Cara Mudah Lupakan Mantan Pacar

Cinta itu fifty-fifty (50-50). Saling menyukai, saling menerima, saling menghargai.  Saling menguatkan, saling menjaga, saling menyemangati, saling percaya, saling memberi dan ikatan hatinya saling menyatu.

Ada akalanya perjalanan hubungan pacaran tidak selamanya mulus, karena agar cinta bisa bertahan, cinta butuh pengorbanan. Sebelum nembak dulu atau mugkin ditembak, pastilah ada sejarah siapa yang suka duluan. Entah siapa yang memulai duluan… Lalu, kemudian timbullah kata “Jadian!”

Bisa jadi karena ada pihak ketiga, ada satu hal yang buat hubungan kalian retak akibat ketidak percayaan, mungkin kamu atau dia ada yang terlalu menuntut, dan sebagainya. Yang pasti, kali ini aku ingin siapa saja yang habis saja putus sama pacarnya usah galau berkepanjangan, tak perlu depresi sampai-sampai nggak mau makan, nggak mau mandi, nggak mau keluar rumah kan repot?

Berikut beberapa hal yang perlu kalian mengerti agar bisa move On setelah putus sama pacar ;

1). Pasca putus, usah pikirkan mantan pacar kita mau balikan sama kita atau tidak

Apapun masalahnya yang buat hubungan pacaran bisa putus, biasanya siapa yang punya rasa suka berlebih, (mungkin kamu atau dia) akan punya pikiran untuk bisa jadian lagi. Sebab, siapa yang punya rasa sukanya lebih itu akan mengorbankan banyak energi  dalam memperjuangkan cintanya ketimbang yang disukai. Siapa yang punya rasa suka lebih, ia akan melakukan apa saja agar sebisa mungkin hubungannya bisa bertahan. Nah, ketika putus cinta tiba siapa coba yang patah hatinya sangat  dalam kalau bukan si pengorban cinta itu sendiri?

2). Secakep apapun mantan kita, belum tentu mantan kita menganggap kita juga cakep (mantan jangan terlalu dipikirin kecakepannya).

Kalau pas kita ingat apa sih yang buat kita merasa suka terhadapnya(mantan) baik itu dari fisik atau kebaikannya dimata hati  kita. Yang pasti kita akan menganggap kalau mantan kita punya kelebihan yang beda dibandingkan dengan orang lain. Misalnya, kalian pernah suka mantan kalian dari cara mantan kalian melirik, tersenyum, berbicara dengan suara halus dan cara bagaimana ia menunjukkan kasih sayangnya. Sesudah putus, akan timbul kekhawatiran rasa takut kehilangan akan keindahan-keindahan apa yang dimiliki mantan menurut penilaian mata  kita. Padahal, belum tentu mantan kita beranggapan demikain tentang kita.

3). Kenangan manis dari mantan pacar selalu menjadi luka saat sudah berpisah.

Putusnya hubungan pacaran, justru akan menghidupkan kembali kenangan indah masalalu. Kapan mula bertemu, saat-saat bercanda-tawa bersama, jalan bersama dan makan bersama. Membuat kenangan-kenagan tersebut ingin kalian ulang kembali, timbullah hasrat ingin balikan, timbullah rasa takut kehilangan dan kegalauan.

Usahakanlah jangan menghubungi mantan pacar baik dari kontak langsung atau tak langsung, buang jauh-jauh atau sembunyikan sesuatu yang bisa mengingatkan pikiran kita kepada mantan kita. Pikirkan sesuatu yang lain. Jika masih kepikiran, biarkanlah pikiran berlalu dan cari kesibukan untuk memikirkan hal yang lainnya.

4). Galau, resah, gelisah hanya karena mantan pacar : perasaan yang tidak penting!

Jika mantan pacar menghantui pikiran dan hati kalian, serta kalian beranggapan bahwa dengan putusnya hubungan kalian itu membuat hidup kalian menjadi  berantakan, menjadikan kalian tidak bersemangat dan bergairah dalam menjalani hidup lagi. Itu adalah anggapan yang sangat besar salahnya! Tahukah kalian jika; galau, resah dan gelisah itu hanyalah perasaan akibat emosi saja?

5). Berpisah berarti kita akan dapat pasangan yang lebih baik darinya (berpikir positif).

Memang setelah putus dihati akan timbul rasa sakit (apalagi kalau sebenarnya kita masih punya rasa suka sama mantan). Tapi, yakinlah bahwa putus merupakan jalan terbaik. Yang aku tahu, parahnya dari beberapa pengalaman orang yang pernah putus pacaran ada yang punya cita-cita tidak mau menjalin hubungan pacaran lagi. Sebab takut sakit hati dan takut patah hati.

Pelengkap suka yaitu hanya duka. Jika sekiranya hubungan pacaran menjadikan kalian tidak merasa nyaman, buat apa dipertahankan. Dan jangan sampai hanya karena putus pacaran prestasi di sekolah kalian anjlok drastis. Jangan jadikan mantan kalian segala-galanya. Jika memang jodoh, siapa pun orangnya akan datang pada kalian tepat pada masanya. Berpisah atau putus, artinya kita akan mendapatkan pasangan baru yang lebih baik. Seandainya dia yangakan hadir di hati kalian (bisa jadi kedatangannya kembali dengan membawa cerita dan hikmah yang berbeda).

Jangan sampai mantan pacar menjadikan pikiran kita sempit. Berapa lama masa pacaran bukan salah satu alasan untuk bisa bersama selamanya. Yang pernah pacaran selama 5 tahun belum tentu akan menjadi pasangan hidup ke jenjang pernikahan. Kenapa pacaran saja dipikirin sampai pusing tujuh keliling? Toh juga pacaran…..

Wanita Seperti yang Kau Ingini

TAK akan menjadi begini, tanpa pernah kau sambut rasaku dulu

Berkat Kuasa-Nya,

Bersamalah kita

Menjalin cinta, merajut cinta berdua…

Dalam kelam kita bertahan

Demi sebuah janji

Teruntuk mimpi-mimpi yang belum terisi

Di sini,

Kembali aku menautkan hati

Padamu yang senantiasa menyayangi

Wahai sandaran jiwa ini

Cukuplah kau menjadi saksi

Bahwa aku berjanji  akan menjadi wanita seperti yang kau ingini

Sampai nanti, sampai mati…

Malu Jadi Manusia Kurang Intelektualitas, Ini Solusi Kesuksesanmu…!

#hidup cerah luar biasa dengan SQ (Spiritualitas Quantum)

Dunia yang seperti kita lihat ini merupakan wujud  dari dunia kasat mata/nyata. Dunia lain sering kita sebut manakala kita percaya akan keberadaan dunia ghaib (ada tetapi tidak tampak). Tuhan kita ada tetapi tak tampak, begitu pula dengan syaitan, Jin, Malaikat. Saya beranggapan bahwa keberadaan makhluk ghaib tersebut tak beda dengan keberadaan Ruh Jiwa kita. Coba anda bayangkan ya, ketika pada saatnya kita meninggal dunia dan raga kita akan terpisah oleh ruhnya, maka yang terjadi hanyalah roh jiwa itu akan tetap ada atau hidup entah itu melayang-layang, berdiam diri di suatu tempat dan tepatnya hanya Dia yang tahu.

Keberadaan malaikat ditakdirkan Tuhan ada dengan segala  kepatuhannya. Malaikat  merupakan makhluk suci, tunduk dengan perintah-Nya, yang  selalu  berdzikir kepada-Nya, dan melakukan tugas sesuai dengan kewajibannya. Pernah saya dengar sebelumnya kalau manusia yang suci hati nuraninya, suka mendekatkan diri kepada Allah, dan bertaqwa dengan sungguh-sungguh, maka derajatnya bak  malaikat. Tapi, kalau manusia yang memilih mengumbar nafsunya, tidak meyakini bahwa segala kekuatan itu bersumber dari-Nya, dan hidupnya punya aturan sendiri  maka ia akan direndahkan derajatnya lebih rendah dari hewan!

