Tentang Menulis.

Ada yang mengaku kalau menulis itu tidak mudah dengan membuat pernyataan demikian, “Tidak semua orang bisa menulis”. Ini berarti mengarang kata dalam bentuk kalimat/membuat sebuah artikel tentang sesuatu itu sulit. Ada yang mengatakan, menulis itu adalah bakat/ ketrampilan seseorang yang belum tentu dimiliki oleh orang yang lainnya. Ada yang membuat motto, “Bisa menulis karena terbiasa!”. Banyak diantara kita menulis karena atas kesenangan atau hobi dan juga sebagai media menuangkan gagasan serta idenya kedalam bentuk tulisan, jadilah ia mampu menulis.

Memulai Menulis Dari Enol, Itu Sebuah Proses…

Penulis senior pada mulanya ialah seorang penulis pemula juga/ junior. Seseorang yang pada awalnya mengaku kesulitan menulis dan berniat ingin bisa menulis dengan lancar, tentunya ia akan memulai proses menulisnya dari enol, yang mana pasti dibutuhkan sebuah  semangat atau antusiasme dari diri priadi yang tinggi.

Satu hal yang dapat dijadikan pegangan dalam menulis, yang terpenting dari hati timbulkan rasa percaya diri kita terlebih dahulu. Rasa percaya diri ini akan menghilangkan perasaan khawatir, was-was dan tak nyaman. Seperti  misalnya, ada orang yang menulis hanya untuk disimpan tanpa mau mempublikasikannya dengan alasan takut dikritik, dianggap jelek tulisannya dan sebagainya. Mempunyai idola penulis yang bisa diajak ngobrol banyak tentang tulisan pun, dapat dijadikan sebagai motivator pembentukan kepercayaan diri.

Bagi siapa saja yang hendak mau memulai menulis, selain ia boleh menuliskan topik yang sederhana dulu  sebagai permulaan,  alangkah baiknya apa yang ia tuliskan itu juga ada yang menilai, memberi tanggapan dan kritik demi perkembangan apa yang telah ia tulis. Maka carilah seseorang yang bisa dijadikan sebagai mentor dalam menulis.

Dalam perjalanannya menulis itu akan ada suka-duka didalamnya. Dengan mempublikasikan tulisan kita ke publik baik melalui blog pribadi atau blog umum, dari situlah kita akan mendapatkan tanggapan tentang apa yang sudah kita tulis. Jangan berkecil hati jika mendapat kritik, terus perbaiki tulisan jika memang masih kurang.

Ditengah Perjalanan Menulis, Karakter Tulisan Kita Akan Terbentuk…

Ini akan mulai tampak, jika kita mempunyai setidaknya 50-100 artikel. Dari sini kita akan tahu, tingkat intensitas kita dalam menulis. Termasuk rajinkah kita dalam menulis, atau menulis hanya kita lakukan kadang-kadang saja/tidak teratur. Dengan artikel sejumlah itu, kita akan tahu tema apa yang mendominasi tulisan kita.

Tanggapan saya tentang menulis, menulis lagi, dan menulis terus itu rupanya menjadi sebuah sugesti yang terjadi pada diri saya. Hingga saya pun terhinggapi rasa bosan sebab apa yang sudah ditulis belum menampakkan sebuah kepuasan yang sesuai saya harapkan. Mungkin dibutuhkan waktu berapa lama lagi untuk bisa mewujudkan apa yang saya tulis menjadi sebuah karya buku.

Hati sempat membaik kembali setelah membaca tips dari penulis lain yang mengatakan, menulis itu tak jauh berbeda dengan melatih otot yang harus dilatih secara bertahap agar tidak cedera. Jika kita terlalu memaksakan diri dalam waktu cepat tulisan kita bisa dikenal banyak orang, tanpa proses maka bisa jadi malah kita kehilangan kepercayaan diri, mengingat penulis lain ada yang lebih baik dan sebagainya.

