writing in process…

Menurut saya, seseorang yang berani bermimpi itu ialah seseorang yang hebat. Sebab, sebuah impiannya akan terwujud dengan cara diperjuangkan dengan menghadapi segala rintangan yang ada. Bermimpi itu mudah, semua orang bisa bermimpi tetapi hanya orang yang mempunyai komitmen berhasil dan menang saja yang akan menikmati keterwujudan mimpinya yang nyata!

Banyak alasan seseorang mempunyai mimpi/harapan yang  melatarbelakangi hidupnya. Bisa jadi karena keadaan terhimpit atau kekurangan membuat seseorang bersemangat untuk sebisa mungkin mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik. Yang pasti sebagian besar dari kita, semua orang ingin sejahtera. Maka kita mengimpikan diri kita menjadi orang yang berhasil dalam segala aspek kehidupan untuk masa depan.

Seiring berjalannya waktu, kita sebagai manusia ada kalanya dihadapkan oleh masalah besar yang tak terduga. Lalu kita ingin menyerah. Padahal kita tahu, mimpi kita akan putus ditengah jalan jika kita tidak gigih/memilih menyerah. Tentu, menyerah bukanlah solusinya.

Besar atau kecilnya sebuah mimpi kita yang kita yakini akan membawa kejayaan pada diri kita kurang lebihnya akan lebih baik jika kita memahami tiga hal sebagai berikut;

1). Saat ini bagi siapa saja dari kita yang masih belum punya impian atau cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik. Hendaklah segera bangun kepercayaan diri untuk berani bermimpi. Memimpikan sesuatu yang realistis. Kita tahu uang, ketrampilan/pengetahuan dan dedikasi bekerja serta waktu ialah aset yang dapat dijadikan modal/sumber bagaimana kita menghadapi hidup.
Dan bagaimana cara kita punya satu motivasi besar untuk sebuah mimpi, pastinya impian tersebut tidak jauh dengan kemampuan yang berasal dari bakat dan minat yang kita miliki.

Sebagai salah satu contoh misalnya, saya saat ini yang sedang bermimpi menjadi penulis. Saya mengakui jika tulisan saya masih polos jika dibandingkan dengan tulisan orang lain. Akan tetapi, dengan adanya mimpi saya menjadi penulis tersebut membuat saya selalu mengatakan dalam hati bahwa saya ingin menjadi penulis, saya adalah penulis, dan saya suka menulis setiap hari. Bagus tidaknya urusan nanti, yang harus saya lakukan setelah menulis ya menulis lagi.

Intinya, poin pertama ialah kita punya satu impian yang sungguh-sungguh kita impikan/obsebsi sudah terpegang dulu!

2). Tanpa disadari apabila poin pertama sudah terpegang pada kita, maka secara sendirinya kita akan punya motivasi yang kuat tumbuh dari hati kita. Motivasi ini tak lepas dari rasa suka/cinta kita terhadap apa yang kita impikan. Rasa suka bercampur bahagia ini menjadikan kita lebih bersemangat. Passion akan terbentuk. Keyakinan untuk terus mengusahakan apa yang kita cita-citakan sangat tinggi.

Diatas saya sudah mengatakan bahwa saya berkeinginann menjadi penulis. Saya hampir saja menyerah untuk tidak menulis lagi sebab saya kebingungan kemana arah tulisan saya ingin saya kembangkan dan saya tujukan kepada siapa. Tak kala saya tidak menutupi bahwa saya mengharapkan tulisan saya dibalas materi, tak ada daya untuk itu sebab tak ada tempat untuk dituntut supaya saya dapat. Saya bukanlah orang yang pandai berfiksi, melainkan hanya suka beropini.

Sempat juga, terselip rasa ingin menyerah berkali-kali mengingat penulis lain yang lebih berpengalaman itu lebih hebat. Dalam hati saya berpendapat kalau sampai kapan pun yang saya tulis hanya sekedar seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Semestinya saya berhenti  menulis saja.

Ketika keadaan yang saya rasakan buruk, lalu saya meminta pendapat beberapa penulis yang menurut saya mereka lebih berpengalaman. Dan berikut ini motivasi serta saran dari mereka;

“Om Pepih Nugraha.

salam sehat selalu ya Om”

Salam kembali. Alhamdulillah…

“proyek menulisnya saya masih nol Om Pepih,
yang penting terus nulis saja ya Om sekalipun catatan harian”

Iya, itu bagus seneng

 

“Hallo Om Pepih…
bagaimana Om, apakah Om bisa memberikan sedikit ide buat saya. selebihnya saya yang suka nulis tema sosial budaya dan catatan harian ini…sedang belum punya ide, kemana tujuan saya menulis sebenarnya.
maaf ya oM Pepih kalo saya mengganggu.
salam baik Om”

Seneng, menulis sebenarnya simple, yakni apa yang kita SUKAI (hobi/passion) dan apa yang kita KUASAI (kepakaran/keahlian). Jangan lepas dari kedua hal itu. Tekuni saja, entah itu apa yang kita sukai atau apa yang kita kuasai, nanti akan menemukan bentuknya

.

“Terimakasih banyak Om sarannya. bagaimana untuk membentuk kepercayaan diri untuk konsisten menulis Om dan berkomitmen dengan passion kita. Mengingat begitu ketat dan banyaknya penulis lain yang jauh lebih hebat. latar belakang membuat kurang percaya diri Om”

 

Banyak baca buku, serap informasi yang penting dan bermanfaat, juga ikut forum2 diskusi.

 

“Terimakasih banyak Om Pepih.

sudah dapat pencerahan, dan tinggal diaplikasikan.”

Alhamdulillah, dari bos Kompasiana saya dapat vitamin dan mampu menumbuhkan semangat menulis saya lagi. Saya terus mengingat-ingat apa pesan Om Pepih dari inboknya, “yakni apa yang kita SUKAI (hobi/passion) dan apa yang kita KUASAI (kepakaran/keahlian). Jangan lepas dari kedua hal itu. Tekuni saja, entah itu apa yang kita sukai atau apa yang kita kuasai, nanti akan menemukan bentuknya. Dan ditambah lagi,

Banyak baca buku, serap informasi yang penting dan bermanfaat, juga ikut forum2 diskusi.

Terimakasih-terimakasih rasanya ingin berterimakasih sebanyak-banyaknya sama Om Pepih.

Suatu hari saya sempat merasa bahwa saya kurang relasi dalam hal kepenulisan serta belum punya grop mana yang harus saya dekati demi mengasah kemampuan menulis ini lebih terarah. Saya mendengar bahwa ada teman saya yang seperti saya penulis pemula lebih dulu berhasil meluncurkan karya bukunya dalam bentuk novel. Keberhasilannya tak lepas dari kedekatannya dengan penulis senior terkenal di Indonesia. Jalan pikiran saya mengatakan, apakah relasi dengan penulis senior akan membantu terarahnya nasib tulisan yang kita tulis? Tanpa sengaja saya iseng mengirim pesan inbok di Fb dengan Om Aji Najiullah Thaib,

Halo Om apakabar

haruskah saya iri hati sama teman saya yang sudah menerbitkan buku

?

kenapa saya ada rasa iri ya

wajarkah?

Rasa iri kalau menimbulkan efek positif ya bagus..tapi kalau sebaliknya ya gak bagus..harus iri dgn kesuksesan orang lain..tapi efeknya harus positif

bener juga om

dia beruntung

daripada saya

Ya dong..tidak semua rasa iri itu jelek..

Semua berjalan sesuai dngan waktunya..dia kebagian diantrian paling depan..itu saja bedanya

temen sy deket sama yang terkenal itu tuh

dia anak dekat sekalipun maya

itu tak lepas dari keberuntungan juga ya OM

Gak ada yng namanya faktor keberuntungan dalam sebuah usaha..semua atas kehendak-Nya..mendekatlah kepada ya Maha Menentukan..bukan kepada manusia tami..

 

 

“Mendekatlah kepada Allah, itu yang membuat saya terenyuh haru mengingat saat ini saya suka melupakan-Nya!’’

Membangun kepercayaan diri untuk memantapkan hati untuk lanjut menulis bukan semudah membalikkan telapak tangan. Lagi-lagi saya dihinggapi perasaan resah dan gelisah apa yang harus saya tulis dan kemana focus tulisan saya dapat saya tentukan sebenarnya? Sampai sekarang saya sendiri belum tahu.

Berkonsultasi sama senior lainnya, Om Dian.

Saya  memang tidak ingin mengiring kamu pada topik tulisan tertentu, karena kalau saya melakukannya, maka yang kamu dapatkan adalah kebosanan karena hanya membahas hal yang sama setiap hari. Tulislah apa saja yang kamu inginkan. Hingga pada suatu saat nanti brandingmu terbentuk secara alami, dimana kekuatan tulisanmu.

.

Kurang lebihnya dari Om Dian demikian.

Eh nggak tahunya dalam waktu yang sama saya mendapatkan sebuah tanggapan dari seorang Blogger Asian-Australian bernama Mabel Kwong yang menambah gairah saya menulis.

“I believe you when you say you are a writer, Seneng. Very interesting background that you have, having lived in Indonesia, Singapore and Hong Kong and having friends from all over the world. Hahaha, that is funny you borrowed books from the library (too many, too long I’m guessing) and need to pay a fee 😀 Like you, I like looking at photos and pictures in books as they help to tell the stories alongside the words.

