mereka risih melihat debu atau seasuatu yang kotor-kotor. Mengelap adalah kegiatan sehari-hari, satu kali tidak mengelap apa yang ada di rumah tersebut akan tampak debu yang menempel sangat jelas. Untuk membersihakn lantai, sofa dan langit-langit ruangan yang kotor biasanya dipakailah alat penyedot debu atau vaccum cleaner. Juga disemprotkannya disinfektan pada sofa dan beberapa tempat tertentu setelah penyedotan debu itu untuk menghindari adanya bakteri.

Soal kamar mandi beda lagi, kalau kebetulan dipekerjakan dengan orang cina yang punya keyakinan bahwa setiap saat kamar mandi harus kering, wah siap-siap saja deh kalau setiap menitnya mesti ngelap kamar mandi. Lagi dan lagi…

Dalam kesehariannya orang Hong Kong sudah terbiasa cuci tangan jika habis berpergian, sebelum tidur dan sebelum makan. Oiya, orang Hong Kong terbiasa makan pakai sumpit, bukan pakai sendok apalagi pakai tangan. Biasanya, orang sana makan nasi hanya sekali dalam seharinya, tepatnya pada waktu makan malam mereka bisa makan bersama(dinner).

Uniknya orang sana makan nasinya sangat dibatasi, cukup setengah mangkuk kecil atau satu mangkuk kecil penuh saja bagi mereka sudah cukup. Tapi jangan ditanya ya kalau lauknya ada bermacam-macam. Steam ikan, tumis sayuran atau sayur yang hanya sekedar direbus pasti ada, tahu goreng, soup, yang jelas minimal ada 4 jenis lauk sehat yang berbeda. Dalam hal makanan, orang Hong Kong bisa mengontrol dirinya untuk makan makanan yang sehat, yaitu tidak terlalu asin, jadi ingat dulu saya pernah masak terlalu asin hingga mereka tidak mau memakannya sekalipun saya tidak dimarahi. Sedikit aneh memang, lidah orang Indonesia dengan orang Hong Kong seleranya berbeda. Bagi kita asinnya sudah cukup, bisa jadi bagi mereka terasa terlalu asin! Makanan orang Hong Kong juga tidak suka terlalu banyak minyak, terlalu pedas dan rendah lemak. Terbukti orang sana hampir tidak pernah masak pakai santan kecuali masakan curry.

Orang sana saja kalau membuat bubur, tak perlu menambahkan santan dan hanya bubur-bubur yang dimasak begitu saja. Baik itu bubur beras putih, ataupun bubur kacang hijau atau bubur yang lainnya. Orang Hong Kong tidak mengerti apa itu gorengan seperti di Indonesia, untuk lauk mereka lebih suka menggoreng tahu atau ayam dan ikan saja.

Orang sana sangat gemar minum air putih dan mengonsumsi buah juga rajin berolah raga. Jangan heran kalau di sana hampir setiap tempat ada taman yang digunakan untuk berolah raga dan sekedar refreshing. Ada yang senam bersama, ada juga yang melakukan senam sendiri-sendiri. Selain itu ada tempat berkumpulnya lansia, di tempat ini lansia suka berolah raga dan kadang main kartu bagi yang laki-laki.

Air Minum di Hong Kong, Air yang untuk dijadikan air minum biasanya sudah disaring kembali lewat kran penyaring. Berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia yang kran untuk air minum dan air mandi sama saja. Mungkin kualitas airnya berbeda. Tapi yang jelas, air yang sudah disaring melalui kran khusus tersebut kesehatan kualitas air lebih hiegenies. Jangankan sekedar lantai atau kaca jendela ya. Di sana, Wajah Dapur Harus Kinclong. Untuk mengurangi minyak yang menyebar dan berterbangan saat memasak, orang Hong Kong akan biasa menaruh kipas diatas kompor gas atau listrik. Juga menyediakan pipa selang asap keluar rumah. Pekerjaan lap-mengelap bukan asing lagi dilakukan dalam setiap harinya.Saya mengira kenapa di sana debu lebih mudah masuk rumah, mungkin di sana minim sekali jumlah pepohonan dan banyaknya kendaraan bermotor yang berlalu lalang di sepanjang jalan.

Untuk kebersihannya, orang Hong Kong tidak diragukan lagi kalau kebanyakan mereka takut sama debu dan kotoran dan terbiasa hidup bersih. Tapi untuk hidup sehat, selain mereka bisa mengontrol pola makannya, rajin berolah raga, minum air putih dan mengonsumsi buah. Mereka juga suka merefreshingkan pikirannya dengan hal-hal yang positif seperti bersantai di taman, membaca buku di perpustakaan (mengingat di sana hampir ada perpustkaan) dan melakukan hal-hal positif lainnya.

Iklan

2 thoughts on “Menengok Budaya Bersih dan Sehat ala Hong Kong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s