Aku Dalam Komplikasi

Dalam benak hatiku selalu menganggap bahwa aku adalah orang biasa. Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang yang sedang berusaha untuk bertahan dalam kondisi terhimpit yang satu ke kondisi terhimpit yang lainnya. Aku pernah lupa untuk bahagia. Terkadang aku bosan dengan siapa aku. Aku nggak mampu melihat secercah cahaya yang ada didalam hatiku dan pantas aku banggakan. Aku boleh dikatakan kurang bersyukur.

Aku selama ini hanya lebih sering memikirkan tentang siapa diriku. Dalam kesehariannya, yang penting aku hidup cukup aku sudah diam. Tanpa ada seseorang yang begitu close denganku, dari itulah aku sering merasa kesepian. Jenuh dan bahkan menganggap di dunia ini hanya ada aku, udara, dan ruang di sekitarku saja. Aku memang tak mampu untuk berbuat lebih dari ini.

Ingin rasanya aku berada di tempat paling asing. Menyendiri, mengosongkan segala pikiranku tanpa siapa-siapa. Padahal kenyataannya sudah demikian. Sesekali bayangan Tuhan melambai-lambai didalam otak pikiranku. Aku ingin, selama hidupku aku masih bisa memberikan sedikit manfaat bagi orang lain. Aku ingin.

Aku juga ingin hidupku bisa lebih baik dari ini. Aku masih ingin, sekalipun sebenarnya yang tampak jelas padaku hanya tentang keburukan-keburukanku saja. Jika aku katakan bahwa kondisiku saat ini terpuruk dan sangat terpuruk. Ah apa iya, bukankah ada orang yang lebih memprihatinkan daripada aku?

Dalam diam dan kesendirian, tetap saja hatiku bergejolak! Seolah aku kebingungan mencari jalan kemana aku melanjutkan langkah kakiku. Aku sadar dan tahu kalau aku harus berbuat sesuatu. Aku harus berubah, namun aku tak tahu harus berbuat apalagi…

Iklan