I studied Bahasa Melayu for ten years in high school in Malaysia and Singapore so I understood some of what you said here. But it has been quite a while since I am used to the language so forgive me if I interpret it wrong 😀

Keep writing. I love your writing energy and you write with such honesty :)”

Sebagai penutupnya, saya akan sempilkan poin yang ketiga.

3). Sebuah proses itu memang harus dinikmati. Semangat dan motivasi untuk menulis telah bersemayam. Tinggal bagaimana saya berusaha mendisiplinkan diri untuk terus menulis dan menulis. Bukan berlebihan, tapi dari kebiasaan-kebiasaan tersebut saya yakin akan ada banyak pengalaman yang dapat saya ambil baik buruknya. Tentunya saya nggak boleh malas membaca seperti pesan Om Pepih, saya juga harus berusaha mendekatkan diri kepada-Nya seperti pesan Om Aji Najiullah Thaib, dan saya nggak perlu lagi cemas kalau akan berakhir apa tulisan saya ini.

Saat ini saya bermimpi menjadi penulis dan masih terus belajar untuk menulis, minimal mendisiplinkan diri untuk menulis dan menulis. Saya mulai mengerti, menulis memberikan manfaat kepada saya dalam membentuk rasa percaya diri, mengenal siapa saya, menjadikan saya berlatih berpikir dan tidak membiarkan pikiran kosong. Berkat menulis juga, kini relasi lebih mudah didapatkan.

Bagi saya, modal utama atau aset dalam mewujudkan sebuah mimpi ialah adanya willingness/kemauan yang timbul dari hati, adanya energy(tenaga dan pikiran), adanya waktu, yang semuanya ter-SUMBANG dalam proses usaha mewujudkan itu semua menjadi nyata.

Mimpi saya menjadi penulis, bagaimana dengan mimpi Anda?

Iklan

Titik Terang Hidup Painem

"Hidup itu adalah sebuah proses dimana menjadi bijak, menjadi lebih dewasa, dan menjadi lebih baik akan tercipta dari dasar hati nurani. Bukan dari seleksi alam atau sebuah pemaksaan/tuntunan dari orang lain. Memahami arti kata menjadi diri sendiri, akan tak jauh beda dengan bagaimana kita mempertanggung jawabkan diri kita sendiri. Baik di hadapan Tuhan, manusia atau alam semesta...."

-please enjoy this my simple short story-

Masih diingatnya dengan jelas sebuah cerita nyata yang kemarin malam sempat Painem baca, yaitu tentang sebuah kisah matinya seorang suami dari seorang istri dimana keduanya merupakan pasangan yang serba baik-baik. Dengan sadar ia pun mengingatkan pada dirinya sendiri kalau kesenangan dunia itu tak abadi. Hal inilah yang membuatnya terus mencoba bertahan hidup sekalipun keadaannya dirasakan kurang menyenangkan

 Dalam keadaan yang kalut, ia punya kekuatan untuk tidak mati dengan cara bunuh diri, tidak pula menjatuhkan diri menjadi wanita pelacur, dan ia masih mau menyentuhkan kepalanya dengan tanah sebagai tanda bahwa di hatinya ada nama-Nya walau ia hanya mampu mengingat nama Tuhannya dengan tersendat-sendat . Sudah terlalu banyak kesalahan yang dilakukannya, membuat Painem menganggap dirinya bukan wanita solehah.

Bila saja Painem harus jujur mengungkapkan mulai kapan ia merasakan hidupnya kurang nyaman baginya, ia akan menjawab sedari kecil semenjak dulu! Sebelum adik kandungnya lahir, setelah pertama kali ia tahu jika kakinya terkena borok dan harus diperiksakan ke sana-sini. Yang jelas, ia mulai merasakan kesusahan hidup ketika ia mampu mengingat beberapa kenangan yang masih tersimpan di dalam otaknya!

Painem kini bukan anak kecil lagi. Ia mengaku sangat waras, ia punya cita-cita dan kini sudah mudeng  dengan yang namanya berpacaran. Di suatu malam yang sunyi, sebelum ia memejamkan matanya untuk tidur pikirannya dibiarkannya liar. Dalam kekesalan hati yang tak terhingga itu, ia tak mampu berbuat banyak selain pasrah, tak mungkin ia lari dari tempatnya saat ini kembali ke tempat asalnya bersama ortu dan keluarganya sebelum ada kejelasan dengan masa depannya. Ia tak punya pikiran juga untuk menjadi gelandangan biarpun sudah lebih dari sepuluh kali ia mengatakan tidak betah berada di tempat baru.

“Aku membiarkanmu menghadapi keadaan seperti ini, supaya kamu tahu jika hidup itu perlu diperjuangkan. Sesulit apapun hidup harus dijalani dengan ikhlas. Inilah ujian, hanya orang-orang yang mampu melewati ujian hidup yang akan menikmati kemenangan hidup. Ayo semangat, dekatkan diri kepada Allah!”, segelintir kata-kata pacar Painem kembali  terngaung halus didalam hantinya dan menguatkan.

Painem bertanya dalam hati, “Sampai kapan aku bertahan dalam keadaan ini. Lebih banyak sendiri, terkurung, aku bukan seorang Kartini, jaman sudah merdeka. Ya!”.

Rupanya Painem mulai bosan dengan hidupnya sendiri. Atau karena Painem memang kurang bisa bersyukur sehingga segala apa yang dilakukannya selalu tidak nyaman dan menimbulkan ia mengeluh lagi.

Diotaknya teringat banyak tentang seorang lelaki yang dianggapnya sebagai pacar. Dan setiap kali pikiran dan hatinya tertuju dengan sosok kekasihnya, mulailah hatinya bergejolak! Ada rindu, ada cemburu, ada sayang bercampur marah, geram dan kecewa campur menjadi satu.

“Ah, kendalikan saja emosimu. Hidup bukan berisikan cinta dan cemburu. Kamu tahu?”, demikianlah ucapan untuk Painem dari kekasihnya setiap kali ia berusaha menenangkan hati.

Lambat laun Painem sadar bahwa hidupnya telah banyak bergantung pada kekasihnya yang ia anggap hebat sehebat-hebatnya. Di kala yang sama, kondisi kekasihnya pun kurang baik. Apa daya untuk bermesrahan?

Malam itu bagi Painem malam yang kelabu. Mata benar-benar kantuk, tak mau juga untuk terpejam dan tidur terlelap. Dibangunkannya tubuhnya yang sudah menyusut akibat tak teratur makan. Lalu, berwudhu.

Ditunaikannya salat taubat dan syukur masing-masing dua rakaat. Sengaja dikeluarkannya suara yang sedang melantunkan ayat-ayat suci dalam do’anya. Didengarkannya sendiri suara itu sembari ia berusaha memahami apa yang sanggup ia artikan maknanya dalam bahasanya sendiri.

Ditengah do’a itu hadirlah wajah ibunya yang mulai menua. Hatinya ibunya yang selalu dirundung duka dan bermuka mendung. Tubuh ibunya yang mulai meringkih. Air mata terus meleleh dengan derasnya.

Juga seraut wajah ayahnya yang menggambarkan jika dihati ayahnya tersimpan sejuta pilu dengan ulah Painem.

“Kenapa aku lebih banyak memikirkan seseorang yang kuanggap kekasihku. Bukan ingat Tuhan, bukan orang tua. Perilakuku sangat buruk, aku tak berdaya bagaimana aku bisa mengubah keadaan terhimpitku ini cepat atau lambat. Dimanakah prestasi, dimanakah harga diri ini….?”, Tanya hati Painem sambil membiarkan air mata dan ingusnya mengalir dalam waktu yang sama.

Lalu, ia mulai benci pernah bermimpi menjadi orang lain yang ia anggap hebat! Kenyataannya bukan seperti yang ada dibenak hatinya sendiri, kenyataannya bukan seperti apa yang pernah ia rencanakan. Ia menjadi sadar kalau ia bukan Tuhan. Ia pun tahu, bahwa apa yang sedang ia hadapi termasuk sejarah yang akan melengkapi kisah hidupnya pribadi nanti.

Dilipatnya baik-baik mukena berwarna putih polos itu menjadi satu dengan sajadah merahnya. Ia membaringkan kembali tubuhnya yang berangsur-angsur lemah.

Sebelum terpejam, mata itu sempat menatap keatas tanpa menyadari apa yang sedang dilihatnya. Hatinya seolah berkata membuat kesimpulan dari apa yang baru saja ia renungkan atas kehidupannya sendiri, demikian.

“ Bagaimana pun juga aku harus bersyukur kepada-Mu ya Allah ya Tuhanku. Engkau masih mencukupi keadaanku, beserta keluargaku. Keindahan dunia telah mengkaburkan pandanganku jauh dari ketakwaan pada-Mu. Saat ini aku merasakan dampak buruknya akibat ketidak takwaan itu. Hingga aku sungguh tak dapat berkutik dari kekuasaan-Mu ini. Aku tak boleh bergantung pada manusia, tak juga dengan kekasihku. Kusadari apa yang aku cari entah semuanya hilang kemana, biarkanlah saat ini apa yang ingin Kau ambil dariku Tuhan, ambillah. Tapi satu, jangan sampai Engkau mengambil atau melepas kepercayaanku pada-Mu.

