Jangan Sepelekan Makan Makanan

Di Indonesia budaya makan nasi tiga kali sehari masih marak dan hampir diseluruh daerah Indonesia masih terbiasa dengan hal yang seperti itu. Nasi plus sayur, kalau ada tambah kerupuk/gorengan. Gorengan ini hampir disetiap tempat ada, baik tempe, tahu, dan makanan-makanan yang berminyak lainnya. Bahkan, komunitas Indonesia di Hong Kong paling suka membeli gorengan buatan orang Indonesia. Gorengan sudah menjadi simbol orang Indonesia. Makanan berminyak, mengandung lemak. Jika terlalu banyak dikonsumsi, makanan berminyak dapat mengakibatkan nyeri dada, Gastroenteritis,  Tukak lambung (ulcer), dan gangguan pencernaan.

Setelah sekian lama berada di negara asing dan saat ini sudah kembali di Indonesia, mau tidak mau saya harus makan makanan buatan yang tentunya sudah menjadi budaya Indonesia. Disadari atau tidak, masyarakat kita mengonsumsi makanan yang banyak mengandung santan/kelapa. Mungkin sudah menjadi budaya turun temurun dari nenek moyang kita terdahulu atau karena di Indonesia ini kelapa sangat mudah untuk didapatkan.

Di Indonesia, parut yang digunakan untuk memarut kelapa hampir disetiap rumah pasti punya. Berbeda sekali dengan orang luar negeri. Mereka tidak punya parut seperti yang ada di Indonesia. Dan apabila mereka butuh santan, mereka memilih untuk membeli santan dalam bentuk kemasan yang siap saji. Lebih praktis dan lebih menghemat waktu daripada harus memarut kelapa terlebih dahulu sebelum memasak.

Tentunya, kelapa yang diparut sebenarnya lebih fresh tanpa bahan pengawet dibandingkan dengan kelapa dalam bentuk kemasan. Bagaimana pun juga, apabila pengonsumsian kelapa ini sangat sering. Akan berpengaruh buruk juga terhadap kesehatan tubuh kita. Kandungan santan kelapa terlalu banyak dikonsumsi oleh kita bisa mengakibatkan timbulnya kolestrol.

Sampai sekarang baik di desa maupun kota seperti Jakarta, makanan padang hampir di setiap tempat ada dan banyak diminati warga. Yang di desa pun sama, berbagai macam masakan variatif selalu ditambahkan dengan santan. Dan budaya kita jika masakan masih tersisa, yang sering dilakukan ialah memanasinya. Padahal, pemanasan berulang mengakibatkan lemak berubah. Lemak dari perasan daging kelapa yang diparut seharusnya menyehatkan, menjadi tidak bersahabat dengan tubuh. Karena meningkatkan kolesterol LDL (low density lipoprotein). Kolesterol LDL merupakan kolesterol jahat berlebihan dapat mengendap di dinding pembuluh darah. Sehingga mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah atau disebut dengan aterosklerosis, terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.

teropongbisnis.com
teropongbisnis.com

Bila penyempitan dan pengerasan ini terus-menerus, mengganggu suplai darah ke otot jantung tidak cukup. Sehingga dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri dada, yang bila berlanjut menjadi kematian akibat gangguan jaringan otot jantung. Jika gejala tersebut menyebar luas, akan menyebabkan kondisi yang disebut gagal jantung dan stroke bila sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak.

ramadhan.liputan6.com
ramadhan.liputan6.com
Berikut ini beberapa makanan familiar yang ada disekitar kita yang mengandung santan; masakan kari, rendang, masakan padang, nasi uduk(pada nasinya), minuman kolak, minuman es cendol, bubur beras/bubur apa saja yang kebanyakan membutuhkan santan, berbagai makanan tradisional seperi; jenang, wajik, getuk(ditaburi kelapa parut), soto Betawi, masakan lodeh, laksa dan berbagai makanan khas tradisional Jawa lainnya. Di Indonesia bisa dibilang 65% makanannya masih bergantung pada keberadaan santan, sekalipun diperlukan sedikit.
Akibat kesukaan warga kita memasak makanan bersantan, lidah kita ternyata punya perbedaan sangat jauh dengan lidah-lidah orang asing. Makanan yang menurut kita sudah pas asinnya, bisa jadi dicicipi orang asing menjadi terlalu asin. Sedangkan orang asing tidak suka dengan makanan terlalu asin. Sebaliknya, warga kita mencicipi masakan orang asing, yang terasa malah hambar. Orang asing sangat memperhatikan pola makanannya sendiri. Di Hong Kong ada orang yang membuat bubur dari beras, tapi sama sekali tidak ditambahi santan.
Juga pada masakan-masakan lainnya, mereka meminimalisasikan masak masakan bersantan. Memasak sayur saja, mereka hanya menggunakan bawang putih dan garam seperlunya. Tanpa mengiris bumbu bawang merah, bawang putih dan cabai seperti di Indonesia.
Karena di Indonesia banyak masyarakat yang tergolong menengah kebawah, tidak heran jika diantara mereka beranggapan bahwa makan apa saja yang penting perut kenyang dan sebagainya. Tak terlalu menjadi prioritas gizi bagi tubuh kita asalkan perut tidak keroncongan saja sudah. Di negara asing yang sudah maju, makanan diperhitungkan sebisa mungkin seimbang. Ada lauk, sayur, daging/ikan dan buah. Sumber makanan ini berpengaruh besar pada kecerdasan otak negara asing yang sudah maju tersebut.
Dengan cakupan gizi/vitamin yang seimbang itu berperan penting terhadap sumber stamina tubuh agar kebal terhadap penyakit, supaya perkembangan tubuh membaik, dan lebih bisa berkonsentrasi. Makanan sehat akan menyehatkan tubuh, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat pula. Mulai sekarang ayo perhatikan pola makanan kita.
Sumber: http://kaltimpost.co.id/berita/detail/87833-bahaya-kolesterol-dalam-santan.html

Yuuuuk, Ketahui Produk Litbang yang Sudah Diluncurkan!

Selama ini skandal utama yang ada di indonesia diantaranya yaitu akses air minum yang masih kurang, luasan kawasan kumuh di negara kita masih banyak, akses sanitasi juga masih perlu diperbaiki. Di Jakarta sendiri yang semestinya menjadi tempat elit dan metropolitan, justru malah timbul banyak permasalahan. Masyarakat menengah ke bawah banyak sekali menjadi problema pemerintah kita mengingat mereka kesulitan mengakses air minum, dan banyak yang tak punya tempat tinggal.

