Jadi Orang Multitalenta Itu Gampang!

Sedikit renungkan bayi-bayi yang pernah Anda lihat langsung, baik pada saat itu Anda melihat bayi ketika melewati rumah sakit di ruang bersalin, atau di bawah kolong jembatan atau pun bayi Anda sendiri. Tanyakan dalam hati apa yang dapat bayi lakukan? Jangan jadikan alasan bayi belum bisa apa-apa karena tulangnya masih belum kuat, tetapi jika ditakdirkan tulang bayi langsung kuat ia juga tidak akan langsung bisa berjalan.

Para pengamen dan pedagang asongan yang sering kali naik turun dari bus satu ke bus yang lain, mereka hampir semuanya berani tampil selayaknya penyanyi terkenal dan menjadi sales profesional, dari nada suaranya ada rasa percaya diri, dari ketegasan suaranya menandakan ia tidak gugup dan banyak yang akan mengatakan bahwa mereka bisa karena terbiasa. Para sopir bus sekalipun busnya sudah tua dan bunyi busnya jika sedang berjalan terdengar trontonan, tetap saja sopir itu berbakat untuk nyetir mobil. Menyetir mobil itu tidak harus mempunyai mobil terlebih dahulu/ tidak harus menjadi kaya dulu. Karena belajar menyetir mobil itu bisa dilakukan dengan cara meminjam mobil orang atau menyewa. Secara logika, orang sarjana tinggi belum tentu mereka bisa menyetir mobil, alasannya karena ia belum pernah belajar. Orang sopir yang berijasah SD bisa setir mobil dibanding orang sarjana tinggi kan kereeen ya?

Dari ilustrasi dashboard yang belum ditulis itu, dapat kita ambil pelajaran bahwa, sesuatu apa saja yang dari ”NOL” atau ”ZERO” itu memang nosense, kosong, tak bernilai, jika diumpamakan rasa itu hambar dan jika diumpamakan warna itu tak berwarna.

Dari bayi kita bisa mengatakan, bayi belum bisa apa-apa karena mereka belum pernah belajar sesuatu apa-apa. Otaknya masih gress, hatinya masih suci, indera kelimanya masih terbatas melakukan apa saja. Kalau Anda saat ini merasa bahwa diri Anda kurang bernilai, Anda merasa kurang percaya diri terhadap diri Anda sendiri, Anda menganggap bahwa Anda bukan siapa-siapa, itu karena Anda kurang menghargai pengorbanan Anda pernah belajar sesuatu. Sedari bayi sampai sekarang, sudah tak terhitung berapa kali Anda belajar sesuatu, dan hasilnya hanya bisa dirasakan oleh hati Anda sendiri. Menilai baik tentang siapa diri kita ini sama juga kita menghargai perjuangan hidup kita termasuk kita pernah belajar banyak sesuatu. Yang tanpa kita sadari kita sudah sama-sama belajar menahan malu, menerima kekalahan, menerima kekilafan diri, mencoba bangkit, bertahan dalam keadaan terhimpit dari kekurangan jiwa atau materi, belajar menemukan siapa diri kita sendiri ini, belajar lebih berani dan berhasil lagi, menerima kegagalan dan belajar berwelas asih terhadap orang didekat kita.

Pelajaran dari pengamen, pedagang asongan dan sopir angkot. Nah, baru yang ini ada kaitannya dengan ”Jadi Orang Multitalenta itu Gampang!”Melihat dari hati semangat mereka, kita bisa mencontoh bahwa sesuatu baru itu bisa kita kuasai dengan syarat kita mau mencobanya terlebih dahulu. Seperti sisipan isi buku Om Pepih Nugraha yang berjudul ” Kompasiana Etalase Warga Biasa”, dibuku ini Om Pepih mempunyai semangat mendirikan Kompasiana dengan pedoman Learning by doing, belajar dari melakukan(sendiri dan langsung/ bereksperimen demiexperience).

Seperti yang kita tahu, talenta merupakan bakat yang tersimpan dari dalam diri kita, yang ada jika kita sudah mau menggalinya dan mengasahnya secara continue. Sampai bakat itu benar-benar menjadi talenta. Kebanyakan orang dari kita menilai dan menganggap kalau talenta itu satu bidang yang mahir kita geluti. Yang paling mencolok misalnya guru, bertalenta mengajar, dokter bertalenta memeriksa pasien, dan pak gubenur bertalenta dengan memimpin wilayah kekuasaannya, dan bagaimana dengan tukang sapu di pinggir jalan? Bagaimana juga dengan orang-orang pengangguran? Apakah mereka sama sekali tidak punya talenta?

Sekali lagi, resapi kata ”Learning by doing” yang artinya kurang lebih belajar dengan melakukannya, dari sini kita akan merasakan sendiri apa yang ingin kita pelajari dengan mengorbankan diri kita melakukan apa saja yang perlu dilakukan. Tak beda dengan meraih sesuatu, dan memperjuangkannya, suka-duka dan jatuh bangun akan kita dapatkan, akan tetapi dengan melakukan apa yang menjadi rintangan nantinya akan jelas terlihat dari pada kita menginginkan sesuatu tetapi hanya bermimpi saja. Malah jika kita hanya berangan-angan/bermimpi saja yang ada kita akan takut dengan bayangan hal-hal yang negatif dari pikiran kita sendiri.

Jika kita berhasil melakukan/belajar satu hal bukan tidak mungkin kita akan bisa mempelajari hal yang lain. Satu talenta berhasil kita punya dan dapatkan tidak kemungkinan kita bisa juga menciptakan talenta yang lain, asal mau menggali dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat kita. Semakin banyak belajar, semakin kita mempunyai desire/rasa suka/minat terhadap sesuatu yang tak terbatas.

Ciuman Basah di Bibir Lebih Diminati, Kenapa?

Bibir merupakan bagian organ tubuh kita yang paling atas tingkat kesensitifannya. Daerah ini lebih mudah terstimulasi  oleh sentuhan. Secara alami, sebagai wujud kasih sayang atau cinta, banyak orang dari kita akan mewujudkannya dengan sebuah ciuman. Demi keharmonisan pacaran kalau sudah cinta, saat berdekatan tak jarang berpelukan dan saling pandang. Habis memandangi hidungnya (baik mancung atau pesek), maka bibir akan menjadi objek pandangan selanjutnya. Melakukan ciuman bibir atau tidak itu bagi saya sebuah “hak”, siapa saja yang merasa sudah dewasa pasti bisa memaknainya sesuai dengan jalan pikiran serta keyakinannya sendiri.