Jika sekiranya keadaan burukku ini akan menjadi penghilang dosa-dosa masa laluku, ikhlaskanlah  hati ini untuk menerima dengan apa yang ada. Kuakui aku sering melupakan-Mu, aku sering melalaikan diri. Bahkanmembiarkan jiwa raga ini jatuh dalam limbah dosa.

Keiinginanku untuk bertahan hidup kini hanya satu. Aku ingin mati sahid dihadapan-Mu ya Allah. Aku akan berusaha ikhlas menjalani hidup yang tersisa ini, dengan suka-cita. Cukuplah Engkau menjadi panutan hatiku. Penenang jiwaku dari perasaan iri hati, dendam dan cemburu yang timbul sewaktu-waktu.

Ya Allah, ya Robbi, ya Tuhanku  aku sungguh malu pada-Mu. Engkau telah tahu bahwa dihadapan manusia aku miskin jiwa dan harta. Apalagi dihadapan-Mu”.

Semuanya seperti gelap, tapi aku yakin Inilah titik terang hidup Painem.

Dan ia adalah, Aku!

(…..pulas*)

Stabilkan Kesadaran, Kunci Kesuksesan!

Siapakah Anda yang sebenarnya?

Siapakah Tuhan Anda, orang tua Anda dan bagaimana hubungan Anda dengan orang tua dan Tuhan, apakah berjalan baik?

Jika hubungan Anda dengan Tuhan dan orang tua kurang baik, apa yang harus Anda lakukan?

Dimana Anda sekarang?

Apakah Anda dalam keadaan baik-baik saja, enjoykah Anda dengan keadaan Anda saat ini?

Apa yang membuat Anda merasa kurang nyaman terhadap diri Anda sendiri?

Apa harapan atau cita-cita Anda dalam waktu dekat ini yang ingin Anda wujudkan?

Untuk mewujudkan cita-cita Anda, perlukah Anda meminta bantuan kepada Tuhan atau Anda yakin dari diri Anda kekuatan untuk meraih apa yang kita citakan akan muncul sendiri?

Anda sampai saat ini bertahan hidup, untuk Apa?

Apakah Anda tahu kekurangan Anda dan adakah komitmen untuk memperbaiki diri Anda?

Pada posisi manakah keberadaan Anda di lingkungan sosial, termasuk aktif atau pasif dan sadarkah Anda dampak dari keduanya untuk hidup Anda?

Apakah Anda tahu sumber masalah yang sedang menimpa Anda?

Apakah Anda punya alasan kenapa Anda tidak bahagia?

Apa yang terlintas dari pikiran Anda tentang ”Kesadaran?”, menurut saya kesadaran ialah suatu kondisi pikiran yang mampu mengoneksikan dengan keadaan/ kondisi yang sedang terjadi pada kenyataannya(realita). Kondisi sadar jauh berbeda dengan bermimpi atau menghayal! Akan tetapi, kesadaran lebih memusatkan pada diri kita dengan keadaan yang ada.

Kesadaran yang baik senantiasa menuntun jalan pikiran kita untuk berpikir secara rasional bukan dengan emosional. Suatu saat tertentu keadaan terhimpit pasti akan menghampiri kita semua. Dalam keadaan ini, kesadaran akan mendorong kita untuk lebih sabar, menyeimbangkan hati dan pikiran, menjadikan kita mau memilih mana jalan yang ingin kita tempuh dan tidak.

Sukses di sini merupakan kesuksesan dalam mencapai apa yang kita ingin raih dan dapatkan dalam hidup. Baik dari segi materi, integritas kualitas diri atau memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Seiring berjalannya waktu, sering yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Tentu, kekecewaan bisa menjadi sumber utama munculnya alasan untuk beremosi negatif. Sulit sekiranya jika kita tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Hidup itu tentang menghadapi kenyataan yang ada, hidup seolah mengendalikan kita jika kita tak sanggup mengendalikan hidup lebih dulu!

Dalam keadaan sadar, jika kita sedang sangat sedih maka kita bisa menahan air mata kita untuk tidak meleleh di depan mata orang lain/asing. Dalam keadaan sadar, sesulit apapun hidup kita, kita akan berusaha untuk tidak menyerah dan tetap tegar menghadapi hidup dan kenyataan yang ada. Dalam sadar kita akan berusaha mempertahankan hati dan pikiran kita berfungsi sebagaimana normalnya. Tepat dikatakan bahwa orang-orang yang gila itu karena mereka tidak bisa lagi berpikir secara rasional dan seimbang, orang gila pikirannya sudah tidak terkendali lagi.

Tidak selamanya setiap biji yang ditanam di atas tanah itu akan tumbuh, tidak selamanya yang kita impikan dan kita usahakan akan berhasil, tapi setiap segala sesuatu mempuyai proses khusus. Ada yang mengatakan, jika kita gagal melakukakan sesuatu maka tidak ada salahnya jika kita mencoba lagi. Semakin banyak kali mencoba semakin banyak pula pengalaman kita mendapati kegagalan, kita akan lebih banyak tau sumber yang membuat kita gagal dan mampu mengambil pelajaran dari setiap kegagalan..

Kesadaran saya katakan sebagai kunci kesuksesan sebab hanya dalam keadaan sadar saja kita akan mampu mengendalikan diri dikala kondisi kita sedang tidak memungkinkan atau down. Dalam hidup ini tidak ada seorang pun yang pantas dijadikan sebagai peramal yang ulung. Termasuk meramalkan masa depan kita masing-masing. Setiap perjalanan proses memperjuangkan hidup yang disertai dengan mewujudkan mimpi, nikmati saja akan keadaan yang terjadi. Hidup untuk dikendalikan dengan sebuah kesadaran yang tinggi bukan hidup yang akan mengendalikan kita!

Re…

Regina adalah cewe yang baik-baik, ia patuh sama aturan ortunya, sangat baik, cerdas, pemimpi yang hebat dan periang. Wajahnya imut, rambutnya ikal. Ia ketidaksukaannya hadir ketika melihat rambutnya sendiri di depan cermin yang menyatu dengan pintu lemari baju di rumahnya. Tak heran jika ia pernah dua kali memotong rambutnya sendiri tanpa sepengetahuan emaknya. Dicukurlah rambutnya sendiri itu dengan gunting mirip gunting bedah! Plentas-plentos hasilnya, malah bikin ketawa setiap orang yang melihatnya.Ayah Regina lebih menyayanginya daripada kakaknya! Entah apa yang membuat keduanya menjadi lebih dekat, apakah karena sewaktu lahir ayahnya melihat langsung bayi Regina? Itu yang menjadi pertanyaan didalam hati emak Regina. Emaknya juga menganggap kalau sikap dan watak Regina tak beda jauh dengan ayahnya. Semenjak kecil, Regina terlatih hidup lebih bisa berpikiran terbuka terhadap ayahnya. Ia bahkan diajari untuk berantem sama ayahnya lewat take won do. Sayangnya, korban percobaannya jatuh pada kakaknya sendiri saat Regina marah dan tidak puas, tak segan-segan ia akan berani mengajak berantem kakaknya.

Di luar rumah, Regina sosok anak yang kalem, pendiam, pemalu, dan jaim. Jauh berbeda saat ia sedang di rumah bersama keluarganya. Piring sampai dikeprukkan di atas kepalanya sebab emaknya benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat ulah Regina yang super buandelll…Jagung-jagung kering terikat lima buah tersiram ketubuhnya saat emaknya melihat langsung kakaknya teraniaya kesakitan. Dan Regina melihat pasrah sewaktu emaknya memukulkan centong ke kepalanya sendiri sebagai ungkapan kalah menghadapi kenakalan Regina!

Regina nakal? Bandel! Kenapa…..

Suatu hari pernah emaknya menceritakan langsung kepada Regina, bahwa sewaktu Regina lahir ayahnya sedang berada di rumah, berbeda sekali dengan saat kelahiran kakak dan adiknya Regina yang dilahirkan tanpa disaksikan langsung oleh ayahnya. Semenjak umur 2 tahun penyakit yang diderita Regina ialah penyakit kulit. Hampir setiap malam, ortunya mengolesi supertetra di setiap bisul-bisulnya yang berisikan kuning nanah. Setiap kali musim tanam padi dan mau panen padi, tidak jarang ia diajak orang tuanya bermukim di sana. Itulah salah satu sebab Regina gatalan. Walaupun begitu, ia senang bisa menikmati hangatnya matahari dipagi hari. Merasakan panas terik matahari, dinginnya hujan dan merelakan diri jika badannya menjadi kotor kumuh yang terpenting selalu dekat dengan emaknya.

Emak Regina dalam kesehariannya bekerja membantu mencarikan rumput untuk seekor kuda ayahnya yang ada di rumah. Biasanya emak Regina akan merumput setelah urusan rumah sudah beres, seperti memasak, mencuci baju, membersihkan rumah. Sosok emaknya dari dulu sampai sekarang masih sama. Tampak selalu polos, seumur hidup Regina belum pernah melihat emaknyanya lebih cantik karena berdandan. Sekali saja emaknya membeli sebuah lipstik, namun tetap saja ia malu untuk memakainya. Sekali saja emaknya membeli anting emas, hanya tergeletak di bawah bantal tanpa mau memakainya. Wajahnya yang kurang lebih hampir sama dengan wajah Regina, lebih sering terlihat kurang bahagia dan murung.