Litbang yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan permukiman, dalam rangka pelaksanaan Hari Bakti (Harbak) Kementerian Pekerjaan Umum, mengadakan acara nangkring bareng bersama Kementrian Pekerjaan Umum di Pendopo Gedung Cipta Karya, Kementerian PU, Jl. Pattimura No. 20, Jakarta(27/11/14). Acara ini menghadirkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang – Kementerian Pekerjaan Umum Prof (R) DR Ir Anita Firmanti, MT dan Kepala Bidang Program dan Kerjasama – Puslitbang Permukiman Iwan Suprijanto, ST, MT sebagai narasumber.

Citra sebagai MC mampu menarik perhatian peserta yang hadir diacara Nangkring bersama Litbang ini.
Citra sebagai MC mampu menarik perhatian peserta yang hadir diacara Nangkring bersama Litbang ini.

Tema yang diusung ialah ”Dukungan Inovasi Teknologi Bidang Permukiman dalam Akselerasi Program Permukiman 100-0-100 (100 % akses air minum; 0% luasan kawasan kumuh; 100% akses sanitasi)”. Acara dibawakan oleh Citra, sedangkan moderator acaranya dipegang oleh Wardah Fajri atau biasa disebut Mbak Wawa.

Mbak Wawa sebagai Moderator, Prof Anita sebagai pembincang pertama dan sebelahnya Pak Iwan selaku Kepala Bidang Program dan Kerjasama
Mbak Wawa sebagai Moderator, Prof Anita sebagai pembincang pertama dan sebelahnya Pak Iwan selaku Kepala Bidang Program dan Kerjasama

Sebenarnya Litbang ini melakukan riset untuk menangani diantaranya sebagai berikut; rumah dan gedung, bahan bangunan, persampahan, air minum, air limbah, utilitas, kawasan, mitigasi bencana, dan adaptasi perubahan iklim. Sesuai tema, maka fokus pembicaraan hanya dipusatkan pada air minum, air limbah dan bangunan.

Dalam perbincangannya, Prof Anita mengawali langsung dengan menguraikan beberapa informasi tentang akses air di Indonesia selama ini. Diseluruh Indonesia sampai saat ini tercatat sekitar 70% yang sudah terlayani akses air melalui PDAM. Permasalahan akses air, masih adanya lingkungan kumuh dan akses sanitasi direncanakan akan terpenuhi 100% ditahun 2019. Dengan catatan jika ada anggarannya dari pemerintah. Seperti saat ini, subsidi BBM sebesar 120 T sudah masuk kedalam infrastruktur Litbang.

Litbang ini menfokuskan dirinya sebagai prime mover, membantu meneliti dan berusaha menciptakan produk tekhnologi yang ditujukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada dimasyarakat Indonesia. Pada air sendiri, saat ini jumlah air tidak stabil dan kualitasnya menurun. Usaha Litbang, mengolah air dengan kualitas rendah untuk siap minum dan mengurangi bahan kimia yang ada pada pengolahan air agar tidak terlalu membahayakan bagi kesehatan.

Ada beberapa produk yang sudah diluncurkan oleh Litbang khususnya untuk mengatasi masalah air limbah. Salah satunya ada pengolahan air dengan Bio-Contractor. Adanya bio-contraktor di dalam cabin maka bidang tempat bakteri tumbuh akan menjadi luas dan tidak ada air limbah yang merembas keluar, sehingga lebih aman dibandingkan denagn tangki septik konvensional. Ada diantaranya Biofil(mengolah air limbah langsung dibuang ketanaman/kolam ikan, periode pengurasan minimal 6 tahun), ada Biority( efisiensi pengolahan limbah 70%, biority untuk mengolah air limbah rumah tangga skala komunal maupun individual) dan Biofil.

Berbeda dengan Meralis, yang merupakan reaktor kompak yang terdiri dari rangkaian unit pengolahan air limbah dengan menggunakan sistem lumpur aktif dan filtrasi membran ultrafiltrasi, untuk menghasilkan air yang dapat didaur ulang untuk kebutuhan gedung. Tepat untuk pemukiman perkotaan.

Dikatakan bahwa pada daerah sulit air sudah ada Model MCK. Alat ini diterapkan pada kawasan endemis, yang dilengkapi kloset khusus mempunyai dua lubang untuk memisahkan urine dan tinja. Terdapat Biotour yang merupakan rangkaian teknologi pengolahan air limbah rumah tangga untuk menghasilkan kualitas air daur ulang yang dapat digunakan untuk kebutuhan umum rumah tangga. Satu lagi produk unggulan dari Litbang yang dikhususkan pada pengolahan air limbah yaitu adanya Drainase permukiman ramah lingkungan dengan Sub-Reservoir Air Hujan. Berikut ini fungsinya dari Sub-Reservoir air hujan; sebagai penampung air hujanuntuk air baku dan resapan, menjadi pasokan air, terutama dimusim kemarau, mereduksi genangan air hujan dan membantu melestarikan air tanah.

Sedangkan untuk air bersih/air minum. Sudah ada pengujian meteran air , Dynamic Mixer(pengolahan air dengan penambahan bahan kimia yang dinamis), ada pengolahan air Sarut(Saringan Rumah Tangga, mengolah air baku yang keruh, berbau, dan mengandung zat besi dan mangan untuk kebutuhan satu keluarga), ada Merotek(reaktor kompak yang terdiri dari rangkaian unit pengolahan air dengan sistem membran ultrafiltrasi, dan membran RO tekanan rendah untuk menghasilkan air siap minum). Manfaat Merotek ini yaitu memanfaatkan air sungai tercemar, air gambut dan air payau untuk dihasilkan siap minum.

Disesi perbincangan kedua, Pak Iwan kemudian membahas sedikit banyak tentang rumah yang sudah diproduksi oleh Litbang. Diantaranya ada Risha, rumah layak huni yang komponennya bersifat fleksibel dan efisien dalam konsumsi bahan bangunan. Risha ini sudah memiliki 67 aplikator dan diterapkan sebanyak 1000o unit di Aceh pasca bencana Tsunami. Ada Rika(Rumah Instan Kayu), dengan teknologi Laminated Vaneer Lumber merupakan rumah instan yang berbahan dasar dari kayu kelas rendah cepat tumbuh(sengon, karet, akasia) yang diolah sehingga kualitasnya setara dengan kayu kelas 3. Rumah ini lebih tahan gempa, moveable dan dapat diterapkan diberbagai kondisi lahan.

Penemuan Litbang menghasilkan ide; ada aplikasi bambu laminasi pada bangunan tradisional. Bambu dapat diaplikasikan sebagai balok, kolom atau papan sebagaimana kayu dengan cara Laminasi. Pada rumah tradisional tepi air, Litbang menerapkan konsep mendapatkan desain rumah terapung diatas air yang mampu menjaga sumber daya laut dari kerusakan. Rekayasa local knowledge berupa: Floating house dan floating sanitation. Pada Homese(Honai Menuju Sehat), rumah ini tetap mempertahankan kekhasan Honai sendiri dengan penggunaan ventilasi 2 layers dengan tujuan masyarakat papua terhindar dari penyakit ISPA.