Malaikat diciptakan dari cahaya, manusia diciptakan dari tanah, sedangkan syaitan diciptakan dari api. Kalau Jin dari apa? Anda tahu…Jin ada yang patuh dengan perintah Allah, ada pula yang tidak. Jika kita mau membuka pikiran kita, karunia bukan hanya sekedar rejeki berupa kepandaian, kecerdasan, kecantikan, atau kedudukan status sosial yang tinggi saja melainkan,  kesehatan di tubuh kita ini pun merupakan anugerah dari-Nya yang terindah! Bagaimana tidak, sel darah merah kita itu sangat berukuran mikrokopis dengan jumlah berjuta-juta sel darah. Apabila pengetahuan kita kurang, pastilah kita menganggap darah merah itu hanya sebuah cairan seperti air. Ketika kita luka dan mengeluarkan darah, beberapa saat kemudian darah akan membeku atau mongering, bayangkan jika darah yang keluar tidak mengering?

Sepasang mata kita terdapat lensa mata yang tidak ternilai harganya, sebuah lensa yang terbentuk dari hasil aktifitas biologis manusia yang pada awalnya hanya berupa mani yang bercampur (menjijikkan jika kita melihat dan mendengarnya). Begitu juga dengan otak, otak lebih canggih dari kerja computer. Allah dikatakan “Maha”, sebab kekuasaannya yang tidak ada tandingannya. Dikatakan Allah Maha Satu, orang berakal (sekalipun tidak cerdas ) akan memahami (belum tentui meyakini ) kalau sebenarnya Allah itu satu dan tidak punya tandingan (ingat ya, tandingan Ahok dulu FPI, wekekekekekk…).

Saya itu terkadang merasa sediiih… untuk menikmati rasa kegalauan, kegundahan, dan ketidak nyamanan yang timbul di benak hati saya. Tanpa sebab yang jelas, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan saya. Saya beranggapan kalau saya kurang bersyukur, dan masih ingin mendapatkan yang lebih lagi dari ini. Andai boleh memilih, saya ingin hidup sesuai keiinginan apa yang pernah saya pikirkan atau rencanakan. Kenyataan hidup itu takdir dan ketentuan-Nya, yang suka-duka harus bisa kita terima, kita hadapi, dengan kesungguhan hati atau ikhlas. Tuhan menganugerahkan Rizki dan nikmat serta karunia-Nya kepada kita tanpa minta dibalas dengan sajen (duit, buah-buahan, ingkung atau menyan yang dibakar beserta do’a –do’a sembarangan ).

Cukup bagi Allah mendapatkan balasan dari apa yang pernah Dia berikan kepada kita dengan sebuah syukur. Syukur yang dilafalkan dengan pujian baik secara lisan atau di dalam hati yang jelas Dia akan mendengar, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Diingat-ingat lagi ya kalau “Maha “ tadi berarti bahwa tidak ada tandingan yang mampu menyaiingi kekuatan Allah.

Pada mulanya syukur diucapkan, kemudian yang penting lagi dari itu kita membuktikan syukur kita dengan nyata. Keberadaan mata buat melihat yang baik-baik (kalau bisa), adanya mulut untuk bicara yang baik-baik saja (kalau bisa ), keberadaan tangan untuk mengambil barang yang halal (kalau bisa ).

Itu pendapat saya tentang galau akibat kurang bersyukur, lalu ada lagi yang saya anggap kenapa kegalauan datang dengan menyadari keberadaan syaitan. Syaitan tercipta dari api, tidak mau menyembah kepada Allah. Kerjaannya Cuma mau mengajak manusia berbuat dosa. Syaitan itu juga kawin dan beranak pinak, kalau bisa dilihat jumlahnya berjubel-jubel kali ya ? Untung Allah menciptakan syaitan yang tak dapat dilihat oleh mata manusia, jika dapat maka itu sungguh tidak mungkin sebab saya pun tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi setiap harinya.

Manusia lebih sempurna dari makhluk lain, juga terpandang lebih baik dari syaitan. Kenapa kita takut syaitan? Bukankah syaitan akan takut kepada kita jika kita mau berdo’a (menyebut asma-Nya ). Pikirkan saja, jika kita mendapati rasa galau barangkali syaitan sedang bekerja membujuk kita untuk berbuat dosa. Berdo’a, tenangkan hati dan pikiran, kuasai diri sendiri dan yaklinkan jangan mau dan mudah untuk diberdayai oleh syaitan yang terkutuk. Lalu sentil saja kuping syaitannya!

Hidup itu misterius, begitu pula dengan kematian kita. Tetaplah punya keyakinan bahwa yang diperhitungkan Allah hanya akan diberatkan berapa timbangan amal baik-buruk kita, usahakan agar kita mau memperbaiki diri dari hari ke hari. Sebaik-baiknya matinya manusia jika ia mati terkubur dengan hormat. Bukan mati dimutilasi dan ditemukan didalam sebuah plastic dengan bau yang menyengat tak sedaaap. Menjaga keimanan hati perlu dibiasakan diri, supaya kalau sekali-sekali kita mati mudah-mudahan sebelum nafas terakhir kita terhembus kita mampu mengingat  nama-Nya walau satu kali.

#hidup cerah luar biasa dengan EQ (Emotion Quantum)

Emosi. Biasa kita akan memaknai sebuah emosi dengan anggapan yang buruk/negatif. Padahal yang dinamakan emosi itu bisa berupa, kemarahan, perasaan bahagia, dan kecewa. Persis dong sam apermen nano-nano.

Bagaimana bisa Emosi yang ada pada kita ini berpengaruh besar pada kecerdasan, serta kesuksesan atau kenerhasilan hidup seseorang. Contoh yang sederhana misalnya, seorang anak yang punya kemampuan berpikir sedang-sedang saja akan mampu memahami atau mengerti materi pelajaran tertentu jika ia mau mengulangny asampai 10 kali. Maka ia pun membacanya berkali-kali sampai ia bisa. Lalu dibandingkan dengan anak cerdas yang menyombongkan diri tak mau membaca materi tersebut. Pada saat ulangan tiba, kemungkinan besar siapa yang lebih Lucky?

Kerja emosi itu merupakan gabungan dari pola pikir kita beserta saraf-saraf neuron yang ada diseluruh tubuh kita. Emosi mempengaruhi seseorang untuk mau atau tidaknya melakukan sesuatu/bekerja. Emosi lekat sekali dengan kondisi kejiwaan seseorang. Orang yang bisa menguasai dirinya akan tidak gugup jika ia berbicara di depan umum, berbeda sekali dengan orang yang kurang percaya diri jika harus berbuat begitu.

Emosilah yang akan menjadi cambuk untuk diri sendiri tentang bagaimana kita berusaha untuk terus mau gigih berjuang meraih segala apa yang sudah kita cita-citakan untuk menjadi nyata.

Pikiran positif, berpengaruh pada jiwa yang damai. Emosi pun akan stabil. Dan pasti kita punya rasa percaya diri.

Orang lain atau rekan kita yang sudah sukses, biarlah mereka lebih dulu berhasil, biarkan orang yang sudah sukses itu menikmati hasil usahanya. Jangan minder jika anda berpikir kurang dalam pengetahuan Intelektualitas (tak menganyam pendidikan secara formalitas). Ilmu dapat didapatkan dari mana saja dan jaringan networking dalam sosialitas dapat didapatkan dengan mudah asal kit amau membuka diri, tetapiintregitas (semangat untuk meraih sukses) itu datangnya dari diri sendiri.

Bunda Pipiet Senjaaa…

Kiprah Pipiet Senja mulai aktif dalam kepenulisan, sastra dan seni dimulainya sejak ia berusia 17 tahun…

“Menjadi seorang pengarang itu menyenangkan. Bukan Cuma mengkhayal. Tentu lebih sekedar itu…”, demikianlah gumam Pipiet Senja  kepada Bu Zaidar, salah satu gurunya di SMP. Sejak itu mimpinya ingin menjadi Kowad (seorang prajurit)  dan bukan menjadi pengarang, menurutnya Kowad  itu sangat keren sekalipun sejak di bangku SMP kondisi tubuhnya harus rajin ditransfusi darah akibat chirosis hepatitis, dengan semangat ia yakin penyakitnya bisa sembuh dan tak ada alasan untuk menjadi Kowad.

Kondisi kesehatannya yang kurang baik, pernah membuat Pipiet Senja keluar sekolah, dan itu membuatnya sangat sedih, sebab keiinginan belajarnya sangat tinggi.

Selanjutnya, ketika asa dan mimpinya mulai bergairah kembali Pipiet Senja punya kegemaran baru, diantaranya yaitu: berkorespondensi, mengunjungi perpustakaan, menyimak dunia remaja di radio, mengisi acara-acara remaja di radio dengan lagu dan puisi, drama radio, artikel sastra, pelangi budaya dsb. Sebelum nama penanya bernamakan Pipiet Senja, ia punya nama pena “Tauresita”, diambil dari bintangnya yaitu Taurus.

