Strees Berat Gara-gara Ciuman

Semalam aku tidur lebih awal dari biasanya, sekalipun tak banyak melakukan apa-apa, tapi entah mengapa tumben sekali badanku terasa pegal dan kurang nyaman. Sekitar habis waktu isya, aku langsung tidur. Alarm sudah aku setting jam sembilan malam, berharap bisa bangun dan melakukan sesuatu yang mungkin kurasa perlu. Karena tidur kenyenyakan, aku terbangun ketika ada salah satu teman mengirim SMS sebab HP bergetar. Melihat waktu, baru sekitar jam dua lebih seperempat.

Terbangun dan pikiran menjadi sadar, aku kemudian duduk merenung seorang diri. Meratapi diri sendiri, mengakui bahwa diriku belum berbuat sesuatu yang berarti. Tanpa alasan yang jelas, aku tiba-tiba ingin mati. Aku merasa bosan dengan semua yang ada. Sudah kurencanakan aku mau tidur selama tiga hari berturut-turut tanpa melakukan apa-apa, kalau bisa stop makan, stop buka FB dan stop main HP. Aku sedang strees berat! Aku punya mimpi, aku merasa sedang dalam proses meraihnya. Rupa-rupanya aku kurang puas dengan usaha yang aku lakukan selama ini, tetapi tetap saja sebuah mimpi itu tak bisa terjadi secara spontan melainkan butuh perjuangan.

Larut dalam renungan, menjadikanku teringat beberapa waktu yang lalu mendapat curhatan dari salah satu teman dekatku. Kedekatannya sangat baik. Mungkin karena ia percaya padaku, dengan terbuka ia menceritakan masalah pribadinya kepadaku. Dia mengatakan bahwa ia sedang dilanda strees berat, ia sengaja melakukan aborsi karena hamil diluar nikah dengan cowoknya. Saat mendengar berita yang mengagetkan itu, dalam pikiranku langsung membayangkan wah ini pasti gara-gara ciuman temenku bisa strees seperti ini! Sekilas, ia tampak bahagia, tetapi pada saat tertentu apalagi saat sendiri ia berubah murung. Ada tekanan didalam jiwanya.

Pengalaman pernah mendapat cerita itu, menjadikanku berpikir. Setiap orang pasti punya masalah yang menjadikan strees, depresi atau frustasi. Aku merasa sedang terjatuh, aku butuh kekuatan. Bayanganku melayang pada seorang gadis bernama Galuh Ayu. Sososk inspirasi menulisku. Dia seorang penulis, dengan keterbatasan fisiknya ia mempunyai semangat hidup yang luar biasa. Aku paham, streesku karena mimpi-mimpiku sendiri, terkadang aku semangat karena mimpiku tapi dilain waktu mimpiku melemahkanku. Merasa butuh semangatnya, kemudian aku membuka kembali tulisan yang pernah ia tuliskan. Dan berikut sedikit catatan yang aku tulis di buku harianku;

”Jangan takut meyakini sesuatu hal yang mustahil dilakukan, dikerjakan atau diwujudkan. Sebab, ketakutan yang muncul dari diri sendiri itulah yang justru akan menjadi penghalang terbesar munculnya sebuah keajaiban bernilai tinggi. Jika tak ada seorang pun berada untuk mendukungmu, maka jangan khuwatir. Tuhan akan senantiasa mendukung dan mendampingimu selalu, selama kita percaya hanya kepadaNya.”

”Semua impian, harapan & cita-cita adalah kunci untuk tetap bertahan. Bertahan dalam keterasingan, keterpurukan, ketidak pastian, bahkan pada kebencian.”

”Semua menjadi mungkin ketika keyakinan itu telah mengakar dan menjadi harapan dalam upaya untuk mewujudkannya.”

(kata motivasi yang terakhir kuperoleh*)

”Saat ini, aku tidak mau yang lain kecuali merapikan keyakinan-keyakinan, keteguhan-keteguhan hati ini yang terpuruk sedikit retak dimana-mana. Aku masih ingin menjaganya erat-erat. Aku masih ingin menjadi aku. Bukan kamu, dia, kalian, ataupun mereka.”

Aku suka dengan tulisan Mbak Galuh ini, dan ketika aku menyadari bahwa dari penulis ini aku mempunyai semangat untuk bisa menulis, dan seperti tidak bisa dipercaya, jumlah tulisanku dua kali lipat dari tulisannya di Kompasiana. Barangkali ia sekarang aktif dengan pekerjaan yang lain sehingga sudah jarang menulis lagi. Jumlah tulisan yang lebih banyak bukan tanda aku lebih hebat, melainkan menjadikanku sadar bahwa ternyata ”Semangat menulisku itu ada!”

Strees itu merupakan satu hal yang sering tidak bisa kita hindarkan dari kehidupan kita, tak lepas dari datangnya suatu masalah yang datangnya tak terduga. Apapun masalahnya, menjadi bijak itu sulit tanpa adanya kesadaran dari dalam jiwa kita sendiri.

Karena semangat ini, akhirnya rencanaku sudah kugagalkan sangat awal. Aku tidak setuju jika tiga hari kedepan kerjaannya mau tidur doang, stop FB, Stop maen HP dan stop makan. Yang paling penting itu tadi, ”Jika tak ada seorang pun berada untuk mendukungmu, maka jangan khuwatir. Tuhan akan senantiasa mendukung dan mendampingimu selalu, selama kita percaya hanya kepadaNya.”

Jadi, aku masih punya mimpi-mimpi yang hidup kembali saat ini, syukurlah….*

Pendukung Artikel: http://www.kompasiana.com/galuhayu

Iklan
Dikirimkan di Muda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s