Persamaan dan Perbedaan Perayaan Hari Imlek di Tiga Negara Berbeda!

Hari Imlek merupakan tahun baru orang Cina, di tempat tinggal asli saya yang berada di Ambarawa, Semarang pas sekali di belakang rumah saya terdapat makam Cina. Tempat itu sudah ada sejak saya masih kecil. Bahkan keberadaan makam Cina itu menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat sekitar rumah saya. Orang di daerah saya bekerja sebagai perawat makam tersebut. Termasuk paman saya juga bekerja di situ! Saat imlek begini, biasanya makam itu akan ramai dikunjungi para peziarah. Yang datang berziarah, banyak juga yang akan memberikan uang angpao kepada pekerja atau anak-anak kecil yang tinggal didaerah sekitar itu, sengaja datang demi mendapatkan uang ampao. Lalu, biasanya juga ada yang namanya pertunjukan tari Barongsai.

Tepat dimalam tahun baru Imlek, tempat ibadah orang Cina akan ramai didatangi masyarakat yang ada di daerah saya, sebab di sana akan ada pesta kembang api yang lumayan panjang. Tak beda seperti pada saat orang menyambut tahun baru Masehi dan Hari Raya Idul Fitri. Yang ada di benak pikiran saya saat tahun baru imlek pasti paman saya akan memberikan kue keranjang, yang merupakan makanan khas orang Cina. Lalu, akan ada banyak lampion khususnya rumah orang keturunan China di Vihara terdekat tempat saya.

Benar sekiranya jika dalam suatu keadaan suka dan duka itu semua ada hikmahnya. Termasuk pengalaman saya ikut kerja sama orang yang punya Ras/keturunan Cina. Bagaimana tidak, sepuluh bulan lamanya saya berada satu atap dengan orang Cina yang tinggal di Indonesia tepatnya di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini juga merupakan pengalaman saya pertama kali tahu bagaimana sih orang Cina merayakan tahun baru Imlek di Indonesia.

Selain di Pontianak, saya pernah berpengalaman merasakan tahun baru di Negara Singapura. Dimana Negara Singapura mempunyai penduduk terbesar dengan keturunan Cina terbanyak. Juga di Hong Kong, yang malah hampir seluruh warganya adalah Cina. Gimana ya keseruan perayaan Imlek diantara tiga Negara ini? Apakah Anda bisa menebak tempat mana yang paling ramai? Tempat mana juga yang orang Cinanya tidak pelit memberikan Angpaou?

Perayaan Imlek di Pontianak Indonesia. Kurang lebihnya seperti ini, di pusat Kota Pontianak ternyata ada banyak orang yang berketurunan Tiong Hoa/ Cina. Mereka pada umumnya punya penghidupan yang lebih mapan dibandingkan dengan warga kita yang biasa(termasuk saya). Ada yang menjadi pedagang dan pegawai di sebuah lembaga. Satu minggu sebelum Hari Imlek, kebanyakan orang Cina akan membersihkan rumahnya, mulai dari perabot sampai hampir seluruh isi rumahnya yang ada. Apa-apa pokoknya dilap, dari yang atap rumah sampai yang bawah(lantai).

Mereka akan membuat baju keluarga yang bermotif sama. Lalu membuat makanan khas sebagai persediaan tamu yang akan datang. Membuat  soup minuman dari biji bunga anggrek, bunga matahari yang sudah lama dikeringkan, dan rasanya cukup manis. Ada kue keranjang. Di malam harinya, bunyi petasan aduuuuh………. ramainya. Bahkan sangat ramai sekali!!! Winggg…dooor, Winggggg…doooor, Wingggg dooor sampai nggak bisa tidur semaleman. Dari tempat yang satu dengan tempat yang lainnya bunyi petasan saling bersahut-sahutan. Jalan-jalan lebih padat ketimbang hari biasanya. Banyak orang yang keluar rumah demi menyaksikan pesta kembang api! Selayaknya Hari Raya Idul Fitri, tepat pada saat Hari Imlek tiba, saya diajak berkunjung di rumah-rumah saudara mereka. Lumayan dapet uang tambahan(Angpaou).  Terlihat pula hampir disetiap rumah orang Cina akan ada lampu lampion yang bergelantungan di depan rumah atau di dalam rumahnya. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar atau apel.

Di Singapura, saya sempat melewati perayaan Hari Imlek selama dua kali. Sekalipun saya tidak libur dan hanya berada di tempat saya bekerja saat Imlek, tapi saya bisa merasakan suasana yang ada saat Imlek. Terasa sekali, kehadiran Imlek membuat kebanyakan orang Singapura mensucikan hari tersebut. Jauh hari sebelum  Imlek, biasanya orang akan lebih giat membersihkan tempat tinggalnya. Hampir semua barang yang ada di rumahnya mesti kena lap. Di Singapura, saat imlek tiba akan ada banyak lampu lampion dan kue keranjang. Akan ada acara sembahyang dimana-mana. Tetapi tidak ada petasan seperti di Indonesia. Restoran pada saat itu malah ramai sekali.

Makanan Khas Imlek di Singapura yang biasanya satu piring dimakan bareng sekeluarga besar? Sumber: http://www.tahunbaruimlek2011.blogspot.com

Ada makanan khusus untuk perayaan Imlek di Singapura. Contohnya, di Restoran Vegetarian akan ada makanan yang berasal dari sekumpulan wortel yang diiris tipis panjang yang lembut, ada sejenis ketimun yang diiris serupa, disajikan dalam piring besar. 10$ atau 20$ sudah biasa orang akan memberikan untuk dibagi-bagikan sebagai angpou. Minimal sebagai syarat. Mereka mempercayai bahwa semakin banyak angpaou yang disebarkan maka akan semakin banyak pula rejeki yang akan diterima kembali. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar atau apel, sama seperti di Pontianak.

Banyaknya para penjual mainan semacam ini saat Imlek tiba/ Sumber: http://www.likalikulakonku.blogspot.com

Dan terakhir merayakan Hari Imlek di Hong Kong. Keunikan hari Imlek di Hong Kong suasananya jauh lebih lenggang ketimbang di Indonesia dan di Singapura. Tiga atau dua hari sesudah Hari Imlek kondisi pasar sepi dan angkutan umum pun tidak seramai seperti biasanya. Fasilitas umum seperti Perpustakaan, dan pertokoan banyak yang tutup. Restoran tidak banyak yang buka. Kecuali hanya restoran tertentu seperti Mc Donald. Di Hong Kong akan ada banyak lampu lampion terpasang di rumah-rumah. Ada tempat pertunjukan yang menampilkan keindahan lampu. Seperti pada saat itu ada sejuta lampu gemerlap menghiasi sebuah lapangan di Victoria Park. Ada barongsai yang keliling seperti karnaval tujuh belasan di Indonesia, keroyokan.

Di sana ada banyak sekali kue keranjang, makanan khas Hari Imlek tidak sebanyak seperti di Indonesia atau Singapura, di Hong Kong makanan hanya disediakan sebagai syarat. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar saja. Sebenarnya di Hong Kong enak lho saat Hari Imlek tiba, karena pekerja akan diliburkan sampai tiga hari/empat hari. Sayangnya, fasilitas umum seperti perpustakaan tidak dibuka. Jadi sedih dan bigung mau main kemana. Toh mau jalan-jalan ketempat mal-mal juga sepi deh!

Sedikit pengalaman tentang Hari Imlek yang pernah saya alami selama ini….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s