Rumah susun ada yang dengan sistem pracetak BOX dari beton ringan. Rusun ini direncanakan bisa mendukung beban sampai 5 lantai, dapat direncanakan sesuai dengan kreatifitas arsitek. Ada lagi rusun dengan teknologi pracetak C-plus. Sistem ini merupakan sistem struktur pracetak untuk bangunan bertingkat dengan kolom berbentuk Plus(+), yang mana sambungan mekanis berupa plat baja dengan mur dan baut serta grouting dengan semen non-shrinkage. Rusun ini telah diterapkan di Cigugur Tengah Kota Cimahi sebanyak 2 Blok(5 lantai)dan telah memiliki 8 aplikator.

Salah satu Kompasianer disesi tanya jawab
Salah satu Kompasianer disesi tanya jawab

Diakhir pembicaraannya, Pak Iwan menambahkan bahwa untuk dapat mengembangkan produksinya beliau membutuhkan para investordan aplikator sebagai mitra. Usaha yang dilakukan Litbang dalam mangatasi masalah pemukiman salah satunya sebagai cara mendorong masyarakat untuk mandiri. Tak lepas sebenarnya dana APBN itu dari rakyat(pajak) yang semestinya kembali lagi pada rakyat. Diperlukan revolusimental untuk membangun sinerginitas agar apa yang sedang diluncurkan ini berhasil diberlakukan untuk seluruh wilayah di indonesia. Terakhir dari Pak Iwan, untuk mendorong bangsa yang maju diperlukan penghargaan karya anak bangsa!

Inilah pemenang Twitter yang berhasil membawa Smartphone
Inilah pemenang Twitter yang berhasil membawa Smartphone

Sebagai tambahan dari saya, semoga dengan terpublikasinya tulisan ini banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan tahu bahwa Litbang mempunyai banyak produksi teknologi. Yang manfaatnya sangat penting sekali bagi banyak masyarakat Indonesia, produk Litbang ini perlu disosialisasikan, didukung dan segera disebarluaskan demi kesejahteraan masyarakat kita semua.

Diakhir acara kami sempat berfoto bersama.
Diakhir acara kami sempat berfoto bersama.

Rahasia Meracuni Anak Agar Doyan Membaca

140827049828282335
Peran orang tua mendampingi anak sangat utama khususnya untuk menanamkan budaya membaca/ dokpri

Sebagai orang tua pasti semua menginginkan anak- anaknya kelak menjadi murid berprestasi dalam mengikuti kegiatan di sekolahnya, mungkin sampai ke jenjang perguruan tinggi. Bukan jamannya mewariskan sepetak sawah kepada anak- anaknya atau mewariskan barang berharga lainnya untuk bekal anak di usia dewasanya. Selain saat ini petani semakin berkurang dan sawah- sawah sudah langka dimiliki setiap orang Indonesia.

Hehehe, jadi ingin ketawa kalau menyangkut pautkan warisan di artikel ini, intinya jaman sekarang pendidikan menjadi prioritas utama untuk siapa saja yang ingin bisa bertahan hidup di dunia ini. Baik belajar formal atau non formal, kebanyakan pembelajaran yang paling mudah didapat yaitu melalui membaca.

Membaca itu sepertinya sepele, tetapi jika tidak terbiasa juga akan sulit dijadikan sebuah kebiasaan. Semakin banyak membaca seseorang semakin luas pula wawasannya. Membaca paling bagus ditanamkan untuk anak- anak sejak dini. Sekalipun berawal dari memperlihatkan gambar- gambar saja, bagi anak- anak yang belum bisa bicara atau mengeja. Itu sudah cukup untuk merangsang keingin tahuan anak.

Se0rang ibu semestinya mengajarkan anak- anknya untuk mau membiasakan diri membaca, artinya seorang ibu itu sendiri juga harus banyak membaca, sebagai contoh nyata kepada anak- ankanya. Inilah berbagai cara untuk merangsang anak mau membaca;

1).  Bujuk anak mau membaca dengan cara yang halus. Misalnya dengan berjanji memberi sebutir permen jika dia habis membaca satu buku atau mengajak bermain di tempat yang ia sukai jika dia mau membaca

2). Dampingi anak saat dia membaca, mungkin si anak akan gemar bertanya tentang sesuatu yang menurutnya kurang paham.

3). Ceritakan dongeng kesukaan anak, baik sebelum tidur atau ditengah mereka sedang bermain

4). Ajak anak mengunjungi toko buku atau perpustakaan yang bisa merangsang keingin tahuannya tentang keragaman buku

5). Ajukan pertanyaan kepada anak, tentang dongeng atau cerita yang pernah mereka dengarkan sebelumnya

Jika sejak usia dini anak- anak sudah mandiri mempunyai kebiasaan membaca buku maka tidaklah mungkin jika kebiasaan ini akan terbawa sampai usia senja.

Bukti nyata negara makmur di dunia sebagaian dari mereka suka membaca. Membaca bukan sesuatu yang alakadarnya dilakukan tetapi sebuah kebutuhan. Tak beda dengan makan dan tidur.

14082724291159610541
para lansia yang masih aktif membaca di Perpustakaan Hongkong/ dokpri

Membaca dan membaca, membaca jika terbiasa bisa menjadi kecintaan di hati. Dengan membaca kita akan mengenal dunia, membaca berpengaruh pada cara kita berpikir dan bertindak.

14082729392023789391
Membaca bisa menjadi cinta tanpa mempedulikan usia/ dokpri

Dari Ikal Menjadi Unyuuu, Dengan Ionic Brush

Sekitar lima tahunan yang lalu, kebetulan aku jatuh hati sama cowok yang doyan banget sama cewek yang suka dandan. Yang mesti rambutnya dibonding lah, yang kalo keluar pakai highhiel lah, yang kalo mandi luluran lah sampai yang berbody sexy dan bohai…

Biar sudah tahu type cewek idamannya seperti itu, aku kadang kalo keluar sama temen malah gayanya tomboi. Tiba-tiba aku berubah feminim setelah aku kenal dan jatuh hati sama cowok ini dan takut kehilangannya(takut direbut samacewek lain), bwahahhahha….! Semenjak itu, aku mulai rebondingan karena rambutku ikal dan kurang teratur juga kering. Aku mulai rajin bedakan. Rajin luluran. Sampe beli sepatu highhiel dan gitu deh!