Ayahnya sudah menjadi kusir sejak lama sebelum ia menikahi emak Regina. Pada awalnya ayah Regina sedang mencari rumput, tepat di depan rumah Makdenya. Sebelum dinikahi, emak Regina putih, cantik dan anggun mempesona. Rambutnya hitam panjang sampai melebihi pinggangnya. Melihat begitu moleknya emak Regina, ayah Regina sampai terkena sabit yang tajam. Bercucuranlah darah seketika itu. Namun, sama sekali tidak meninggalkan bekas rasa sakit apapun seketika sebab kecantikan emak Regina dimata ayahnya sangat luar biasa!

***

Regina ikut sedih tanpa bisa berbuat apa-apa.  Saat itu ia hanyalah anak yang baru mau masuk SD, ia belum sampai untuk ikut meminta belas kasian kepada ayahnya setiap kali ayahnya pulang dari kerjanya sebagai kusir, sering ia mendengar keluahan ibunya yang setiap hari hanya diberikan uang serba pas-pasan. Beras satu kg saat itu hanya Rp. 1.000,- saja. Dan uang jajan Regina serta kakaknya hanya selebar Rp.100,-, sebungkus permen kecil  biasa saat itu hanya Rp. 25,-

Regina masih terlalu kecil untuk dijadikan sebagai tempat curahan hati dari emaknya. Hingga pada saat hujan deras itu, emaknya tak kuasa membendung tangis yang bercucuran keluar dari kelopak matanya sendiri. Ia berniat untuk melarikan diri dan menghilang, tidak betah dengan ulah ayah Regina yang seenaknya sendiri. Tapi tekat untuk mempertahankan diri dekat dengan anak-anaknya, akhirnya ia tidak pernah mengulangi hal itu lagi sampai saat ini.

Minuman keras, mabuk, berjudi, beli nomor, mungkin satu atau dua kali hingga ayahnya terkabarkan dari mulut ibu Regina sendiri kalau ia doyan wanita. Yang lebih sadisnya, pada pernikahan awalnya dulu ayahnya pernah membawa wanita lain tidur di dalam rumahnya. Sekali lagi Regina hanyalah anak yang masih kecil, tapi hatinya sudah terlalu banyak mendengar cerita buruk yang menimpa emaknya sendiri. Regina hanya diam, sedih dan larut bersama perasaan ibunya yang galau tak terkira.

Jalan emak Regina untuk mendapatkan uang tambahan belanja ialah ia menyempatkan diri membuat kerupuk yang berasal dari ketela pohon di parut. Pekerjaan itu memang sepele dan hasilnya tidak seberapa. Tapi, Regina tahu bahwa ibunya memperkerjakannya dengan sepenuh hati. Ia melihat ibunya dengan sabar memarut satu persatu ketela yang ada di hadapannya. Hasil dari sari pati ketela itulah bahan dasar utama untuk membuat kerupuk. Regina masih ingat emaknya mencampur sari pati itu dengan vanillli, juga bahan lainnya yang sudah Regina lupakan. Setelah tercampur, baru emak Regina memasaknya. Sesudah itu lalu dicampur dengan pewarna, hingga nanti kerupuknya akan berwarna-warni.

Kakak Regina yang ia ketahui sebenarnya asyik, ia ingat boneka Barbie pertama dari emaknya yang kembar dengan punya kakaknya. Boneka berambut pirang, berpakaian baju rok langsungan, bersepatu high heel dan ada tasnya berwarna pink. Setiap kali sepatu itu tak sengaja jatuh dan tidak ketemu, begitu sedihnya hati Regina. Ingin ia bisa menemukannya sepatu barbie yang hilang itu dan memasangkannya kembali.

Dan apa-apa jika membeli sesuatu emak Regina membiasakan diri untuk membeli barang yang sama untuk Regina dan kakaknya. Semacam jepit rambut yang berwarna hitam itu. Hihihih asli rambut Regina hanyalah sedikit, tapi jepitnya minta ampun besarnya.

***

Emaknya merasakan keanehan pada perutnya sendiri. Semenjak berada di nama tempat emaknya pengajian dan membawa Regina juga mengikuti acara di sana. Rasanya perut emak Regina tidak enak terus-menerus. Regina tidak tahu jika emaknya hamil dan ingin melahirkan. Tubuh emaknya sangat kecil sampai-sampai perut buncit ibunya samasekali tidak diartikan Regina.

(Bersambung)

Hei Muda, Mantapkan Hati Sebelum Bertunangan!

Hubungan saya dengan mantan tunangan terjalin sudah lama, kira-kira 3 tahun. Itupun lebih lama dalam hubungan jarak jauhnya. Ia secara lahir batin bisa menerima keadaan saya apa adanya. Dilihat dari fisiknya, ia seperti laki-laki normal pada umumnya. Orangnya sederhana, kalem dan selalu tampil tenang. Hubungannya dengan keluarga saya dapat dibilang harmonis, sekalipun saya dalam keadaan jauh tetapi sesibuk apapun ia bekerja masih tetap mau menyempatkan untuk bersilaturahmi dalam sebulan sekali.

Dasar niat hatinya ingin menikahi saya jelas, ia terdorong untuk menjadikan saya menjadi seorang yang lebih baik. Ia pengertian, dan selalu bisa menghindari percek-cokan diantara kita berdua dengan halus. Pernah beberapa kali saya dibawa main ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya. Mereka sangat senang akan kehadiran saya saat itu. Sudah direncanakan pula saya akan menjadi menantunya setelah saya kembali bekerja di luar negeri.

Kejadian itu sekitar dua tahun yang lalu. Namun siapa kira selama saya berada di luar negeri, di benak hati saya timbul suatu obsesi yang sangat kuat sekali! Keyakinan saya seperti tidak bisa diubah. Permulaannya yaitu saat saya mulai menulis dan menayangkan tulisan tersebut kepada publik, telah membuat saya punya pikiran baru. Dalam pikiran ini jika seandainya terjadi benar saya dan dia menikah, sudah pasti hidup saya akan berada di bawah tangan mantan tunangan saya. Memang benar sekiranya surga ditelapak kaki seorang suami jika sudah ada hubungan pernikahan yang resmi!

Saya membayangkan apabila saya menjadi istrinya, dijanjikan saya harus mau ikut tinggal dan berada di dekat tempat kerjaannya. Tempat itu masih desa yang biasa saja. Setelah menikah paling saya akan hamil(insyaAllah) dan nganggur di rumah sembari mempertahankan perut saya besar berisikan janin. Saya tidak bisa bebas melangkahkan kaki kemana saya ingin pergi. Padahal, timbulnya keiinginan untuk bisa mendapatkan ilmu kepenulisan pada diri saya itu besar sekali. Keyakinan saya memantapkan untuk bisa tinggal di Jakarta.

Pada akhirnya saya pun memberitahukan kepada ayah saya untuk memutuskan pertunangan saya dengan mantan itu. Pertama ia menganggap saya guyon, sebab ia sama sekali tidak tau alasan apa yang jelas dari saya tentang kenapa saya ingin putus. Ia juga percaya bahwa dirinya tidak punya kesalahan yang berarti pada saya. Dan justru saya lah yang bersalah. Saya salah besar terhadapnya. Keegoisan saya sangat tinggi, yang saya pikirkan hanya lah jika saya tidak mengambil tindakan yang tegas maka saya akan menjalani rumah tangga atas dasar keterpaksaan. Saya tidak mau melanjutkan hubungan diantara saya dengannya hanya demi menjaga nama baik orang tua saya dan orang tuanya.

Keputusan di hati saya memang serba membingungkan, benar pada saat itu. Seingat saya ia merupakan salah satu orang yang sudah banyak berkorban untuk hidup saya. Menegarkan saya kembali dalam keterpurukan dan ia tak pernah menyakiti saya sekecil apapun.

Setelah orang tuanya mendengar kabar kurang baik atas putusnya hubungan ini, diberitakan bahwa orang tuanya hanya pasrah. Sepasrah orang tua saya sendiri!

Seiring bergulirnya waktu kini saya baru mengerti betapa saya sudah berbuat kesalahan besar dalam hidup saya. Namun yang perlu saya pahami betul, bukan dari malu atau tidak malu. Ini sebuah komitmen untuk belajar berani mengambil sebuah resiko. Ketika saya mampu memutar pikiran saya seandainya saya tidak memutuskan pertunangan itu. Saya mungkin saat ini sudah bunting, terkurung di rumah, saya tidak sebebas ini menjalani hari-hari sesuai dengan keiinginan hati saya. Lebih baik memang saya putuskan agar ia mendapatkan gadis lainnya, dan tidak memendam kekecewaan terhadap saya lebih lama.

Saya bersyukur, motivasi dalam menulis saya sangat tinggi. Sampai-sampai berjuta kata yang ingin saya tuliskan semuanya buyar dan gagal untuk bisa dituliskan satu persatu. Masih meraba-raba jalan mana yang bisa ditelusuri dan dijadikan pegangan untuk kedepannya nanti. Sedang mencoba dan memulai hidup saya  didedikasikan untuk menulis-menulis-dan menulis. Tentunya tidak asal menulis. Menulis perlu sebuah pengorbanan besar, tekat yang kuat, perlu materi isi tulisan dan tentunya berharap segera ingin bisa lebih baik lagi.

Semua yang terjadi sudah berlalu. Kenyataan yang ada tak jauh sama seperti apa yang pernah saya harapkan. Saya mungkin telah menjadi catatan hitam di mata orang tuanya, bahkan orang tua saya sendiri. Dengan bijak, orang tua saya meminta saya untuk tidak terlalu memikirkan banyak tentang hal ini. Jodoh rejeki semua ada di tangan-Nya walaupun sebenarnya orang tua saya sempat kecewa.

