Malu Jadi Manusia Kurang Intelektualitas, Ini Solusi Kesuksesanmu…!

#hidup cerah luar biasa dengan SQ (Spiritualitas Quantum)

Dunia yang seperti kita lihat ini merupakan wujud  dari dunia kasat mata/nyata. Dunia lain sering kita sebut manakala kita percaya akan keberadaan dunia ghaib (ada tetapi tidak tampak). Tuhan kita ada tetapi tak tampak, begitu pula dengan syaitan, Jin, Malaikat. Saya beranggapan bahwa keberadaan makhluk ghaib tersebut tak beda dengan keberadaan Ruh Jiwa kita. Coba anda bayangkan ya, ketika pada saatnya kita meninggal dunia dan raga kita akan terpisah oleh ruhnya, maka yang terjadi hanyalah roh jiwa itu akan tetap ada atau hidup entah itu melayang-layang, berdiam diri di suatu tempat dan tepatnya hanya Dia yang tahu.

Keberadaan malaikat ditakdirkan Tuhan ada dengan segala  kepatuhannya. Malaikat  merupakan makhluk suci, tunduk dengan perintah-Nya, yang  selalu  berdzikir kepada-Nya, dan melakukan tugas sesuai dengan kewajibannya. Pernah saya dengar sebelumnya kalau manusia yang suci hati nuraninya, suka mendekatkan diri kepada Allah, dan bertaqwa dengan sungguh-sungguh, maka derajatnya bak  malaikat. Tapi, kalau manusia yang memilih mengumbar nafsunya, tidak meyakini bahwa segala kekuatan itu bersumber dari-Nya, dan hidupnya punya aturan sendiri  maka ia akan direndahkan derajatnya lebih rendah dari hewan!

Malaikat diciptakan dari cahaya, manusia diciptakan dari tanah, sedangkan syaitan diciptakan dari api. Kalau Jin dari apa? Anda tahu…Jin ada yang patuh dengan perintah Allah, ada pula yang tidak. Jika kita mau membuka pikiran kita, karunia bukan hanya sekedar rejeki berupa kepandaian, kecerdasan, kecantikan, atau kedudukan status sosial yang tinggi saja melainkan,  kesehatan di tubuh kita ini pun merupakan anugerah dari-Nya yang terindah! Bagaimana tidak, sel darah merah kita itu sangat berukuran mikrokopis dengan jumlah berjuta-juta sel darah. Apabila pengetahuan kita kurang, pastilah kita menganggap darah merah itu hanya sebuah cairan seperti air. Ketika kita luka dan mengeluarkan darah, beberapa saat kemudian darah akan membeku atau mongering, bayangkan jika darah yang keluar tidak mengering?

Sepasang mata kita terdapat lensa mata yang tidak ternilai harganya, sebuah lensa yang terbentuk dari hasil aktifitas biologis manusia yang pada awalnya hanya berupa mani yang bercampur (menjijikkan jika kita melihat dan mendengarnya). Begitu juga dengan otak, otak lebih canggih dari kerja computer. Allah dikatakan “Maha”, sebab kekuasaannya yang tidak ada tandingannya. Dikatakan Allah Maha Satu, orang berakal (sekalipun tidak cerdas ) akan memahami (belum tentui meyakini ) kalau sebenarnya Allah itu satu dan tidak punya tandingan (ingat ya, tandingan Ahok dulu FPI, wekekekekekk…).

Saya itu terkadang merasa sediiih… untuk menikmati rasa kegalauan, kegundahan, dan ketidak nyamanan yang timbul di benak hati saya. Tanpa sebab yang jelas, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan saya. Saya beranggapan kalau saya kurang bersyukur, dan masih ingin mendapatkan yang lebih lagi dari ini. Andai boleh memilih, saya ingin hidup sesuai keiinginan apa yang pernah saya pikirkan atau rencanakan. Kenyataan hidup itu takdir dan ketentuan-Nya, yang suka-duka harus bisa kita terima, kita hadapi, dengan kesungguhan hati atau ikhlas. Tuhan menganugerahkan Rizki dan nikmat serta karunia-Nya kepada kita tanpa minta dibalas dengan sajen (duit, buah-buahan, ingkung atau menyan yang dibakar beserta do’a –do’a sembarangan ).

Cukup bagi Allah mendapatkan balasan dari apa yang pernah Dia berikan kepada kita dengan sebuah syukur. Syukur yang dilafalkan dengan pujian baik secara lisan atau di dalam hati yang jelas Dia akan mendengar, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Diingat-ingat lagi ya kalau “Maha “ tadi berarti bahwa tidak ada tandingan yang mampu menyaiingi kekuatan Allah.

Pada mulanya syukur diucapkan, kemudian yang penting lagi dari itu kita membuktikan syukur kita dengan nyata. Keberadaan mata buat melihat yang baik-baik (kalau bisa), adanya mulut untuk bicara yang baik-baik saja (kalau bisa ), keberadaan tangan untuk mengambil barang yang halal (kalau bisa ).

