Orang Tua Jangan Lepas Tangan, Jika Anak Sudah Lulus SMA…!!!

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak anak yang hanya mampu menamatkan pendidikan SMA, dan setelah 5 tahun kemudian saya baru menyadari betapa pentingnya sebuah keterampilan yang dapat digunakan untuk modal mendapatkan lapangan pekerjaan. Mengingat usia yang semakin bertambah, disadari atau tidak, menikah , berumah tangga dan menjadi seorang ibu pasti akan ada didepan mata saya……….

Sekolah Menengah Atas sederajat bagi saya merupakan jembatan emas dimana saat itulah nasib seseorang akan ditentukan! Hanya dalam beberapa moment tertentu saja setelah SMA seseorang akan menentukan pilihannya untuk melanjutkan sekolah keperguruan tinggi/universitas atau tidak. Melanjutkan sekolah ke jenjang universitas tentunya bukan menjadi sesuatu yang mutlak harus dilakukan, akan tetapi ada baiknya jika Anda yang merupakan salah satu anak muda khususnya yang sedang berada di bangku SMA sederajat untuk mengetahui sedikit banyak tentang pengalaman saya yang setelah SMA hanya dihabiskan untuk bekerja dan sampai sekarang belum juga melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun!

Ada beberapa orang mengatakan bahwa edukasi yang didapat dari pendidikan formal itu tidak selamanya bermakna dan mempengaruhi kesuksesan seseorang. Berdasarkan cerita-cerita orang yang berhasil menjadi public figure sudah banyak yang membuktikan bahwa keberhasilan itu dari usaha yang gigih dan ketekunan. Dimana ketekunan hadir tak lepas dari mindset seseorang tersebut.

Berbicara tentang dunia universitas, barangkali pendidikan merupakan prioritas terutama bagi orang tuanya yang lebih dulu pernah merasakan bangku kuliah. Selain demi memenuhi kebutuhannya, tetapi juga demi menjaga image-nya. Biasa dari orang kita bilang, demi menjaga kebaikan nama orang tua jika orang tuanya orang terhormat ditengah masyarakat ih malu dong jika anaknya nggak disekolahkan keperguruan tinggi. Di Indonesia, biaya pendidikan untuk lanjut keperguruan tinggi masih tergolong sangat mahal. Dari situlah kendala yang nyata menjadikan alasan banyak anak yang lulus SMA memilih untuk bekerja ketimbang kuliah.

Walau kurang mampu, namun masih ada kemauan belajar ada pula yang bekerja menyambi kuliah. Mungkin bekerja di pabrik dan mengambil kuliah dengan waktu Saptu-Minggu saja. Atau telah banyak juga ada beberapa pekerja luar negeri dari Indonesia yang sekaligus kuliah di negara tersebut, misalkan BMI  di Hong Kong atau Malaysia yang bekerja sambil kuliah. Pertanyaannya Apakah anak Anda mau atau bersedia menjadi pekerja luar negeri? Sudah tentu tidak semua orang yang mau tanpa kesungguhan…

Ujian Nasional sebentar lagi bagi Anda yang punya anak, sedang berada di bangku SD, SMP, dan SMA yang akan menghadapi ujian pastikan Anda mendukung pendidikan sekolahnya. Sebenarnya, semenjak anak duduk di bangku SD sebagai orang tua perlu membantu membentuk anak punya motivasi dari diri sendiri untuk mau mengusahakan dirinya mencapai prestasi. Sehingga jalan menuju SMP dan SMA akan mengalir berjalan dengan sendirinya…

Pada artikel kali ini saya menekankan kepada orang tua yang kebetulan mempunyai anak yang sedang mau menghadapi ujian nasional tingkat SMA. Harapan utama memanglah lulus dari ujian tersebut. Akan tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah tujuan anak Anda setelah lulus nanti. Memang benar, yang namanya kemungkinan itu sangat tidak dapat diprediksi. Lulus dan tidak akan menjadi sebuah resiko! Sebagai orang tua, Anda jangan sampai hanya menggantungkan guru di sekolah dalam masalah pendidikan anak Anda. Sebagai orang tua Anda harus lebih tahu seberapa besar kemampuan anak dalam menangkap  mata pelajaran dan keiinginan anak.

Itulah sebabnya betapa pentingnya menjaga komunikasi antara orang tua dan anak. Anak Anda mulai menginjak remaja, dan terlihat lebih dewasa. Bagaimana pun juga Anak Anda masih membutuhkan bimbingan Anda, bantulah mereka dalam membuat keputusan sebaik-baiknya. Untuk melanjutkan kuliah atau tidak dan katakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dipilih anak jika menlanjutkan dan tidak melanjutkan kuliah.