Pada tahun 1975 nama Pipiet Senja mulai berkibar di radio-radio swasta kota kembang. Dan dalam kondisi kesehatannya yang harus keluar masuk di rumah sakit untuk melakukan tranfusi darah sama sekali tak menyurutkan semangatnya untuk mengirimkan puisi-puisinya ke berbagai media cetak. Karya pertamakalinya sempat dimuat oleh Majalah Aktuil terbitan Bandung. Perpuisi dihargai 1.500 rupiah. Mendadak Pipiet Senja dihujani surat dari pelosok Indonesia yang membuatnya lebih bersemangat lagi untuk menulis,menulis dan terus menulis….

Setelah itu setahun berikutnya, Pipiet Senja mulai menulis cerpen. Tak ada hambatan, karyanya langsung dimuat di harian lokal seperti  Gala, Bandung Pos, Pikiran Rakyat, atau Mandala. Honor cerpen kala itu berkisar 7.500- 12.500 rupiah. Cukup lumayan untuk bisa membiayai tranfusi darahnya.

Sebelum Pipiet Senja punya mesin ketik sendiri, ia sering numpang di kantor RW di Bale Desa untuk mengetik , itu ia lakukan setiap kali karyawan di kantor Bale itu sudah pulang. Dan di bulan Mei 1977, barulah ia punya mesin ketik  dari pemberian adiknya En yang dinamainya dengan sebutan “Denok” sebagai hadiah ultahnya. Sejak punya mesin ketik sendiri, produktivitas menulisya semakin tinggi. Karyanya mulai merambah ke harian-harian dan majalah terbitan Ibu Kota, Surabaya, Ujung Pandang, Medan, dan Padang. Semangat yang menggebu dalam menulis ini sebenarnya lebih banyak karena desakan untuk bisa memenuhi ketergantungannya akan tranfusi darah, sehingga ketika ada cibiran dari luar sama sekali tak menyurutkan semangat Pipiet Senja untuk terus berkarya.

Azyumardi Azra, merupakan seorang editor yang pertama kali menyemangati Pipiet Senja untuk menulis novel berisikan nilai-nilai islami. Sedangkan pesan dari Ayah Pipiet Senja sendiri, yang sampai saat ini dijadikan sebagai pegangan dalam dunia kepenulisan, bahkan hingga puluhan tahun kemudian  yaitu demikian; “Biasakan dirimu dengan kritikan-kritikan begitu. Jangan dibikin sakit hati. Sebaliknya kamu harus senang. Karena itu berarti karyamu dilirik orang. Percayalah, kritikan itu akan membuatmu semakin selektif untuk menulis yang lebih baik”.

Pipiet Senja saat sehat dan punya waktu senggang kala itu, selalu berusaha keras meningkatkan pengetahuannya, wawasannya tentang dunia sastra, dan budaya secara autodidak, ia mulai bersosialisasi, bergaul dengan komunitas sesama penulis. Kemudian bergabunglah ia dengan YPK (Yayasan Pusat Kebudayaan) di Jalan Naripan Bandung. Dari sini ia mulai ketemu langsung dengan para seniman. Dalam acara YPK yang diselenggarakan, sering mengundang nara sumber seperti  Saini K.M, Jakob Sumardjo, Wilson Nadaek, Remy Syldo, Otih Rostoyati dll.

Diusianya ke-19 Pipiet Senja, ia berhasil menerbitkan novel untuk pertama kalinya dengan judul “Biru yang Biru”. Honornya seratus ribu rupiah melebihi gaji ayahnya yang saat itu bekerja sebagai seorang Pamen.

“Kamu punya talenta luar biasa, Pipiet Senja, rekam terus jejak sejarahmu itu. Satu hari nanti, kamu akan merasakan sendiri nikmatnya menjadi seorang penulis”, ucap Titie Said usai mewawancarai  Pipiet  Senja untuk Majalah Kartini.

Sebab uangnya untuk tranfusi darah sengaja diulur-ulur untuk kebutuhan yang lain, Pipiet Senja terbiasa menyembunyikan rasa sakitnya dari kekurangan darah. Setiap kali rasa sakit mendera di sekujur tubuhnya, yang ia lakukan dengan mensugesti diri sendiri; “aku sehat wal afiat!”

Pipiet Senja mulai menulis sejak usianya 17 tahun dengan memoar pertamanya berjudul “ Sepotong Hati di Sudut Kamar”. Dua kata motivasi dari Pipiet Senja mana kala dihadapkan dengan permasalahan, ia senantiasa berpikiran positif. Keyakinan hatinya mengatakan demikian, “Kita yang berencana, tetapi Sang Pencipta yang menggariskan takdir kita. Kehidupan terus berlanjut, life must go on! Dan satu lagi, semangatnya dalam setiap kali ia mengirimkan karyanya ke redaksi yaitu ia selalu menyelipkan dengan berbekal keyakinan akan kemurahan Allah swt, ditambah mental badak sehingga tak heran naskah-naskah yang dikirim ke redaksi dapat diterima dan bisa menghasilkan uang.

Pada suatu event tahun 1979 yaitu tepatnya pada sebuah acara Temu Sastrawan Nusantara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Saat inilah ia pertama kali bisa bertemu dengan para seniman bernama Sutan Takdir Alisjahbana, Subagio Sastrowardoyo, Ajip Rosidi, Sutardji Calzoum Bachri, Taufik Ismail, Titis Basino, Th. Prihatimi, Astrid Susanto, Rayani Sriwidodo,  Ebiet G. Ade yang bermimpi jadi penyair tapi malah jadi penyanyi, dan banyak lagi sastrawan senior yang karyanya sudah ia kenal sebelumnya. Saat ini pula, Pipiet Senja berkenalan dengan seorang pemuda Tapanuli bermarga Siregar yang kemudian hari menjadi pasangan hidupnya.

Bagaimanakah kisah cinta Pipiet Senja dengan pemuda itu selanjutnya? Dan bagaimanakah perjuangan jiwa dan raga seorang Pipiet  Senja untuk bertahan dalam liku-liku kehidupannya, sehingga walaupun keadaannya selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah kehidupan sedikitpun tak menyurutkan ia untuk terus menulis dan terus berkarya hingga tulisan-tulisannya berjumlah ratusan lebih? Dengan menulis, putra pertama Pipiet Senja telah menjadi Master IT, manager disebuah perusahaan teknologi bonafide dan putri keduanya berhasil menjadi sarjana hukum yang sudah menjadi seorang pengacara hebat! Dengan menulis, ia bisa menunaikan ibadah haji di Mekkah. Berkeliling dunia untuk menjadi motivator dalam bidang kepenulisan di pelosok manca negara dan pelosok negeri ini…

Dalam novelnya yang berjudul “ Dalam Semesta Cinta “ jawaban dari pertanyaan- pertanyaan di atas tersebut terjawab. Secara pribadi, isi dari novel ini menginspirasi saya semakin yakin bahwa hanya Allah sebaik-baiknya penolong hidup saya. Pipiet Senja telah membuktikan keistiqomahan hatinya, menjalani hari-harinya yang sulit dengan keikhlasan, kesabaran dan penuh tawakal kepada Allah dalam setiap kata-katanya yang terangkai dengan santun, itu penuh makna. Dan yang tidak kalah pentingnya, untuk menjadi seorang penulis yang hebat dibutuhkan perjuangan yang hebat seperti yang sudah Bunda Pipiet Senja perjuangkan selama ini…

Salam hebatku teruntuk Bunda Pipiet Senja, mudah-mudahan beliau selalu dalam perlindungan-Nya…

Amin.

Nge-Seks, Enak?

Berdasarkan mitos, seorang perempuan dewasa yang pernah satu kali merasakan kenikmatan seksual maka selanjutnya ia akan mengalami “ketagihan” untuk bisa mendapatkan kenimatan itu lagi dan lagi. Entah itu didapat dengan merangsang diri (masturbasi) atau dengan melakukan hubungan seksual secara langsung dengan lawan jenis!

Sedangkan untuk laki-laki dewasa, desas-desus dari teman sebelah mengatakan bahwa  pada  umumnya laki-laki dewasa punya libido, gairah seksual, atau dorongan untuk melakukan hubungan seksual lebih tinggi daripada perempuan.