Tentang ciuman basah. Orang asing biasa menyebutnya dengan istilah “French Kiss”, dimana ciuman ini dilakukan bukan hanya memainkan kedua bibir saja tetapi lidah diantara keduanya juga bertemu. Ciuman dengan style ini lebih banyak dilakukan sebab banyak pasangan yang menyukainya, bahkan melakukannya dalam waktu yang lama.

Jangan ditanya ya, kalau kalian sudah berpengalaman melakukan satu hal ini dengan pasangan kalian, pasti kalian akan  menjadi kecanduan untuk bisa  melakukannya lagi dan lagi! Saya kira, sebenarnya ciuman bibir dengan waktu yang lama (French kiss) inilah penyebab kenapa banyak terjadi kasus kehamilan di luar nikah pada teman-teman seumuran kita.

Pada intinya saya akan mengingatkan dua hal saja….

Yang pertama, faktor yang mempengaruhi adanya keiinginan untuk berciuman basah.

Dalam hal ini akan ada banyak macam faktor pendorongnya, beberapa diantaranya karena mindset (keyakinan: melakukan atau tidak melakukan), lingkungan pergaulan teman yang berpengaruh, kebutuhan biologis seiring perkembangan fisiologis, adanya sikap remaja yang suka coba-coba atas rasa penasarannya terhadap hal-hal yang baru!

Jika sudah pernah melakukan, perlu diketahui sewaktu ciuman ada beberapa hormone yang membuat seseorang yang berciuman merasakan sensasi yang “beda” diantaranya sebagai berikut;

Saat berciuman basah akan timbulah beberapa hormone, diantaranya Hormon Oxytocin, yang berasal dari hypothalamus otak akan menimbulkan rasa enjoy, Hormon Endorfin yang berperan sebagai penghasil rasa nyaman (bersifat analgesik : pereda rasa sakit, penurun stress), Hormon Adrenalin, yang berperan sebagai pemicu denyut jantung untuk lebih cepat sehingga membuat kalian merasa kuat/bertenaga saat berciuman. Dan hormone Estrogen dan testosterone sebagai pendorong kalian ingin melakukan ciuman basah (libido).

Yang kedua, ketahuilah bahwa jika tidak berhati-hati, ciuman itu bisa jadi jalan tertularnya penyakit. Ada beberapa penyakit yang menular lewat air liur. Disela-sela rongga mulut, gusi dan lidah itu terdapat banyak sekali bakteri. Mulut yang bau tanda bahwa mulut tersebut terdapat banyak bakteri.

Beberapa penyakit yang mungkin bisa ditularkan  lewat air liur itu ialah diantaranya sebagi berikut, penyakit flu yang disebabkan karena virus. Apabila daya tahan tubuh ngedrop maka kondisi tubuh kita akan mudah tertular penyakit ini. Tertular penyakit Glandular Fever, penyakit ini disebabkan oleh virus Mononucleosis dengan gejala sakit pada tenggorokan, kepala terasa sakit, demam, cepat lelah dan turunnya nafsu amakn. Ada juga penyakit Herpes (radang kulit) yang bisa ditularkan melalui air liur. Peyakit ini akan ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung berisi air pada kulit penderita. Herpes biasanya menyerang mulut (disebut Herpes Simplex)dan bagian pinggang bagian atas disebabkan karena virus. Beresiko terkena penyakit Hepatitis B, penyakit kutil ( adanya penebalan kulit yang berlebihan karena virus HPV.

Lalu yang mengerikan satu penyakit ini nih, namanya Meningakokus. Suatu penyakit radang selaput otak dan sum-sum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri. Setelah membaca habis tulisan ini, lalu pertanyaan saya pada kalian;

Sumber referensi :

http://www.seksualitas.net/penyakit-menular-ciuman-bibir.htm

http://www.seksualitas.net/hormon-seks-pemicu-orgasme.htm#_

https://www.facebook.com/permalink.php?id=130199800402977&story_fbid=737916706297947

7 Hal yang Membuat Anda Tidak Bisa Berhenti Menulis

Bagi saya pribadi, menulis itu bukan pekerjaan yang gampang. Sebelum menulis yang mesti kita punya yaitu selain ide, tentunya kita juga harus punya susunan kata untuk mengembangkan ide tersebut, supaya bisa jadi sebuah artikel atau tulisan. Agar ide kita menjadi lebih baik, mungkin dibutuhkan sumber lain, dan itu juga butuh pengurasan waktu dan energi.

Boleh dikatakan tulisan ini sekedar curhat dari saya yang saat ini merasa demikian (tidak bisa berhenti menulis ),

Siapa pun anda, menulislah karena hal-hal berikut ini :

Pertama, hadirkan hasrat untuk menulis timbul benar-benar dari hati sanubarianda. Jadi nanti apa yang anda tulis, selalu akan mengalir saja. Anda nanti tidak akan merasakan takut kehabisan idea atau apa. Sebab menulis itu latihan untuk berpikir kreatif dan justru akan membuat otak lebih aktif!

Kedua, yakinilah bahwa tulisan itu sebuah karya, dan untuk mempunyai karya berupa tulisan yang perlu anda lakukan yaitu “Menulis”. Dibenak pikiran anda cobalah selalu pikirkan akan passion penulis-penulis yang hebat, yang mana mereka sudah punya banyak karya dengan jumlah yang banyak dan apalagi tulisan mereka itu selain menarik juga telah banyak membawa manfaat untuk pembaca.

Ketiga, dengan menjaga konsistensi menulis anda, tulisan anda yang berkarakterakan tergali. Saya punya anggapan, tiap-tipa tulisan dari hasil orang yang berbeda pasti punya karakter yang berbeda. Tak ubahnya seorang penyanyi yang akan punya ciri khas yang beda dengan penyanyi yang lainnya. Tak ubahnya dengan bakso yang dijual pinggir jalan akan beda rasanya dengan bakso yang ada di restoran. Dengan tulisan anda yang terus lahir dan berlanjut (konsisten), cepat atau lambat anda akan tahu sendiri bagaimana karakteristik tulisan anda!

Keempat, menulis jadikan sebagai  satu cara yang anda tekankan untuk proyeksi tentang siapa anda (tulisan sebagai proyeksi diri siapa anda). Bisa jadi anda akan menuliskan kegalauan saat anda sedang galau, atau sebaliknya saat anda galau yang anda tulis adalah sebuah semangat. Adakalanya nanti anda akan menuliskan sebuah pendapat dari apa yang lahir dibenak pikiran anda, menuliskan pengalaman yang pernah terjadi pada hidup anda, dan sudah pasti orang lain akan lebih mudah mengenal atau mengetahui siapa anda melalui tulisan-tulisan anda. Tulisan anda akan bermanfaat untuk dikenali oleh anak-cucu anda(berarti juga tulisan itu akan abadi, tidak termakan oleh waktu).

