Man Jadda Wajada, Semua Orang Bisa Mewujudkan Impian!

Punya tujuan, cita-cita, harapan, impian, tetapi ragu mewujudkannya sebab tidak meyakini secara penuh akan potensi yang ada pada diri kita sendiri. Nah, keraguan ini sebenarnya merupakan cerminan dari kurangnya kemampuan kita melahirkan kekuatan dari dalam diri. Keiinginan yang menggebu merupakan salah satu contoh dari kekuatan dari dalam. Untuk menjadikan impian kita saat ini menjadi nyata esok hari, satu poin yang harus kita pegang dulu yaitu, keiinginan yang menggebu mengubah mimpi menjadi KENYATAAN!

Terwujudnya sebuah mimpi, adalah sesuatu yang selalu kita asumsikan dengan happy ending, kita meyakini akan ada kepuasan di sana, ada kesenangan dan kebahagiaan yang luar biasa, dulu hanya mimpi tapi saat mimpi benar-benar terjadi seperti  apa yang kita ingini, senyuman bangga pun akan mengembang di wajah kita! Tak ubahnya kala kita lulus dari ujian sekolah, sebelum mengikuti ujian pasti kita bermimpi ingin lulus, bukan?  Telah bertemu dengan seseorang yang lama sudah kita nantikan : coba banyangkan jika anda menunggu orang bertahun-tahun lamanya, mungkin setahun, dua tahun, bahkan empat tahun yang lalu, hingga seseorang itu saat ini muncul benar di depan anda! Bagaimanakah perasaan anda? Demikianlah gambaran perasaan jika mimpi kita bisa tercapai/ terwujud. Bangga, puas, bahagia, gembira, senang dan lega…

Jangan takut bermimpi, minimal kita mesti punya mimpi untuk bisa memenuhi apa-apa yang masih kurang pada diri kita saat ini. Bermimpilah yang baik-baik, seperti mimpi bisa mengendalikan emosi, mimpi bisa menuntaskan masalah finansial (punya kerjaan yang mapan), dan membangun reputasi yang baik pada diri kita (lulus universitas, atau membangun personal branding, dsb).

Kita punya mimpi, tapi kita juga mesti ingat kekurangan dan keterbatasan kita sebagai manusia. Kelemahan kita terlihat dari dangkalnya kemampuan berpikir kita, terbatasnya energi yang kita miliki dan tentunya kita butuh pertolongan Allah.

Seperti  yang telah sering kita dengar akan kata “Man Jadda Wajada – Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil”.

Tidaklah kita perlu menaruh iri dan cemburu akan keberhasilan orang lain, usah pula kita ini merendahkan diri secara berlebihan. Jika ingin maju, kita memang harus punya mimpi yang bisa diharapkan akan mengubah kehidupan kita jadi lebih baik dan bermartabat.

Sedikit uraian ini sekedar renungan, semoga memberikan pemahaman bahwa dalam hidup, selalu akan ada KEMUNGKINAN. Orang-orang yang berjiwa pesimis menganggap impian besar pada dirinya dengan istilah mustahil, tapi orang optimis menganggap impian besar itu sebagai tantangan!

Jika anda memperhatikan alam sekitar, anda akan melihat segala sesuatu tumbuh dengan tenang dan perlahan.

Matahari terbit dan tenggelam dengan tenang, Bulan muncul dan hilang dengan tenang, Bintang, pohon, dan bunga muncul dengan tenang, Lebah bekerja dengan tenang, Laba-laba membangun rumahnya dengan tenang. Dari bayi sampai besar kita tumbuh dan berkembang dengan tenang. Yang menjadi bahan perenungan di sini, kenapa Allah menciptakan semuanya itu dengan ketenangan ?

