Godaan-godaan Terberat Cewek di Usia 25

Berada di lingkungan baru memanglah membuat pikiran ini ingin bisa menyesuaikan diri. Dalam hati aku sedang kebingungan dengan siapa diriku sendiri. Aku cewek alias perempuan, jenis kelaminnya betina. Entah sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan dalam-dalam saat ini seolah semua serba berantakan. Kalau aku ini sebuah tulisan diatas kertas, tulisan itu akan berupa coretan-coretan yang sembarangan. Kalau aku ini sebuah benang, benang itu ruwet. Seruet pikiranku ini.

Hampir saja aku ingin menyerah menghadapi situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada detik ini! Namun, bisik hati mengatakan bahwa kenyataan apapun yang menimpa diri dan yang sedang dihadapi sekalipun terasa berat, pahit dan sebenarnya tidak aku sukai mau atau tidak mau aku harus bisa ikhlas untuk mau menjalaninya. Aku hanyalah anak muda yang selalu beranggapan kalau aku ini serba kekurangan dan terbelakang. Entah kenapa hatiku selalu menuntut kalau aku harus berubah menjadi tidak kuper lagi dan lagi.

Tanpa aku sadari, pikiran ruwet ini ternyata mempengaruhi mood dalam kesukaanku menulis. Dan pada akhirnya, terhenyak jiwa ini untuk berbagi cerita sekalipun sederhana. Pelan-pelan aku tata kembali hati dan pikiranku serileks mungkin. Mencoba lagi melapangkan dada ini dengan suka-cita. Belajar menyayangi diri, dengan tidak mencantumkan image negatif yang berlebihan terhadap diriku sendiri.

Kali ini aku ingin berbagi dengan sejuta cewek yang ada di seluruh Indonesia. Dengan sedikit tulisan ini mudah-mudahan bisa mencerahkan hati cewek-cewek yang hatinya sedang mendung, gelisah dan kurang percaya diri…!

***

Bener nih, kamu ngaku cewek! Aku yakin, sejak kecil dulu kita sudah disimboliskan dengan bunga, bukan? Keanggunan, kelembutan dan keluguan sebenarnya kita sudah dibantu oleh orang-orang di sekitar kita untuk mendapatkan itu semenjak kita masih dini. Dari itulah emak kita memakaikan baju rok bermotif bunga atau boneka, membiarkan rambut kita lebih panjang daripada potongan anak laki-laki seperti biasanya. Suara kita asli lebih halus daripada laki-laki. Masih ingatkah kamu pertama kalinya kamu dandan setelah melihat ibumu memoleskan lipstiknya di depan cermin?

Terus terang dan secara terbuka aku adalah cewek yang menyandang usia 23 tahun, dan lima bulan lagi nih aku akan genap 24 tahun. Memang benar kalau aku sudah banyak tak ingat lagi memori sepanjang 23 tahun kebelakang kemarin. Akan tetapi, dari relung hatiku ini yang paling dalam aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda saat menjelang usia 24 tahun yang mendekati 25 tahun ini. Suer dan seriuuus …!

Godaan-godaan terberat cewek yang belum mapan menjelang usia ke-25

Siapa kamu? Adalah suatu pertanyaan yang hampir setiap detik menghantui diri, selebihnya buat cewek yang kebanyakan masalah dalam hidupnya. Bermasalah dengan jiwanya karena berbagai macam alasan, baik masalah dengan keluarganya, dengan temannya, dengan lingkungan atau sebagainya.

Usia 25 untuk seorang cewek bisa menjadi wajah penuh keceriaan dan sebaliknya. Khusus yang nggak ceria dan manyun, beberapa poin ini mewakili sumber permasalahan Anda yang paling dominan;

1). Siapa pun kamu asal cewek yang berumur 25-an, siap-siap saja untuk mendinginkan telingamu dari orang-orang yang mempertanyakan kapan kamu mau nikah padahal kenyataannya kamu sedang jadi jomblowati!