Kelima, anda tak perlu terusik dengan kalimat sebagai berikut; “Menulis untuk uang” dan “Uang untuk menulis”. Jika anda terusik dengan kalimat tersebut. Mungkin anda  punya rasa sesal untuk menulis, kalau-kalau tulisan anda belum bisa mendatangkan uang (seperti saya). Menulis untuk uang, ya! Seperti saya selama ini misalnya, saya malah belum mampu berbuat demikian, terkadang adakalanya hati saya meledek kenapa saya menulis terus tanpa menghasilkan uang kok mau-maunya? Dan jika diartikan tentang “Uang untuk menulis”, wah yang ini justru yang terjadi pada saya. Bahkan bukan hanya uang yang harus saya keluarkan untuk membeli paket internet setiap harinya, tapi juga untuk menulis saya perlu mengeluarkan energy dan waktu saya. Barangkali “gereget” untuk menulis itu terlalu, saya seringkali kurang tidur hanya berlama-lama mengetik di depan computer. Entah kenapa, saya bisa punya rasa menghargai dengan apa yang sudah saya tulis sehingga saya merasa percaya diri dengan apa yang saya tuliskan (walaupun sering menuliskan sesuatu yang sederhana adanya).

Keenam, dalam menulis usah takut dikritik, usah punya perasaan tersaingi atau disaingi oleh penulis lain, usah merasa rugi jika tulisan kita tak ada yang banyak mau membaca. Sebab yang terpenting yaitu APA TUJUAN MENULIS ANDA, sampaikanlah apa yang menjadi tujuan menulis anda dengan susunan bahasa dan tulisan sebaik-baiknya. Pernah mendengar kalimat demikian? “Menulislah dari hati maka pembaca pun akan menerimanya dari hati (tujuan menulis anda akan sampai di hati pembaca/terkesan)”.

Ketujuh, anda perlu merasakan sendiri. Dampak besar tulisan bagi anda, bagi hidup anda dan bagi kedamaian hati dan pikiran anda, temukan keajaiban dari tulisan anda sendiri dari adanya feel untuk menulis. Bagi saya, menulis merupakan cara efektif saya untuk mengendalikan emosi saya yang tidak terkendali, menulis sebagai obat pengerem jiwa yang gundah, tempat saya untuk meng-explorarisasi pengalaman pahit, asam, manis dan berharga dalam hidup saya. Bagi saya, menulis adalah sesuatu hal yang jika dilakukan akan membawa banyak manfaat, apabila menulisnya dengan hati. Keyakinan saya, menuliskan sebuah penderitaan maka penderitaan akan berkurang. Jika saya menuliskan kebahagiaan, maka kebahagiaan saya akan bertambah!

Semoga Bermanfaat!

Bermodal Keyakinan, Saya Mimpi Jadi Penulis Buku

Pengalaman saya menjadi tkw di luar negeri selama tiga tahun di Singapur dan Hong Kong, membuat saya jadi nyadar kalau me-manage waktu itu ternyata penting sekali. Tugas sehari-hari yang harus saya kerjakan dan saya selesaikan dulu wajib usai tepat waktu, membuat saya terbiasa ingin menyelesaikan pekerjaan dengan sesegera mungkin dan tak ingin menunda-nunda.

Melihat langsung bagaimana kebiasaan orang luar negeri di sana yang kebanyakan suka disiplin dan always on time melakukan pekerjaannya, membuat saya terinspirasi dan dapat membuat kesimpulan bahwa kedisiplinan itu kunci kesuksesan. Kita melihat kan bukti nyata dari negera Singapur dan Hong Kong, masyarakatnya lebih makmur daripada negara kita?

Satu poin itu ternyata menjadi cerminan buat saya agar mau belajar berdisiplin memanfaatkan waktu. Dan untuk menginspirasi orang lain, saya sengaja memanfaatkan suatu blog sosial bernama Kompasiana sebagai jalan menyuarakan apa yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dalam tulisan-tulisan saya di blog tersebut terdapat beberapa alasan kenapa negara maju bisa sejahtera, apa kunci dan rahasianya terjawab dalam tulisan saya itu.

Dengan daerah asalnya dari Kota Semarang Jawa Tengah, kini saya sudah kembali di Indonesia dan sedang berada di Jakarta. Bekerja di sebuah studio photo dan masih dalam proses belajar. Di studio itu saya 95 % hampir berada di depan Komputer. Nah, kalau lagi pas nggak ada kerjaan nih saya suka online dan ketak-ketik tulisan di keyboard.

Rasanya sepulang dari Hong Kong sekitar bulan Oktober tahun lalu, saya sedikit sedih. Di Indonesia sangat berbeda dengan kehidupan di Hong Kong yang kaya akan buku-buku bacaan. Kalau di Hong Kong dan Singapur hampir di setiap distric-nya  selalu ada perpustakaan umum, sehingga sangat mudah sekali bagi orang yang ingin membaca buku-buku yang beragam. Saya biasanya berkunjung di perpustakaan Hong Kong  tiap hari libur. Dan jika ada buku yang sangat menarik bagi saya, tak jarang saya pun meminjamnya untuk dibawa pulang  kemudian saya baca di tempat kerja kalau pas ada waktu istirahat.

Semakin banyak membaca, semakin banyak pula inspirasi saya untuk menulis. Entah kenapa satu tahun belakangan ini saya suka menulis dan menulis. Berada di tempat dan lingkungan kerja baru saya juga punya kebiasaan baru. Dan kebiasaan yang masih sama yaitu hanya menulis. Buka studio kira-kira jam sembilan pagi dan tutup jam setengah sebelas malam. Sebenarnya sangat melelahkan. Dengan gaji yang pas-pasan, saya tetap menjalaninya demi sebuah mimpi saya untuk membikin buku hasil karya saya sendiri.

Saya mengira, membukukan apa yang sudah saya tuliskan sepertinya suatu tantangan yang super banget. Banyak ketidak mungkinannya dari pada mungkin bisa terjadi! Itu anggapan saya. Sejauh ini, sebenarnya ada beberapa orang yuang sudah menunggu karya buku saya. Dan ada beberapa nama penulis besar seperti Bunda Pipiet Senja dan Om Pepih Nugraha yang siap membantu membukukan tulisan-tulisan saya. Bukan saya ingin menjadikan buku secara instan, tapi bagi saya pribadi lahirnya sebuah buku bukan hanya untuk memamerkan sebuah nama pribadi tapi yang utama yaitu maksud dan tujuan saya menulis.