Itu pendapat saya tentang galau akibat kurang bersyukur, lalu ada lagi yang saya anggap kenapa kegalauan datang dengan menyadari keberadaan syaitan. Syaitan tercipta dari api, tidak mau menyembah kepada Allah. Kerjaannya Cuma mau mengajak manusia berbuat dosa. Syaitan itu juga kawin dan beranak pinak, kalau bisa dilihat jumlahnya berjubel-jubel kali ya ? Untung Allah menciptakan syaitan yang tak dapat dilihat oleh mata manusia, jika dapat maka itu sungguh tidak mungkin sebab saya pun tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi setiap harinya.

Manusia lebih sempurna dari makhluk lain, juga terpandang lebih baik dari syaitan. Kenapa kita takut syaitan? Bukankah syaitan akan takut kepada kita jika kita mau berdo’a (menyebut asma-Nya ). Pikirkan saja, jika kita mendapati rasa galau barangkali syaitan sedang bekerja membujuk kita untuk berbuat dosa. Berdo’a, tenangkan hati dan pikiran, kuasai diri sendiri dan yaklinkan jangan mau dan mudah untuk diberdayai oleh syaitan yang terkutuk. Lalu sentil saja kuping syaitannya!

Hidup itu misterius, begitu pula dengan kematian kita. Tetaplah punya keyakinan bahwa yang diperhitungkan Allah hanya akan diberatkan berapa timbangan amal baik-buruk kita, usahakan agar kita mau memperbaiki diri dari hari ke hari. Sebaik-baiknya matinya manusia jika ia mati terkubur dengan hormat. Bukan mati dimutilasi dan ditemukan didalam sebuah plastic dengan bau yang menyengat tak sedaaap. Menjaga keimanan hati perlu dibiasakan diri, supaya kalau sekali-sekali kita mati mudah-mudahan sebelum nafas terakhir kita terhembus kita mampu mengingat  nama-Nya walau satu kali.

#hidup cerah luar biasa dengan EQ (Emotion Quantum)

Emosi. Biasa kita akan memaknai sebuah emosi dengan anggapan yang buruk/negatif. Padahal yang dinamakan emosi itu bisa berupa, kemarahan, perasaan bahagia, dan kecewa. Persis dong sam apermen nano-nano.

Bagaimana bisa Emosi yang ada pada kita ini berpengaruh besar pada kecerdasan, serta kesuksesan atau kenerhasilan hidup seseorang. Contoh yang sederhana misalnya, seorang anak yang punya kemampuan berpikir sedang-sedang saja akan mampu memahami atau mengerti materi pelajaran tertentu jika ia mau mengulangny asampai 10 kali. Maka ia pun membacanya berkali-kali sampai ia bisa. Lalu dibandingkan dengan anak cerdas yang menyombongkan diri tak mau membaca materi tersebut. Pada saat ulangan tiba, kemungkinan besar siapa yang lebih Lucky?

Kerja emosi itu merupakan gabungan dari pola pikir kita beserta saraf-saraf neuron yang ada diseluruh tubuh kita. Emosi mempengaruhi seseorang untuk mau atau tidaknya melakukan sesuatu/bekerja. Emosi lekat sekali dengan kondisi kejiwaan seseorang. Orang yang bisa menguasai dirinya akan tidak gugup jika ia berbicara di depan umum, berbeda sekali dengan orang yang kurang percaya diri jika harus berbuat begitu.

Emosilah yang akan menjadi cambuk untuk diri sendiri tentang bagaimana kita berusaha untuk terus mau gigih berjuang meraih segala apa yang sudah kita cita-citakan untuk menjadi nyata.

Pikiran positif, berpengaruh pada jiwa yang damai. Emosi pun akan stabil. Dan pasti kita punya rasa percaya diri.

Orang lain atau rekan kita yang sudah sukses, biarlah mereka lebih dulu berhasil, biarkan orang yang sudah sukses itu menikmati hasil usahanya. Jangan minder jika anda berpikir kurang dalam pengetahuan Intelektualitas (tak menganyam pendidikan secara formalitas). Ilmu dapat didapatkan dari mana saja dan jaringan networking dalam sosialitas dapat didapatkan dengan mudah asal kit amau membuka diri, tetapiintregitas (semangat untuk meraih sukses) itu datangnya dari diri sendiri.

Iklan

2 pemikiran pada “Malu Jadi Manusia Kurang Intelektualitas, Ini Solusi Kesuksesanmu…!

  1. Super sekali Mbak :hehe. Mari tetap bersyukur dan tetap optimis. Jangan membebani diri, lakukan semua dengan senyum dari hati, supaya hasilnya bagus dan jadi berkah bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar :)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s