Benarkah demikian, jika iya barangkali karena laki-laki dewasa sering mengalami mimpi basah. Dan apa itu mimpi basah? Saya akan menguraikan mimpi basah yang dialami oleh setiap laki-laki sesuai dengan pemahaman saya.

Mimpi basah biasanya diketahui laki-laki dewasa setelah ia terbangun dari tidur malamnya. Alat vital laki-laki yang disebut penis akan menegang sebab  adanya pengumpulan darah disepanjang saraf-saraf penis tersebut. Sedangkan air  yang dikeluarkan berasal dari skrotum. Hal ini bisa menjadi pemicu kebanyakan laki-laki lebih sering berimajinasi tentang seks, lalu terdorong untuk bisa melakuakan aktivitas seksual.

Memahami dua kondisi yang berbeda ini, lalu sebenarnya diantara laki-laki dan perempuan dewasa mana yang lebih butuh melakukan aktivitas seksual?

Sepertinya tidak ada survei yang menjelaskan alasan kenapa dikalangan anak  remaja, hubungan seksual yang bebas itu  bisa rawan terjadi. Mungkinkah jawabannya karena sebagian besar anak remaja kurang pengetahuan tentang seksologi, ataukah karena sebaliknya? Dimana kebanyakan anak remaja sudah punya pengetahuan banyak tentang hal-hal yang berbau seksual dari berbagai media. Dari You Tube akan mudah didapatkan video pornografi, dari berbagai majalah dewasa, dari Radio khusus yang membahas dunia remaja dewasa dan berbagai macam sumber lainnya. Pengaruh pergaulan pertemanan juga sangat berpengaruh, desakan kebutuhan fisik dan psikologis bisa jadi penyebab utamanya, serta emosi atau  adanya keiinginan yang menggebu untuk melakukan hubungan seksual yang bebas  bisa karena terlalu cinta( dilakukan untuk kesenangan saja).

Berbagai penyuluhan dari pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling atau pelajran Biologi yang memberitahukan berbagai penyakit menular seksual dikalangan remaja tidak selalu mempan dikarenakan, telah dimudahkannya pembelian alat kontrasepsi diberbagai toko obat dan apotik. Adanya kondom untuk laki-laki dan pil KB atau suntik KB untuk perempuannya. Pendukung utamanya, di Indonesia ada banyak tempat-tempat khusus untuk melakukan kemaksiatan tanpa adanya hukum negara yang keras dan tegas.

Pegawai Seks Komersial di negara kita malah ada yang menjadikannya sebagai profesi utamanya sebagai penyambung hidup. Ada banyak perempuan bangsa ini menggantungkan hidup dengan cara demikian. Itu hak dan privasi mereka, toh hampir disetiap negara juga ada. Sekiranya tak perlu sewot ya…

Penyimpangan seksual dikalangan remaja yang belum punya status menikah atau yang dilakukan oleh kalangan orang yang sudah berumah tangga marak terjadi tak ubahnya sesemarak penyelundupan narkoba atau barang terlarang lainnya. Sudah nyata-nyata dilanggar, tapi tetap ada yang masih berani menyelundupkan. Begitu juga dengan penyimpangan seksual, sudah tau tidak benar atu dilarang juga masih ada yang mau melakukan.

Keberanian melakukan hubungan seksual (free sex), dengan dilandasi pedoman demikian, “Melakukan asal tidak ketahuan orang lain termasuk orang tua, teman atau siapa saja, melakukan yang penting sama-sama bisa menjaga rahasia, melakukan yang penting pemuasan kebutuhan seksual terpenuhi dan sebagainya!” Ini semua yang menjadikan menjamurnya kasus penyimpangan seksual.

Pendapat saya mengenai apa yang sudah terurai diatas ialah, jalan satu-satunya untuk bebas dari pelaku atau korban penyimpangan seksual yaitu dengan cara  membentengi diri sekuat-kuatnya. Nasib buruk sebagai perempuan dewasa yang sudah melakukan bisa beresiko mengalami kehamilan di luar nikah, citra dirinya bisa rusak, mungkin juga rusak pada kepercayaan dirinya/psikologisnya. Bagi yang laki-laki deawas bisa mengalami trauma seksual.

Tanpa disadari, sebenarnya kebanyakan dari kita sudah punya hasrat seksualitas jauh sebelum masa pernikahan pada umumnya dilaksanakan. Realita sosial menunjukan bahwa kejadian hamil diluar nikah banyak sekali, semua tak lepas dari alasan ini.

Mendekatkan diri kepada Tuhan, satu-satunya jalan pembentengan diri yang terbaik. Dalam Islam, merangsang diri atau melakukan hubungan seksual sebelum menikah jika dilakukan termasuk sebagian dari dosa besar yang harus dihindari, biasa disebut zina.

Kita semua adalah merupakan bagian kecil dari proses alam yang berjalan secara alami. Jangan heran, kita sebagai manusia yang berakal dan punya budi pekerti itu punya nafsu birahi. Seekor semut kecil pun tahu bagaimana cara  mereka menyalurkan keiinginannya untuk melakukan aktivitas seksual. Terbukti, adanya telur semut sebagai calon semut-semut yang baru.

 Sebagai tambahan, banyak diantara remaja muda menjadi pelaku atau korban penyimpangan seksual dikarenakan terkecoh oleh anggapanpemikiranya sendiri bahwa nge-seks/melakukan hubungan seksual itu “Enaaak atau Menyenangkan!”.

What…., kalau belum resmi menikah udah berani melakukan ML  itu  Menyenangkan?

Menyenangkan atau tidak yang jelas pelaku sudah mengotori dirinya sendiri dengan dosa, berdasarkan fakta Indonesia merupakan penganut agama Islam terbesar di dunia. Tergantung seberapa pendalaman tentang ilmu keislamannya, tapi  minimal penganut Islam punya kesadaran tentang bahayanya berzina lalu menghindarinya.

Terlepas percaya atau tidaknya sebuah dosa, ketidak tenangan jiwa tidak bisa dihindarkan ada pada diri pelaku. Yang perempuan belum nikah akan cemas oleh cibiran pasangan nikahnya jika ia sudah tidak perawan.

Beresiko tinggi untuk mengidap rasa “ketagihan!”. Seperti halnya pecandu rokok, pecandu narkoba, atau pecandu miras. Orang yang pernah berpengalaman melakukan seksual, bisa jadi ia akan kecanduan melakukan hubungan seksual. Pada kondisi tertentu, mana kala seseorang lajang atau belum menikah dihadapkan pada kecanduan seksual tapi belum ada pasangan yang pasti maka ia bisa jadi melakukan perangsangan pribadi, menjadi pelaku masturbasi atau onani (#yahhh dosa lagi dong?)

Tanya     : “ Nge-Seks sebelum menikah, enak ?”

Jawab     :  “Rumangsamu….!!!”

Bahagia yang sudah saya temukan….

Kebahagiaan

Ialah suatu keadaan dimana seseorang dalam keadaan senang, bahagia karena suka-cita. Jika saya mengingat-ingat kembali kapan saya bisa merasakan benar-benar bahagia, jawabannya yaitu setelah saya melewati hari ke-8280 lebih dalam hidup saya! Sekian lama saya berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup saya dengan berbagai cara dan macam perjuangan.

Sebelum saya mendapatkan sebuah kebahagiaan jiwa, saya sering antusias menyimak siapa saja yang suka memberikan masukan atau motivasi  kepada saya, saya paling suka mencuri-curi pikiran teman-teman saya yang saya anggap pintar, saya suka diam-diam memperhatikan gelagat orang-orang sukses yang ada di depan mata saya.

Kurang tidur untuk dihabiskan merenung, ngalamun, bahkan berimajinasi  sering saya lakukan dalam setiap harinya. Dan makan tak teratur pun, cukup lekat terjadi pada diri saya. Semuanya demi berhasilnya saya mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati, saya sadar diri untuk mendapatkan perubahan yang signifikan dalam hidup saya, saya harus berubah, sayangnya saya kurang tahu berubah yang bagaimana sih sebenarnya?!