Saya ingin isi dari buku saya adalah berisi tujuan saya sendiri kenapa saya mau menulis. Minimal membawa efek positif dan bermanfaat. Bukan asal cetak dan asal jadi. Sebab menulis itu juga butuh menguras energy dan waktu, bahkan pemikiran.

Disetiap sela-sela waktu saya yang ada, saya berusaha untuk bisa menulis terus. Tanpa merasa khawatir akan berhasil atau tidaknya impian saya membukukan tulisan sendiri saya. Yang terpenting saat ini yaitu saya hanya akan terus menulis. Bahkan saya suka menandai waktu yang saya punya untuk bisa meluangkan waktu untuk menulis dalam kesehariannya. Biasa saya suka pasang alarm bangun tengah malam dan menulis. Atau kalau saya rasa masih betah begadang dan menulis, saya pun akan menulis. Dalam waktu satu tahun, tulisan saya sudah terkumpul sebanyak 200 lebih. Tanpa saya sadari ini lumayan gila! Untuk lengkapnya silahkan klik : http://www.kompasiana.com/senengutami

Bagi saya, simple saja selain berusaha menunaikan salat 5 waktu, bekerja dan menulis. Cepat atau lambat pedoman saya hanya satu. Tulisan suatu saat akan menemukan nasibnya sendiri.

Waktu saya lebih banyak untuk menulis, dengan harapan : untuk menginspirasi orang, berbagi pengalaman, dan berpendapat.

Nama : Seneng Utami

Email : senengutami@gmail.com

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway : https://pwgara.wordpress.com/2015/04/23/give-away-untuk-apa-kau-menandai-waktu/

img_20150422_211733

Pengalaman Sewaktu suka Tidur 2-3 jam Saja Perhari

Dalam kesehariannya selain hari Minggu, saya biasa mulai bekerja pada pukul 06:30 pagi dan selesai bekerja pukul 22:00 malam.Saya biasa akan mulai mencari ide dan menulis apabila anak-anak asuh saya sudah tidur lelap sekitar satu sampai satu setengah jam kemudian. Sebetulnya di kala begadang, saya tidak hanya menulis tetapi terkadang hanya sekedar membaca.Baik dari buku atau media online .

Bagaimana ya, sepertinya konyol jika sehari hanya tidur selama dua atau tiga jam saja.Akan tetapi karena saya mempunyai sikap senang dengan apa yang saya lakukan, maka saya tidak pernah mengeluh jika mata saya terkadang mengantuk,menguap beberapa kali, ada warna hitam di lingkar mata saya, rasa nyeri pada otot, badan terasa lelah dan tak berdaya, juga kecepatan berpikir saya menjadi berkurang.

Suasana yang sangat saya nikmati adalah malam hari. Selain tenang, pada malam hari tepat untuk memanjatkan apa yang jadi harapan dihati dan berdo’a.Mengingat hidup di zaman sekarang itu susah bagi kalangan hidup seperti saya yang bekerja bermodalkan tenaga.Semalam ketika membuka artikel yang saya cari dari Google tentang ”Begadang dan Dampak Negatifnya” saya terkejut sekali melihat dampak dari kurang tidur ada yang mengatakan bisa terserang Penyakit Gagal  Jantung, Diabetes, Hipertensi, Maag, Stroke dan bahkan meningkatkan resiko kematian.

Setelah mengetahui berita ini, saya tidak tau apakah mulai nanti malam saya akan tidur lebih awal dan akan mengubah kebiasaan buruk saya untuk mau hidup dengan pola yang sehat. Atau masih tetap mempertahankan kebandelan saya begadang tiap malam. Bagaimana pun juga selama ini saya merasa keadaan tubuh saya sehat.Syukur, Alhamdulillah. Mungkin saya punya cara sendiri untuk beradaptasi dengan waktu ketika kantuk mendatangi saya dengan cara yang saya sendiri tidak menyadarinya. Diantaranya adalah sebagai berikut;

1). Saya suka banyak minum air putih

2). Saya menghindari berpikir keras apapun itu masalahnya

3). Sekalipun terkadang kurang nafsu makan tetapi saya rajin makan buah dan sayur

4). Merefleksikan tubuh setiap kali rasa lelah mengganggu

5). Mendengarkan musik dua atau tiga kali

6). Menjejal mata dengan kata-kata positif atau motivasi

7). Menyanyi saat suasana memungkinkan

8). Mengerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati

9). Menyelangi waktu, dua hari begadang satu hari tidur agak awal

10). Sadar bahwa didalam diri belum bisa memberikan arti apa-apa baik kepada diri sendiri atau orang lain

Nah, barangkali yang ke-10 itu yang paling mendasarinya. Sampai terkadang saya lupa akan linu di sendi dan pusing di bagian kepala .

Jalan-jalan ke Noah’s Ark Hong Kong

14067976291617264071Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah perjalanan wisata yang diadakan oleh suatu lembaga dari komunitas warga Hongkong yang tujuan lembaga itu didirikan untuk membantu memberikan keterampilan kepada  para TKW yang bekerja di Hongkong.Kurang lebihnya hampir seperti sebuah kursus.Dengan pengajar asli warga Negara Hongkong,mereka bersedia mengajar dengan suka-rela .Pelajaran yang diajarkan ada dua yaitu bahasa Inggris dan Komputer.Banyak para TKW yang berminat mengiukutinya ,termasuk saya .Selain gratis ,pengajarnya juga ramah dan baik .Ada kebersamaan menyelimuti hati antara pengajar dan pembelajar .14067980981955978948

Sebenarnya ,saya termasuk orang yang susah diajak jalan-jalan,karena saya tahu di Hongkong hampir semuanya mahal.Saya paling suka kalau liburan berdiam di Perpustakaan jika tidak online ya paling sekedar membaca buku ringan .Tetapi ,karena ditawari jalan-jalan dengan seharga $30 dollar saja di Noah’s Ark ,saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini.Sebelumnya saya tahu sedikit tentang Noah’s Ark dari sebuah brosur.Dari gambarnya ,yang mengesankan adalah sebuah kapal dengan ukuran sangat besar.Kalau Indonesianya ,kapal itu disebut sebagai kapalnya Nabi Nuh .14067981901818789652

Setengah tidak percaya saya,mendengar harga yang ditawarkan kok cuma $30 dollar !Itu sudah termasuk transportasi,tiket masuk,makan siang ,dan souvenir.Aduh !Seneng banget deh pokoknya ya kalau dapet yang gitu-gitu …(hehe).Setelah saya dan rombongan berkumpul dan menikmati apa yang ada di sana,saya menjadi percaya kalau benar $30 dollar bisa dapat semuanya .