Dalam realita sosial, pertunangan yang gagal bukan hal yang tidak biasa terjadi. Akan tetapi berdasarkan pengalaman pribadi, sebaiknya siapa saja yang belum terlanjur bertunangan sebaiknya pikirkanlah matang-matang. Ambil keputusan yang bulat untuk benar-benar mau bertunangan atau tidak. Bertunangan merupakan langkah pertama jalinan sakral diayunkan sebelum pelaminan datang!

Tanpa mempedulikan pekerjaan apa untuk bisa berada dan tinggal di Jakarta dalam beberapa waktu selanjutnya. Tetap ini akan menjadi pelajaran berharga bagi saya. Apapun resiko setelah saya bukan menjadi tuangannya lagi, harus saya terima dengan lapang dada. Inikah buah keegoisan diri sendiri? Bagaimana pun juga saya menganggap diri saya egois jika saya melakukan pernikahan secara terpaksa, sebab kemauan saat ini saya hanya ingin berada di sini, Kota Jakarta yang tidak mungkin saya jamah jika saya menikah dengannya.

Sekali lagi, sebelum Anda memutuskan pilihan untuk bertunangan atau menikah atau yang lain dan sebagainya, alangkah baiknya jika Anda berpikir dua kali….

Pilihan adalah tantangan!

Glazheca, Siapakah Dia….??

1424086552137911639

1 Oktober 2014……….! Glazheca, namanya mulai saya kenal jauh hari semenjak saya masih berada di Hong Kong. Dari keisengan buka-buka lapak Kompasianer, tak disangka saya menemukan salah satu artikel yang judulnya sungguh menarik.”Bekerja ke Kanada dengan Mudah” merupakan tulisan terbaru dari Glazheca. Setelah saya membaca habis isi artikelnya, baru saya tahu kalau Mbak ini awalnya pernah bekerja di Hong Kong dan sekarang sudah bekerja di Kanada. Merasa tertarik dengan tulisan-tulisannya, kemudian hari itu juga saya mencari namanya di Facebook. Ketemulah akhirnya nama dia, saya sengaja meng-addnya….

1424087129407583778

”hallo mbak , kenalin aku adalah kompasianer Bmi HK
salam kenal ya”, pesanku di inbok Fb-nya!

‘’salam kenal mbak Utami, muuf baru balas sbb fb yg ini jarang ku buka”, balasnya.

Mendapat balasan jika akun Facebooknya yang jarang dibuka, membuat sayanggak ngeh untuk bertanya banyak lagi. Padahal sebenarnya saya penasaran dan ingin bertanya tentang pekerjaan barunya di Kanada tersebut.

Baru beberapa hari yang lalu saja, ketika saya online membuka Facebook nampaklah akun Glazecha sedang aktif. Namanya masih saya ingat jelas kalau dia seorang Kompasianer yang bekerja di Kanada. Kebetulan  saja saat itu saya sedang ada waktu senggang, dan sempat chattingan sama dia.

Glazecha, salah satu Kompasianer yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Ia bergabung di Kompasiana sejak tanggal 9 Oktober 2011. Walaupun tulisannya sejumlah 30 artikel, namun dari sekian banyak itu konten tulisannya menarik semua. Ia berpengalaman bekerja di Hong Kong selama 7 tahun, sempat ganti majikan sudah 3 kali. Pada saat di Hong Kong dulu, ia merupakan sahabat dekat Kompasianer Fera Nuraini dan juga Kompasianer Ani Ramdhani. Dalam sebuah acara Kopadaran yang pernah diselenggarakan bersama Admin Iskandar Zulkarnaen di Hong Kong tampaknya ia pun hadir.

Berdasarkan pengakuannya, ia mulai bekerja di Hong Kong sekitar tahun 2007, dan selama di Hong Kong ia lebih suka main di rumah rumah kakaknya ketimbang ngeluyur sama teman-temannya. Kakaknya yang kebetulan sudah menikah dengan orang Hong Kong dan sekarang resmi menjadi orang Hong Kong. Dalam kesibukkannya bekerja di Hong Kong, ia punya tekat untuk bisa melanjutkan studinya. Pada awalnya ia ingin masuk di Saint Marry University, tetapi rupanya  ia tak berminat dengan dunia bisnis.

Dan setahun kemudian setelahnya, dia sudah punya niat untuk mengambil jurusan yang ia minati di Universitas Terbuka sebagai guru SD, tapi harus tertunda sebab kondisi pekerjaannya tidak bisa disambi. Keiinginan untuk bisa melanjutkan sekolahnya diperguruan tinggi sangatlah kuat. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari majikan baru demi bisa kuliah. Di majikan baru, ia berhasil masuk disalah satu lembaga pendidikan YMCA of Hong Kong yang kali ini bukan sarjana namun diploma bersertifikat (NAMC) Nort American Montessori Center Canada. Jika pulang ke Indonesia, ia bisa menjadi Guru TK.

Walaupun usianya sudah  33 tahun, ia masih punya tekat untuk bisa melanjutkan studinya di Kanada. Hingga pada akhirnya pada tanggal 24 April 2014 ia pertama kali menginjakkan kaki di Negara Kanada. Ijin visanya tercatat sebagai pelajar dan pekerja di Kanada. Untuk bisa bekerja di Kanada tak semudah seperti mendaftar kerja di negara Hong Kong. Jika untuk bekerja di Hong Kong kita bisa dibantu agency dalam pemrosesannya, dan biaya(utangnya) bisa diganti kalo sudah bekerja di Hong Kong. Tapi, bekerja di Kanada mesti bayar biaya pemrosesan semuanya sendiri secara cash. Biaya untuk bisa bekerja  di Kanada sebesar 3.685 Canada $, jika dirupiahkan berkisar Rp. 50-60 jt.

14240866941040249359

Wuiiiihhhh…sungguh Kompasianer Glazheca ini merupakan pekerja yang hebat, punya dedikasi kerja yang tinggi, punya semangat belajar yang tinggi. Bahkan sesampai di Kanada pun ia masih melanjutkan kuliahnya ke level yang lebih tinggi. Ia mengatakan, di Kanada jika tidak kuliah maka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk sementara ini, dia menyambi bekerja sebagai childcare Assistand.

Tentunya selain menambah pengalaman, di Kanada ia menjadi tambah tahu akan keberadaan mahasiswa Indonesia di sana pada umumnya. Jumlah TKW di Kanada masih sangat sedikit. Yang paling seru pasti kalau lagi musim salju kayak begini.

1424086755727162210

Walaupun kita belum pernah ketemu, tetapi ceritanya sedikit banyak sudah menginspirasi saya…

Good Luck Mbak Glazheca.

Orang Tua Jangan Lepas Tangan, Jika Anak Sudah Lulus SMA…!!!

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak anak yang hanya mampu menamatkan pendidikan SMA, dan setelah 5 tahun kemudian saya baru menyadari betapa pentingnya sebuah keterampilan yang dapat digunakan untuk modal mendapatkan lapangan pekerjaan. Mengingat usia yang semakin bertambah, disadari atau tidak, menikah , berumah tangga dan menjadi seorang ibu pasti akan ada didepan mata saya……….

Sekolah Menengah Atas sederajat bagi saya merupakan jembatan emas dimana saat itulah nasib seseorang akan ditentukan! Hanya dalam beberapa moment tertentu saja setelah SMA seseorang akan menentukan pilihannya untuk melanjutkan sekolah keperguruan tinggi/universitas atau tidak. Melanjutkan sekolah ke jenjang universitas tentunya bukan menjadi sesuatu yang mutlak harus dilakukan, akan tetapi ada baiknya jika Anda yang merupakan salah satu anak muda khususnya yang sedang berada di bangku SMA sederajat untuk mengetahui sedikit banyak tentang pengalaman saya yang setelah SMA hanya dihabiskan untuk bekerja dan sampai sekarang belum juga melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun!

Ada beberapa orang mengatakan bahwa edukasi yang didapat dari pendidikan formal itu tidak selamanya bermakna dan mempengaruhi kesuksesan seseorang. Berdasarkan cerita-cerita orang yang berhasil menjadi public figure sudah banyak yang membuktikan bahwa keberhasilan itu dari usaha yang gigih dan ketekunan. Dimana ketekunan hadir tak lepas dari mindset seseorang tersebut.

Berbicara tentang dunia universitas, barangkali pendidikan merupakan prioritas terutama bagi orang tuanya yang lebih dulu pernah merasakan bangku kuliah. Selain demi memenuhi kebutuhannya, tetapi juga demi menjaga image-nya. Biasa dari orang kita bilang, demi menjaga kebaikan nama orang tua jika orang tuanya orang terhormat ditengah masyarakat ih malu dong jika anaknya nggak disekolahkan keperguruan tinggi. Di Indonesia, biaya pendidikan untuk lanjut keperguruan tinggi masih tergolong sangat mahal. Dari situlah kendala yang nyata menjadikan alasan banyak anak yang lulus SMA memilih untuk bekerja ketimbang kuliah.

