Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini kepada Anak

Seperti yang kita ketahui, ditengah masyarakat    Indonesia ilmu pendidikan tentang Seks untuk anak masih kurang. Orang tua risih membicarakannya kepada anak karena Seks masih dianggap tabu. Seolah Seks itu sesuatu yang bertanda kutip negatif  jika dibahas. Hal ini lah yang membuat kebanyakan orang tua akan memilih untuk  diam daripada memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang pendidikan Seks terhadap anaknya.

Tanpa kita sadari, ternyata dari kita masih bayi sampai dewasa, perkembangan seksual kita berjalan seiring dengan perkembangan tingkah laku. Pada mulanya kita  mulai bisa menyentuh alat genital kita sendiri hingga kita bisa tau benar apa itu seks yang sesungguhnya. Sebagai orang tua, memberi pengertian tentang seks terhadap anaknya” harus” dimulai sejak anak masih dini/balita. Yang pasti, dengan cara step by step. Keberadaan pengetahuan tentang seks bagi anak, diharapkan pada masa pubertas nantinya ia akan bisa menjaga dirinya dari penyimpangan seksual akibat kurangnya pengetahuan tentang seks.  Perlu diketahui juga bahwa masa pubertas merupakan masa dimana seorang anak mempunyai rasa ingin tahu/penasarannya yang begitu  tinggi, sehingga mereka selalu ingin mencoba hal-hal yang baru(termasuk hal yang berbau seks).

Sebagai contoh, satu dari lima anak puber di Amerika sudah melakukan seks bebas, satu diantara tiga perempuannya hamil pada usia 20 tahunan. Chamydia dan syphilis, keduanya merupakan jenis penyakit seksual  yang jumlahnya meningkat. Lagi, 60 % dari pelaku seks anak puber kebanyakan merasa menyesal, sehingga timbulnya rasa rendah diri pada dirinya. Merasa malu bahkan depresi. Ini jelas bahwa, kurangnya pendidikan berdampak buruk terhadap anak.

Stage perkembangan anak  berkaitan dengan seksualitasnya;

* Pada usia o-2 tahun: Bayi akan  menyentuh alat kelaminnya sendiri ,mungkin memberi rangsangan pada dirinya sendiri. Biasanya pada bayi yang berumur3-5 bulan. Mengapa mereka melakukannya? Simpel sekali, karena ini dirasakan anak sangat bagus.

* Pada usia 2-5 tahun : Di usia 2 tahun, anak akan tahujenis kelamin antara laki-laki dan perempuan itu berbeda. Pada usia 3 tahun, anak akan mengetahui identitas seseorang. Mereka masih suka menyentuh alat kelaminnya sendiri.

* Pada usia 6-9 tahun : Anak sudah mengetahui cara kerja seksual mulai dari berciuman atau adegan yang lain dari TV atau media lain. Anak mulai penasaran tubuh lawan jenisnya. Sudah paham bahwa memegang alat kelamin orang lain itu tidak di perbolehkan dan hanya boleh memegang kepunyaannya sendiri.

*Pada usia 10-12 tahun : Anak mempunyai perasaan malu dan cemas dengan apa yang terjadi pada tubuhnya yang mulai berubah. Sudah mulai tertarik dengan lawan jenis.

*Pada usia 12-19 tahun : Anak tumbuh dewasa. Sudah mengetahui bahwa pada tubuhnya bisa menghadirkan rangsangan seksual. Ketertarikannya terhadap lawan jenis meningkat. Anak mulai harus tau tentang kontrasepsi, tanggung jawab apabila melakukan hubungan  seksual.

-Kapan anak siap diberitahu tentang alat kelamin ketika ?

Jawabannya bisa diberitahukan kapan saja. Misalnya, saat mengganti pampers di meja dengan mengatakan ”Ini  adalah  alat  kelaminmu”. Dengan demikaian anak akan (biasa) mengetahuinya. Dan seiring perkembangannnya, dia tidak menganggap negatif tentang alat kelaminnya sendiri. Bisa dilakukan saat memandikannya di bak air air atau saat bermain. Beritahukan, anatomi wanita dan laki-laki, jelaskan bagian mana alat kelamin itu jika tampak dari luar , terangkan bahwa pada laki-laki bisa melakukan ereksi dan sekedar kasih tau apa gunanya payudara pada wanita.