Berkenalan dengan orang baru memanglah indah, saling kenal-mengenalkan satu sama lain. Tanya kesana-kemari ujung-ujungnya nanti akan ditanya, kapan nikah ya. Dari orang tua, jelas mereka berpikiran kalau putrinya  cepat atau lambat butuh nikah. Tak heran, pertanyaan akan banyak muncul dari teman-teman yang kenal dengan kita, dasar manusia memang suka penasaran kok. He he he

2). Bermula dari pertanyaan kapan mau nikah yang bertubi-tubi itu, selain jomblo alias nggak punya gebetan. Pikiran akan dipusatkan kepada pekerjaan yang mapan, dan minimal bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Bagi yang bergelar sarjana, atau anak dari orang punya yang bisa gabung kerja dengan orang tuannya. Mungkin nggak banyak masalah untuk itu. Namun bagi cewek yang nggak punya skill apa-apa  karena faktor malas dan kemampuan berpikir serba pas-pasan, ia akan gelageban terhadap ketidak sanggupannya memenuhi tuntunan sebagai cewek remaja alangkah lebih pantasnya jika bekerja.

3). Pendidikan yang pada mulanya suatu kewajiban seperti pada saat SD, SMP, dan SMA yang gunanya untuk tidak menjadi bodoh dan sebagai jembatan menuju perguruan tinggi, diusia 25-an pendidikan lekat dengan status dan jabatan.

Si X bekerja sebagai guru di sekolahan tertentu, atau si B menjadi dokter di RS tertentu. Alasan yang mendasar saat sebagai cewek kita sadar bahwa kenapa kita masih saja menjadi bukan mereka, karena kita hanya punya kapasitas berpikir yang pas-pasan atau karena nggak punya uang buat lanjut kuliah merupakan suatu alasan yang mudah untuk dijadikan sebabnya.

Ada yang mengatakan kalau pendidikan bukan jaminan seseorang bisa sukses, namun ternyata memanfaatkan masa belajar di sekolah dengan sebaik mungkin tetaplah suatu jalan yang bagus dikala kita sadar kalau diusia 25 tahun tanpa prestasi belajar. Coba deh nyari pekerjaan hanya bermodal ijazah SMA, pasti akan tidak mudah dalam mencarinya kecuali pabrik atau penjaga toko. Lagi, kalau ada reuninan, minder nggak kalau kita ketemu teman lama tapi kita masih bukan siapa-siapa?

4). Usia 25-an adalah usia dimana tuntunan dari lingkungan terhadap  kita untuk menjadi benar-benar dewasa sangatlah tinggi. Kita dianggap bukan sebagai anak kecil lagi.

Menjadi dewasa tidak semuanya bisa mandiri. Permasalahan yang dihadapi masa-masa usia ini bagi remaja cewek sangatlah beragam. Bagi yang punya teman soulmate biasanya lebih terbuka terhadap teman yang sudah menjadi sahabatnya. Lain halnya dengan cewek yang kepribadiannya tertutup. Apa-apa mesti dipikir sendiri dan tak heran jika banyak cewek yang stress serta depresi dengan dirinya sendiri.

5). Kehilangan kepercayaan diri.

Apapun bentuk permasalahannya sebagai cewek yang menyandang umur segituan, satu hal penting yang harus dipegang erat-erat dan dijadikan sebagai pedoman hidup. Kita jangan sekali-kali sampai kehilangan kepercayaan diri. Rasa malas tak bersemangat jika sekiranya kita sudah ingin menyerah dalam menghadapi hidup kita. Menjadi wanita pantas lemah lembut namun jangan sampai direndahkan dengan laki-laki. Gender kita sama dengan laki-laki, hak-hak kita sebagai perempuan ada! Menjadi cewek bisa belajar dari mana saja dan tidak harus dari sarjana kertas, jadi cewek nggak bekerja di kantor elit asalkan kita punya etos kerja yang tinggi. Jadi cewek yang jomblowati itu hanyalah masalah soal waktu, jodoh tak akan kemana.

Nikmatilah hidup, dan jadikanlah usia yang ke-25 an ini sebagai pemompa semangat kita untuk berusaha menjadi siapa diri kita sendiri.

Iklan

6 thoughts on “Godaan-godaan Terberat Cewek di Usia 25

  1. Emm, gitu toh… Cowo jg hampir sama. Tp dituntut lbh mapan dan TANGGUNG JAWAB.
    Lumayan deh, buat nambah2 info biar bisa ngertiin (godaan/masalah) perempuan! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s