Saya pribadi menduga, semuanya diciptakan Allah dengan ketenangan tak lain sebagai CERMIN  kepada manusia (kita) agar senantiasa mau kembali pada ketenangan dan menenangkan diri. Hanya pada saat tenang saja maka pikiran dan hati kita akan menyesuaikan diri berada pada keadaan stabil. Ketika stabil sudah didapat, lalu konsentrasi pun akan timbul (otak manusia berada di gelombang teta = bagus). Rasakanlah semesta ini sebenarnya bergerak dengan ketenangan, sadari kita hanya makhluk yang sangat kecil (kemampuannya), sadari kita punya mimpi, dengan segala kemungkinan mimpi kita akan menjadi nyata sebab “Mestakung : Semesta mendukung”, jadi mimpi-mipi kita akan didukung oleh semesta alam.

Mestakung = seMESTA menduKUNG merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok  berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis.

Seperti yang telah dikatakan oleh seorang Fisikawan, Yohanes Surya. Untuk tahu lebih lengkapnya silakan klik di sini

Jika anda memperhatikan teori keadilan, maka itu terjadi benar pada kehidupan anda sehari-hari.

Pada dasarnya memberi  identik dengan menerima. Tidak ada hadiah yang diberikan kepada seseorang sebelum orang tersebut melakukan perjuangan (aksi). Anda biasa akan mendapatkan pesan dari teman, jika anda sebelumnya sering mengirim pesan kepada teman tersebut. Pengedar narkoba akan terpidana jika ia tertangkap. Renungan yang dapat kita ambil pelajarannya dari hal-hal itu, tumbuhkan keyakinan kuat bahwa suatu usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pun pasti akan mendapatkan hasil. Pahami sekali lagi antara  “Teori keadilan dan usaha yang sungguh-sungguh maka hasilnya kira-kira bagaimana…?”, gabungkanlah dan cerna makna yang ada didalamnya!

Saya yakin, siapa pun anda, jika anda berusaha sungguh-sungguh dalam hal yang anda tekuni demi mewujudkan mimpi/harapan  anda. Anda akan banyak menghabiskan energi dan waktu anda untuk berjuang melakukan apa saja yang perlu dilakukan, daripada asik melakukan hal yang lainnya.

Modal yang sama dari Allah untuk kita semua: akal, waktu 24 jam perhari, oksigen dan jantung, makanan dan usus halus, rasa kantuk sehingga anda akan tidur dan tubuh anda akan kembali bugar. Bayangkan kalau tiga hari anda tidak tidur, apa yang akan terjadi? Yang membedakan kita dengan yang lainnya hanyalah amal. Sudah diberikan modal yang sama, tergantung kita sendiri bagaimana mengolahnya…tapi tetap saja, usaha yang sungguh-sungguh akan ada hasil yang nyata. Sebab, sungguh-sungguh tidak mengenal kata menyerah dan putus asa, usaha belum terhenti sebelum apa yang jadi harapan benar terwujud. Ada tidaknya kesungguhan pada diri anda,  hanya diri anda yang bisa menumbuhkannya.

Teruslah berusaha, dan tunggulah jawaban dari Allah dengan keyakinan dan cinta yang dalam pada-Nya.

Dalam motivasi kepenulisan, kita sering mendengar kalimat ; teruslah menulis, dan biarkan tulisan itu menemukan nasibnya sendiri. Jika dalam menggapai mimpi, maka kalimat yang tepat ialah; teruslah berusaha dengan sungguh-sungguh mewujudkan mimpi dan biarkan Allah yang menentukannya.

Jangan pernah takut untuk bermimpi dan mewujudkannya, teruslah bermimpi dan wujudkan dengan usaha nyata kita. Sedikit atau banyak hasillnya, itulah karunia. Mengingat kematian kita itu misterius, mengingat kita itu sering  lupa dan suka melupakan diri, mengingat kita itu tak sanggup merebut kembali harta benda kita yang sudah lenyap, mengingat kita itu bukanlah siapa-siapa dan manusia biasa. Maka satu-satunya cara kita agar bisa menjadi manusia kuat ialah berserah diri/bertawakal kepada-Nya.

SELAMAT MERENUNGKAN DIRI – TERIMAKASIH

Iklan

2 thoughts on “Man Jadda Wajada, Semua Orang Bisa Mewujudkan Impian!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s