-Ajarkan tentang kelahiran…

Pada usia 5-9 tahun,anak akan mulai bertanya apa itu seks dan bagaimana bayi dibuat. Tak salah kalau kita menjelaskan bagaimana mekanisme dari seks terhadap anak secara sederhana.

-Belajar tentang reproduksi…

Di usia 6-8 tahun,anak boleh diajarkan tentang reproduksi ,dengan mengenalkan apa itu sperma dan bagaimana asal buatnya (Sperma terbuat dari testoteron dengan usia 72 hari  untuk sperma tumbuh. Untuk menjaga kesehatannya sperma menjaga suhu konstannya 3-5 derajat dibawah suhu tubuh. Setiap kali laki-laki melakukan ejakulasi, dia mengeluarkan kira-kira 200-500 juta sel sperma). Informasi lain, dengan menjelaskan kenapa penis bisa melakukan ereksi(normalnya penis akan menunduk ke bawah dan lembut, ini dapat mengeras jika spongs tissue didalam penis berisikan penuh dengan darah. Akan menjadi lebih panjang dan lebar. Terkadang ereksi dapat terjadi tanpa alasan). Beri tahu apa yang terjadi selanjutnya jika sperma bertemu dengan telur dan bagaimana bayi tumbuh didalam uterus saat kehamilan.

-Bicarakan tentang Self -touch….

Usia 9 tahun, anak mulai ajaklah membicarakan tentang self-touch/self -stimulation. Tunjukan clitoris pada wanita dimana tempat itu adalah tempat yang paling sensitif. Sebaliknya ini juga untuk laki-laki. Sekitar usia 12 tahun, hormone mulai bekerja mempengaruhi perasaan ketertarikan pada seksual. Beritahukan tentang apa itu masturbasi(Masturbasi merupakan satu cara untuk meng-ekxplore sexual feeling, ada beberapa anggapan bahwa masturbasi dilarang oleh agama dan dosa, tapi ini adalah salah satu cara untuk menghindari dari seks yang tak aman).

-Beritahukan tentang peubahan hormone dan mengendalikan emosi…

Hormon pada tubuh ada 30 jenis yang semuanya diproduksi dari endocrine system, termasuk kalenjar pituitary, kalenjar pineal, thiroid, kalenjar adrenalin, dan testes/ovaries. Hormon seks antara lain, testosteron, progesterone, dan estrogen. Ini semua bertanggung jawab dengan perkembangan seksual. Pada kalenjar pituitatry membuat tubuh tumbuh lebar, kadang sangat cepat. Hormon juga mempengaruhi emosi. Pengaruh hormone terhadap emosi dapat dikendalikan dengan makan makanan yang sehat. Dengan begitu, maka akan mempunyai energy cukup dan mencegah rasa lelah.

Selanjutnya , apabila dirasa anak sudah matang secara fisik dan paham banyak tentang seksual. Jagalah komunikasi antara anak dengan orang  tua. Perhatikan apa yang sering di sukai anak dari media masa yang ia suka ketika mereka menginjak dewasa/saat mereka sudah menikmati media seperti Tv/majalah. Selalu sharing lah dengan anak tentang hubunganya dengan kekasihnya, kendalikan emosi anak   yang kurang stabil. Beritahu/bicarakan tentang pengaruh teman-temannya pada kepribadiannya, sarankan untuk berteman denga yang baik. Dorong anak untuk bisa menjaga hubungan sehat bersama lawan jenisnya ketika dewasa, dan bicarakan tentang seks yang baik itu hanya dilakukan setelah menikah.

Sekali lagi sebagai orang tua, sudah saatnya untuk meng ubah pola pikir lama yang  biasa menganggap bahwa, seks itu hal yang harus dijauhi sejauh-jauhnya  dengan mengajarkan kepada anak-anak tentang seks mulai sejak dini, pengetahuannya inilah yang akan memuaskan rasa keingin tahuannya terjawab. Pengetahuan anak tentang seks. Mampu menghindarkan dirinya dari penyimpangan seksual dikalangan remaja. Ingat, seperti yang tertulis diatas bahwa 60% dari anak puber yang aktif melakukan hubungan sexual,pertama kalinya mereka akan menyesal dan penyesalannya mempengaruhi timbulnya rasa rendah diri, malu dan depresi.

”It’s natural for children to ask  about sex, and if you answer with straight, simple truthful information you will help clarify its meaning”

Iklan

One thought on “Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini kepada Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s