Tips Mudah Mengajari Anak Membaca Sejak Dini!

Dari nol disini saya maksudkan sebagai awal mula anak masih berusia sekitar tiga atau empat tahunan. Dimana saat-saat seumuran itu merupakan momen tepat untuk mengajarkan anak membaca buku. Dalam pandangan mata saya, menurut saya anak seusia tersebut di Indonesia masih minim sekali terlatih gemar membaca sejak dini. Beda banget dengan negara maju yang sudah menggalakkan anak-anaknya untuk mau belajar membaca lebih cepat ketimbang di Indonesia. Pengupayaannya sudah pasti tak lepas dari kerja keras orang tua, yang selain akan mengeleskan anak-anaknya di sebuah playgroup atau meluangkan waktu untuk belajar membaca bersama anak-anaknya dengan berbagai macam cara.

Entah faktor apa yang membuat kebanyakan dari orang kita mengaku kesusahan setiap kali mengajari anaknya untuk belajar membaca, apalagi diusia yang masih terbilang sangat dini ya. Anak-anak seumur 3-4 tahun kebanyakan lebih suka bermain daripada bermain dengan buku. Tetapi, bagi orang tua yang bisa mendisiplinkan anak-anaknya, mungkin anak akan patuh dengan apa yang diperintahkan orang tuanya. Intinya, untuk mendampingi anak itu bagaimana cara kita mengambil hatinya saja, supaya ia menuruti apa yang ingin kita ajarkan.

Ada baiknya jika mengajari anak membaca seiringan dengan mengajari anak dalam hal menulis. Dengan menulis, memori anak dalam mengingat sesuatu yang baru akan terekam lebih kuat.

Awal mula proses pembelajaran terhadap anak akan bermula dari mata anak. Awalnya yang hanya melihat benda/mainan, kemudian menghafalkan benda, dan melihat gambar-gambar.

Sebagai pemanasan dalam belajar membaca, anak akan lebih senang jika di dalam rumahnya terdapat banyak buku yang dapat menarik perhatian hati anak itu sendiri. Untuk itu orang tua perlu mengusahakan agar ada buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur anak. Misalnya saja buku yang bergambar beserta tulisan ringan.

Mengajarkan anak huruf alphabet dan angka satu 1-10 memang dasarnya. Namun yang mempercepat anak mampu belajar lebih enjoy lagi berikut inilah tipsnya ya;

1). Anda sebagai orang tua bentuklah sebuah kebiasaan untuk mau sejenak meluangkan waktu bersama anak mulai dengan cara mendongeng.

Kenalilah apa kesukaan anak Anda dalam dunia alam pikirannya. Apakah anak Anda suka kartun, suka mobil-mobilan atau suka bonekah Barbie. Dengan mengetahui kesukaan anak, kemungkinan besar Anda akan mendongengkan kisah sesuai dengan tema minat anak Anda tersebut yang kemudian akan mudah ditangkap oleh anak. Dengan rajin mendongengkan anak, sama juga Anda sudah melatih anak untuk dekat dengan buku! Apalagi jika Anda mau mempertanyakan isi cerita yang telah Anda dongengkan kepad anak, setiap kali mendengar mereka akan berusaha menyimak sejeli mungkin setiap Anda sedang bercerita. Demi bisa menjawab apa yang akan Anda pertanyakan kepada mereka nantiya.

2). Dukung anak belajar membaca melalui menghafal sesuatu dan menuliskannya dengan cara yang mengasyikkan.

Bisa dengan jalan menggambar dan menuliskan apa yang ia senangi dalam hal menggambar. Memperlihatkan gambar dan membacakannya dengan lisan. Ketrampilan anak membaca akan berjalan seiring dengan ketrampilannya menulis dan mengingat sesuatu. Ketika Anda memutuskan untuk mengajarkan anak Anda membaca, Anda harus siap mengajarkan anak menulis dan menghafalkan sesuatu yang baru secara continue/berkelanjutan. Harus ada buku dan pensil untuk anak beserta tulisan bergambar yang digunakan untuk anak menghafal. Misalnya saja nama-nama buah, hewan atau bulan dan angka dengan gambar-gambar yang menarik! Pada umumnya anak akan termotivasi belajar jika ada hadiah untuknya sebelum atau sesudah berlatih membaca.

3). Berikan nilai kepada anak secara jujur atas usahanya dalam belajar berupa penghargaan, hadiah dan rasa tambah sayang Anda kepada anak.

Walaupun sebuah bintang yang dapat ditempelkan diatas kertas sebagai penilaian baiknya/kesungguhannya dalam belajar, ternyata dari kecil saja anak sudah mampu memahami apa itu sebuah pujian/penghargaan. Jangan sungkan-sungkan mengatakan kebenaran kepada anak dan memujinya jika ia memang benar. Tidak salah jika Anda memberikan sesuatu makanan yang disukai anak. Misalnya saja coklat atau roti yang bisa merangsang kemauan anak untuk belajar.

4). Belajar dengan anak perlu kesabaran dan waktu yang proposional.

Terlalu lama belajar maka anak yang masih dini sudah biasa jika mereka akan mengalami kejenuhan dalam belajar. Ada kalanya pula anak akan bersikap menjengkelkan. Bangun mood anak baik kembali dengan mau sejenak bermain dengannya. Usahakan anak Anda menonton TV sesuai dengan dunianya dan terbatasi. 1-2 jam dalam sehari, menonton TV bagi anak sudah cukup.

5). Taruh kepercayaan penuh pada anak Anda, bahwa anak Anda pasti bisa.

Ulangi lagi dan lagi dari apa yang sudah dipelajari sampai bisa. Walaupun itu membaca satu atau dua kata. Konsistensi dalam mendampingi anak Anda untuk sekedar mendongeng, dan terus belajar membaca besar pengaruhnya terhadap kedisiplinan anak untuk mau belajar.

Semoga bermanfaat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s