Jujur sih habis 3 tahun kemudian kita putus, aku sudah tak semenor lagi seperti saat aku masih pacaran sama dia. Sekarang, karena putus cinta itu aku jadi nggak konsen dengan merawat diri/mempercantik diri. Rambutku yang ikal sudah nggak aku pedulikan lagi. Mungkin diam-diam aku depresi kali ya?

Rambut asliku ikal, kusut dan susah diatur/ Sumber: Dokpri
Rambut asliku ikal, kusut dan susah diatur/ Sumber: Dokpri

Nasib punya rambut ikal, kering, tak bervolume dan rontok membuatku selalu merasa kurang puas dan percaya diri tentang rambutku sendiri. Terkadang aku iri melihat rambut orang lain yang lurus dan banyak, apalagi subur. Eh, tapi setelah aku punya Ionic Brush dari Philips, sekarang aku mulai menemukan kepercayaan diri dengan rambutku sendiri sekalipun aku nggak rebonding lagi. Bener banget, kalo nggak diiket rambutku ini bisa mengembang kayak punya singa. Tapi sebenarnya kalo dipegangi nggak ada setengahnya genggaman tangan. Dua minggu yang lalu, aku sengaja memotong rambut depanku menjadi poni. Karena ikal, yaaaah poninya jadi ikal nggak bagus. Namun, setelah aku coba sisir pakai Ionic Brush rambutku jadi tertata rapi, lebih cemerlang dan rontoknya tidak terlalu banyak.

Biar culun sisirannya pakai Ionic Brush/ Sumber: Dokpri
Biar culun sisirannya pakai Ionic Brush/ Sumber: Dokpri

Ionic Brush merupakan sisir/sikat yang membantu membuat rambut kita halus dan berkilau dan dapat dilakukan  setiap saat. Sikat penata ion ini punya ionizer bawaan yang menghasilkan ion negatif dan menetralkan arus listrik statis positif sehingga bisa mengurangi kusut pada rambut. Oh ya, bulu sikat ini lembut lho. Pada ujung sikatnya ada bulat khusus memiliki permukaan sentuh yang lebih lebar sehingga kalo pas nyentuh di kulit kepala nggak sakit nih. Lebihnya lagi, sikat ini bisa dilepas kok biar kita bisa mudah membersihkannya. Setelah poniku yang ikal dan susah rapi itu sudah disisir pakai Ionic Brush, taraaaaaa…jadinya rapi begini 😀

Hadewh, ini Si Eneng jadi boneka unyuuu/ Sumber: Dokpri
Hadewh, ini Si Eneng jadi boneka unyuuu/ Sumber: Dokpri

Karena sikat ini didalemnya pake batu baterai 1,5 AAA, ingat ya jangan sampai terkena air kecuali sikatnya saja kalo sedang mau dibersihkan. Sikat ini aman utuk anak-anak diatas 8 tahun. Kalo pas makai, jangan halangi lubang keluaran ion. Suhu yang tepat untuk penyimpanan alat ini yaitu dari 15º-35º C. Dan jangan sampai berada diatas 35º C.

Ssssssst…aku kasih bocoran ya temen-temen, kenapa aku yang culun ini kok bisa-bisanya punya sikat Ionic Brush, ceritanya darimana dan bagaimana ya…..

Tepatnya tanggal 25 November kemarin aku ikutan acara talk show rambut sehat dan trend 2015 yang disponsori oleh Philips. Kali ini Philips memperkenalkan Ionic Brush, yang diandalkan bisa menyisir rambut menjadi lebih berkilau dan stylis. Berada di Lot 8 Resto & Bar, Jalan Sudirman, Jakarta. Menghadirkan Herman Cao( Co-Founder Talents salon & Professional Hair dresser), ada Harumi Sudrajat(Beauty Blogger), dan Mr. Panos Marras(Marketing Manager CL PC).

Yang masih kuingat, Om Herman bilang untuk bisa mempunyai rambut sehat khususnya jilbabers nih, mesti bisa milih jilbab yang berpori cukup supaya rambut ada ruang nafasnya. Dan dalam sesi pertanyaan, aku sempat mempertanyakan tentang apakah gelombang elektronik/ion yang ada pada sisir ini aman terhadap kulit kepala atau kulit saraf? Mr. Panos. lalu menjawab sangat aman, sebab alat ini sudah diujikan oleh pakar sainsnya selama kurang lebih 5 tahun, ujarnya.

Diakhir acara aku terpilih sebagai salah satu penanya terbaik, jadi sikat ini hoki buat akuu 🙂

Terimakasih ya Philips/ Sumber: Dokpri
Terimakasih ya Philips/ Sumber: Dokpri

Yaelah, didalam kotak Ionic Brush ada pemberitahuan Voucher diskon 25%. Bagi yang penasaran bisa kok klik http://www.Lazada.co.id. Buruan ini berlaku sampai tanggal 9 Desember 2014 saja lhoooo……..!

Continue reading “Dari Ikal Menjadi Unyuuu, Dengan Ionic Brush”

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya

Potret Jakarta/ Sumber: Dokpri
Potret Jakarta/ Sumber: Dokpri

Selama saya berada di Jakarta, saya merupakan pengguna aktif jasa transportasi baik mikromini, Bus Kopaja atau Busway TransJakarta. Selebihnya Bus Kopaja dan Bus TransJakarta, menjadi transportasi andalan saya sebab tidak ada pilihan lain untuk tidak menggunakan jasa bus tersebut. Entah mengapa, hampir dari setiap saya sudah turun dari bus yang saya tumpangi, selalu meninggalkan kesan kurang nyaman dihati saya sendiri dan mungkin bagi beberapa penumpang lainnya. Seolah naik bus itu saat ini menjadi sesuatu yang tidak disukai oleh banyak penumpang. Dari mulai jalannya yang macet, sampai menunggu kedatangan bus yang lama, serta tidak terkontrolnya kenyamanan untuk penumpang saat ini.

Alasan bus menjadi transportasi penting di Jakarta karena saat ini hanya bus saja yang mampu menjangkau wilayah sesuai kebutuhan penumpang. Bayangkan saja, jika penumpang naik kereta api. Yang ada banyak penumpang kesulitan sampai di tempat tujuannya, selebihnya kereta api hanya satu jurusan saja. Lagi, jasa Taksi hanya mampu digunakan untuk kalangan menengah keatas sebab ongkosnya yang mahal. Di Jakarta MTR masih dalam pembangunan.