Di atas saya sudah mengemukakan bahwa pada mulanya memulai untuk menulis itu semuanya dari enol. Lalu, dari apa yang mendominasi tulisan kita kemungkinan besar di sanalah minat dan pengetahuan yang kita miliki. Kemudian satu hal lagi yang ada sangat wajar. Kepercayaan diri semakin harus diperkuat mengingat kompetisi dalam menulis sangatlah ketat. Menulis memang semua orang bisa melakukannya, tetapi tidak untuk seorang yang menjadikan menulis sebagai jalan mencari nafkah.

Pada bagian akhir, saya akan membahas tentang kewajaran kita jika sudah mampu membiasakan diri menulis dan paham karakter tulisan kita sendiri, arah selanjutnya ialah kita ingin menjadi penulis yang terarah. Syukur-syukur berhasil menerbitkan karya buku sendiri.

Berulang kali jika saya membuka mata dan kesadaran saya, di luar sana ada banyak sekali penulis-penulis yang mempunyai wawasan, pengalaman, dan kemampuan yang jauh luar biasa dibandingkan saya. Malah, saya menganggap diri saya serba masih kurang. Apalagi saya bukanlah seseorang yang punya latar belakang yang jelas(tanpa ketrampilan dan minim pengetahuan)!.

Berikut visi-misi saya menulis, yang saya jadikan semangat diantaranya;

Menulis saya jadikan media sebagai:

1). Sebagai cara bagaimana saya mendefinisikan dan menuliskan tentang siapa saya. Dengan menguraikan pengalaman, saya telah mengukir sejarah untuk saya sendiri. Dengan menuliskan apa yang saya sukai dan tidak, menjadikan saya kenal siapa diri saya sendiri.

2). Menuangkan ide, gagasan, pendapat, opini yang ada di benak hati dan pikiran saya. Mengingat saya kurang dalam bergabung pad asebuag komunitas apapun, sehingga hanya menulis yang dapat saya jadikan sebagai senjata utamanya dalam saya berpendapat.

3). Meningkatkan ketrampilan berbahasa baik lisan maupun tulisan. Ternyata, tanpa diduga setelah saya rajin menulis. Kepercayaan diri berbicara di depan orang lain meningkat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

4). Menulis dapat saya jadikan sebagai penajam pikiran, dari ide yang satu ke ide yang lainnya. Dan demi rangkaian tulisan lebih menarik tentunya saya akan berpikir semaksimal mungkin.

5). Sebagai cara bagaimana saya bisa menyuarakan suara hati untuk memotivasi teman atau orang lain. Saya suka dengan kata-kata yang motivatif sejak saya masih SMP hingga sekarang, bermula dari Ibu guru Bahasa Inggris saya yang cantik, cerdas dan selalu optimis menghadapi hidup hinga ia bisa sukses menjadi guru dan punya usaha.

6). Sebagai pencatatan momen, peristiwa, atau kisah hidup yang pernah terjadi.

7). Lewat tulisan saya jadikan sebagai tempat bertukar pendapat dengan orang lain/pembaca.

8). Dengan adanya tulisan yang kita tulis, orang mengenal kita. Perkenalan bisa berujung pada terjalinnya silaturahmi. Lebih merekat lagi apabila pembaca tulisan kita sejalan dengan apa yang kita pikirkan, atau barangkali mempunyai hobi yang sama.

9). Menulis membuat kita suka membaca, karena membaca dan menulis merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula pengetahuan kita.

10). Menulis dapat dijadikan sebagai pembentuk personal branding pada diri kita sendiri. Dengan menuliskan tulisan yang bermanfaat atau inspiratif akan membentuk harga diri pada diri sendiri.

Sebagai kesimpulan; “Yang terpenting dan perlu diingat,menulis itu sebuah proses yang perlu kita nikmati. Menulis bukan hanya sekedar menulis, kita menulis juga telah mengeluarkan energi, yang meliputi tenaga, pikiran dan waktu. Di sela-sela kesibukan yang ada pada kita, dan kita masih mau menyempatkan diri untuk menulis, bukankah itu sesuatu yang hebat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s