Nge-Seks, Enak?

Berdasarkan mitos, seorang perempuan dewasa yang pernah satu kali merasakan kenikmatan seksual maka selanjutnya ia akan mengalami “ketagihan” untuk bisa mendapatkan kenimatan itu lagi dan lagi. Entah itu didapat dengan merangsang diri (masturbasi) atau dengan melakukan hubungan seksual secara langsung dengan lawan jenis!

Sedangkan untuk laki-laki dewasa, desas-desus dari teman sebelah mengatakan bahwa  pada  umumnya laki-laki dewasa punya libido, gairah seksual, atau dorongan untuk melakukan hubungan seksual lebih tinggi daripada perempuan.

Benarkah demikian, jika iya barangkali karena laki-laki dewasa sering mengalami mimpi basah. Dan apa itu mimpi basah? Saya akan menguraikan mimpi basah yang dialami oleh setiap laki-laki sesuai dengan pemahaman saya.

Mimpi basah biasanya diketahui laki-laki dewasa setelah ia terbangun dari tidur malamnya. Alat vital laki-laki yang disebut penis akan menegang sebab  adanya pengumpulan darah disepanjang saraf-saraf penis tersebut. Sedangkan air  yang dikeluarkan berasal dari skrotum. Hal ini bisa menjadi pemicu kebanyakan laki-laki lebih sering berimajinasi tentang seks, lalu terdorong untuk bisa melakuakan aktivitas seksual.

Memahami dua kondisi yang berbeda ini, lalu sebenarnya diantara laki-laki dan perempuan dewasa mana yang lebih butuh melakukan aktivitas seksual?

Sepertinya tidak ada survei yang menjelaskan alasan kenapa dikalangan anak  remaja, hubungan seksual yang bebas itu  bisa rawan terjadi. Mungkinkah jawabannya karena sebagian besar anak remaja kurang pengetahuan tentang seksologi, ataukah karena sebaliknya? Dimana kebanyakan anak remaja sudah punya pengetahuan banyak tentang hal-hal yang berbau seksual dari berbagai media. Dari You Tube akan mudah didapatkan video pornografi, dari berbagai majalah dewasa, dari Radio khusus yang membahas dunia remaja dewasa dan berbagai macam sumber lainnya. Pengaruh pergaulan pertemanan juga sangat berpengaruh, desakan kebutuhan fisik dan psikologis bisa jadi penyebab utamanya, serta emosi atau  adanya keiinginan yang menggebu untuk melakukan hubungan seksual yang bebas  bisa karena terlalu cinta( dilakukan untuk kesenangan saja).

Berbagai penyuluhan dari pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling atau pelajran Biologi yang memberitahukan berbagai penyakit menular seksual dikalangan remaja tidak selalu mempan dikarenakan, telah dimudahkannya pembelian alat kontrasepsi diberbagai toko obat dan apotik. Adanya kondom untuk laki-laki dan pil KB atau suntik KB untuk perempuannya. Pendukung utamanya, di Indonesia ada banyak tempat-tempat khusus untuk melakukan kemaksiatan tanpa adanya hukum negara yang keras dan tegas.

Pegawai Seks Komersial di negara kita malah ada yang menjadikannya sebagai profesi utamanya sebagai penyambung hidup. Ada banyak perempuan bangsa ini menggantungkan hidup dengan cara demikian. Itu hak dan privasi mereka, toh hampir disetiap negara juga ada. Sekiranya tak perlu sewot ya…

Penyimpangan seksual dikalangan remaja yang belum punya status menikah atau yang dilakukan oleh kalangan orang yang sudah berumah tangga marak terjadi tak ubahnya sesemarak penyelundupan narkoba atau barang terlarang lainnya. Sudah nyata-nyata dilanggar, tapi tetap ada yang masih berani menyelundupkan. Begitu juga dengan penyimpangan seksual, sudah tau tidak benar atu dilarang juga masih ada yang mau melakukan.

