Hakikat Kita Hidup Sebagai Manusia Adalah Menerima!

Jika Anda paham bahwa Anda terlahir sebagai manusia, maka dalam keadaan sadar yang akan ada dipikiran ialah, Anda lebih hebat daripada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Anda merupakan salah satu makhluk hidup yang paling sempurna diantara makhluk yang ada di alam semesta ini. Termasuk apa saja yang ada di dalam bumi dan di luar angkasa atas sana.

Terlepas apakah Anda seorang yang mempunyai keyakinan terhadap Tuhan, atau Anda itu seorang atheis(tak berkeyakinan). Yang jelas Anda tahu jika keberadaan Anda di dunia ini pada akhirnya nanti akan mati dan tak bisa hidup kembali.

Sedikit dan sejenak mari kita renungkan bersama, berbicara mengenai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut saya, ada atau tidaknya sebuah kepercayaan kita terhadap Tuhan itu semua tidak lepas dari latar belakang kita terlahir di dunia ini. Faktor yang paling berpengaruh pada mulanya yaitu siapakah orang tua/pengasuh kita sejak kecil. Kita tahu bahwa, tingkah laku kita sebagian besar merupakan adopsi dari lingkungan yang ada sepanjang kita dalam masa pertumbuhan dan perkembangan! Begitu pula dalam hal kepercayaan. Tak jarang, lingkungan yang baik akan berpengaruh pada sikap yang baik pula. Dan sebaliknya!

Mempercayai keberadaan Tuhan itu, dapat dibilang sebagi sesuatu yang misterius. Bagaimana tidak, hal ini bersifat sangat personal. Kepercayaan tidak dapat dipaksakan ada, dan tidak bisa dipaksakan tidak ada. Dan kepercayaan itu akan ada sesuai dengan pandangan seseorang masing-masing. Well, ijinkan saya mengatakan bahwa didalam dunia dan alam semesta ini ada Tuhan dibalik semuanya.

Tuhan yang mengadakan apa saja yang mampu saya lihat dan ada yang tidak sanggup saya lihat langsung. Misalnya yang  tidak dapat saya lihat langsung seperti benda-benda di luar angkasa, kecuali bintang, matahari dan bulan, serta awan yang masih dapat  saya lihat dengan kasat mata.

Jika didalam hati saya sudah mengatakan dan meyakini bahwa segala sesuatu itu Tuhanlah yang mengadakannya/menciptakan maka saya membenarkan jika saya sebagai manusia terlahir dengan kesempurnaan yang dilebihkan oleh Tuhan apabila dibandingkan dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Hewan dapat bergerak, mereka dapat berkembangbiak, mereka jika lapar dapat mencari makanan, secara alami mereka beraktivitas tak jauh berbeda dengan manusia. Tetapi, akalnya sajalah yang membedakan. Manusia tercipta dengan akal yang sehat, sedangkan hewan Anda dapat menilainya sendiri? Apakah hewan mempunyai perasaan seperti manusia pada umumnya….? Apakah hewan mempunyai rasa malu, jika iya kenapa hewan telanjang tidak memakai baju?

Apalagi tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan tercipta tampak sekali jika mereka tanpa keluh kesah. Diam, selalu menerima keadaan yang ada. Tak peduli terkena hujan, panas dan jika sewaktu-waktu harus mati karena ditebang atau dimakan hewan. Tumbuh-tumbuhan dengan keajaiban Tuhan, mereka mampu bertahan hidup walau hanya makan dengan sinar matahari, air dan karbon dioksida dan tanah! Malah, penyerapan karbondioksida pada tumbuhan dikeluarkan dengan oksigen yang dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan manusia. Hebat kan Tuhan? Ini hanya sedikit pemahaman betapa sesungguhnya mulianya kita tercipta sebagai manusia di dunia ini oleh Tuhan. We are created by Our God. So,actually our God is only one. My God is your God. Your God is mine.

Jika kepercayaan terhadap Tuhan hadir dari hati nurani kita,maka kita akan mencari tahu apa saja larangan dan perintah-Nya. Kita akan mengenal yang namanya dosa. Kita akan tahu mana sesuatu yang baik dan mana sesuatu yang tidak baik. Dari pemahaman antara baik dan tidak, sangat  berpengaruh pada tingkah laku kita sendiri.