Di suatu hari Minggu itu ,pukul 09:00 saya dan teman-teman sudah bersiap diri berkumpul di tempat.Tepatnya di Shai Wan Ho ,tempat di mana saya dan teman-teman belajar.Sembari menunggu semua datang ,seperti biasa kita berpoto-poto .Kurang lebih ada 40 orang ,30 murid dan 10 pengajar ,sebuah bus membawa kami ke Noah’s Ark,Tsuen Wan.Di sepanjang perjalanan kami asyik bermain kuis.Dan tanpa terasa hamper satu jam kami sampai di lokasi.

Dari 30 murid terbagi menjadi 3 kelompok.Yang diketuai oleh pengajarnya.Pertama kita mengelilingi tempat-tempat indah yang ada di sana bagian luarnya.Yang mana ,didekat tempat kapal besar itu ada sebuah pemandangan pantai dan berdiri kokoh jembatan Hongkong terbesar.Menjadikan tempat ini sangat menarik.Bagi pecinta alam ,tepat sekali jika mau bermain di sini karena di sini ada tempat untuk dijelajahi ,terdapat berbagai flora lengkap dari berbagai Negara.Di sini ada tempat menarik yang cocok untuk pengambilan poto pengantin,tempat yang didesain khusus bernuansa romantic.

14067978321861235342Sedangkan didalam sebuah kapal besar itu terdapat tempat-tempat yang memaparkan  ilmu pengetahuan yang bernmanfaat sekali seperti adanya fosil lampau masa lalu,pengenalan hewan insecta,ada permainan anak,music,restoran,souvenir unik dan sebagainya.

14067983441908658595Warna-warni bangunannya menarik …140679844012599417861406798492485307830Sekali berkunjung di sana,menurut saya yang paling mengesankan adalah tempatnya yang unik.Berdekatan dengan pantai menberikan kesan damai .Bangunan-bangunan yang kreatif menggambarkan betapa pemuda Hongkong memang unggul dalam berkreasi.Oh ya ,waktu di dalam ruanangan kapal itu,saya sempat mengikuti ”Bible History”ya saya katakan begitu karena ada pemandu wisata yang menceritakan awal mula sejarah Nabi Nuh.Ceritanya cukup mengesankan,di tambah lagi adanya bukti-bukti peninggalan masa lalu seperti buku-buku dengan tulisan orang terdahulu .Artefak dan diperkuat dengan movie yang berdurasi sekitar 15 menit dengan media 4D.

Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul lima sore,sudah saatnya kita pulang menuju Shai Wan Ho.

*fot02 dari docpri.

Sepucuk Surat dari Ayah dan Ibu

Anakku

Suatu ketika tiba waktunya aku menua,kumohon engkau mau memahamiku.Seperti saat aku menumpahkan segelas teh hangat yang kau berikan padaku di meja.Kekuatan tanganku pelan-pelan melemah,nak!Jangan kau bentak-bentak aku jika aku suka melakukan apa-apa yang aku suka,tanpa mempedulikan ini salah atau benar menurutmu,karena aku mudah lupa.Ulangilah perkataanmu jika aku tak mendengar apa yang kau katakan atau mungkin kau bisa menuliskannya di kertas.Maklum orang tua pendengarannya sudah dungu.

Penglihatanku juga sudah tak jelas ,maafkanlah aku tak bisa mengenalimu satu-persatu.Tapi aku masih ingat kok waktu kecilmu ,kau memamerkan gambar dari tulisan tanganmu,kau memamerkan mainan dan memamerkan pakaian-pakaian barumu.Maafkanlah jika bauku seperti bau orang tua,aku yang malas mandi .Orang tua sangatlah sensitive tehadap air dingin,kuminta kau mau sabar mengelap badanku yang tinggal tulang dan kulit ini.

Setiap aku berjalan,kuminta kau mau menatihku nak,seperti dulu aku mengajarimu berjalan.Sabar ya nak jika langkahku ini sangat pelan,sekali lagi sabaarlah…Suapilah aku dengan bubur atau makanan yang lembut sebab aku tak ber-gigi lagi seperti waktu dulu aku menyuapimu dengan semangkuk kecil bubur buatanku sendiri,yang hanya bercampurkan nasi dan garam diatas tungku kayu api…

Sempatkanlah barangkali sejenak,untuk bercengkrama denganku .Aku selalu dalam keadaan sendiri dalam sepanjang waktuku.Kau lebih sering sibuk bekerja.Sekalipun aku tak menarik buatmu.Biarpun aku sudah tak punya cerita untukmu .Janganlah kau merasa bosan denganku yang memintamu mengulangi kata-katamu berkali-kali,sebab aku sulit memahami apa pintamu kepadaku.Ingatlah dulu waktu kamu memintaku untuk memainkan layang layang,kau memintanya berkali-kali sampai aku benar-benar mau memainkanya untukmu…

Aku harap kau mau mendengarkanku,nak!

Ketika tiba saatnya aku terbaring sakit,kuharap kau mau merawatku .Mungkin beberapa saat sebelum aku menghabiskan waktu hidupku.Aku yang akan mengompol dan mengobrak-abrik  membuat berantakan saja.Aku harap kau akan memegang tanganku untuk menguatkanku menghadapi kematian.Dan jangan khawatir ketika aku menghadap Sang Pencipta,aku akan mengatakan pada-Nya bahwa kamu mencintai Ayah dan Ibu.

Sayangi dan Lindungi Perempuan

Perempuan/ Dokpri
Perempuan/ Dokpri

Kesan menjadi wanita akan lebih feminim atau keibuan apabila ia sudah melewati jembatan perkawinan. Dimana aura kewanitaannya akan mulai terpancar dengan segala kemungkinannya dapat mengandung dan mempunyai buah hati. Hanya wanita yang bisa membuahi janin bayi, hanya wanita yang bisa mengeluarkan ASI untuk disusukan bayi. Wanita-wanita seperti pada gambar di atas terlihat masih seger-seger. Mereka masih ranum  menjadi seorang ibu.

