Filsafat Hidup

Bagi orang yang berpendidikan tinggi, mungkin ilmu pengetahuan adalah sebuah kekuatan hidupnya. Bagi orang yang cinta terhadap materi, mungkin kekayaan adalah sebuah kekuatannya. Bagi orang yang menganggap bahwa pasangan dan anak-anaknya adalah hal yang sangat  berharga di atas segala-galanya, maka pasangan dan anak-anaknya akan menjadi sebuah kekuatannya. Bagi orang yang suka merias diri, mungkin kecantikan menjadi bagian kekuatan hidupnya.

Pertanyaan : “Kekuatan apa yang dimiliki oleh orang-orang  terlantar yang ada  di sepanjang jalanan untuk mau mempertahankan hidupnya sendiri?  Padahal, mereka tidak punya rumah, tidak punya apa-apa dalam hidupnya, mungkin kita berpikir mereka tidak punya masa depan.”

Jika kita mau merenungkan diri; ilmu yang baik hanyalah ilmu yang dapat mendatangkan manfaat baik untuk diri sendiri atau orang lain. Dan setinggi-tingginya ilmu pengetahuan yang kita cari itu tak kan ada batasnya. Ketidak adanya batasan ini, bagi orang yang menganggap ilmu adalah kekuatan maka selamanya orang ini beresiko tidak akan pernah puas dengan ilmu-ilmunya yang sudah didapatkan. Sudah S1 mau S2  dan seterusnya!

Untuk kekayaan sebagai kekuatan, seandainya menguatkan pastilah hanya bersifat sementara saja. Terbukti, dari kita semua kalau sudah meninggal akan tidak membawa apa-apa. Begitu juga dengan anak atau pasangan yang dijadikan sebagai kekuatan. Saya setuju dengan orang yang mengatakan bahwa pasangan dan anak adalah “titipan-Nya”. Dan terakhir dari kiasan yang kita ambil di atas, bagaimanapun juga kecantikan yang alami dan abadi hanyalah kecantikan dari dalam. Kecantikan wajah dan penampilan hanya akan raib ditelan waktu dan usia!

Lalu, jika kita mengaitkan antara orang terlantar di jalan dan ternyata kekuatan dari asumsi orang-orang diatas itu hanya semu, lantas sebenarnya  dimanakah letak kekuatan sejati  itu?.

Sepanjang hidup yang kita jalani, disadar atau tidak, perjalanan panjang hidup kita ini semua merupakan rangkaian dari bagaimana kita “belajar” tentang sesuatu yang baru dan baru lagi. Belajar tidak bisa didapatkan secara instan melankan buruh proses step by step.

Dalam hidup, kita akan berada pada keadaan jauh dengan kata “bahagia” selama kita belum mampu hidup seimbang!

Hidup seimbang? Badan kita harus bisa diseimbangkan dengan kejiwaan kita. Berpikir tidak boleh terlalu dan juga tidak boleh kosong sama sekali. Kalau kita kurang tidur, pasti kita akan mengantuk dan artinya tidurnya kurang cukup dengan lamanya waktu kerja/kurang imbang.

Kondisi alam ternyata sudah mengajari kita untuk senantiasa hidup seimbang. Adanya gaya gravitasi antara planet-planet dengan bumi, membuat bumi dan planet berada pada keseimbangannya. Keberadaan lama waktu jam dinding kita antara siang dan malam merupakan contoh keseimbangan. Malam dalam keadaan gelap, dan siang sangat terang berkat permainan antara bulan dan matahari yang seimbang! Sering kita tak menyadari jika pantat itu berfungsi sebagai penyeimbang tubuh kita.

Seimbang menjalin hubungan antara kita dengan ortu, kita dengan Tuhan, kita dengan sesama!

Demikianlah mungkin esensi hidup yang sebenarnya…??

Kita hidup selalu ingin bisa berhasil memenuhi kebutuhan  yang bersifat duniawi dan kita perlu materi. Bahkan pujian atau apresiasi orang lain. Kemudian, kekuatan apa yang kita perlukan ketika kita menghadapi keadaan sulit pada diri kita? Berpisah dengan orang yang kita cintai, kehilangan harta yang sudah kita miliki, kenyataan yang tak sesuai dengan impian, seringkali membuat kita merasa terjatuh, lalu ingin menyerah menghadapi hidup ini!

Ketika hati kita merasa lemah dan butuh kekuatan, apakah cincin batu akik yang akan menguatkan hati kita? Apakah pujian-pujian dari orang lain yang akan menguatkan hati kita?

Tidak ada yang mampu menguatkan diri kita yang sedang lemah selain kekuatan yang dibangun oleh dari dalam hati dan jiwa kita sendiri ! spiritualitas masing-masing orang sangat personal.

# Hadapi, Hayati, dan Nikmati Hidup…

Iklan

3 pemikiran pada “Filsafat Hidup

  1. A balanced life is hard to achieve. But the least we can do is sit down, think and plan and find time for the things we want to do and the things that matter to us. Successful people tend to use diaries and planners with them to get the most of out life 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s