Walau kurang mampu, namun masih ada kemauan belajar ada pula yang bekerja menyambi kuliah. Mungkin bekerja di pabrik dan mengambil kuliah dengan waktu Saptu-Minggu saja. Atau telah banyak juga ada beberapa pekerja luar negeri dari Indonesia yang sekaligus kuliah di negara tersebut, misalkan BMI  di Hong Kong atau Malaysia yang bekerja sambil kuliah. Pertanyaannya Apakah anak Anda mau atau bersedia menjadi pekerja luar negeri? Sudah tentu tidak semua orang yang mau tanpa kesungguhan…

Ujian Nasional sebentar lagi bagi Anda yang punya anak, sedang berada di bangku SD, SMP, dan SMA yang akan menghadapi ujian pastikan Anda mendukung pendidikan sekolahnya. Sebenarnya, semenjak anak duduk di bangku SD sebagai orang tua perlu membantu membentuk anak punya motivasi dari diri sendiri untuk mau mengusahakan dirinya mencapai prestasi. Sehingga jalan menuju SMP dan SMA akan mengalir berjalan dengan sendirinya…

Pada artikel kali ini saya menekankan kepada orang tua yang kebetulan mempunyai anak yang sedang mau menghadapi ujian nasional tingkat SMA. Harapan utama memanglah lulus dari ujian tersebut. Akan tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah tujuan anak Anda setelah lulus nanti. Memang benar, yang namanya kemungkinan itu sangat tidak dapat diprediksi. Lulus dan tidak akan menjadi sebuah resiko! Sebagai orang tua, Anda jangan sampai hanya menggantungkan guru di sekolah dalam masalah pendidikan anak Anda. Sebagai orang tua Anda harus lebih tahu seberapa besar kemampuan anak dalam menangkap  mata pelajaran dan keiinginan anak.

Itulah sebabnya betapa pentingnya menjaga komunikasi antara orang tua dan anak. Anak Anda mulai menginjak remaja, dan terlihat lebih dewasa. Bagaimana pun juga Anak Anda masih membutuhkan bimbingan Anda, bantulah mereka dalam membuat keputusan sebaik-baiknya. Untuk melanjutkan kuliah atau tidak dan katakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dipilih anak jika menlanjutkan dan tidak melanjutkan kuliah.

Pemahaman anak Anda tentang penjelasan yang Anda sampaikan akan membantu anak mengetahui identitas dirinya. Bagi yang sudah punya rencana jitu untuk melanjutkan sebab didukung oleh ketersediaan biaya yang mencukupi mungkin tidak banyak masalah. Tapi, bagi yang keiinginan melanjutkan keperguruan tinggi masih setengah-setengah ada baiknya antara orang tua dan anak mengambil sebuah kesepakatan.

Orang tua, terangkan sekali lagi dan berikan pemahaman sebaik-baiknya kepada anak jika waktu setelah SMA itu merupakan waktu yang sudah tidak boleh dihabiskan hanya bersenang-senang seperti waktu yang sebelumnya. Setelah SMA adalah waktu yang mendekati kata berkarier, menikah, dan berumah tangga hidup lepas dari tanggung jawab orang tua. Justru sebaliknya anak akan berubah menjadi orang tua yang punya tanggung jawab besar mendidik dan mengasuh anak, serta akan menjadi bagian dari masyarakat!

Sebisa mungkin motivasi anak untuk bisa lulus dengan nilai ujian yang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Dukung mereka dengan do’a dan motivasi belajar yang hebat. Sebisa mungkin ciptakan suasana rumah yang kondusif, demi konsentrasi anak yang baik.

Pengalaman pribadi saya merupakan anak SMA yang lulus pada tahun 2009. Semenjak sebelum kelulusan, dari hati saya sudah pesimis untuk bisa melanjutkan perguruan tinggi. Karena didalam pikiran sudah terbayangi ketakutan kalau saya tidak akan lulus, melihat kenyataannya saat itu saya merupakan murid yang berkemampuan kurang dan sering mendapatkan nilai yang jatuh! Pesimis itu membuat saya tidak pernah membicarakan niat saya untuk lanjut kuliah dimana pun. Orang tua saya hanya sepenuhnya mempercayai saya akan pilihan saya mau lanjut kuliah atau tidak, yang penting bagi orang tua saya, harapan penuhnya ialah berhasil lulus saja.

Setelah lulus, akhirnya saya memilih untuk belajar di sebuah lembaga pendidikan bernama LLK2 Chipto Bhakti Husada, Magelang. Sebuah lembaga pendidikan Asistant Keperawatan. Kita tahu bahwa Perawat itu asistan Dokter. Nah kalau saya sebagai asistannya Perawat. Program itu hanya menghabiskan waktu selama satu tahun. Pengalaman yang mengesankan bagi saya adalah ketika saya PKL di RS Kebumen selama 3 bulan lamanya. Lumayan terdapat tiga bangsal sudah saya masuki, mulai dari bangsal penyakit dalam, bangsal Bedah, dan bangsal Persalinan.

Dari situlah saya mulai mengerti oplos obat, pasang  infus, kateter dan kiret. Tapi, betapa terpukulnya hati ayah ketika tiba-tiba sebelum saya diwisuda saya malah sengaja pamitan untuk ke Pontianak sebagai penjaga bayi yang berusia 3 bulan.

”Kalau begini sedari dulu aku nggak menyekolahkanmu lagi di Magelang dari keringat buruh mencangkulku, dan sebaiknya aku membelikanmu anak-anak bebek untuk kamu pelihara setiap hari….!”, kata ayah dengan nada pasrah.

Pengalaman bekerja di Pontianak membawa saya menjadi BMI di Singapura dan Hong Kong, niatnya ingin mengumpulkan uang yang halal dalam waktu singkat. Eh malah yang ada, pengalaman lebih berharga ketimbang lembarannya.

Kini, saya mulai paham dan mengerti bahwa usia 19 tahun sampai 23 tahun adalah bagian dari perjuangan hidup yang tak terasa saya mulai tidak lagi merepotakan orang tua. Minimal saya tidak meminta uang jajan sama orang tua.

Antara lanjut kuliah, kerja dan menikah………..

Tanyakan kepada anak mana yang akan ia tempuh duluan. Berikan pemahaman jalan sebaik-baiknya ialah jika ia punya kemauan untuk melanjutkan kuliah, walaupun nantinya akan ia lakukan sambil bekerja.  Dan jika sudah begitu, kuliah selesai, pekerjaan didapat dengan mapan. Menikah pun lancar…

Persamaan dan Perbedaan Perayaan Hari Imlek di Tiga Negara Berbeda!

Hari Imlek merupakan tahun baru orang Cina, di tempat tinggal asli saya yang berada di Ambarawa, Semarang pas sekali di belakang rumah saya terdapat makam Cina. Tempat itu sudah ada sejak saya masih kecil. Bahkan keberadaan makam Cina itu menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat sekitar rumah saya. Orang di daerah saya bekerja sebagai perawat makam tersebut. Termasuk paman saya juga bekerja di situ! Saat imlek begini, biasanya makam itu akan ramai dikunjungi para peziarah. Yang datang berziarah, banyak juga yang akan memberikan uang angpao kepada pekerja atau anak-anak kecil yang tinggal didaerah sekitar itu, sengaja datang demi mendapatkan uang ampao. Lalu, biasanya juga ada yang namanya pertunjukan tari Barongsai.

Tepat dimalam tahun baru Imlek, tempat ibadah orang Cina akan ramai didatangi masyarakat yang ada di daerah saya, sebab di sana akan ada pesta kembang api yang lumayan panjang. Tak beda seperti pada saat orang menyambut tahun baru Masehi dan Hari Raya Idul Fitri. Yang ada di benak pikiran saya saat tahun baru imlek pasti paman saya akan memberikan kue keranjang, yang merupakan makanan khas orang Cina. Lalu, akan ada banyak lampion khususnya rumah orang keturunan China di Vihara terdekat tempat saya.

Benar sekiranya jika dalam suatu keadaan suka dan duka itu semua ada hikmahnya. Termasuk pengalaman saya ikut kerja sama orang yang punya Ras/keturunan Cina. Bagaimana tidak, sepuluh bulan lamanya saya berada satu atap dengan orang Cina yang tinggal di Indonesia tepatnya di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini juga merupakan pengalaman saya pertama kali tahu bagaimana sih orang Cina merayakan tahun baru Imlek di Indonesia.

Selain di Pontianak, saya pernah berpengalaman merasakan tahun baru di Negara Singapura. Dimana Negara Singapura mempunyai penduduk terbesar dengan keturunan Cina terbanyak. Juga di Hong Kong, yang malah hampir seluruh warganya adalah Cina. Gimana ya keseruan perayaan Imlek diantara tiga Negara ini? Apakah Anda bisa menebak tempat mana yang paling ramai? Tempat mana juga yang orang Cinanya tidak pelit memberikan Angpaou?

Perayaan Imlek di Pontianak Indonesia. Kurang lebihnya seperti ini, di pusat Kota Pontianak ternyata ada banyak orang yang berketurunan Tiong Hoa/ Cina. Mereka pada umumnya punya penghidupan yang lebih mapan dibandingkan dengan warga kita yang biasa(termasuk saya). Ada yang menjadi pedagang dan pegawai di sebuah lembaga. Satu minggu sebelum Hari Imlek, kebanyakan orang Cina akan membersihkan rumahnya, mulai dari perabot sampai hampir seluruh isi rumahnya yang ada. Apa-apa pokoknya dilap, dari yang atap rumah sampai yang bawah(lantai).