Pemahaman anak Anda tentang penjelasan yang Anda sampaikan akan membantu anak mengetahui identitas dirinya. Bagi yang sudah punya rencana jitu untuk melanjutkan sebab didukung oleh ketersediaan biaya yang mencukupi mungkin tidak banyak masalah. Tapi, bagi yang keiinginan melanjutkan keperguruan tinggi masih setengah-setengah ada baiknya antara orang tua dan anak mengambil sebuah kesepakatan.

Orang tua, terangkan sekali lagi dan berikan pemahaman sebaik-baiknya kepada anak jika waktu setelah SMA itu merupakan waktu yang sudah tidak boleh dihabiskan hanya bersenang-senang seperti waktu yang sebelumnya. Setelah SMA adalah waktu yang mendekati kata berkarier, menikah, dan berumah tangga hidup lepas dari tanggung jawab orang tua. Justru sebaliknya anak akan berubah menjadi orang tua yang punya tanggung jawab besar mendidik dan mengasuh anak, serta akan menjadi bagian dari masyarakat!

Sebisa mungkin motivasi anak untuk bisa lulus dengan nilai ujian yang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Dukung mereka dengan do’a dan motivasi belajar yang hebat. Sebisa mungkin ciptakan suasana rumah yang kondusif, demi konsentrasi anak yang baik.

Pengalaman pribadi saya merupakan anak SMA yang lulus pada tahun 2009. Semenjak sebelum kelulusan, dari hati saya sudah pesimis untuk bisa melanjutkan perguruan tinggi. Karena didalam pikiran sudah terbayangi ketakutan kalau saya tidak akan lulus, melihat kenyataannya saat itu saya merupakan murid yang berkemampuan kurang dan sering mendapatkan nilai yang jatuh! Pesimis itu membuat saya tidak pernah membicarakan niat saya untuk lanjut kuliah dimana pun. Orang tua saya hanya sepenuhnya mempercayai saya akan pilihan saya mau lanjut kuliah atau tidak, yang penting bagi orang tua saya, harapan penuhnya ialah berhasil lulus saja.

Setelah lulus, akhirnya saya memilih untuk belajar di sebuah lembaga pendidikan bernama LLK2 Chipto Bhakti Husada, Magelang. Sebuah lembaga pendidikan Asistant Keperawatan. Kita tahu bahwa Perawat itu asistan Dokter. Nah kalau saya sebagai asistannya Perawat. Program itu hanya menghabiskan waktu selama satu tahun. Pengalaman yang mengesankan bagi saya adalah ketika saya PKL di RS Kebumen selama 3 bulan lamanya. Lumayan terdapat tiga bangsal sudah saya masuki, mulai dari bangsal penyakit dalam, bangsal Bedah, dan bangsal Persalinan.

Dari situlah saya mulai mengerti oplos obat, pasang  infus, kateter dan kiret. Tapi, betapa terpukulnya hati ayah ketika tiba-tiba sebelum saya diwisuda saya malah sengaja pamitan untuk ke Pontianak sebagai penjaga bayi yang berusia 3 bulan.

”Kalau begini sedari dulu aku nggak menyekolahkanmu lagi di Magelang dari keringat buruh mencangkulku, dan sebaiknya aku membelikanmu anak-anak bebek untuk kamu pelihara setiap hari….!”, kata ayah dengan nada pasrah.

Pengalaman bekerja di Pontianak membawa saya menjadi BMI di Singapura dan Hong Kong, niatnya ingin mengumpulkan uang yang halal dalam waktu singkat. Eh malah yang ada, pengalaman lebih berharga ketimbang lembarannya.

Kini, saya mulai paham dan mengerti bahwa usia 19 tahun sampai 23 tahun adalah bagian dari perjuangan hidup yang tak terasa saya mulai tidak lagi merepotakan orang tua. Minimal saya tidak meminta uang jajan sama orang tua.

Antara lanjut kuliah, kerja dan menikah………..

Tanyakan kepada anak mana yang akan ia tempuh duluan. Berikan pemahaman jalan sebaik-baiknya ialah jika ia punya kemauan untuk melanjutkan kuliah, walaupun nantinya akan ia lakukan sambil bekerja.  Dan jika sudah begitu, kuliah selesai, pekerjaan didapat dengan mapan. Menikah pun lancar…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s