Aku dan Kompasianival 2014

Detik ini, ketika jemariku tergelitik untuk ketak-ketik huruf di depan komputer. Sebenarnya alasan terbesar karena aku sedang imsomnia menghadapi acara Kompasianival 2014(acara kerennya Kompasiana). Aku yang sama sekali tidak terlibat sebagai Host, tak terlibat sebagai panitia, dan hanya terlibat sebagai pendaftar yang ikut di acara ini. Malah bingung nggak bisa tidur sendiri. Aku masih ingat tadi siang mulutku kelangopan terserang kantuk, sebab semalam hanya tidur selama lima jam saja. Sehari kemarin hanya mandengin komputer membuat empat artikel, makan satu kali, mandi satu kali dan ganti baju satu kali! Lumayan baunya ya?

Jika ada yang  bertanya kepadaku, apa yang aku rasakan sampai aku nggak bisa tidur! Aku akan menjawab, perasaanku hambar, campur bahagia, campur-bawur dan tidak tenang.

Tanpa menulis di Kompasiana, siapakah aku?

Andaikan sampai saat ini, aku belum bergabung menulis di Kompasiana, aku masih akan tetap sama menjadi aku yang dulu. Yang semangatnya biasa saja, yang pemalu, yang minderan, yang kurang dikenal dan aku bukan penulis! Keberadaan Kompasiana tanpa kusadari telah menjadi media pertamaku, belajar menulis secara otodidak. Menjadi wadah, aku punya jalinan pertemanan, yang pada mulanya hanya dari dunia maya, kini sudah banyak yang terwujud menjadi hubungan dunia maya. Dengan menulis di Kompasiana juga, aku bisa bergabung menjadi blogger dalam beberapa acara.

Tulisan-tulisan yang sudah kutulis di Kompasiana, mendarah daging menjadi semangatku untuk bangkit dari berbagai keterpurukan dalam hidupku selama ini. Aku senang, selama ini ada saja dari pembaca yang sengaja/tidak sengaja membaca tulisanku, kemudian secara langsung dan tidak langsung. Mereka mengatakan bahwa mereka tertarik dengan apa yang pernah aku tulis. Katakanlah, aku mempunyai fans.

Aku tak perlu menghitungnya, sebab aku sudah merasa bangga dengan keberhasilanku membangun sebuah branding di Kompasiana lewat karya-karya tulisanku sendiri. Dari berbagai event yang pernah aku ikuti di Jakarta selama tiga minggu terakhir, tercatat aku mengikuti acara sebanyak lebih dari sepuluh acara. Yang mana acaranya berlevel orang-orang penting dalam berbagai macam bentuk kegiatan. Bertemu dengan orang penting, aku sering memperkenalkan diriku sebagai blogger Kompasiana. Dan ternyata dari pengakuan mereka, kebanyakan mereka langsung bisa mudah mengenali saya dengan pernahnya mereka membaca-baca tulisan saya di Kompasiana!

Perjalanan satu tahunku di Kompasiana masih ada jeda waktu tiga bulan setengah lagi. Dan yang membuat aku tidak bisa tidur malam ini adalah, memori-memoriku sepanjang keikutsertaanku bergabung dengan Kompasiana benar-benar membuatku merenung.

Aku masih ingat bagaimana emosi jiwa dan perasaanku, ketika aku berhasil mempunyai akun Kompasiana dengan girang. Aku masih ingat ketika pertama kali berhasil menayangkan sebuah cerpen untuk ayahku dengan penuh tangisan. Aku masih ingat ketika aku berkali-kali membuka postinganku yang sepi pembaca, apalagi komennya. Aku masih ingat betapa pada saat itu aku sangat bahagia karena aku berhasil menuliskan artikel yang dimuat menjadi Trending Articel. Aku masih ingat, berapa kali aku melonjak dan tertawa histeris sampai jumpalitan sendiri, sebab terlalu senang tulisanku menjadi HL di Kompasiana.

Aku masih ingat ketika hatiku ingin menginspirasi diriku sendiri dan orang lain, agar (setidaknya) lebih percaya diri dan semangat, kujadikan tulisanku sebagai senjata tajam menyuarakan semangat dari jiwaku yang paling dalam. Betapa bahagianya saat diantara pembaca yang ada, mengaku bahwa ia ikut terinspirasi dengan apa yang kutulis. Minimal aku sudah membuat mereka mencoba untuk mau PD dan bahagia dengan apa yang mereka punya.

Aku masih ingat, ketika para pembaca yang memberikan komentar itu isinya lucu-lucu dan kadang ada yang kurang setuju. Bagaimana respon kaku-ku terhadap beberapa orang yang tidak suka dengan tulisanku pun aku juga masih ingat!

Aku ingat, ketika sewaktu di Hong Kong dulu, aku sangat tekun untuk menguras dan menggali inspirasi dari detik menuju ke hari berikutnya. Entah aku sedang mengosek WC atau sekedar menyingkirkan sehelai rambut pada sebuah masakan yang akan kusajikan di depan majikanku. Saat-saat aku berada dalam keadaan terkucil dan sendiri pun, berkat seringnya aku menulis di Kompasiana.Ternyata bisa menghadirkan sebuah inspirasi untuk menulis lagi!

Dari menulis kini aku berkembang menjadi aku. Hidupku berubah total karena aku senang menulis. Menulis telah menjadi sebuah jembatan, bagaimana Tuhan mendekatkanku dengan orang-orang tertentu(baik). Menulis mendorongku untuk mau berada di Jakarta dengan ketekatan yang berasal dari dalam hatiku sendiri! Sampai air mata ibuku sempat menitik, tak puas dengan keberadaanku di rumah yang hanya terhitung 10 hari(semenjak kepulanganku dari HK).

Aku dan Mbak Yuni Astuti/ Sumber: Dokpri
Aku dan Kompasianer Mbak Yuni Astuti siap mengikuti acara Kompasianival 2014/ Sumber: Dokpri

Dikamar kostku sudah ada salah satu Kompasianer perempuan, yang siangnya tadi aku menjemputnya dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tujuan kedatangannya tidak lain demi menyaksikan acara Kompasianival. Dan yang aku senangkan, bukan karena aku mendapatkan oleh-oleh darinya. Melainkan, hubungan kita yang semakin dekat dan sudah seperti saudara sendiri. Dari inbox yang aku dapatkan dari FB, Kompasiana, dan pertemuan langsung dengan beberapa teman yang sudah janjian mau ketemu denganku diacara Kompasianival, menyadarkanku bahwa aku bukan anak yang peminder dan pemalu lagi.

Cukup didalam hatiku tersemat satu kebahagiaan, yaitu dengan mengenang kembali perjalananku belajar menulis di Kompasiana ini membuatku mempunyai banyak harapan besar untuk masa kedepannya tepatnya di malam ini yang sudah menjelang pagi dan Hari Kompasianival 2014 ada, tepatnya tanggal 22 November 2014 di Taman Mini Indonesia Indah(TMII).

I love you Kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s