Glazheca, Siapakah Dia….??

1424086552137911639

1 Oktober 2014……….! Glazheca, namanya mulai saya kenal jauh hari semenjak saya masih berada di Hong Kong. Dari keisengan buka-buka lapak Kompasianer, tak disangka saya menemukan salah satu artikel yang judulnya sungguh menarik.”Bekerja ke Kanada dengan Mudah” merupakan tulisan terbaru dari Glazheca. Setelah saya membaca habis isi artikelnya, baru saya tahu kalau Mbak ini awalnya pernah bekerja di Hong Kong dan sekarang sudah bekerja di Kanada. Merasa tertarik dengan tulisan-tulisannya, kemudian hari itu juga saya mencari namanya di Facebook. Ketemulah akhirnya nama dia, saya sengaja meng-addnya….

1424087129407583778

”hallo mbak , kenalin aku adalah kompasianer Bmi HK
salam kenal ya”, pesanku di inbok Fb-nya!

‘’salam kenal mbak Utami, muuf baru balas sbb fb yg ini jarang ku buka”, balasnya.

Mendapat balasan jika akun Facebooknya yang jarang dibuka, membuat sayanggak ngeh untuk bertanya banyak lagi. Padahal sebenarnya saya penasaran dan ingin bertanya tentang pekerjaan barunya di Kanada tersebut.

Baru beberapa hari yang lalu saja, ketika saya online membuka Facebook nampaklah akun Glazecha sedang aktif. Namanya masih saya ingat jelas kalau dia seorang Kompasianer yang bekerja di Kanada. Kebetulan  saja saat itu saya sedang ada waktu senggang, dan sempat chattingan sama dia.

Glazecha, salah satu Kompasianer yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Ia bergabung di Kompasiana sejak tanggal 9 Oktober 2011. Walaupun tulisannya sejumlah 30 artikel, namun dari sekian banyak itu konten tulisannya menarik semua. Ia berpengalaman bekerja di Hong Kong selama 7 tahun, sempat ganti majikan sudah 3 kali. Pada saat di Hong Kong dulu, ia merupakan sahabat dekat Kompasianer Fera Nuraini dan juga Kompasianer Ani Ramdhani. Dalam sebuah acara Kopadaran yang pernah diselenggarakan bersama Admin Iskandar Zulkarnaen di Hong Kong tampaknya ia pun hadir.

Berdasarkan pengakuannya, ia mulai bekerja di Hong Kong sekitar tahun 2007, dan selama di Hong Kong ia lebih suka main di rumah rumah kakaknya ketimbang ngeluyur sama teman-temannya. Kakaknya yang kebetulan sudah menikah dengan orang Hong Kong dan sekarang resmi menjadi orang Hong Kong. Dalam kesibukkannya bekerja di Hong Kong, ia punya tekat untuk bisa melanjutkan studinya. Pada awalnya ia ingin masuk di Saint Marry University, tetapi rupanya  ia tak berminat dengan dunia bisnis.

Dan setahun kemudian setelahnya, dia sudah punya niat untuk mengambil jurusan yang ia minati di Universitas Terbuka sebagai guru SD, tapi harus tertunda sebab kondisi pekerjaannya tidak bisa disambi. Keiinginan untuk bisa melanjutkan sekolahnya diperguruan tinggi sangatlah kuat. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari majikan baru demi bisa kuliah. Di majikan baru, ia berhasil masuk disalah satu lembaga pendidikan YMCA of Hong Kong yang kali ini bukan sarjana namun diploma bersertifikat (NAMC) Nort American Montessori Center Canada. Jika pulang ke Indonesia, ia bisa menjadi Guru TK.

Walaupun usianya sudah  33 tahun, ia masih punya tekat untuk bisa melanjutkan studinya di Kanada. Hingga pada akhirnya pada tanggal 24 April 2014 ia pertama kali menginjakkan kaki di Negara Kanada. Ijin visanya tercatat sebagai pelajar dan pekerja di Kanada. Untuk bisa bekerja di Kanada tak semudah seperti mendaftar kerja di negara Hong Kong. Jika untuk bekerja di Hong Kong kita bisa dibantu agency dalam pemrosesannya, dan biaya(utangnya) bisa diganti kalo sudah bekerja di Hong Kong. Tapi, bekerja di Kanada mesti bayar biaya pemrosesan semuanya sendiri secara cash. Biaya untuk bisa bekerja  di Kanada sebesar 3.685 Canada $, jika dirupiahkan berkisar Rp. 50-60 jt.

14240866941040249359

Wuiiiihhhh…sungguh Kompasianer Glazheca ini merupakan pekerja yang hebat, punya dedikasi kerja yang tinggi, punya semangat belajar yang tinggi. Bahkan sesampai di Kanada pun ia masih melanjutkan kuliahnya ke level yang lebih tinggi. Ia mengatakan, di Kanada jika tidak kuliah maka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk sementara ini, dia menyambi bekerja sebagai childcare Assistand.

Tentunya selain menambah pengalaman, di Kanada ia menjadi tambah tahu akan keberadaan mahasiswa Indonesia di sana pada umumnya. Jumlah TKW di Kanada masih sangat sedikit. Yang paling seru pasti kalau lagi musim salju kayak begini.

1424086755727162210

Walaupun kita belum pernah ketemu, tetapi ceritanya sedikit banyak sudah menginspirasi saya…

Good Luck Mbak Glazheca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s