Keberanian melakukan hubungan seksual (free sex), dengan dilandasi pedoman demikian, “Melakukan asal tidak ketahuan orang lain termasuk orang tua, teman atau siapa saja, melakukan yang penting sama-sama bisa menjaga rahasia, melakukan yang penting pemuasan kebutuhan seksual terpenuhi dan sebagainya!” Ini semua yang menjadikan menjamurnya kasus penyimpangan seksual.

Pendapat saya mengenai apa yang sudah terurai diatas ialah, jalan satu-satunya untuk bebas dari pelaku atau korban penyimpangan seksual yaitu dengan cara  membentengi diri sekuat-kuatnya. Nasib buruk sebagai perempuan dewasa yang sudah melakukan bisa beresiko mengalami kehamilan di luar nikah, citra dirinya bisa rusak, mungkin juga rusak pada kepercayaan dirinya/psikologisnya. Bagi yang laki-laki deawas bisa mengalami trauma seksual.

Tanpa disadari, sebenarnya kebanyakan dari kita sudah punya hasrat seksualitas jauh sebelum masa pernikahan pada umumnya dilaksanakan. Realita sosial menunjukan bahwa kejadian hamil diluar nikah banyak sekali, semua tak lepas dari alasan ini.

Mendekatkan diri kepada Tuhan, satu-satunya jalan pembentengan diri yang terbaik. Dalam Islam, merangsang diri atau melakukan hubungan seksual sebelum menikah jika dilakukan termasuk sebagian dari dosa besar yang harus dihindari, biasa disebut zina.

Kita semua adalah merupakan bagian kecil dari proses alam yang berjalan secara alami. Jangan heran, kita sebagai manusia yang berakal dan punya budi pekerti itu punya nafsu birahi. Seekor semut kecil pun tahu bagaimana cara  mereka menyalurkan keiinginannya untuk melakukan aktivitas seksual. Terbukti, adanya telur semut sebagai calon semut-semut yang baru.

 Sebagai tambahan, banyak diantara remaja muda menjadi pelaku atau korban penyimpangan seksual dikarenakan terkecoh oleh anggapanpemikiranya sendiri bahwa nge-seks/melakukan hubungan seksual itu “Enaaak atau Menyenangkan!”.

What…., kalau belum resmi menikah udah berani melakukan ML  itu  Menyenangkan?

Menyenangkan atau tidak yang jelas pelaku sudah mengotori dirinya sendiri dengan dosa, berdasarkan fakta Indonesia merupakan penganut agama Islam terbesar di dunia. Tergantung seberapa pendalaman tentang ilmu keislamannya, tapi  minimal penganut Islam punya kesadaran tentang bahayanya berzina lalu menghindarinya.

Terlepas percaya atau tidaknya sebuah dosa, ketidak tenangan jiwa tidak bisa dihindarkan ada pada diri pelaku. Yang perempuan belum nikah akan cemas oleh cibiran pasangan nikahnya jika ia sudah tidak perawan.

Beresiko tinggi untuk mengidap rasa “ketagihan!”. Seperti halnya pecandu rokok, pecandu narkoba, atau pecandu miras. Orang yang pernah berpengalaman melakukan seksual, bisa jadi ia akan kecanduan melakukan hubungan seksual. Pada kondisi tertentu, mana kala seseorang lajang atau belum menikah dihadapkan pada kecanduan seksual tapi belum ada pasangan yang pasti maka ia bisa jadi melakukan perangsangan pribadi, menjadi pelaku masturbasi atau onani (#yahhh dosa lagi dong?)

Tanya     : “ Nge-Seks sebelum menikah, enak ?”

Jawab     :  “Rumangsamu….!!!”

Iklan

2 thoughts on “Nge-Seks, Enak?

  1. Bentengi dan jaga diri masing-masing serta keluarga dari pengaruh yang aneh-aneh ya, Mbak :hehe. Yah kita semua beragama, jadikan agama sebagai filter untuk menyaring mana yang boleh dan mana yang tak boleh, belajar mengekang hawa nafsu dan menyalurkannya dengan cara-cara yang tidak ilegal :)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s