Sampai saat ini, berdasarkan pengamatan pribadi saya sendiri, apa yang pernah saya dengar dari beberapa curhatan teman yang sudah menikah dengan suka-dukanya, yang masih membayangi hati dan pikiran otak saya justru tepat pada beberapa diantara mereka yang mengalami kegagalan berumah tangga baik di usia pernikahan yang masih muda atau yang sudah sekian tahun menjalin hubungan pernikahan.

Menurut saya, kesejahteraan perempuan setelah menikah itu terletak pada keharmonisan seorang suami. Dalam berumah tangga, standar adat dan budaya di negeri kita mempercayai bahwa sebagai istri mesti patuh kepada suami. Tentunya pada hal-hal yang dibenarkan. Tapi, (maaf) bagi istri-istri yang malah tak mau patuh pada suami bisa jadi seperti filmnya “Suami-suami Takut Istri”.

Diantara isi dari buku nikah di negara kita yang berlaku, sebagai seorang istri tidak diwajibakan untuk mencari nafkah sebab kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami (kalau suami mampu bekerja). Kebanyakan, pada kenyataan umumnya,  berumah tangga itu ternyata tanggung jawab untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya malah semakin bertambah dan terus bertambah seiring dengan perkembangan usia anaknya.

Bagi yang sudah punya pekerjaan dan pendapatan yang mapan mungkin tak menjadi masalah. Namun, biasanya pasangan yang sudah berumah tangga yang kurang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik akan cenderung suka melakukan percek-cokan dan kesalahpahaman dalam berumah tangga!

Melihat realita sosial hubungan rumah tangga yang dilanda  konflik dengan permasalahan yang berbeda-beda, menurut saya peran seorang suami sangat berpengaruh besar sekali terhadap kedamaian rumah tangga. Sebenarnya permasalahan ekonomi bisa diatasi dengan sebaik-baiknya tanpa perlu adanya sebuah pertengkaran dalam rumah tangga apabila antara seorang suami dan istrinya bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik di sini tentunya tercipta dibarengi dengan perasaan saling menghormati diantara keduanya. Menyelesaikan persoalan dengan jalan musyawarah, menutupi kekurangan pasangan dengan kelebihan masing-masing dan saling pengertian.

Tidak ada yang enak jika jalinan rumah tangga sering berada pada jauhnya keharmonisan. Bagi yang sudah tidak betah dengan sikon yang ada mungkin jalan satu-satunya yang dipilih yaitu bercerai. Dan bagi seorang istri yang mau bertahan walau dipersulit oleh suami, mungkin bertahannya demi status anak-anak  agar nasib mereka masih diakui punya seorang ayah yang sah, dsb. Sungguh sangat memprihatinkan.

Diantara para wanita yang sudah punya anak dan bercerai dengan suaminya. Saya kadang berpikir, kenapa ya sebelum menikah mereka sepertinya baikan. Dan kalau pas saya kebetulan mendengar tetangga saya ngambek-ngambekan dengan masalah rumah tangganya hingga mungkin salah satu diantaranya ada yang menjelek-jelekkan atau mungkin hingga sampai ringan tangan, kenapa juga baru sekarang? Kalau mungkin ada yang mengaku sangat benci sama pasangannya, kenapa kebencian itu hadir setelah mereka sudah punya anak.

Tak satu atau dua wanita yang sudah menjadi  seorang  istri mengeluhkan telah menyesal memilih suaminya sendiri dengan bilang begini : “Dulunya mah suami saya nggak gitu orangnya (dulu sangat baik)…”

Imej sebagai wanita yang dilekatkan dengan kewajiban untuk mematuhi kebijakan suaminya, hendaknya suami jangan buat satu hal ini sebagai permainan. Ya, sekiranya benar istri harus menurut sama suami. Tapi, suami tak boleh seenaknya sendiri main serong kanan-kiri, main judi, mabuk dan merendahkan harkat martabat istri.

Jujur, saya sangat benci sekali jika melihat seorang suami yang melecehkan istrinya sendiri. Hal ini dapat terlihat jelas bagaimana cara dan gaya bicaranya terhadap istrinya sendiri. Saya sangat benci melihat seorang suami yang tega main ringan tangan menganiaya istrinya sendiri.

Apalagi, kodrat seorang wanita yang lebih sensitif dengan perasaanya, biasanya wanita akan mudah menangis dan bersabar saja dalam menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan bagi mereka yang mendapatkan  perlakuan kurang baik oleh suaminya .

Keluarga yang tidak bahagia, kita sudah biasa menyebutnya dengan istilah broken home, dan anak-anak korban broken home lebih mudah mengalami gangguan jiwa daripada yang bukan broken home. Hati anak selalu mengatakan bahwa kerukunan antara ayah dan ibunya adalah bagian dari kebahagiaannya. Kedamaian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya adalah semangatnya dalam menimba ilmu dan berpengaruh besar pada prestasi di sekolahnya.

How to make my DREAM became True ??

Pertanyaan : “Bagaimana Cara Agar Aku Bisa Keluar dari Zona Kemiskinan dan Keterbelakangan?”

Jawaban : “Bersedih dan Menangis, perlukah…?”

Bagiku, hanya semangat dari jiwa saja yang membuatku ingin bertahan dalam menghadapi kenyataan hidupku yang sebenarnya. Seandainya semangat itu tiada, bisa jadi pikiran ini akan mengeluh dan menyesali hidup yang masih terus berlalu. Tanpa pernah aku tahu sampai kapan akan berakhir…

Sedikit banyak Rejeki yang dikaruniakan Tuhan kepadaku barangkali sudah ada takarannya dan itu pasti sesuai dengan usaha dan kemampuan yang aku miliki. Aku terkadang merasa beruntung diberikan sepasang mata yang normal dan sempurna, tapi ketika aku memposisikan diriku di antara orang lain. Sampai saat ini aku merasakan ketidak puasan akan apa yang telah aku capai hadir menggelayuti  jiwaku. Terlihat sangat jelas, banyak orang lain yang lebih dari aku. Dan aku masih  bukan siapa-siapa diantara mereka.

Tidak sekali dua kali, setiap aku ingat kerasnya jalan hidup ortuku aku ingin bisa mikul duwur mendem jero nama ortuku sendiri. Setiap kali tak sengaja aku melihat orang yang kurang beruntung daripada aku, rasanya aku ingin juga membantu meringankan beban hidupnya. Tapi, bagaimana caranya? Memimpikan dua hal itu bisa terjadi, rasanya seperti aku bermimpi ketinggian dan tak mungkin aku bisa mewujudkannya!

