Inilah 5 Pengedar Gelap Sabu-sabu di Indonesia, Terkini!

5 Pembawa narkotika dari bandara Soetta/ Sumber: Dokpri
5 Pembawa narkotika dari bandara Soetta/ Sumber: Dokpri

Berdasarkan pengakuan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar, pengguna Narkoba di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Tercatat 108.107 kasus kejahatan narkoba dengan jumlah tersangka 134.117 orang. Upaya pencegahan dan penanganannya antara lain; peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa di seluruh pelosok Indonesia. Pencegahan itu dilakukan dengan memanfaatkan sarana media cetak, online, ekeltronik maupun tatap muka secara langsung kepada masyarakat.

Selama kurun waktu 2010 sampai 2014 telah direhabilitasi sebanyak 34.467 residen baik melalui layanan rehabilitasi medis maupun sosial di tempat rehabilitasi pemerintah maupun masyarakat.

Kendala dalam upaya memerangi narkoba;

1). Sampai saat ini pelayanan rehabilitasi medis maupun sosial di Indonesia masih sangat terbatas. Sementara pengguna narkona sangat besar.

2). Peredaran gelap narkoba. Dalam kurun waktu empat tahun, telah terungkap kasus kejahatan narkoba dengan jumlah tersangka dan barang bukti yang cukup besar. Namun, hasil itu masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah narkoba ilegal yang beredar di masyarakat.

3). Stigma negatif masyarakat terhadap pengguna narkoba. Pengguna narkoba dianggap penjahat dan apabila mereka kambuh kembali dianggap residivis, mereka dikucilkan oleh lingkungannya bahkan keluarganya sendiri. Padahal, seharusnya mereka diselamatkan dan dibimbing agar pulih dan mempunyai masa depan yang lebih baik.

Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan kenapa sekalipun sudah dilakukan berbagai macam pencegahan, akan tetapi jumlah pengonsumsi masih banyak. Salah satunya dikarenakan dengan adanya peredaran gelap narkoba yang ada di Indonesia. Dan ditekankan lagi dengan kalimat berikut, ”Hasil itu(kasus kejahatan narkoba) masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah narkoba ilegal(peredaran gelap narkoba) yang beredar di masyarakat.”

Pengedar gelap narkoba, mereka sama saja berperan sebagai penyelund narkoba. Taukah Anda bahwa penyelundup itu berasal dari WNI dan WNA? Sedangkan salah satu penyelundup ilegal itu banyak sekali terjadi di sebuah bandara(khususnya bandara Internasional). Kenapa?

Kita semua tahu, bandara merupakan salah satu tempat keluar masuknya orang Indonesia untuk pergi ke luar negeri, dan sebaliknya, orang asing pun datang ke Indonesia melalui bandara(relatif sedikit yang melalui jalur laut). Mungkin Anda bertanya, sebenarnya pengedar narkoba itu banyak berasal dari mana ya, dari dalam atau luar negeri? Sepertinya memang sulit untuk dideteksi.

Berkat keikut sertaan saya mengikuti sebuah acara Press Conference di KPPBC di Bandara Soekarno-Hatta, pada tanggal 18 November saya mendapatkan data bahwa sepanjang tahun 2014 sampai tanggal (18/11) tercatat ada 62 tersangka pengedar narkoba dengan status WNI dan terdapat 40 dari WNA. Dari keseluruhan narkobanya antara lain berjenis; Shabu(Metamphetamine), Happy Five, Ketamine, Methadone dan Ganja. Ada sebanyak 121.761 gram, 478 tablet dan 79 kasus. Nilai total barang bukti tersebut sebesar Rp. 158.173.000.000,-

Dalam Press Conference tersebut, saya diperkenankan untuk menyaksikan langsung lima tersangka yang berhasil ditangkap oleh CTU(Customs Tactical Unit) atau Unit Tim Bea Cukai yang menangani tersangka pengedar narkoba. Kelima tersangka tersebut empat diantaranya WNA dan satunya lagi seorang perempuan berumur 56 tahun WNI.

Agar Anda tidak penasaran, berikut profile kelima tersangka tersebut;

Kasus 1, tertangkap tanggal (20/10/14), dengan 2.582 gr Shabu(Methamphetamine) dalam bentuk kristal bening disembunyikan di travel bag. Berusia 31 tahun, warga negara Vietnam. Estimasi nilai shabu Rp. 3.485.000.000,-

Kasus 2, tertangkap tanggal (27/10/14), dengan 2 gr ekstrak Mariyuana berbentuk pasta hitam disembunyikan di bagian atas celana dalam yang dipakainya, warga negara Hong Kong. Berusia 38 tahun.

Kasus 3, tertangkap tanggal (29/10/14), dengan 1.614 gr Shabu berbentuk kristal bening dalam bentuk lilin, warga negara Iran, berusia 27 tahun. Estimasi nilai barang Rp. 2.174.000.000,-

Kasus 4, tertangkap tanggal (01/11/14), dengan 2.182 dan 2.218 gr Shabu berbentuk cairan bening, disembunyikan di guci arak. Keduanya berkewarganegaraan Taiwan, berusia 40 tahun dan 21 tahun. Estimasi nilai barang Rp. 2.945.000.000,- dan Rp. 2.994.000.000,-

Kasus 5, tertangkap tanggal (02/11/14), dengan 2.278 gr Shabu berbentuk kristal bening disembunyikan ditas ranselnya. Berusia 59 tahun. Estimasi nilai barang RP. 3.075.000.000,-

Jujur saja, melihat langsung para tersangka pengedar narkoba beserta barang yang mereka bawa membuat saya merasa sedih, takut dan cemas. Saya baru sadar dan tahu ternyata beginilah cara para penyeludup narkoba dengan cerdas membawa barang terlarangnya secara diam-diam untuk diedarkan di Indonesia. Diedar luaskan di Indonesia untuk meracuni mental-mental anak-anak Indonesia agar bermental lemah.

Sebenarnya, mengonsumsi narkoba itu sama sekali tidak ada manfaatnya, melainkan akan merugikan tubuh kita sendiri. Barangkali, penyelundup lain yang berhasil lolos pun sebenarnya banyak, tak lepas dari trik si penyelundup yang licik. Dengan tambahnya wawasan kita akan hal satu ini, mari jaga diri kita agar terhindar dari yang namanya menjadi pengonsumsi narkoba. Lihatlah, mereka saja yang mengedarkan sudah tertangkap dengan hukuman yang sangat berat. Jangan sampai kita terhukum hanya karena kita mengonsumsi narkoba.

Metamphetamine/Shabu berdasarkan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan 1. Dan penyelundupnya akan terpidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No. 35 Tahun 2009. Dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara/denda Rp. 10 Milyar. Jika barang bukti lebih dari 5 gram pelaku akan terkena hukuman mati/pidana seumur hidup/penjara 20 tahun.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran ini!

Salam

Sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/516363-bnn–pengguna-narkoba-di-indonesia-capai-4-2-juta-orang

Iklan

5 pemikiran pada “Inilah 5 Pengedar Gelap Sabu-sabu di Indonesia, Terkini!

  1. baca postingan Mbak Seneng, saya jadi membayangkan jangan2 tiap minggu, ada yg berusaha diam2 menyelundupkan narkoba memlalu Bandar, wew ngeri

    Banyangin lagi, itu cuma segelintir yang tertangkap, nah yang nggak ketangkep jangan2 lebih banyak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s