Mereka akan membuat baju keluarga yang bermotif sama. Lalu membuat makanan khas sebagai persediaan tamu yang akan datang. Membuat  soup minuman dari biji bunga anggrek, bunga matahari yang sudah lama dikeringkan, dan rasanya cukup manis. Ada kue keranjang. Di malam harinya, bunyi petasan aduuuuh………. ramainya. Bahkan sangat ramai sekali!!! Winggg…dooor, Winggggg…doooor, Wingggg dooor sampai nggak bisa tidur semaleman. Dari tempat yang satu dengan tempat yang lainnya bunyi petasan saling bersahut-sahutan. Jalan-jalan lebih padat ketimbang hari biasanya. Banyak orang yang keluar rumah demi menyaksikan pesta kembang api! Selayaknya Hari Raya Idul Fitri, tepat pada saat Hari Imlek tiba, saya diajak berkunjung di rumah-rumah saudara mereka. Lumayan dapet uang tambahan(Angpaou).  Terlihat pula hampir disetiap rumah orang Cina akan ada lampu lampion yang bergelantungan di depan rumah atau di dalam rumahnya. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar atau apel.

Di Singapura, saya sempat melewati perayaan Hari Imlek selama dua kali. Sekalipun saya tidak libur dan hanya berada di tempat saya bekerja saat Imlek, tapi saya bisa merasakan suasana yang ada saat Imlek. Terasa sekali, kehadiran Imlek membuat kebanyakan orang Singapura mensucikan hari tersebut. Jauh hari sebelum  Imlek, biasanya orang akan lebih giat membersihkan tempat tinggalnya. Hampir semua barang yang ada di rumahnya mesti kena lap. Di Singapura, saat imlek tiba akan ada banyak lampu lampion dan kue keranjang. Akan ada acara sembahyang dimana-mana. Tetapi tidak ada petasan seperti di Indonesia. Restoran pada saat itu malah ramai sekali.

Makanan Khas Imlek di Singapura yang biasanya satu piring dimakan bareng sekeluarga besar? Sumber: http://www.tahunbaruimlek2011.blogspot.com

Ada makanan khusus untuk perayaan Imlek di Singapura. Contohnya, di Restoran Vegetarian akan ada makanan yang berasal dari sekumpulan wortel yang diiris tipis panjang yang lembut, ada sejenis ketimun yang diiris serupa, disajikan dalam piring besar. 10$ atau 20$ sudah biasa orang akan memberikan untuk dibagi-bagikan sebagai angpou. Minimal sebagai syarat. Mereka mempercayai bahwa semakin banyak angpaou yang disebarkan maka akan semakin banyak pula rejeki yang akan diterima kembali. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar atau apel, sama seperti di Pontianak.

Banyaknya para penjual mainan semacam ini saat Imlek tiba/ Sumber: http://www.likalikulakonku.blogspot.com

Dan terakhir merayakan Hari Imlek di Hong Kong. Keunikan hari Imlek di Hong Kong suasananya jauh lebih lenggang ketimbang di Indonesia dan di Singapura. Tiga atau dua hari sesudah Hari Imlek kondisi pasar sepi dan angkutan umum pun tidak seramai seperti biasanya. Fasilitas umum seperti Perpustakaan, dan pertokoan banyak yang tutup. Restoran tidak banyak yang buka. Kecuali hanya restoran tertentu seperti Mc Donald. Di Hong Kong akan ada banyak lampu lampion terpasang di rumah-rumah. Ada tempat pertunjukan yang menampilkan keindahan lampu. Seperti pada saat itu ada sejuta lampu gemerlap menghiasi sebuah lapangan di Victoria Park. Ada barongsai yang keliling seperti karnaval tujuh belasan di Indonesia, keroyokan.

Di sana ada banyak sekali kue keranjang, makanan khas Hari Imlek tidak sebanyak seperti di Indonesia atau Singapura, di Hong Kong makanan hanya disediakan sebagai syarat. Buah yang disajikan sebagai persembahan sembayangnya berupa jeruk kuning besar saja. Sebenarnya di Hong Kong enak lho saat Hari Imlek tiba, karena pekerja akan diliburkan sampai tiga hari/empat hari. Sayangnya, fasilitas umum seperti perpustakaan tidak dibuka. Jadi sedih dan bigung mau main kemana. Toh mau jalan-jalan ketempat mal-mal juga sepi deh!

Sedikit pengalaman tentang Hari Imlek yang pernah saya alami selama ini….

Hakikat Kita Hidup Sebagai Manusia Adalah Menerima!

Jika Anda paham bahwa Anda terlahir sebagai manusia, maka dalam keadaan sadar yang akan ada dipikiran ialah, Anda lebih hebat daripada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Anda merupakan salah satu makhluk hidup yang paling sempurna diantara makhluk yang ada di alam semesta ini. Termasuk apa saja yang ada di dalam bumi dan di luar angkasa atas sana.

Terlepas apakah Anda seorang yang mempunyai keyakinan terhadap Tuhan, atau Anda itu seorang atheis(tak berkeyakinan). Yang jelas Anda tahu jika keberadaan Anda di dunia ini pada akhirnya nanti akan mati dan tak bisa hidup kembali.

Sedikit dan sejenak mari kita renungkan bersama, berbicara mengenai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut saya, ada atau tidaknya sebuah kepercayaan kita terhadap Tuhan itu semua tidak lepas dari latar belakang kita terlahir di dunia ini. Faktor yang paling berpengaruh pada mulanya yaitu siapakah orang tua/pengasuh kita sejak kecil. Kita tahu bahwa, tingkah laku kita sebagian besar merupakan adopsi dari lingkungan yang ada sepanjang kita dalam masa pertumbuhan dan perkembangan! Begitu pula dalam hal kepercayaan. Tak jarang, lingkungan yang baik akan berpengaruh pada sikap yang baik pula. Dan sebaliknya!

Mempercayai keberadaan Tuhan itu, dapat dibilang sebagi sesuatu yang misterius. Bagaimana tidak, hal ini bersifat sangat personal. Kepercayaan tidak dapat dipaksakan ada, dan tidak bisa dipaksakan tidak ada. Dan kepercayaan itu akan ada sesuai dengan pandangan seseorang masing-masing. Well, ijinkan saya mengatakan bahwa didalam dunia dan alam semesta ini ada Tuhan dibalik semuanya.

Tuhan yang mengadakan apa saja yang mampu saya lihat dan ada yang tidak sanggup saya lihat langsung. Misalnya yang  tidak dapat saya lihat langsung seperti benda-benda di luar angkasa, kecuali bintang, matahari dan bulan, serta awan yang masih dapat  saya lihat dengan kasat mata.

Jika didalam hati saya sudah mengatakan dan meyakini bahwa segala sesuatu itu Tuhanlah yang mengadakannya/menciptakan maka saya membenarkan jika saya sebagai manusia terlahir dengan kesempurnaan yang dilebihkan oleh Tuhan apabila dibandingkan dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Hewan dapat bergerak, mereka dapat berkembangbiak, mereka jika lapar dapat mencari makanan, secara alami mereka beraktivitas tak jauh berbeda dengan manusia. Tetapi, akalnya sajalah yang membedakan. Manusia tercipta dengan akal yang sehat, sedangkan hewan Anda dapat menilainya sendiri? Apakah hewan mempunyai perasaan seperti manusia pada umumnya….? Apakah hewan mempunyai rasa malu, jika iya kenapa hewan telanjang tidak memakai baju?

Apalagi tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan tercipta tampak sekali jika mereka tanpa keluh kesah. Diam, selalu menerima keadaan yang ada. Tak peduli terkena hujan, panas dan jika sewaktu-waktu harus mati karena ditebang atau dimakan hewan. Tumbuh-tumbuhan dengan keajaiban Tuhan, mereka mampu bertahan hidup walau hanya makan dengan sinar matahari, air dan karbon dioksida dan tanah! Malah, penyerapan karbondioksida pada tumbuhan dikeluarkan dengan oksigen yang dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan manusia. Hebat kan Tuhan? Ini hanya sedikit pemahaman betapa sesungguhnya mulianya kita tercipta sebagai manusia di dunia ini oleh Tuhan. We are created by Our God. So,actually our God is only one. My God is your God. Your God is mine.

Jika kepercayaan terhadap Tuhan hadir dari hati nurani kita,maka kita akan mencari tahu apa saja larangan dan perintah-Nya. Kita akan mengenal yang namanya dosa. Kita akan tahu mana sesuatu yang baik dan mana sesuatu yang tidak baik. Dari pemahaman antara baik dan tidak, sangat  berpengaruh pada tingkah laku kita sendiri.

Setelah memahami sedikit banyak tentang Tuhan, yang ada di dalam benak hati saya ialah orang tua. Tuhan menghadirkan saya di dunia ini, melalui proses biologis dari kedua orang tua saya dan bukan dari sepasang monyet! 23 tahun usia yang bukan anak-anak lagi. That’s way I would like to tell you little things about this life…

Berbicara tentang hidup, secara pribadi saya akan mengatakan bahwa hidup ini pada dasarnya sebagai manusia kita hanya mampu menerima. Menerima apaaa…..? Tentunya menerima apa yang ada didalam tubuh kita ini. Anda dan saya hidup dengan sadar kita dikaruniai sebuah tubuh(raga), didalamnya ada sebuah roh(jiwa). Tubuh tanpa roh akan berupa mayat/ kerangka manusia. Keberadaan manusia tidak akan pernah ada tanpa proses biologis. Segala sesuatu ada berkat ijin-Nya(berkat kekuasaan dan kebesaran-Nya!). Sudah banyak sekali kita mendengar adanya kasus keguguran, aborsi dan bayi meninggal.