Jatuh bangun menjalani perjalanan hidup itu hampir semua orang mengalaminya. Bahkan, aku lebih sering mendengarkan kisah-kisah orang yang hebat mengarungi kenyataan hidupnya yang sangat pahit dengan suka-cita. Tentunya itu bisa mereka taklukkan tak lepas dari semangat hidupnya yang membara…

Entah kenapa kali ini aku ingin jujur pada diriku sendiri  bahwa sebenarnya aku miskin tak punya apa-apa. Aku bukanlah anak muda yang seperti pada umumnya. Yang aktif Twitteran, instagraman, path-an, aku sering menyadari akan ke-kuperanku sendiri. Aku nggak banyak tahu dunia sinetron, dan nggak suka lihat sinetron. Penampilanku juga jauh dari pemain sinetron di negeri ini. Setelah sekian lama aku belajar mencari nafkah dari hasil keringatku sendiri,aku merasa bahwa aku sudah layak hidup mandiri tanpa menggantungkan pemberian uang ortu lagi. Sekarang aku mengusahakan mendapatkan uang demi sesuap nasi  dengan keringat sendiri dalam keseehariannya. Kalau aku ingatlagi, uang dari hasil kerjaku yang nggak ngumpul-ngumpul dan berjumlah tak seberapa, aku sempat berpikir kalau aku termasuk anak yang miskin. Sesuai dengan adat. Terdengar kurang nyaman memang, dan  menurut adat orang jawa bilang, hal ini saru kalau seandainya sampai orang lain tahu jika aku berani mengeluhkan kemiskinanku  sendiri.

Menganggap diri sendiri miskin dan serba kekurangan, lebih jelasnya aku ini kurang bisa mensyukuri nikmat yang ada. Tapi, yang terpenting bagiku saat ini bagaimana aku bisa mengoptimalkan segala kekuranganku ini untuk meraih yang namanya sebuah KESUKSESAN?

23 tahun, aku! Aku bukanlah anak yang termasuk baik dari segi mental. Kekuranganku yang sangat dominan yaitu aku suka minderan, merendahkan diri sendiri , mudah galau dan belum bisa melusruskan iman yang ada didalam hatiku sebaik-baiknya. Sebagai penganut Islam, aku masih suka solat subuh telat. Aku masih kesulitan menjilbabi hatiku. Aku menilai diriku belum dewasa seutuhnya. Bagaimana pun juga, orang lain akan menganggap bahwa aku sudah cukup umur, berakal dan bukan anak-anak lagi!

Menurutku, saat ini aku sudah punya logika pikiran yang realistis. Menjadi remaja, lambat laun aku mulai mengenal dan tahu dunia orang berumah tangga, mulai bisa membedakan apa yang disukai oleh bapak-bapak masa kini dan ibu-ibu masa kini. Aku juga menganggap diriku lebih senior dibandingkan dengan anak SD dan SMP.

Dalam keadaan terhimpit seberat  apapun, aku berpikir tak mungkin bunuh diri atau berbuat konyol sesuka hatiku. Sebab aku menyadari, menjadi terkenal, menjadi kaya atau menjadi sukses dalam mengejar dunia jika tanpa adanya esensi kebenaran, bagiku itu tak perlu. Aku bukanlah anak suci, tapi aku yakin kebenaran hidup jika aku mau berpedoman pada apa yang menjadi keyakinanku sendiri. Antara benar dan salah, bagiku dan bagi orang lain belum tentu sama. Dan aku senang bisa punya keyakinan sendiri berdasarkan kemampuanku berpikir.

Karena diamku, aku bukanlah seorang yang gemar aktif bersosialisai atau berkecimpung dalam suatu organisasi. Dulunya aku kira ini bawaanku sejak kecil. Tapi, saat massa-nya tiba aku punya hasrat menjatuhkan diri dalam kegiatan sosial, sampai saat ini aku belum bisa mewujudkannya. Semua tak lepas dari sikonku saat ini yang terikat oleh pekerjaan.

Aku sempat berpikir, begitu cepatnya jaman ini bergerak dan berubah. Sebenarnya bukan aku saja yang selalu ketinggalan jaman, tapi juga negeriku ini. Tak mampu aku mengubah negeriku, menjadi negeri bebas korupsi. Tak mampu aku jadi orang yang mampu mengubah negeri ini jadi negri yang bebas dari kemiskinan. Tak mampu aku mengubah negeri ini jadi negeri yang bebas dari negeri pengirim TKW yang dipekerjakan sebai pembantu rumah tangga. Sedangkan kenyataannya aku hanyalah mantan pembantu yang bekerja di luar negeri. Aku anak remaja yang tanpa reputasi, tapi terlalu banyak ambisi. Barangkali…

Kadang aku menyelidiki dalam hati, kenapa sih orang bisa kaya. Kenapa orang bisa super jenius. Kenapa orang bisa mandiri dan hidup dinamis.

Kesimpulannya cukup satu saja. Bahwa hasil yang maksimal bermula dari kerja atau usaha yang maksimal. Bagiku tidak berlaku jika aturan orang pemakan babi itu dinilai kurang, atau orang yang berjubah itu artinya beragama. Bisa jadi orang pemakan babi lebih bermoral atau sebaliknya. Sebab Tuhan akan membagikan kepandaiannya kepada siapa, atau Tuhan akan membagikan kekayaannya kepada siapa, bergantung dari seberapa dalam usaha dari kita masing-masing.

Apabila aku ingat kembali masa tersulit dalam hidupku, memang benar hanya Tuhan satu-satunya yang kujadikan pelarian keluh kesahku. Tapi yang jelas, penegar diri kita ketika menghadapi keadaan tersulit bukan orang yang diam-diam aku cemburui kelebihannya. Bukan pula orang yang kuanggap lebih beruntung daripada aku dengan segala kehidupannya yang berkecukupan.

Dari sini aku mulai tahu bahwa memperjuangkan diri dari zona kemiskinan dan keterbelakangan itu hanya akan berhasil jika ada usaha nyata dari diri sendiri. Juga dengan pertolongan Tuhan. Aku membenarkan janji-Nya yang ini; “Allah (Tuhan) akan meninggikan derajat seseorang dengan ilmu dan iman. Tentunya yang membawa manfaat.

Selama ini sebenarnya aku tak tahu tujuan jelas hidupku sendiri. Seiring bergulirnya waktu, yang aku pikir dan ingat saat ini aku sedang berusaha mewujudkan apa yang aku impikan. Tapi, tak tau kenapa sepertinya hidupku masih jauh dari perubahan sebelumnya.