Dapat menerobos disela kemacetan ialah pengendara sepeda motor yang malah menambah kemacetan/ Sumber: Dokpri
Dapat menerobos disela kemacetan ialah pengendara sepeda motor yang malah menambah kemacetan/ Sumber: Dokpri

Ada beberapa masyarakat khususnya di Jakarta ini, menyadari bahwa naik bus itu sering mengalami macet dan harus menunggu antrian lama untuk menunggu kedatangan bus. Sudah banyak saat ini masyarakat yang memilih untuk berpergian dengan mengendarai sepeda motor. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka beranggapan bisa mencari celah untuk menerobos sela-sela diantara kemacetan tanpa menggantungkan bus lagi. Dan begitulah, tidak heran jika kita memperhatikan jalan yang ada di Jakarta ini mobil bercampur dengan sepeda motor yang berjubel!

Saat ini, beberapa jalan di Jakarta sedang dalam perbaikan, nampaknya ada yang ditinggikan, ada yang dihaluskan/samaratakan, dan penyempurnaan jalan Busway TransJakarta. Menurut saya, perbaikan tersebut kurang cepat dalam penyelesaiannya. Selain jalan yang mengalami perbaikan masih difungsikan, dalam pembangunannya seakan  begitu santai. Padahal, dampak buruk dari kelambatan memperbaiki jalan tersebut mengakibatkan jalan menjadi berdebu. Hal ini sangat mencemaskan warga setempat dan penumpang bus terancam gangguan pernapasan akibat pencemaran udara. Apalagi terhadap penjual makanan yang biasanya berada di pinggir jalan.

Jalan Simpang Lima yang tak terkendali/ Sumber: Dokpri
Jalan Simpang Lima yang tak terkendali/ Sumber: Dokpri

Kalau nggak macet, bukan Jakarta namanya! Itu merupakan tanggapan dari salah satu teman saya ketika saya menyampaikan bahwa saya sedang naik bus Kopaja dan macetnya minta ampuuun. Saya juga masih ingat awal mula saya menginjak kaki di Jakarta saat itu, setelah turun dari bus Travel saya dari Kalideres saya berniat naik Busway TransJakarta jurusan Rawa Buaya. Dan ini menjadi pengalaman pertama saya naik Busway, pada mulanya saya biasa saja melihat antrian panjang dari para penumpang. Tapi, saat saya merasa sudah menunggu lebih dari setengah jam, saya merasa tersiksa sekali. Sudah gerah menunggu lama, tanpa AC, dan kipas angin yang kurang, penumpang berdempet-dempetan, dan tetap harus berdiri, tak peduli mau pinsan atau kebelet kencing. Juga tetap harus berdiri!

Jika Jakarta itu macet, semestinya memang harus dimaklumi saja. Kita tahu, Jakarta merupakan urat nadinya Indonesia. Banyak orang dari beberapa kota di luar Jakarta seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, bahkan luar Jawa sana yang menggunakan jasa transportasi antar kota dan propinsi sengaja datang ke Jakarta. Baik untuk urbanisasi, untuk berwisata, dan berbisnis. Jakarta menjadi tempat pusat dimana banyak orang memang perlu masuk dan keluar Jakarta.

Menurut saya, kemacetan di Jakarta yang ada selama ini merupakan buah kota Jakarta yang kurang terencana. Pemerintah kita rupanya kurang sigap dalam menghadapi dan mengatasi masalah ledakan penduduk yang ada di Jakarta. Ok, jika memang saat ini Jakarta hanya mampu memberikan pelayanan jasa transportasi daratnya hanya bus yang jadi sarana utamanya. Kenapa tidak dari dulu, di Jakarta ini dibangun lebih banyak jalan layang? Kenapa baru tahun depan Ahok baru merencanakan bus tingkat akan dioperasikan di Jakarta? Apakah pemerintah DKI Jakarta terdahulu patut dinilai kurang dalam menangani kemacetan di Jakarta ini?

Yang selalu saya sedihkan ialah, kita(khususnya pengguna jalan raya yang ada di Jakarta) baik penumpang transportasi umum/ pengemudi kendaraan pribadi yang suka dilanda kemacetan di jalan raya. Menjadi lebih banyak tersita waktunya hanya karena hal sepele yaitu macet-macet-macet dan macet lagi! Kemarin sore saya dari Pulo Gadung sampai Rawa Buaya bisa sampai 3 jam. Gila! Di negara-negara maju, waktu itu lebih berharga daripada uang. Lima menit saja mereka sangat menghargai, apalagi satu jam.

Kalau sudah begini yang salah siapa? Jika banyak dari penumpang bus saat ini yang menggunakan jasa transportasi kebanyakan tidak merasa nyaman lagi, tidak bisa datang dan pulang kerja tepat waktu hanya karena penyakit jalan Jakarta ini suka rewel/macet! Ini lho Jakarta, ini lho Indonesia. Seribu keluhan hanya cukup tersimpan didalam hati setiap penumpang dari kita semua.

Sepeda motor menyebar di tengah jalan raya penyebab kemacetan/ Sumber: Dokpri
Sepeda motor menyebar di tengah jalan raya penyebab kemacetan/ Sumber: Dokpri

Pemda Jakarta, segera berikan solusi kepada kami. Sejahterakan kami, sebagai rakyat yang memang transportasi itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan kami sehari-hari. Terimakasih!

Aku dan Kompasianival 2014

Detik ini, ketika jemariku tergelitik untuk ketak-ketik huruf di depan komputer. Sebenarnya alasan terbesar karena aku sedang imsomnia menghadapi acara Kompasianival 2014(acara kerennya Kompasiana). Aku yang sama sekali tidak terlibat sebagai Host, tak terlibat sebagai panitia, dan hanya terlibat sebagai pendaftar yang ikut di acara ini. Malah bingung nggak bisa tidur sendiri. Aku masih ingat tadi siang mulutku kelangopan terserang kantuk, sebab semalam hanya tidur selama lima jam saja. Sehari kemarin hanya mandengin komputer membuat empat artikel, makan satu kali, mandi satu kali dan ganti baju satu kali! Lumayan baunya ya?

Jika ada yang  bertanya kepadaku, apa yang aku rasakan sampai aku nggak bisa tidur! Aku akan menjawab, perasaanku hambar, campur bahagia, campur-bawur dan tidak tenang.

Tanpa menulis di Kompasiana, siapakah aku?

Andaikan sampai saat ini, aku belum bergabung menulis di Kompasiana, aku masih akan tetap sama menjadi aku yang dulu. Yang semangatnya biasa saja, yang pemalu, yang minderan, yang kurang dikenal dan aku bukan penulis! Keberadaan Kompasiana tanpa kusadari telah menjadi media pertamaku, belajar menulis secara otodidak. Menjadi wadah, aku punya jalinan pertemanan, yang pada mulanya hanya dari dunia maya, kini sudah banyak yang terwujud menjadi hubungan dunia maya. Dengan menulis di Kompasiana juga, aku bisa bergabung menjadi blogger dalam beberapa acara.

