Jangan Jadi Masalah. Pisahkan Dirimu dari Masalah

Bismillahirohmanirohim. Minimal tulisan ini menjadi penyemangat diri sendiri.

humor sebuah "Masalah"/ Dok : www.flickr.com
humor sebuah “Masalah”/ Dok : http://www.flickr.com

Kita memang selalu lebih kuat menilai siapa diri kita ini sesuai dengan apa yang kita bayangkan sendiri daripada berdasarkan penilaian manapun, termasuk orang lain. Keyakinan ini membuat saya memaklumi suasana hati saya hari ini, entah pagi ini saya rasakan ada yang ganjil dengan diri saya. Saya terfokus pada perasaan yang tertuju pada sesuatu yang saya anggap masalah.

Mencoba tidak menjadikan masalah sebagai satu hal yang “menakutkan” maka ada tiga poin yang akan saya jabarkan;

1). Masalah ada, hanya sebagai romantika hidup…

Sesuatu dianggap masalah sebab kita merasakan ada kesulitan terhadap apa yang sedang kita hadapi. Bisa kesulitan karena tidak cukup uang, tidak cukup kemampuan, tidak cukup dalam berpikir mencari jalan keluar dari suatu persoalan dan sebagainya.

Masalah ada di depan mata kita sebab inilah wujud dari keterbatasan kita sebagai manusia yang biasa. Yang tak luput dari kekurangan dan alpha. Hikmah dari adanya masalah, kita akan mau bergaul dengan orang lain jika dirasa kita perlu butuh bantuan orang lain. Menjadikan kita lebih tahan banting, lebih dewasa dan berpengalaman dalam menjalani kehidupan. Jadi keberadaan masalah itu hal yang biasa, masalah ada hanya sebagai romantika hidup saja.

2). Yakinilah bahwa Diri Kita Pasti Bisa Menghadapi Masalah…

Tuhan tidak akan memberikan suatu beban (masalah) kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan hamba itu sendiri.

Mari sejenak kita simak bersama beberapa penegasan seorang Ahli  Ahli terhadap potensi manusia yang tidak terbatas;

Dr. Michael R. Anastasio dari Universitas Harvard menegaskan bahwa untuk menghitung jumlah sel dalam otak dibutuhkan waktu lebih dari lima ribu tahun. Akal manusia memiliki 150 sel lebih. Dengan kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.

Mata kita memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman kita memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo waktu singkat. Indra pengecap kita memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung kita sangat mengagumkan, meski tidak pernah kita hitung ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap hari.

Potensi semua itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa untuk kita. Dengan adanya akal, bukan tidak mungkin kita akan mampu mencari solusi dari setiap masalah yang sedang kita hadapi.

3). Jangan Sampai Masalah Menguasai Diri Kita

Seringkali jika saya mengingat masalah besar dalam hidup saya, saya lebih suka murung, tidak bersemangat dan ingin menyerah dalam menghadapi hidup. Namun, setelah saya berpikir ulang ternyata kondisi seperti ini adalah saat-saat masalah malah menguasai diri saya.

Kuasailah masalah, dan jangan sampai masalah menguasai kita. Untuk bisa menjadi demikian kita perlu berhati-hati dalam mengasumsikan diri kita sendiri. Jaga ucapan kata hati kita tentang “Aku” (diir kita sendiri). Karena kata “Aku” meliputi segalanya di setiap tempat, waktu, serta pada setiap materi dan energy.

Ketika kita mengatakan “Aku gagal” berarti kegagalan itu berlaku pada setiap tempat, setiap waktu, setiap pikiran, bahasa, dan potensi(termasuk potensi spiritual). Kata setelah “Aku” dapat menimbulkan masalah untuk kita, sebab dari keyakinan (persepsi) kita sendiri.

Sebaiknya kita mengatakan diri kita dengan kata yang positif, misalnya “Aku percaya diri..”, “Aku kreatif dan mampu menemukan solusi dari masalah apapun”. Dengan demikian, berarti kita memberikan gizi yangbaik terhadap otak kita.

Terakhir dari saya, berikut ini kalimat sebagai penyegaran pikiran kita terhadap masalah :

“Posisi seseorang terletak bukan pada saat tenang dan damai, melainkan saat menghadapi MASALAH dan Kontraversi!”

“Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia”

“Untuk mengatasi masalah tanpa masalah, larilah ke PEGADAIAN …..!!!”→ haaa haaa haaa…(ini obat penghilang masalah dari saya).

Iklan

5 pemikiran pada “Jangan Jadi Masalah. Pisahkan Dirimu dari Masalah

  1. Mungkin intinya masalah itu harus dihadapi ya Mbak, jangan lari darinya, karena lari tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan semakin memperburuknya :hehe,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s