Setelah memahami sedikit banyak tentang Tuhan, yang ada di dalam benak hati saya ialah orang tua. Tuhan menghadirkan saya di dunia ini, melalui proses biologis dari kedua orang tua saya dan bukan dari sepasang monyet! 23 tahun usia yang bukan anak-anak lagi. That’s way I would like to tell you little things about this life…

Berbicara tentang hidup, secara pribadi saya akan mengatakan bahwa hidup ini pada dasarnya sebagai manusia kita hanya mampu menerima. Menerima apaaa…..? Tentunya menerima apa yang ada didalam tubuh kita ini. Anda dan saya hidup dengan sadar kita dikaruniai sebuah tubuh(raga), didalamnya ada sebuah roh(jiwa). Tubuh tanpa roh akan berupa mayat/ kerangka manusia. Keberadaan manusia tidak akan pernah ada tanpa proses biologis. Segala sesuatu ada berkat ijin-Nya(berkat kekuasaan dan kebesaran-Nya!). Sudah banyak sekali kita mendengar adanya kasus keguguran, aborsi dan bayi meninggal.

Bayangkan saja, seandainya Anda meninggal dunia ketika Anda baru umur satu minggu tentunya Anda tidak ada di dunia saat ini. Maka bersyukurlah atas keberadaan Anda sampai sekarang ini(termasuk saya)…

Inti dari adanya tubuh dan roh yang menyatu, kita akan menerima keadaan tubuh beserta seberapa dalam kemapuan kita berpikir dan mengendalikan diri. Keadaan tubuh yang sehat jasmani dan rohani atau cacat fisik, jika saja tubuh kita kurang sempurna/cacat pada dasarnya kita tidak bisa menolak itu…

Kembali saya akan mengatakan bahwa pada hakikatnya kita sebagai manusia hanya mampu menerima atas segala apa yang ada pada hidup kita ini. Sudah sadar akan adanya tubuh dan roh kita yang menyatu. Kemudian kita akan menyadari keberadaan siapa orang tua kita/pengasuh kita. Saudara-saudara sedarah kita, orang-orang yang terdekat dalam hidup kita, orang di sekitar lingkungan kita, siapa yang kita cintai dan siapa yang kita sakiti…

Diatas tadi, saya sudah mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi tidak lepas dari ijin Tuhan untuk kita. Dan apabila hakikat kita sebagai manusia pada dasarnya hanya mampu menerima(anugerah Tuhan), kita pun dalam keadaan terpaksa atau tidak tetap akan menerima rejeki dari-Nya. Sering kita mengatakan bahwa kekayaan, kepintaran, jodoh dan nasib itu tak lepas dari campur tangan Tuhan. Saat kita sedang dalam keadaan terjatuh atau kekurangan, yang harus kita lakukan sebisa mungkin ialah berusaha.

Pemahaman kita tercipta dari Tuhan, semestinya kematian kita pun akan kembali untuk-Nya. Pemahaman kita terhadap dosa, tak lepas dari kepercayaan kita akan hal baik dan buruk. Sebagai manusia kita pasti semua pernah melakukan kesalahan. Sebagai manusia pada dasarnya kita semua ingin punya nasib yang bagus. Pesan dari saya, jangan sampai kita terlena oleh kemewahan duniawi. Segala sesuatu tidak ada yang abadi. Waktu boleh berganti, hari-hari pun akan terus berlari. Kapan kita akan mati dan tidak pernah raga kita untuk hidup kembali? Hanya Dia saja yang tahu. Lupakan pacar yang sangat Anda cintai tapi memutuskan hubungan dengan Anda. Jangan terlalu bersedih hati akan kegagalan  yang pernah menimpa Anda. Jangan merasa rendah diri terhadap kesuksesan yang belum juga Anda dapat dan temukan. Jangan berputus asa untuk terus maju kedepan.

Hidup itu selalu akan realistis, dan bukan berjalan sesuai dengan imajinasi pikiran kita. Saat malapetaka tiba, kita hanya akan mampu untuk berusaha meresponnya. kembalilah kepada Tuhan tak kala kita sedang dalam keadaan suka maupun duka. Menerima hidup, dan pada akhirnya kita akan mengembalikan hidup yang pernah ada dan terjadi pada kita semua ini. Pikirkanlah duniawi ini sewajarnya,kembalilah pada jalan Tuhan sewaktu ketenangan hati sulit kita dapatkan.Sebab pada saatnya, kematian akan datang menjemput kita!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s