Pikir saya bahagia sepertinya tepat untuk orang-orang yang bebas masalah dalam hidupnya, bahagia seolah-olah untuk mereka yang punya kasih sayang dari keluarga yang utuh dan berkecukupan, kebahagiaan sekiranya keadaan yang baik-baik saja atau orang yang punya jalan hidup serba mulus…

Tapi, kebahagiaan ternyata bukan itu, sebab orang bijak berkata, “Posisi seseorang bukan terletak pada saat ia sedang dalam keadaan tenang dan damai (bahagia), tapi ketika ia dihadapkan dengan tantangan dan kontraversi…”

Orang yang merasa kurang bahagia dalam hidupnya, artinya ia punya masalah dengan jiwanya…

“Orang yang paling menderita adalah orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri. Sikap ini akan melahirkan serangkaian masalah yang tiada berujung. Semua masalah itu ada dalam diri sendiri. Jika itu dibiarkan , lambat laun ia akan menderita gangguan kejiwaan dan penyakit fisik. Karena itu Allah berfirman, (sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi yang ada pada diri mereka sendiri, Al-Ra’d : 11)

Citra diri, menghargai diri sendiri, menerima diri sendiri, mencintai diri sendiri, menghormati diri sendiri, percaya diri, kesadaran diri, dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh diri sendiri, semua itu ada di dalam jiwa manusia, di dalam file-file akalnya dan tersimpan kuat di dalam akal bawah sadar. Penyebab penderitaan seseorang adalah dirinya sendiri melalui pikiran negatif tentang diri sendiri yang terjadi berkali-kali, kemudian diikat oleh perasaan hingga menjadi keyakinan. Setelah itu, keyakinan diulang kembali menjadi perasaan. Lalu, keyakinan diubah menjadi perasaan hingga menjadi kebiasaan yang dibawa sepanjang hidup”. (Sumber : Terapi Berpikir Positif, oleh Dr. Ibrahim Elfiky, hal 164).

Dari sini saya baru menemukan jawaban dari sebuah kebahagiaan.

Standar Kebahagiaan seseorang, standar yang mana?

Apa yang ada di dunia ini semuanya  tidak ada yang abadi. Merasa cukup atau tidaknya dengan apa yang ada pada diri kita tergantung darimana kita menerima dan mensyukuri berkat dan karunia-Nya. Jika ada orang lain yang lebih unggul dari kita, bukan tidak mungkin ada pula orang lain yang nasibnya lebih memprihatinkan daripada kita. Rejeki  setiap orang sudah punya takarannya sendiri-sendiri. Saya kira dengan posisi seperti ini, maka setiap orang dari kita pasti punya standar kebahagiaan tersendiri. Puncak kebahagiaaan saya berbeda dengan puncak kebahagiaan anda.

Tebak, sebenarnya di dunia ini siapa yang paling pantas bahagia?

Pernahkah anda melihat anak kecil yang pikirannya masih polos, pengetahuannya masih kurang, tapi ia terlihat bahagia? Apakah ia bahagia karena uang? Mereka bahagia bukan karena apa-apa, melainkan karena dari hatinya ada rasa bahagia.

Dalam keadaan sadar, kebahagiaan hanya akan ada mana kala kita sedang berpikiran positif. Dengan berpikir positif, otak mampu berpikir jernih, dan pikiran yang baik berpengaruh pada perasaan jiwa/hati.

Hidup kadang tak bersahabat, tetapkah harus bahagia?

Seringkali dari kita jika mendapati sebuah masalah, yang paling mudah kita lakukan yaitu dengan menangis, bersedih, mengeluh, marah, kecewa, kesal, benci, hilang kesadaran karena terlalu emosional. Benar?

Biar pun demikian, waktu yang terkesan hidup akan dinyatakan dengan adanya dentingan jarum jam yang terus bergerak dari detik yang satu ke detik selanjutnya tanpa henti (kecuali baterai jamnya habis).

Senja yang menghilang dengan jeda waktu kesekian akan kembali muncul.

Dan tahukah anda, sedalam apapun masalah yang ada pada diri kita dunia akan tetap indaaah…! Tanyakan dalam hati, perlukah saat mendapat masalah kita membungkamkan diri berlama-lama dan membiarkan kita tidak bahagia. Saat masalah menyapa, mantapkan diri bahwa kita pasti bisa melaluinya.

Kebahagiaan Sejati

Bersyukur. Mensyukuri atas apa yang ada pada diri kita dan apa yang ada pada hidup kita bukan perkara yang mudah! Itu terbukti selama anda dan saya masih belum bisa bahagia saat ini juga.

Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen dituliskan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahnya. Jika arah yang ditentukan bersifat negative maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori kearah negatif. Sebaliknya, jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori ke arah yang positif.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa, lebih baik kita berpikiran positif. Bersyukur dapat mempengaruhi pikiran positif pada otak kita. Yang kemudian akan berpengaruh pada emosi/ perasaan kita untuk merasa bahagia.

Sebagai penutupnya, inilah sedikit banyak rekam jejak saya merasa benar-benar bahagia;

Bagi saya, bahagia itu serupa dengan mimpi yang mampu saya wujudkan menjadi nyata, berhasil menjadi berkat usaha ( do’a dan kerja). Langsung saja saya cerita ya, saya benar-benar bahagia ketika saya berhasil mengalahkan teman-teman saya dalam lomba lari, saya benar-benar bahagia dengan berhasilnya saya punya peringkat satu walaupun seumur hidup hanya sekali, saya benar-benar bahagia ketika lelaki yang menjadi idola hati saya dapat saya kait, walaupun mungkin hanya sekejap dan berlalu, saya bahagia ketika semua yang saya impikan bisa menjadi kenyataan.

Lalu, jika saya masih punya keyakinan yang demikian sampai sekarang maka saya tidak akan bahagia seumur hidup. Sebab, terlalu banyak mimpi saya yang tak sanggup saya wujudkan.

Banyak dari kita punya pendapat, jika suatu saat nanti hidupnya berubah lebih baik, kita akan bahagia. Ternyata itu salah. Kebahagiaan tetap bisa dinikmati sekarang juga. Kebahagiaan tak pernah jauh dari hidup anda, dan hidup kita, sebab kebahagiaan sejati letaknya di hati.

Pendiam : Sifat atau Gangguan Jiwa ?

Secara fisik saya merupakan sosok anak perempuan yang sehat jasmani. Tetapi, bagaimana banyak orang percaya jika sebenarnya saya merupakan salah satu orang yang mungkin mengidap gangguan kejiwaan. Masalah kejiwaan bukan sekedar menjadi gila seperti orang yang  kehilangan kesadaran pada umumnya. Tapi, gangguan jiwa yang ada pada saya lebih tepatnya yaitu saya kurang bisa merasa nyaman dengan diri saya sendiri.

Ketidaknyamanan ini timbul akibat dari pikiran saya sendiri, dimana hampir mendekati usia 24 tahun saya masih punya kebiasaan buruk lebih banyak berdiam. Sudah pasti, orang yang suka berdiam dan membatasi pergaulan dengan orang lain itu akan punya pikiran yang sesuai dengan apa yang dipikirkannya saja. Selama pikiran sadar mampu berpikir rasional secara stabil itu tidak masalah. Dan yang menjadikan masalah ialah ketika saya berdiam dalam keadaan sendiri, tanpa mau membagikan masalah dengan teman/sahabat dekat.

Pengalaman nyata dalam hidup saya, saya akui jika sejak balita saya lebih banyak menghabiskan waktu berada di rumah. Bergaul paling dengan bertemu saudara dekat rumah, bermain paling dengan kakak ponakan, sudah. Karena rasa percaya diri tak terbentuk sejak dini, saya lalu menjadi anak yang pasif dalam bergaul hingga saya berada di bangku SMA. Kegagalan saya bergaul dengan percaya diri diantara teman-teman SMA tak lepas gagalnya saya bergaul dengan teman-teman SMP atau SD dulu. Hal ini  membuat saya sungkan berangkat sekolah, dan sekolah saya lakukan demi membuang malu dari anggapan orang tua atau orang lain jika saya tidak bersekolah.

Keluar SMA, saya punya tekat untuk bisa mengubah keadaan saya sendiri. Yang tadinya pendiam, saya ingin punya kepercayaan diri untuk bergaul dengan teman lainnya. Saya saat itu mulai berubah cerewet setelah saya punya teman dekat. Dalam masa perubahan itu, saya dihadapkan dengan masalah-masalah yang rumit. Memang saya sudah tidak pendiam lagi, tapi mindset saya ketika dihadapkan dengan suatu masalah tetap saja dalam penyelesainnya saya masih menggunakan kebiasaan lama seperti saat saya pendiam dulu, yaitu dengan mengisolasisasikan diri/ memurungkan diri.

