Hidup Itu Indah

-Jangan takut Merencanakan Hidup dan Beranilah Menjalani Hidup Sekalipun Diluar Rencana-

Satu hal yang sering kita usahakan untuk tidak terlupakan ialah tanggal kelahiran kita, yang mana setiap ulang tahun kita tiba rasa bangga bertambah usia mendorong kita merasa lebih percaya diri. Menganggap kita tambah usia menjadi tambah dewasa, tambah baik dan sebagainya. Tanggal kelahiran tanpa disadari menjadi tolok ukur berapa lama kita mampu bertahan di dunia ini.

Berbicara tentang hidup, rupa-rupanya hidup bisa diartikan sesuai dengan pandangan berpikir otak kita masing-masing dan bukan dari kehidupan itu sendiri. Pola pikir seorang yang satu dengan yang lainnya sudah pasti akan beragam, tak lepas dari pengaruh lingkungannya, pengaruh dari prespektifnya berpikirnya masing-masing, dari bagaimana orang itu menangkap sesuatu dengan logika dan perasaannya. Dan bersifat subyektif. Orang kaya yang mengalami penyakit berat belum tentu bahagia, dibandingkan dengan orang yang kurang mampu tapi sehat.

Pandangan tentang bagaimana  dunia ini yang sebenarnya, apakah dunia ini kejam, tak adil, penuh dengan sandiwara, dunia ini tak indah, dunia ini seperti neraka atau pun dunia ini tempat yang indah semuanya akan seperti apa yang kita pikirkan. Pikiran baik akan mempengaruhi perasaan baik didalam hati kita dan sebaliknya.

Hidup…

Seperti pertanyaan yang bodoh atau bahkan tak perlu dijawab andaikata kita mempertanyakan ”Kenapa kita hidup di dunia ini? Kenapa harus di Bumi, nggak di planet Venus atau Kenapa kematian itu ada dan satu kali?”

Sering kita tak pernah bersyukur kalau tercipta sebagai manusia, bagaimana jika Tuhan mentakdirkan kita sebagai hewan melata atau tumbuhan yang selalu tak berdaya menahan panas serta kekeringan? Hah….Tuhan! Atau sekiranya masih diragukan tentang keberadaanNya? Ada yang mengaku percaya Tuhan, lalu sembahyang tapi terjerat teroris. Ada yang suka mabuk-mabukan dibilang mereka buruk, brutal dan menyimpang. Dan semuanya salah!

Kesanggupan mengatakan semua itu kembali ke hati masing-masing. Yang jelas hidup, kehidupan dan apa saja yang sudah ada dalam hidup ini akan ada sesuai dengan keberadaannya itu sendiri. Dikatakan bahwa hidup itu penuh misteri, hidup itu menyeramkan, hidup itu tak mudah untuk dijalani.

Aihhh, sekuat apapun yang namanya manusia tetap akan mati! Kalau sudah mati ya mati. Bangkai manusia sudah tak bisa kembali menjadi tubuh manusia yang seutuhnya. Tapi, aku, kamu, dan mereka mau nggak sih kalau hidup bahagia, tercukupi apa yang kita butuhkan, terwujud segala apa yang kita cita-citakan? Jawabannya mau banget!

Walaupun pada akhirnya kita akan mati, selama kita hidup dan selama kita mempertahankan diri untuk tetap hidup dengan sebaik-baiknya. Perjuangan hidup itu sering kita sebut dengan yang namanya usaha. Sandang, pangan, papan merupakan tiga hal pokok mendasar sesuatu yang harus terpenuhi dalam setiap keseharian kita. Setelah itu, mendapatkan pengetahuan/pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang layak, serta kehidupan yang mapan menjadi dambaan dari setiap kita untuk bisa mendapatkan semua itu dengan jalan usaha.

Mencermati kata ”Usaha” sebenarnya pantas untuk diuraikan dengan benar. Usaha setiap orang beragam sesuai dengan kemampuannya. Hasil dari sebuah usaha pun setara dengan apa yang sanggup diusahakannya. Usaha erat dengan energi. Sebagai manusia, tenaga kita dapat berupa pikiran dan tenaga.

”Sudahkah kita mengoptimalkan pikiran dan tenaga kita selama kita hidup ini?”

Aku, kamu, mereka semua mempunyai energi. Dimana energi yang tertulis diatas tadi terdiri dari tenaga dan pikiran. Merencanakan sesuatu itu baik, namun saat yang kita rencanakan itu gagal. Pasti perasaan kita tak senang, logika mengatakan ada baiknya kalau kita mengusahakan apa yang sudah terencana diperbaiki dan kita tak menyerah.

Hidup.Dunia. Dan bahagia.

Hanya dari pikiran positif kita akan mendapati perasaan bahagia, dunia akan serupa dengan apa yang kita pikirkan, sesuai dengan apa yang kita kira, dan yang kita renungi. Merasa bahagia berada di dunia itu orang yang sebenar-benarnya hidup.

Finally, hidup itu indah….

(Sedikit kata-kata yang tertulis ini sangat sederhana, namun menjadi mahal tak kala pikiran dan hati sedang tidak berfungsi baik sebagaimana mestinya. Hidup tak bisa lepas dari kata ingin menyerah, hampir stress atau depresi. Yang terpenting, sewaktu kita mengalami kemurungan dalam hidup obat pertama yang mampu menyembuhkan ketidak bahagiaan, ketidak senangan kita berasal dari pikiran positif/baik kita dan pengendalian diri yang terbaik semua berasal hanya dari diri kita sendiri).

Iklan

4 thoughts on “Hidup Itu Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s