Bayangkan saja, seandainya Anda meninggal dunia ketika Anda baru umur satu minggu tentunya Anda tidak ada di dunia saat ini. Maka bersyukurlah atas keberadaan Anda sampai sekarang ini(termasuk saya)…

Inti dari adanya tubuh dan roh yang menyatu, kita akan menerima keadaan tubuh beserta seberapa dalam kemapuan kita berpikir dan mengendalikan diri. Keadaan tubuh yang sehat jasmani dan rohani atau cacat fisik, jika saja tubuh kita kurang sempurna/cacat pada dasarnya kita tidak bisa menolak itu…

Kembali saya akan mengatakan bahwa pada hakikatnya kita sebagai manusia hanya mampu menerima atas segala apa yang ada pada hidup kita ini. Sudah sadar akan adanya tubuh dan roh kita yang menyatu. Kemudian kita akan menyadari keberadaan siapa orang tua kita/pengasuh kita. Saudara-saudara sedarah kita, orang-orang yang terdekat dalam hidup kita, orang di sekitar lingkungan kita, siapa yang kita cintai dan siapa yang kita sakiti…

Diatas tadi, saya sudah mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi tidak lepas dari ijin Tuhan untuk kita. Dan apabila hakikat kita sebagai manusia pada dasarnya hanya mampu menerima(anugerah Tuhan), kita pun dalam keadaan terpaksa atau tidak tetap akan menerima rejeki dari-Nya. Sering kita mengatakan bahwa kekayaan, kepintaran, jodoh dan nasib itu tak lepas dari campur tangan Tuhan. Saat kita sedang dalam keadaan terjatuh atau kekurangan, yang harus kita lakukan sebisa mungkin ialah berusaha.

Pemahaman kita tercipta dari Tuhan, semestinya kematian kita pun akan kembali untuk-Nya. Pemahaman kita terhadap dosa, tak lepas dari kepercayaan kita akan hal baik dan buruk. Sebagai manusia kita pasti semua pernah melakukan kesalahan. Sebagai manusia pada dasarnya kita semua ingin punya nasib yang bagus. Pesan dari saya, jangan sampai kita terlena oleh kemewahan duniawi. Segala sesuatu tidak ada yang abadi. Waktu boleh berganti, hari-hari pun akan terus berlari. Kapan kita akan mati dan tidak pernah raga kita untuk hidup kembali? Hanya Dia saja yang tahu. Lupakan pacar yang sangat Anda cintai tapi memutuskan hubungan dengan Anda. Jangan terlalu bersedih hati akan kegagalan  yang pernah menimpa Anda. Jangan merasa rendah diri terhadap kesuksesan yang belum juga Anda dapat dan temukan. Jangan berputus asa untuk terus maju kedepan.

Hidup itu selalu akan realistis, dan bukan berjalan sesuai dengan imajinasi pikiran kita. Saat malapetaka tiba, kita hanya akan mampu untuk berusaha meresponnya. kembalilah kepada Tuhan tak kala kita sedang dalam keadaan suka maupun duka. Menerima hidup, dan pada akhirnya kita akan mengembalikan hidup yang pernah ada dan terjadi pada kita semua ini. Pikirkanlah duniawi ini sewajarnya,kembalilah pada jalan Tuhan sewaktu ketenangan hati sulit kita dapatkan.Sebab pada saatnya, kematian akan datang menjemput kita!!

Tips Mudah Mengajari Anak Membaca Sejak Dini!

Dari nol disini saya maksudkan sebagai awal mula anak masih berusia sekitar tiga atau empat tahunan. Dimana saat-saat seumuran itu merupakan momen tepat untuk mengajarkan anak membaca buku. Dalam pandangan mata saya, menurut saya anak seusia tersebut di Indonesia masih minim sekali terlatih gemar membaca sejak dini. Beda banget dengan negara maju yang sudah menggalakkan anak-anaknya untuk mau belajar membaca lebih cepat ketimbang di Indonesia. Pengupayaannya sudah pasti tak lepas dari kerja keras orang tua, yang selain akan mengeleskan anak-anaknya di sebuah playgroup atau meluangkan waktu untuk belajar membaca bersama anak-anaknya dengan berbagai macam cara.

Entah faktor apa yang membuat kebanyakan dari orang kita mengaku kesusahan setiap kali mengajari anaknya untuk belajar membaca, apalagi diusia yang masih terbilang sangat dini ya. Anak-anak seumur 3-4 tahun kebanyakan lebih suka bermain daripada bermain dengan buku. Tetapi, bagi orang tua yang bisa mendisiplinkan anak-anaknya, mungkin anak akan patuh dengan apa yang diperintahkan orang tuanya. Intinya, untuk mendampingi anak itu bagaimana cara kita mengambil hatinya saja, supaya ia menuruti apa yang ingin kita ajarkan.

Ada baiknya jika mengajari anak membaca seiringan dengan mengajari anak dalam hal menulis. Dengan menulis, memori anak dalam mengingat sesuatu yang baru akan terekam lebih kuat.

Awal mula proses pembelajaran terhadap anak akan bermula dari mata anak. Awalnya yang hanya melihat benda/mainan, kemudian menghafalkan benda, dan melihat gambar-gambar.

Sebagai pemanasan dalam belajar membaca, anak akan lebih senang jika di dalam rumahnya terdapat banyak buku yang dapat menarik perhatian hati anak itu sendiri. Untuk itu orang tua perlu mengusahakan agar ada buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur anak. Misalnya saja buku yang bergambar beserta tulisan ringan.

Mengajarkan anak huruf alphabet dan angka satu 1-10 memang dasarnya. Namun yang mempercepat anak mampu belajar lebih enjoy lagi berikut inilah tipsnya ya;

1). Anda sebagai orang tua bentuklah sebuah kebiasaan untuk mau sejenak meluangkan waktu bersama anak mulai dengan cara mendongeng.

Kenalilah apa kesukaan anak Anda dalam dunia alam pikirannya. Apakah anak Anda suka kartun, suka mobil-mobilan atau suka bonekah Barbie. Dengan mengetahui kesukaan anak, kemungkinan besar Anda akan mendongengkan kisah sesuai dengan tema minat anak Anda tersebut yang kemudian akan mudah ditangkap oleh anak. Dengan rajin mendongengkan anak, sama juga Anda sudah melatih anak untuk dekat dengan buku! Apalagi jika Anda mau mempertanyakan isi cerita yang telah Anda dongengkan kepad anak, setiap kali mendengar mereka akan berusaha menyimak sejeli mungkin setiap Anda sedang bercerita. Demi bisa menjawab apa yang akan Anda pertanyakan kepada mereka nantiya.

2). Dukung anak belajar membaca melalui menghafal sesuatu dan menuliskannya dengan cara yang mengasyikkan.

Bisa dengan jalan menggambar dan menuliskan apa yang ia senangi dalam hal menggambar. Memperlihatkan gambar dan membacakannya dengan lisan. Ketrampilan anak membaca akan berjalan seiring dengan ketrampilannya menulis dan mengingat sesuatu. Ketika Anda memutuskan untuk mengajarkan anak Anda membaca, Anda harus siap mengajarkan anak menulis dan menghafalkan sesuatu yang baru secara continue/berkelanjutan. Harus ada buku dan pensil untuk anak beserta tulisan bergambar yang digunakan untuk anak menghafal. Misalnya saja nama-nama buah, hewan atau bulan dan angka dengan gambar-gambar yang menarik! Pada umumnya anak akan termotivasi belajar jika ada hadiah untuknya sebelum atau sesudah berlatih membaca.

3). Berikan nilai kepada anak secara jujur atas usahanya dalam belajar berupa penghargaan, hadiah dan rasa tambah sayang Anda kepada anak.

Walaupun sebuah bintang yang dapat ditempelkan diatas kertas sebagai penilaian baiknya/kesungguhannya dalam belajar, ternyata dari kecil saja anak sudah mampu memahami apa itu sebuah pujian/penghargaan. Jangan sungkan-sungkan mengatakan kebenaran kepada anak dan memujinya jika ia memang benar. Tidak salah jika Anda memberikan sesuatu makanan yang disukai anak. Misalnya saja coklat atau roti yang bisa merangsang kemauan anak untuk belajar.

4). Belajar dengan anak perlu kesabaran dan waktu yang proposional.

Terlalu lama belajar maka anak yang masih dini sudah biasa jika mereka akan mengalami kejenuhan dalam belajar. Ada kalanya pula anak akan bersikap menjengkelkan. Bangun mood anak baik kembali dengan mau sejenak bermain dengannya. Usahakan anak Anda menonton TV sesuai dengan dunianya dan terbatasi. 1-2 jam dalam sehari, menonton TV bagi anak sudah cukup.

5). Taruh kepercayaan penuh pada anak Anda, bahwa anak Anda pasti bisa.

Ulangi lagi dan lagi dari apa yang sudah dipelajari sampai bisa. Walaupun itu membaca satu atau dua kata. Konsistensi dalam mendampingi anak Anda untuk sekedar mendongeng, dan terus belajar membaca besar pengaruhnya terhadap kedisiplinan anak untuk mau belajar.

Semoga bermanfaat!