Diam, murung, memendam masalah, dan seperti terkutuki tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Itu setiap kali saya mendapati masalah. Saya sadar, cepat atau lambat saya harus berubah. Itu juga tak lepas demi kebaikan saya sendiri dan untuk masa depan yang lebih baik.

Saya selama ini belum pernah mengunjungi dokter ahli jiwa mana pun, kemudian demi bisa menghilangkan keganjalan yang ada di jiwa saya, saya paksakan diri untuk membaca banyak buku. Buku saya jadikan untuk  jalan  saya mencari obat penawar diri dari kekurangan yang ada ini. Saya mulai tertarik membaca buku yang mengulas tentang kebahagiaan, buku-buku yang berisikan kata-kata motivasi, serta buku-buku yang berbau kata stress, depresi, dan frustasi, serta bagaimana cara penanggulangannya. Dari buku-buku inilah, kesadaran dan jiwa saya hidup, rasa kehampaan, kekosongan akibat kurangnya bersosialisasi dengan teman  lain/orang lain sedikit banyak dapat terkendali..

Bukan saya sengaja masih membiarkan diri saya untuk berdiam diri, tetapi pekerjaan saat ini membatasi keiinginan saya untuk bergaul dengan orang lain lebih luas lagi.

Inti dari sedikit kisah nyata diatas bagi saya ialah, sesungguhnya betapa pentingnya bersosialisasi itu ditanamkan sejak anak masih dini. Apapun kekurangan yang ada pada anak, baik kekurangan fisik atau mental, peran orang tua untuk membentuk  anak agar punya rasa kepercayaan diri wajib ditanamkan betul-betul. Kegagalan anak bergaul/bersosialisasi pada tahun pertama akan mempengaruhi tahun-tahun berikutnya. Sebagai contoh yaitu saya. Menjadi pendiam dengan tak mampu bergaul dengan orang lain sampai umur 18 tahun itu sangat menyiksa batin saya.

Kini saya menyadari, apa yang pernah terjadi pada hidup saya tak lepas dari hasil pemikiran dan keputusan yang sudah saya ambil sebelumnya. Dan hasil pemikiran dan keputusan yang saya ambil hari ini, akan berpengaruh besar terhadap hari-hari saya kedepan atau selanjutnya. Pikiran merupakan sumber kebahagiaan dan ketidak bahagiaan, dan semuanya tergantung pada apa yang kita putuskan untuk dipikirkan. Untuk berubah, langkah pertamanya yaitu ubah pikiran sebaik-baiknya.

Dalam hidup, sudah pasti kita tak bisa hidup sendiri, kita semua butuh keberadaan/bantuan orang lain. Jadi, semestinya kita hidup ini  harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, bergaul, dan berinteraksi dengan orang lain.

Sedikit tulisan ini mudah-mudahan menjadikan siapapun yang punya masalah seperti saya dapat segera terobati. Sekali lagi, manusia akan berubah jika pikirannya juga berubah (  yang baik).

Semoga bermanfaat

Tekat Kuat Menjadi Penulis, Semoga Ada Padaku!

“Apa? Kamu ingin ke Jakarta hanya untuk menulis? Aku tahu, tulisanmu itu hanya untuk mendapat sebutan orang sana-sini, berdiamlah saja di rumah. Jangan kamu sampai keblerengen gemerlapnya duniawi. Kamu tahu, menjadi penulis itu tak gampang!”, cerocos ayah dalam ingatanku malam ini.

Awalnya ayah tak setuju, tapi akhirnya aku diijinkan pergi juga. Rabu, 17 Desember 2014 sekitar jam empat sore aku sudah berada di Terminal Bawen, Semarang, Jawa Tengah. Bersiap menuju ke Jakarta untuk yang kedua kalinya. Aku mendapatkan uang saku satu juta rupiah dari ayahku. Uang itu ialah uang dari gelang yang dijual ayah untuk membayar cangkok sawah buruhnya. Ngeri, aku masih ingat pas aku sedang di penampungan mau berangkat ke Hong Kong dulu, dalam keadaan seperti  itu aku menyaksikan wajah penuh harap oleh ayahku. Ia  mendatangiku hanya untuk diijinkan menjual gelang yang aku belikan untuk ibu. Belum sempat aku melihat ibu memakainya, niatku membeli demi bisa membuat ibu merasa sedikit istimewa.

Sehari sebelum aku berangkat ke Jakarta, ibuku marah besar kepada ayahku. Ia rupanya tak mau kutinggal. Ibu mengira, ia akan kena marah ayah jika aku pergi lagi dari rumah. Kekhawatirannya dituduh menjadi seorang ibu yang tak bisa menasehati anaknya sangat tinggi. Semalamnya sebelum aku pergi, aku melihat ibuku tidur berada dibelakangku dan lebih rendah lagi. Aku terkejut tak kala aku kebangun ditengah tidur malamku itu melihat kakiku berada di atas kepala ibu. Raut wajah ibu sedih, aku berpikir mungkin karena ibu benar-benar tak ingin aku tinggalkan lagi.

Pagi hari sebelum keberangkatan.  Di Hari Rabu itu juga, aku sengaja memijit badan ayahku yang kusentuh hangat. Ia sedang sakit, pening kepala dan badannya kelelahan. Tubuhnya kurus kering. Warna kulitnya coklat pekat. Ayahku adalah sosok yang suka aku agung-agungkan. Yang selalu aku banggakan, aku rindukan, bahkan aku jadikan panutan dalam belajar untuk bisa tegar menghadapi segala macam kehidupan. Sambil memijit, aku dinasehati banyak oleh ayah.

“Awalilah segala apa yang kamu kerjakan dengan bismillah…!’’, pesan ayah.

“Aku sebenarnya lebih suka kamu berada di rumah, bekerja di dekat rumah, dan seandainya kamu mau ikuti saja belajar merias pengantin. Aku pikir kamu berbakat untuk itu”, ayah membujukku agar tak pergi lagi.

Aku bingung untuk menjawab tawaran ayah, lagi pula aku termasuk anak yang keras kepala. Aku tak tau kenapa setiap aku sedang menginginkan  sesuatu yang baru, aku belum bisa berhenti untuk berusaha mendapatkannya sekalipun pada akhirnya aku akan gagal atau terjatuh.

“Untuk mengubah nasib, kita memang harus berani berubah yah. Berjuang semaksimal mungkin, semampu yang dapat kita lakukan”, tangkasku.

Aku katakan kepada ayah seperti itu, padahal dalam hati kecilku tak tau apa yang sebenarnya harus aku lakukan. Di Jakarta akan kerja apa, di Jakarta mau tinggal dimana dan sampai kapan akan bisa bertahan membayar kos-kosan, juga makan sehari-hari jika hanya berkantongkan uang satu juta rupiah saja? Aku sama sekali tidak berpikir keras bahwa ijazah SMA-ku apakah masih laku untuk melamar kerja atau tidak. Sudah kupatok sendiri, kalau aku tak mau menjadi penjaga toko, tak mau menjadi karyawan pabrik, dan hayalanku keajaiban akan dapat pekerjaan yang sesuai dengan harapanku itu akan ada, minimal tidak menjadi pembantu rumah tangga lagi! Waaah kok bisa begitu…?

“Ayah tahu Tukul Arwana? Asal mula dia itu orang biasa, sekarang dia bisa tenar karena perjuangan hidupnya. Tentunya sebuah perjuangan itu dari enol, Yah nggak bisa sekaligus. Sewaktu aku membaca kisahnya hidupnya ia pernah juga menjadi sopir kok, pernah kelaparan dan pernah kesusahan. Dan  agar nasib kita berubah menjadi lebih baik memang kita harus mau merubahnya sendiri…”, tuturku kepada ayah dengan harapan, ayah menyetujui  tentang kebulatan tekatku untuk berada di Jakarta.

Sedih. Setiap kali aku teringatkan bayangan ibuku.

Pengalaman ibuku pernah jatuh kecelakaan ditabrak sepeda motor, membuat kaki kanan ibu menjadi rapuh dan harus berjalan terhuyung-huyung. Setiap kuperhatikan baik-baik rambut ibu, tampak rambutnya menipis akibat sering rontok. Matanya yang sebelah mulai berkedip tak beraturan, membuatku punya rasa takut jika sewaktu-waktu ibu sakit atau apa. Badan ibu lebih kecil daripada aku.