Tulisan-tulisan yang sudah kutulis di Kompasiana, mendarah daging menjadi semangatku untuk bangkit dari berbagai keterpurukan dalam hidupku selama ini. Aku senang, selama ini ada saja dari pembaca yang sengaja/tidak sengaja membaca tulisanku, kemudian secara langsung dan tidak langsung. Mereka mengatakan bahwa mereka tertarik dengan apa yang pernah aku tulis. Katakanlah, aku mempunyai fans.

Aku tak perlu menghitungnya, sebab aku sudah merasa bangga dengan keberhasilanku membangun sebuah branding di Kompasiana lewat karya-karya tulisanku sendiri. Dari berbagai event yang pernah aku ikuti di Jakarta selama tiga minggu terakhir, tercatat aku mengikuti acara sebanyak lebih dari sepuluh acara. Yang mana acaranya berlevel orang-orang penting dalam berbagai macam bentuk kegiatan. Bertemu dengan orang penting, aku sering memperkenalkan diriku sebagai blogger Kompasiana. Dan ternyata dari pengakuan mereka, kebanyakan mereka langsung bisa mudah mengenali saya dengan pernahnya mereka membaca-baca tulisan saya di Kompasiana!

Perjalanan satu tahunku di Kompasiana masih ada jeda waktu tiga bulan setengah lagi. Dan yang membuat aku tidak bisa tidur malam ini adalah, memori-memoriku sepanjang keikutsertaanku bergabung dengan Kompasiana benar-benar membuatku merenung.

Aku masih ingat bagaimana emosi jiwa dan perasaanku, ketika aku berhasil mempunyai akun Kompasiana dengan girang. Aku masih ingat ketika pertama kali berhasil menayangkan sebuah cerpen untuk ayahku dengan penuh tangisan. Aku masih ingat ketika aku berkali-kali membuka postinganku yang sepi pembaca, apalagi komennya. Aku masih ingat betapa pada saat itu aku sangat bahagia karena aku berhasil menuliskan artikel yang dimuat menjadi Trending Articel. Aku masih ingat, berapa kali aku melonjak dan tertawa histeris sampai jumpalitan sendiri, sebab terlalu senang tulisanku menjadi HL di Kompasiana.

Aku masih ingat ketika hatiku ingin menginspirasi diriku sendiri dan orang lain, agar (setidaknya) lebih percaya diri dan semangat, kujadikan tulisanku sebagai senjata tajam menyuarakan semangat dari jiwaku yang paling dalam. Betapa bahagianya saat diantara pembaca yang ada, mengaku bahwa ia ikut terinspirasi dengan apa yang kutulis. Minimal aku sudah membuat mereka mencoba untuk mau PD dan bahagia dengan apa yang mereka punya.

Aku masih ingat, ketika para pembaca yang memberikan komentar itu isinya lucu-lucu dan kadang ada yang kurang setuju. Bagaimana respon kaku-ku terhadap beberapa orang yang tidak suka dengan tulisanku pun aku juga masih ingat!

Aku ingat, ketika sewaktu di Hong Kong dulu, aku sangat tekun untuk menguras dan menggali inspirasi dari detik menuju ke hari berikutnya. Entah aku sedang mengosek WC atau sekedar menyingkirkan sehelai rambut pada sebuah masakan yang akan kusajikan di depan majikanku. Saat-saat aku berada dalam keadaan terkucil dan sendiri pun, berkat seringnya aku menulis di Kompasiana.Ternyata bisa menghadirkan sebuah inspirasi untuk menulis lagi!

Dari menulis kini aku berkembang menjadi aku. Hidupku berubah total karena aku senang menulis. Menulis telah menjadi sebuah jembatan, bagaimana Tuhan mendekatkanku dengan orang-orang tertentu(baik). Menulis mendorongku untuk mau berada di Jakarta dengan ketekatan yang berasal dari dalam hatiku sendiri! Sampai air mata ibuku sempat menitik, tak puas dengan keberadaanku di rumah yang hanya terhitung 10 hari(semenjak kepulanganku dari HK).

Aku dan Mbak Yuni Astuti/ Sumber: Dokpri
Aku dan Kompasianer Mbak Yuni Astuti siap mengikuti acara Kompasianival 2014/ Sumber: Dokpri

Dikamar kostku sudah ada salah satu Kompasianer perempuan, yang siangnya tadi aku menjemputnya dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tujuan kedatangannya tidak lain demi menyaksikan acara Kompasianival. Dan yang aku senangkan, bukan karena aku mendapatkan oleh-oleh darinya. Melainkan, hubungan kita yang semakin dekat dan sudah seperti saudara sendiri. Dari inbox yang aku dapatkan dari FB, Kompasiana, dan pertemuan langsung dengan beberapa teman yang sudah janjian mau ketemu denganku diacara Kompasianival, menyadarkanku bahwa aku bukan anak yang peminder dan pemalu lagi.

Cukup didalam hatiku tersemat satu kebahagiaan, yaitu dengan mengenang kembali perjalananku belajar menulis di Kompasiana ini membuatku mempunyai banyak harapan besar untuk masa kedepannya tepatnya di malam ini yang sudah menjelang pagi dan Hari Kompasianival 2014 ada, tepatnya tanggal 22 November 2014 di Taman Mini Indonesia Indah(TMII).

I love you Kompasiana

Inilah 5 Pengedar Gelap Sabu-sabu di Indonesia, Terkini!

5 Pembawa narkotika dari bandara Soetta/ Sumber: Dokpri
5 Pembawa narkotika dari bandara Soetta/ Sumber: Dokpri

Berdasarkan pengakuan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar, pengguna Narkoba di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Tercatat 108.107 kasus kejahatan narkoba dengan jumlah tersangka 134.117 orang. Upaya pencegahan dan penanganannya antara lain; peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa di seluruh pelosok Indonesia. Pencegahan itu dilakukan dengan memanfaatkan sarana media cetak, online, ekeltronik maupun tatap muka secara langsung kepada masyarakat.

Selama kurun waktu 2010 sampai 2014 telah direhabilitasi sebanyak 34.467 residen baik melalui layanan rehabilitasi medis maupun sosial di tempat rehabilitasi pemerintah maupun masyarakat.

Kendala dalam upaya memerangi narkoba;

1). Sampai saat ini pelayanan rehabilitasi medis maupun sosial di Indonesia masih sangat terbatas. Sementara pengguna narkona sangat besar.

2). Peredaran gelap narkoba. Dalam kurun waktu empat tahun, telah terungkap kasus kejahatan narkoba dengan jumlah tersangka dan barang bukti yang cukup besar. Namun, hasil itu masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah narkoba ilegal yang beredar di masyarakat.

