Mengidap Penyakit Kulit : Darah Kotor, Keturunan, atau Karena Jorok?

Dalam waktu seminggu ini, ada yang saya rasakan aneh dengan kulit saya. Entah kenapa bagian kaki dan tangan saya terasa gatal dan panas jika digaruk dengan jari tangan. Rasa gatal kembali muncul saat kaki dan tangan saya berkeringat, apalagi cuaca panas. Yang paling heboh, ada bekas luka dibalik lutut kaki kanan saya sepanjang 2 cm dan lebar 1 cm akibat garukan tangan. Kira-kira ada apa gerangan dengan kulit saya lagi ya ?

Bagi saya, mendapati gatal semacam itu bukan hal yang pertama kali saya alami namun sejak saya masih balita saya sudah terkena penyakit kulit. Dulu saat saya kira-kira masih TK, hampir tiap malam ibu dan ayah saya suka nyuri-nyuri waktu tidur saya buat mengoleskan obat supertetra di setiap bisul-bisul kaki tangan saya. Yaelah, kecil masih bocah sudah bisulan. Saat tertidur, tetap saja perihnya obat tersebut membuat rasa ngilu dan sakit di bagian bisulnya. Tak heran saya akan menangis dan marah tiap kali mata saya terbuka saat menyaksikan ortu melakukan aksi rahasianya untuk saya. Keberadaan bisul itu diimbangi oleh seringnya saya terkena mimisan setiap kali saya kena panas matahari yang cukup lama atau karena hidung saya terkena benturan (pernah dilempar sama kakak pakai singkong rebus pun langsung kena mimisan).

Karena lumayan lama tidak sembuh-sembuh, tak heran kedua orang tua saya kesana-kemari mebawa saya berobat ke dokter spesialis kulit. Sayang, hasilnya nihil juga. Malah, sewaktu saya sering dibawa ortu ke sawah dan terkena air sawah. Bagian telapak kaki saya sangat gatal, saya garuk dan timbullah gelembung-gelembung putih pada bagian telapak tersebut.

Dari kecil, saya sudah mengalami yang namanya alergi udang! Mencicipi sedikit atau banyak udang, selalu kulit saya akan berubah bentol-bentol gatal hampir diseluruh tubuh, bibir saya akan membesar (ndower), ditambah rasa panas yang tidak ketulungan. Eh, sesudah besar jadi remaja, ternyata sewaktu di Hong Kong barulah tahu kalau ternyata makan kepiting, makan cumi-cumi, makan kerang pokoknya yang sea-food saya langsung bisa kena alergi gatal-gatal setelah lima menit kemudian! Hadeh, untung bukan ayam dan ikan, juga telur yang buat alergi saya datang…

Ingatan saya masih jelas ketika saya berada di bangku SMP, tepat saat saya mengalami campak air. Saya tidak menyangka jika buah kelengkeng yang saya makan terlalu banyak dan menimbulkan rasa panas diseluruh tubuh membuat campak tersebut tak hanya air yang berwarna kemerahan tapi juga berisikan nanah. Untuk titik-titik campak yang sebutir jagung itu tidak terlalu terasa sakit, namun pada luka saya yang besar di kaki sebelah kiri sungguh luar biasa sakitnya. Pada luka yang lebih besar, komposisi nanahnya pun semakin banyak! Namanya juga anak, diolesin lem kastol sama nenek saya anehnya kenapa saya mau sih? Justru lem kastol tersebut membuat luka saya semakin parah.

Selain dapat obat dari dokter, usaha yang dilakukan oleh orang tua saya adapun dengan jalan alternative lainnya, seperti memandikan saya dengan air yang direbus dicampuri dengan empon-empon (ada kunyit, kencur, jahe, temulawak, dll ), dan memandikan saya di air belerang candi Gedong Songo. Belerang sebetulnya sangat mujarap sebab setelah dimandikan dengan air tersebut luka-luka gatal saya langsung kering dan sembuh. Namun, selang beberapa hari kemudian gatal itu pun ada kembali.

Satu lagi pengalaman penyakit kulit yang menimpa saya yaitu saya pernah mengalami pergantian sisik kulit saya. Waduh, kok kesannya saya menyaingi ular ya ? Bagaimana tidak menyaingi ular, jika kulit saya yang sakit sangat mirip dengan pergantian sisik ular(merungsungi)…

Sekilas, demikianlah proses terjadinya. Dulu, kalau membantu ortu di sawah baik menanam padi atau menyiangi tanaman padi. Suka kepanasan matahari. Terkena sinar matahari yang berlebihan, membuat kulit saya sangat gatal lalu tidak tahan saya pun menggaruknya sampai tergoreslah kulit-kulit saya dengan rata. Anehnya, kulit yang tergores itu mengelupas dan tampak retak-retak namun jika dikupas tidak bisa.

Mengingat sejak kecil saya suka mimisan, apa kira-kira ada hubungannya kalau darah saya kotor, dan darah itu membuat kulit saya menjadi sensitif, akibat darah itu juga apakah ini berpengaruh pada daya imunitas saya? Kalau diduga penyakit saya ini keturunan, kebetulan ayah-ibu dan kakek nenek saya tidak saya lihat mereka semacam saya. Bisa jadi saya anak satu-satunya yang demikian.

Apakah saya mengalami hal yang demikian karena jorok?

Perasaan setiap hari saya sudah mandi dua kali sehari deh.

(Mohon solusinya bagi yang mengetahui kasus gangguan pada kulit saya ini, terimakasih banyak untuk yang berkenan…)

Iklan

3 thoughts on “Mengidap Penyakit Kulit : Darah Kotor, Keturunan, atau Karena Jorok?

      1. Sama-sama Mbak. Mohon maaf baru saya balas, 2 hari terakhir saya sakit jadi harus istirahat total. Terima kasih kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s