“Hati-hati ya nduk kamu di jalan, jika nanti kamu nggak betah di sana segera pulanglah saja ya biar kamu bisa makan masakan ibu lagi”, ibu mengatakan itu sambil tersenyum lalu memelukku, tak lama kemudian ia tampak sedih  dengan tak bisa menunda air matanya untuk jatuh berderai.

“Iya Bu, aku tahu. Aku pasti bisa jaga diri. Aku akan baik-baik saja nanti!”

Kami berpelukan sekali lagi tanpa mampu mengatakan sepatah kata apapun.

“Aku akan ikut rewang ke rumah Makdemu, jika nanti aku belum sempat pulang pesanku hati-hati saja ya untukmu, kamu harus jaga diri”.

Saat itu ibu mulai melangkahkan kaki berjalan keluar dan tampak tubuhnya semakin jauh.

Dari belakang, diam-diam aku melihat ibu yang terus berjalan dengan langkah-langkah kecilnya. Aku ikut ingin menangis dengan perasaan iba ketika ibu sesekali menggerakkan jemarinya kemukanya. Pikirku ibu sedang membasuh air mata. Ibu pasti sedih!

Kurasakan pipiku mulai basah, aku bergegas berlari menyusul ibu. Memeluk ibu di tepi jalan itu. Dalam hatiku, sangat berharap untuk bisa membahagiakan ibu dan berusaha menemukan arti dalam hidupku sendiri.

Tak lama kemudian, ibu sudah tak nampak lagi. Yang tertinggal sampai saat ini hanya warna baju yang dikenakan ibu saat terakhir itu. Mengingat pelukan ibu, membuatku teringat sewaktu aku pulang dari Blora dulu. Kepulanganku dari Jakarta yang pertama kalinya, disambut haru oleh ibu. Ibu mendekapku dengan suka-cita. Dia berpikir tak akan meninggalkannya lagi. Dan dia akan tenang jika aku berada di rumah. Namun, kini kenyataannya aku tega meninggalkannya lagi untuk yang kesekian kalinya.

Di Jakarta aku ingin menjadi Penulis

Ya. Hanya satu itu saja, yaitu penulis! Aku tak peduli mau dikategorikan penulis kelas apa. Kelas teri, silahkan…Kelas kacangan, silahkan…atau tanpa kelas pun silahkan…

Di Jakarta akan ada banyak pelajaran kepenulisan yang berbagai macam, banyak acara-acar a blogger yang diselenggrakan, semakin banyak bergaul semakin baik jalinan networknya terhadap sesame blogger. Itu dalam pikiranku!

Yang  penting dari dulu sampai kedepannya, aku akan menulis sesuai dengan apa saja yang sedang ingin aku tuliskan. Niat pertamaku untuk menulis cukup sebagai jalan bagaimana aku bisa meng-explore isi hatiku sendiri kepada orang lain. Aku suka menulis tentang motivasi atas dasar karena aku pernah dimotivasi oleh guru terhebatku. Berkat ketulusannya mengajarnya, aku gagal membunuh diriku sendiri. Aku sadar, di alam raya nyata ini pasti akan ada banyak orang-orang yang kehilangan harapan hidup dan ingin menyerah, sedikit banyak yang bisa aku tulis sekiranya bisa membangkitkan gairah hidup orang lain itu harapan besarku. Katakanlah aku ingin berbagi semangat! Menurutku, motivasi itu sama juga dengan pendalaman tentang kejiwaan seseorang. Banyak saat ini orang bertubuh sehat tapi sakit jiwanya.

Dengan menulis aku ingin menyuarakan semangat hidup, menyuarakan persamaan kita sebagai manusia biasa, menyuarakan apa yang jarang disuarakan, dan sebagai salah satu cara untuk mengubah pandangan negatif tanpa cela!

Bukan hanya kalian, namun alam pun tahu siapa aku! Dari dalam hatiku bilang, aku malu jika sadar aku bukanlah jebolan mahasiswa yang pandai memahami berbagai hal sehingga akan punya bahan tulisan yang berkualitas. Tapi, ketika aku sedang mau meliarkan jalan pikiranku dalam bentuk tulisan, gairah kepercayaan diriku seketika itu akan hadir.

Batinku bilang, aku malu jika aku membandingkan diri dengan penulis-penulis handal lainnya. Bila diibaratkan sebagai pertandingan, aku bukan level yang pantas untuk diikutsertakan dalam pertandingan kepenulisan apapun. Dan dari sekarang aku akan mengatakan bahwa penulis lain itu memang bagus-bagus alias berbakat. Jika aku ingat satu hal ini, memang sering membuatku ingin tidak menulis lagi. Tapi, jika tidak menulis lagi yang aku dapatkan hanya perasaan tak tenang. Menulis sudah menjadi kebutuhan hidupku.

Aku pun akhirnya menjadi merasa sangat bodoh akibat dari tulisanku sendiri. Dalam diam, aku bertanya kenapa aku terdampar di sini? Bertahan di sini untuk apa? Mencari dan mengejar apa? Benarkah demi bisa menjadi seorang penulis? Jika iya, mulai sekarang aku harus menargetkan diri berapa rupiah yang harus aku usahakan dari tulisan-tulisanku.

Mak Jeleeeb! Bagiku, satu tulisan bermanfaat untuk satu orang jauh lebih bermakna daripada satu tulisan dibaca oleh lebih seribu orang (atau pun dibayar) tanpa memberikan pesan/kebaikan apa-apa.

Bapak, Ibukku ini hanyalah sedikit ambisi yang menggebu akibat kepercayaan diri yang timbul dari menulis, tidak lebih! Bagaimana pun jalan dan akhirnya, aku sanggup menikmatinya.

Keunikan Batik Encim, Sangat Khas!

Apa yang ada didalam pikiran anda ketika  mengingat batik?

Seperti yang kita ketahui, batik merupakan kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain tersebut, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Nama batik diambil dari Bahasa Jawa, akan tetapi kehadiran batik di jawa tidak tercatat. Berdasarkan pendapat dari G.P. Rouffaer,   tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7. G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Maka dari sinilah sering ada anggapan bahwa batik bermula dari Jawa.

Ada kalanya suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu, sebab tradisi membatik dilakukan secara turun-temurun. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.

Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Tetapi, batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa, bercorak bebungaan(seperti bunga tulip. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Kain yang digunakan sebelumnya untuk membatik ialah kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, polyester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakancanting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarenakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.

Seperti sekitar tiga bulan yang lalu, saya sempat berkunjung di Kota Blora dan melihat langsung motif yang mendominasi di daerah sana, ternyata Blora khas dengan motif batang Pohon Jati. Motif tersebut melambangkan bahwa di Kota Blora terkenal dengan/ mempunyai banyak Pohon Jati yang berkualitas.

Batik Encim, salah satu batik yang ada di Pekalongan

Tepat pada hari Minggu kemarin, saya menyempatkan diri untuk berkunjung di Museum Tekstil, yang berada di Jakarta Barat. Dan kebetulan saja pada saat itu Batik Encim menjadi salah satu batik yang sedang dipamerkan di museum tersebut.

Sekilas, batik Encim mempunyai kekhasan warna dan motif. Saya tertarik dengan kekhasan ini yang menurut saya warnanya kalem menenagkan hati, walaupun klasik tapi terkesan cantik. Apalagi dipadukan dengan kebaya-kebaya yang di-display di sana.

Sebagai penambah pengetahuan, saya akan sedikit memberikan ulasan tentang batik ini. Ya, batik Encim namanya. Unik kan? Encim itu merupakan serapan dari Bahasa Tionghoa, dibilang serapan sebab pada Kamus Tionghoa tidak ada kata “Encim”. Sedangkan panggilan “Encim” itu merupakan sebuah akulturasi Bahasa Hokian untuk kata (cici/panggilan kakak perempuan). Untuk local, encim ditujukan untuk memanggil wanita yang sudah berkeluarga.

Pengusaha batik yang memproduksi Batik Encim yang hingga sampai sekarang cukup terkenal yaitu Oie Soe Tjun yang diteruskan oleh Liem Poo Hien.

Apakah anda percaya, jika jaman masa Pendudukan Belanda kalangan Tionghoa peranakan, 100% memakai kebaya? Menurut cerita, dulu sih mereka memakainya. Pasangan kebaya tidak salah lagi sebuah kain/sarung encim ini.