3). Stigma negatif masyarakat terhadap pengguna narkoba. Pengguna narkoba dianggap penjahat dan apabila mereka kambuh kembali dianggap residivis, mereka dikucilkan oleh lingkungannya bahkan keluarganya sendiri. Padahal, seharusnya mereka diselamatkan dan dibimbing agar pulih dan mempunyai masa depan yang lebih baik.

Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan kenapa sekalipun sudah dilakukan berbagai macam pencegahan, akan tetapi jumlah pengonsumsi masih banyak. Salah satunya dikarenakan dengan adanya peredaran gelap narkoba yang ada di Indonesia. Dan ditekankan lagi dengan kalimat berikut, ”Hasil itu(kasus kejahatan narkoba) masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah narkoba ilegal(peredaran gelap narkoba) yang beredar di masyarakat.”

Pengedar gelap narkoba, mereka sama saja berperan sebagai penyelund narkoba. Taukah Anda bahwa penyelundup itu berasal dari WNI dan WNA? Sedangkan salah satu penyelundup ilegal itu banyak sekali terjadi di sebuah bandara(khususnya bandara Internasional). Kenapa?

Kita semua tahu, bandara merupakan salah satu tempat keluar masuknya orang Indonesia untuk pergi ke luar negeri, dan sebaliknya, orang asing pun datang ke Indonesia melalui bandara(relatif sedikit yang melalui jalur laut). Mungkin Anda bertanya, sebenarnya pengedar narkoba itu banyak berasal dari mana ya, dari dalam atau luar negeri? Sepertinya memang sulit untuk dideteksi.

Berkat keikut sertaan saya mengikuti sebuah acara Press Conference di KPPBC di Bandara Soekarno-Hatta, pada tanggal 18 November saya mendapatkan data bahwa sepanjang tahun 2014 sampai tanggal (18/11) tercatat ada 62 tersangka pengedar narkoba dengan status WNI dan terdapat 40 dari WNA. Dari keseluruhan narkobanya antara lain berjenis; Shabu(Metamphetamine), Happy Five, Ketamine, Methadone dan Ganja. Ada sebanyak 121.761 gram, 478 tablet dan 79 kasus. Nilai total barang bukti tersebut sebesar Rp. 158.173.000.000,-

Dalam Press Conference tersebut, saya diperkenankan untuk menyaksikan langsung lima tersangka yang berhasil ditangkap oleh CTU(Customs Tactical Unit) atau Unit Tim Bea Cukai yang menangani tersangka pengedar narkoba. Kelima tersangka tersebut empat diantaranya WNA dan satunya lagi seorang perempuan berumur 56 tahun WNI.

Agar Anda tidak penasaran, berikut profile kelima tersangka tersebut;

Kasus 1, tertangkap tanggal (20/10/14), dengan 2.582 gr Shabu(Methamphetamine) dalam bentuk kristal bening disembunyikan di travel bag. Berusia 31 tahun, warga negara Vietnam. Estimasi nilai shabu Rp. 3.485.000.000,-

Kasus 2, tertangkap tanggal (27/10/14), dengan 2 gr ekstrak Mariyuana berbentuk pasta hitam disembunyikan di bagian atas celana dalam yang dipakainya, warga negara Hong Kong. Berusia 38 tahun.

Kasus 3, tertangkap tanggal (29/10/14), dengan 1.614 gr Shabu berbentuk kristal bening dalam bentuk lilin, warga negara Iran, berusia 27 tahun. Estimasi nilai barang Rp. 2.174.000.000,-

Kasus 4, tertangkap tanggal (01/11/14), dengan 2.182 dan 2.218 gr Shabu berbentuk cairan bening, disembunyikan di guci arak. Keduanya berkewarganegaraan Taiwan, berusia 40 tahun dan 21 tahun. Estimasi nilai barang Rp. 2.945.000.000,- dan Rp. 2.994.000.000,-

Kasus 5, tertangkap tanggal (02/11/14), dengan 2.278 gr Shabu berbentuk kristal bening disembunyikan ditas ranselnya. Berusia 59 tahun. Estimasi nilai barang RP. 3.075.000.000,-

Jujur saja, melihat langsung para tersangka pengedar narkoba beserta barang yang mereka bawa membuat saya merasa sedih, takut dan cemas. Saya baru sadar dan tahu ternyata beginilah cara para penyeludup narkoba dengan cerdas membawa barang terlarangnya secara diam-diam untuk diedarkan di Indonesia. Diedar luaskan di Indonesia untuk meracuni mental-mental anak-anak Indonesia agar bermental lemah.

Sebenarnya, mengonsumsi narkoba itu sama sekali tidak ada manfaatnya, melainkan akan merugikan tubuh kita sendiri. Barangkali, penyelundup lain yang berhasil lolos pun sebenarnya banyak, tak lepas dari trik si penyelundup yang licik. Dengan tambahnya wawasan kita akan hal satu ini, mari jaga diri kita agar terhindar dari yang namanya menjadi pengonsumsi narkoba. Lihatlah, mereka saja yang mengedarkan sudah tertangkap dengan hukuman yang sangat berat. Jangan sampai kita terhukum hanya karena kita mengonsumsi narkoba.

Metamphetamine/Shabu berdasarkan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan 1. Dan penyelundupnya akan terpidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No. 35 Tahun 2009. Dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara/denda Rp. 10 Milyar. Jika barang bukti lebih dari 5 gram pelaku akan terkena hukuman mati/pidana seumur hidup/penjara 20 tahun.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran ini!

Salam

Sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/516363-bnn–pengguna-narkoba-di-indonesia-capai-4-2-juta-orang

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa?

Monas/ Sumber: Dokpri
Monas/ Sumber: Dokpri

Mendengar Kota Jakarta, identik dengan adanya Tugu Monumen Nasioanal(Monas). Kemudian lagi adanya Gedung DPR dan MPR, barulah akan terbayang bagaimana lukisan keglamoran Kota Jakarta beserta kemiskinan dan kemacetan yang ada diselip-selip Kota Jakarta. Monas merupakan salah satu tempat yang sudah lama saya idam-idamkan untuk bisa saya kunjungi. Dan betapa bahagianya ketika kesempatan itu benar ada untuk saya. Sudah pasti kesan saya pertama kali saat menuju Monas sangat girang.

Tepatnya Hari Minggu, 16 November sekitar pukul 10:00 pagi saya sudah sampai di tempat ini. Dengar-dengar dari salah satu teman saya, di Hari Minggu di sepanjang jalan dekat Monas sana sampai Bundaran HI ada Free Car Day. Tepat sekali digunakan untuk berjalan santai, pikir saya.