Menertawakan sendiri akan kebodohan dan kealpaan diri, seringkali aku lakukan. Dan tak jarang pula setelah itu aku jadi ingat orang-orang atau teman-temanku yang pernah menertawakan siapa diriku ini dengan remeh.

Tentunya aku ingin tetap menjadi aku. Harapanku kedepan aku tak ingin jadi orang bermuka dua. Aku bisa hidup dengan lapang dada dan memegang kebenaran sebagai semangat hidupku bukan memberatkan kesenangan sesaat yang malah serba menghancurkan.

Kenyataan yang pahit lebih manis jika diterima dengan lapang dada, seperti layaknya singkong rebus lebih nikmat daripada sebungkus roti keju dalam bayangan pikiran saja…

Dan demi kehidupanku dan kehidupan orang lain yang penuh misteri, semoga keadaan yang seperti ini tak menjadikan aku orang yang sombong andai saja keberadaan atau kecukupan dalam hidupku suatu saat nanti dapat aku raih…

– Celotehan ini hanya sekedar sebagai ungkapan jiwa saja berharap semoga dijauhkan dari penyakit jiwa atau GILA

– Met weekend yah semuanya…

Yuuuk, Meminimalisasi Kecemasan Pada Diri Kita Sendiri…

Cemas itu saat kita bingung, was-was dan sedang  memikirkan hal yang tidak benar. Apakah anda sering mengalami kecemasan? Dan sadarkah anda ketika sedang mengalami kecemasan yang berlangsung  agak lama, biasanya antusiasme dan energi anda akan menurun drastis, kemudian berpengaruh pada gangguan fisik dan jiwa anda. Dalam ilmu kesehatan, kecemasan kronis dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti asma, alergi, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan banyak penyakit lain.

Kecemasan sebenarnya dapat dihilangkan dengan cara melatih pikiran kita agar mau berfokus pada hal-hal yang positif. Misalnya, fokus pada keharmonisan, kedamaian, keindahan, tindakan yang baik, dan pengertian. Intinya, kita cukup mengganti pikiran negative menjadi positif.

Sering kita mencemaskan sesuatu dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang belum pasti kebenarannya atau lebih tepatnya disebut hanya bayangan. Jika kita mau memahami apa itu bayangan yang menimbulkan kita cemas, bayangan tidak memiliki kekuatan apa-apa. Karena kecemasan adalah sebuah bayangan dalam pikiran kita maka ia tidak memiliki realitas, prinsip, dan kebenaran. Jadi, tidak masuk akal bila kita mencemaskan bayangan yang tidak nyata.

Mengubah bayangan negatif menjadi bayangan positif tentunya membutuhkan sedikit kerja, tapi bagaimana pun juga dalam hidup kita tidak akan bisa sepenuhnya lari dari rasa cemas.

Tidak Ada Masalah yang Dapat Dipecahkan dengan Rasa Cemas

Setiap kali kita mendapati suatu masalah yang sering kita dapatkan biasanya kita sering merasa cemas terlebih dahulu. Semakin berat masalah dan semakin cemas tingkat tinggilah kita ini. Padahal, kecemasan bukan solusi dari adanya masalah!

Ada tiga cara untuk meminimalkan kecemasan pada kita, diantaranya sebagai berikut;

1). Buatlah keputusan dari apa yang menjadikan anda punya keragu-raguan.

Saat menghadapi masalah hendaknya kita jangan memikirkan hal itu terus-menerus. Hadapi dan segera tuntaskan kecemasan yang ada pada kita dengan membuat sebuah keputusan.

Keputusan sudah diambil, kemudian kita harus  bisa berpegang pada keputusan tersebut. Ingat ya, keputusan anda memang belum tentu benar, tapi tindakan positif apa pun biasanya lebih baik daripada tidak mengambil tindakan samasekali. Jangan membuat kesalahan dengan berharap untuk tidak pernah membuat kesalahan.

2). Percayalah pada diri anda sendiri

Adakalanya kita lebih sering dikritik oleh orang lain ketimbang dipuji. Kemudian saat kita tidak mendapatkan pujian dari orang lain, mungkin kita berpikir bahwa kita punya kekurangan dan tidak mengakui kelebihan  kita. Akhirnya timbullah kecemasan. Mungkin bisa jadi, kita menekankan persepsi kita bagaimana orang lain memandang kita. Namun, bila kita benar-benar meyakini kemampuan dan kekuatan yang ada pada diri kita sendiri, maka kita tidak akan terlalu mempedulikan atau mengharapkan sikap dan pujian orang lain untuk kita. Sama artinya dengan kita punya rasa percaya diri.

3) Anda mau belajar menerima hal-hal yang tak terelakkan

Belajar menerima hal-hal yang tak terelakan bukanlah satu cara yang mudah. Saya sendiri pun suka memilih untuk cemas dan murung setiap kali mengingat apa yang sudah saya rencanakan tapi gagal. Atau menerima kenyataan yang sangat pahit, itu sangat sulit apalagi direlakan. Arti lain dari menerima hal yang tak terelakkan sama dengan ikhlas. Susah senang dalam hidup mari kita belajar untuk bisa menerimanya dengan lapang dada/keikhlasan.

4). Pastikan benak kita selalu sibuk, tapi jangan beri tugas melampaui kemampuan kita

Kita mesti bisa mewaspai terhadap hal-hal sepele yang bisa buat kita cemas. Tak jarang, ketika cemas biasanya kita suka untuk tak berbuat apa-apa, berdiam diri, murung dan tak punya gairah semangat hidup.

Salah satu hal yang bisa dilakukan ketika dilanda cemas misalnya, membaca buku inspiratif, mendengarkan music, bermeditasi, berkonsentrasi pada hal yang bermanfaat, atau melakukan hobi yang lainnya dapat meminimalis kecemasan kita.

5). Lakukan sekarang

Pernah nggak anda, setiap kali kehilangan mood atau cemas, anda memilih untuk melakyukan apa yang anda suka, daripada yang tidak disukai. Kemudian kita cenderung menunda-nunda pekerjaan. Tanpa kita sadari sebenarnya hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri.

Satu langkah jitu untuk menghindari kebiasaan menunda-nunda yaitu, tanamkan pada diri kita untuk mau menyelesaikan pekerjaan yang tidak kita sukai terlebih dahulu, kemudian kita bisa melakukan pekerjaan yang menyenangkan lainnya.

Jangan meributkan hal-hal sepele. Jangan biarkan hal-hal kecil (yang bisa buat kita cemas) – merusak kebahagiaan kita.

  • Dale Carnegie

Semoga Bermanfaat.