Pada jaman sekarang, kita melihat peranakan wanita Tionghoa sudah jarang memakai pakaian tersebut. Walaupun begitu, keberadaan kebaya/batik encim ada. Bahkan sudah mengikuti trend mode kontemporer terkini yang didesain oleh beberapa desainer fashion di tanah air (bukan orang Tionghoa seperti dulu lagi saja).

Mulanya, sekitar 1850-1860 di pesisir Pekalongan batik telah ada dengan motif yang heterogen di sana. Dulu bukan hanya masyarakat pribumi yang membatik, melainkan pengusaha Belanda dan Tionghoa pun ikut menjalani aktivitas membatik sebab batik dinilai punya nilai ekonomis yang tinggi.

Menurut saya, batik encim punya keunikan tersendiri bahkan sejak dulu hingga kini motif kekhasannya yang lebih banyak mengambil gambar-gambar phoenix, dewi-dewi, atau ornamen keramik cina masih dipertahankan, beserta juga warna yang kalem nan lembut dan kualitasnya.

Berikut ini sepintas batik encim yang sudah saya lihat di Museum Tekstil,

 DSC_6834Saya suka dengan warna serta bahan yang digunakan. Simple tapi terkesan cantik.

DSC_6861Kalau batik yang jenis ini nih, klasik abis! Cocok dipadukan dengan kebaya putih seperti di atas. Jadi keinget sama RA. Kartini deh 🙂

DSC_6856Motif dan pola di atas merupakan dsain kontemporer sesuai trend mode saat ini.

DSC_6853Melihat lebih dekat cantiiiknya motif bunga dan halusnya bordiran kebaya yang dipadukan dengan batik encim.DSC_6865Berjajar batik encim memperlihatkan kekhasan dan keunikannya yang unggul!DSC_6866Di Batik Encim ada banyak macam aneka batik.

Sumber Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Batik

http://rumahbatikpekalongan.com

 

Motivasi Saya Untuk Hari Ini…

“Kita sebagai remaja, bangkit dari keterpurukan hidup itu penting!”
Masa remaja selain merupakan masa yang indah penuh dengan suka-cita, sudah tentu duka juga tetap akan ada. Masalah yang dihadapi oleh remaja sangatlah bervariasi. Dan jika kalian tahu judul buku “Chicken Soup For The Teenage Soul”, kurang lebihnya permasalahan remaja seperti yang terulas dalam buku tersebut. Dimana akan ada banyak cerita tentang  pelajar remaja yang frustasi karena kesulitan belajar di sekolahnya, ada yang depresi karena keluarganya yang broken home, ada pula remaja yang stress karena putus pacar, mempunyai rasa minder bergaul dengan teman, pacaran lalu hamil diluar nikah dan sebagainya.
Remaja satu degan remaja lainnya dalam menghadapi sebuah masalah tentunya tidak akan sama. Remaja yang punya sikap terbuka kepada teman dekatnya mungkin lebih mudah memecahkan masalahnya daripada remaja yang bersikap tertutup dan pemurung.
Saya boleh dibilang sebagai anak muda perempuan yang sudah menginjak usia remaja alias ABG. Terkadang saya merasa sudah dewasa, dan ada kalanya pula saya masih belum bisa mengendalikan diri (bersikap kekanak-kanaan). Secara fisik, saya sudah tergolong  anak remaja yang matang. Tapi, secara psikologis (kemampuan berpikir dan merasakan/memutuskan sesuatu) masih belum seutuhnya matang. Semua tidak lepas dari tingkah laku dan kebiasaan saya sebelumnya.
Latar belakang kita yang berbeda menjadikan sebagian masa remaja kita ada yang menyenangkan dan ada juga yang tidak. Namun, yang terpenting ialah tentang bagaimana kita bijaksana terhadap kenyataan yang kita hadapi.
Masa remaja, identik dengan masa indahnya menjalin pertemanan, masa keemasan untuk mengumpulkan ilmu, dan semangat demi masa depan.
Remaja hendaknya jangan terjatuh hanya karena hal-hal berikut ini;
1). Karena Cinta
Katanya, kalau sudah cinta susah mau bilang apa? Remaja atau ABG dikalangan masyarakat kita telah banyak teracuni oleh siaran acara sinetron yang ada di layar Televisi. Banyak yang menganggap bahwa, anak puber yang gaul ya yang enggak jomblo gitu lho. Anak jomblo biasanya suka galau, bukankah ini masalah?
Karena cinta, banyak yang patah hati karena putus cinta. Karena cinta, banyak yang merelakan diri jatuh dalam limbah dosa. Misalnya, hamil di luar nikah dsb. Cerita tentang anak puber gantung diri setelah putus cinta pun ada kan? Cinta yang salah ialah cinta yang terlalu dicintai, sehingga ketika putus cinta/ terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari bercinta membuat dirinya sendiri stress dan frustasi.
2). Karena Merendahkan Diri
Rendah hati dengan rendah diri itu jelas berbeda. Kalau rendah diri sama saja kurang percaya diri, menganggap orang lain lebih mampu/hebat daripada kita. Padahal orang lain yang lebih mampu/hebat daripada kita itu semua tak lepas dari usahanya masing-masing.
Biasanya remaja yang kurang bergaul akan mempunyai kecenderungan bersikap tertutup dan pemalu. Ia akan sangat mudah terkena penyakit minder, kurang percaya diri dan pemalu. Maka dari itu, bagi kalian yang merasa masih suka menyendiri ayo segera move on ya! Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi baik, demi kebaikan diri kita sendiri juga.  Yakinkanlah bahwa percaya diri itu penting untuk dimiliki oleh kita semua, dan akan menjadi dasar utama bersosialisai.
Percaya diri dapat dihadirkan ada pada diri kita jika kita bisa mengenal siapa diri kita(menerima kekurangan dan kelebihan diri). Mengasah potensi yang ada pada diri kita. Dan punya mental positif!
3). Karena tidak mengerti arah dan tujuan masa depan sendiri
Hidup itu menurut saya bagaikan sebagai resiko dari sebuah pilihan yang telah kita pilih. Saat ini yang kita miliki tentunya ada kegagalan dan keberhasilan. Seberapa dalam kemampuan yang kita miliki semua bergantung pada usaha yang telah kita upayakan.
Kenyataan yang ada di depan mata kita sekarang entah pahit atau manis, itu merupakan buah dari apa yang telah kita pilih dan lakukan. Dan saat kita terjatuh karena sesuatu, sering kita ingin menyerah menghadapi hidup ini. Kurang bergairah dalam menjalani hidup, tak semangat, membuat pikiran kita kurang mampu berpikir secara optimal.
Jika kita tak tau arah tujuan hidup, kita akan mudah terpengaruh oleh orang lain. Yang berbahaya jika terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Kita akan menjadi orang yang tak bisa mengendalikan diri!
Melihat berbagai macam persoalan yang sudah kita ulas di atas, tak jarang dari kita hidup di masa remaja itu seolah terasa sulit! Sebagai remaja, tanpa adanya semangat hidup yang membara maka kita tidak akan punya arahdan tujuan hidup. Lalu, apa yang bisa membuat kita semangat selain kita punya mimpi/cita-cita?
Menjadi remaja muda bersemangatlah, bermimpilah yang realistis sesuai dengan bakat dan kemampuan/potensi yang sudah kita miliki.
Boleh galau karena cinta, tapi sewajarnya saja. Boleh minder dan iri, tapi minder dan irilah dengan teman-teman yang berprestasi sehingga kita terpacu untuk berusaha semaksimal mungkin dan mau berlomba-lomba dalam kebaikan/prestasi. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu memahami arah tujuan hidup kita kedepan, itu merupakan vision yang akan menjadi semangat kita hidup sebagai remaja yang bahagia.
Sebab remaja yang bahagia itu bukan remaja yang harus kaya dari segi materi, yang cantik/cakep, pandai bergaya, melainkan kaya akan kebahagiaan yang ada didalam hidupnya.
Ingatlah, perjalanan hidup setelah remaja itu sangat panjang dan tanggung jawab kita akan semakin besar. Kita yang perempuan akan menjadi ibu, dan yang laki-laki akan menjadi seorang ayah tentunya. Kita akan dihadapkan pada lingkungan masyarakat, dihadapkan pada kebutuhan berumah tangga dan kehidupan yang demikian itu akan terus berjalan/bergulir.
Selagi masih muda, semangat! Sekali terjatuh, yuuuk bangkit lagi. Jika jatuh lagi, jangan pikir dua kali untuk segera bangkit dan bangkit lagi.