Kenapa Anak Anda Kurang Ajar?

Seseorang yang punya anak, baik itu anak kandung atau anak angkat. Sudah pasti dalam hatinya sangat mengharapkan supaya buah hatinya menjadi anak yang baik-baik, anak yang cerdas, patuh terhadap orang tua dan bisa mandiri di usia dewasanya nanti. Menjadi orang tua, bukanlah gampang. Anak, selain harus dicukupi kebutuhan jasmaninya sudah tentu harus dicukupi juga kebutuhan rohaninya, termasuk mental, spiritual dan diajarkan tentang nilai-nilai moral.

Sebagai orang tua, selama ini apakah Anda sempat mempertanyakan dalam hati apakah Anda pantas menjadi teladan yang baik sebagai orang tua untuk anaknya? Atau malah, Anda kebingungan kenapa Anda merasakan perubahan  terhadap anak Anda begitu dratis, Anda merasa anak Anda berubah menjadi lebih nakal, lebih berani, suka menentang, dan semaunya sendiri! Yang salah anaknya atau orang tuanya???

Ada pepatah Jawa yang mengatakan, ”Raine anak podho wae karo raine wong tuo!”Artinya yaitu, muka seorang anak, sama saja dengan muka orang tuanya. Kita dapat mengartikan bahwa baik-buruknya seorang anak menjadi cerminan bagaimana orang tua itu sendiri. Orang tua, seperti yang kita ketahui bersama merupakan orang yang punya tanggung jawab penuh terhadap putra-putrinya sendiri.

Seorang anak yang lahir sampai berkembang, akan mendapatkan perawatan, didikan dan bimbingan oleh orang tua/pengasuh. Dari bagaimana cara orang tua merawat, mendidik dan membimbing maka akan menjadi sebuah proses pembentukan karakter sifat dan sikap anak itu sendiri. Anak yang sering dikasari oleh orang tuanya, mereka akan lebih berani berbuat onar dibandingkan dengan anak yang dididik dengan penuh kelemah lembutan.

Dalam perkembangannya anak bisa berjalan dan main sendiri, bahkan sampai keluar rumah. Lingkungan sekitar berpengaruh besar terhadap kemampuan anak berpikir dan bertingkah laku. Tak jarang pergaulan dengan teman-temannya pun bisa mempengaruhi anak untuk bertindak positif atau sebaliknya. Sebagai orang tua yang bijak, pasti mereka tidak akan sembarangan membiarkan anak-anaknya keluar rumah tanpa sepengendaliannya. Semua harus diseleksi.

Pada umumnya, anak akan mempunyai sikap nurut dengan orang tuanya ketika mereka masih banyak membutukan bantuan orang tuanya. Sebab, anak akan takut apabila mendapatkan hukuman dari orang tuanya apabila ia tidak patuh.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat, mendidik dan membimbing anak;

1). Yang pertama dan utama yaitu pemenuhan kebutuhan anak yang paling mendasar diantaranya meliputi; sandang, pangan, papan.

2). Anak butuh untuk diperhatikan, sebagai anak katakanlah dari bayi sampai mereka belum bisa mandiri. Hidup mereka tak lepas dari ketergantungan dengan orang tuanya/pengasuh. Perhatian di sini berarti sebagai rasa sayang. Kasih sayang pantas diajarkan anak semenjak dini. Supaya mereka juga bisa belajar menyayangi dirinya sendiri.

3). Anak butuh pembimbing dalam belajar. Sekalipun itu menyuap nasi kedalam mulutnya sendiri, sampai pada waktunya mereka belajar mengendalikan emosinya yang tak stabil diusia remajanya. Kewajiban sebagai orang tua, yang paling berat di sini ini. Sebab, bimbingan untuk anak harus secara berkelanjutan.

4). Sebagai orang tua harus bisa bersikap adil terhadap anak-anaknya. Ketidakadilan orang tua terhadap anaknya, akan menimbulkan rasa kesenjangan diantara anak yang satu dengan yang lainnya. Juga bisa mempengaruhi hubungan anak itu sendiri dengan orang tuanya. Ketidak adilan yang didapatkan oleh seorang anak, akan bisa menjadi motivasi anak untu berbuat yang menyeleweng.

5). Anak butuh komunikasi dengan orang tua secara terbuka dan sehat. Tentu, orang tua mempunyai gaya sendiri-sendiri. Bagaimana pun gayanya, alangkah baiknya jika orang tua harus bisa menjaga komunikasi dengan anak-anaknya. Orang tua bisa jadi tempat anaknya curhat, mengungkapkan perasaannya, dan mengekspresikan bagaimana anak memainkan emosinya. Biasanya anak yang pendiam itu sering mengejutkan. Anak yang suka diam, pasti ada masalah dengan anak tersebut. Entah itu dari pemikirannya, perasaan hatinya atau adanya suatu masalah/penyakit tertentu. Jadilah orang tua yang menyenangkan jika Anda ingin bisa menjalin hubungan anak Anda selalu baik.

6). Orang tua jangan memberikan harapan dan pujian kepada anak yang berlebihan. Namun, ajarkan anak untuk bisa memandang sesuatu dengan cara berpikiran realistis. Kebanyakan dari kita suka iseng-iseng tanya pada anak, kalau besar mau  jadi apa? Jawaban anak akan mengendap dimemori ingatan bawah sadarnya sampai ia beranjak dewasa. Jika mimpi yang ia miliki tidak realistis, maka anak akan merasa tertekan dengan impian yang tidak realistisnya itu.

7). Tanpa Anda sadari tingkahlaku Anda menjadi panutan bagi anak-anak Anda. Tentang bagaimana Anda berbicara, berjalan, berpikir dan anak sudah terbiasa membudayakan kopi paste dari orang yang sudah dianggapnya lebih besar atau dewasa.

8). Orang tua harus bisa bertindak tegas. Sejak kecil ajari anak untuk bisa menghargai, menghormati dan mematuhi apa saja yang orang tua ajarkan. Larang keras anak cemberut didepan orang tua.

9). Anda harus paham bahwa, masa anak-anak beranjak remaja tubuh mereka mengalami perubahan psikologis dan biologis.  Pada masa ini, anak akan banyak mengalamai ketidak stabilan emosi. Jika Anda adalah orang tua yang kurang peka terhadap anaknya. Pada saat tertentu adakalanya anak Anda beranggapan ia sudah dewasa. Perbedaan pola pikiran anak dengan orang tua bisa jadi anak membenci orang tuanya.

10). Jangan over jadi orang tua. Penekanan-penekanan orang tua untuk anaknya yang terlalu tinggi membuat anak menjadi strees.

Jangan lelah mendidik dan merawat anak. Jika anak Anda kurang ajar, segera cari tahu alasannya. Dan carilah solusinya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s