Kebetulan sesampai di sana terdengar berbagai acara yang bersamaan saling menyuarakan suaranya dengan pengeras suara. Jadi berisik banget. Setelah memasuki pintu gerbang Monas, tampaklah Monas dengan kemegahannya. Jalan dari pintu gerbang ke Tugu Monas lumayan panjang. Jalan terus rasanya kok nggak sampai-sampai ya? He he he

Pedagang Asongan yang berjubel/ Sumber: Dokpri
Pedagang Asongan yang berjubel/ Sumber: Dokpri

Di sepanjang perjalanan menuju Tugu Monas, saya menyaksikan serentetan pedagang kaki lima yang berjubel dari mulai penjual yang menawarkan baju-baju, mainan sampai pedagang makanan. Dari penjual asesoris seperti kaca mata, topi dan barang antik lainnya. Anak-anak kecil berlalu-lalang kesana kemari. Semua pengunjung yang hadir menyebar sebab tempat ini seolah sengaja dibangun tanpa sekat.

Pedagang asongan bebas berjualan disembarang tempat karena tak ada tempat khusus/ Sumber: Dokpri
Pedagang asongan bebas berjualan disembarang tempat karena tak ada tempat khusus/ Sumber: Dokpri

Ketika mimpi saya bisa berkunjung di Monas menjadi kenyataan, semestinya saya merasa senang dan bahagia. Tetapi entahlah, mungkin saya itu termasuk orang yang boleh dibilang kritis. Dalam hati saya merenung, Monumen Nasional seperti ini kok seperti tidak terurus! Begitu banyak sampah berserakan dimana-mana. Yang salah itu pengunjung yang membuang sampah sembarangan atau petugas kebersihan yang kurang menyediakan tempat sampah?

Menurut saya, sebaiknya pihak terkait yang bertanggung jawab dengan keberadaan Monas perlu membangun sebuah bangunan khusus untuk pedagang yang ingin berjualan di tempat tersebut. Supaya pemandangan yang ada di sana tampak rapi dan nyaman dilihat mata. Lalu, sebagai penjagaan image, sebaiknya pihak yang mempunyai kewenangan terhadap tempat ini, melarang keras adanya para pemulung yang berseliweran di area Monas.

Keamanan dan kenyamanan di sekitar Monas yang kurang/ Sumber: Dokpri
Keamanan dan kenyamanan di sekitar Monas yang kurang/ Sumber: Dokpri

Monumen Nasional sebagai tempat demo, salahkah?

Sekarang ini masih hangat dengan berita tentang kenaikan BBM oleh Presiden Jokowi. Satu hari sebelum Jokowi meresmikan kenaikan BBM, para demonstran berkumpul di sepanjang jalan Monas hanya untuk melakukan aksi demokrasi. Dengan harapan penaikan BBM dapat dibatalkan! Saya yakin, sebelum saya menyaksikan sendiri para pendemo yang ada di sekitar Monas ini, sudah dapat ditebak jika pendemo sebelumnya juga suka melakukan aksinya di tempat ini.

Aksi Demontrans menolak kenaikan harga BBM/ Sumber: Dokpri
Aksi Demontrans menolak kenaikan harga BBM/ Sumber: Dokpri

Demo yang baik sebaikanya jangan di tempat Monas, karena sebenarnya Monas itu tempat yang mempunyai potensi wisata yang sangat tinggi. Bagaimana tidak, Monas sudah familiar dijadikan sebagai simbol Kota Jakarta, dan otomatis Jakarta sebagai Ibu Kota akan mewakili wajah Indonesia melalui Monas ini. Monas mempunyai nilai History yang bagus. Mengingat tujuan didirikan Tugu ini tak lepas sebagai peringatan agar sejarah bangsa kita dikenang selalu oleh generasi ke generasi berikutnya dari masyarakat Indonesia.

Saya yakin, jika Monas mendapat perhatian yang baik dan perawatan yang tepat, potensi wisata di tempat ini akan seramai dengan tempat-tempat wisata terkenal di Indonesia seperti wisata yang ada di Pulau Bali. Indonesia-Jakarta-Monas adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan lagi.

Mungkin juga perlu adanya pengembangan konkrit terhadap seni budaya yang ditampilakan khususnya pada Hari Minggu, dengan membangun sebuah gedung pertunjukan dan didukung oleh pemrograman yang tepat kepanitiaan sebuah acara pentas seni budaya. Bisa menjadi nilai tambah tersendiri untuk Monas.

Pengamatan pada hari itu, diwaktu yang sama ada 4 acara yang ada bebarengan. Diantaranya, pentas seni budaya Indonesia, Lomba mewarnai untuk anak-anak, pameran dalam acara memperingati 50 tahun Hari Kesehatan Nasional dan acara panggung Hiburan. Jika dikaitkan erat dengan kesejarahan, acara yang paling diutamakan yaitu pentas seni budaya terlebih dahulu.

Rupanya banyak pengunjung yang tertarik dengan panggung Hiburan dibandingkan dengan yang lainnya. Inilah bukti bahwa pengoptimalan pelestarian seni budaya kita masih kurang. Seni budaya jika dikembangkan dengan baik, dapat menjadi penarik wisata asing datang berbondong-bondong ke Indonesia untuk mengenal Indonesia lebih dekat.

Dan yang terakhir, salah satu yang perlu diperbaiki supaya Monas dapat dijadikan sebagai salah satu tempat wisata yang bernilai adalah dengan mengatur para pedagang makanan yang berada di bibir pintu gerbang beserta para kusir. Ketempat yang lebih terpadu, supaya terkesan nyaman dan menarik!

Sebaiknya para pedagang ini jangan di bibir pintu gerbang/ Sumber: Dokpri
Sebaiknya para pedagang ini jangan di bibir pintu gerbang karena menghambat pejalan kaki/ Sumber: Dokpri

Ajang Silaturahmi Dompet Dhuafa Bersama Blogger

Saat ini Dompet Dhuafa (DD) dengan segala perkembangannya, sudah dapat diakses melalui Website, Socmed (Twitter, Facebook), Youtube, Zakat TV, Majalah Swara Cinta dan Disaster Radio. Sebagai jembatan silaturahmi antara DD dengan blogger, pada hari Minggu, 16 November 2014, tempatnya di Demang Café, Jl. H. Agus Salim, Sarinah. Jakarta Pusat diadakan sebuah acara yang disupport oleh DD. Kali ini, DD ingin mengajak masyarakat terlibat dalam mewarnai pemberitaan yang lebih positif dan objektif. Melalui Citizen Journalism Indonesia (CJI), yang pada mulanya sekitar Maret-Mei bulan kemarin telah diadakan lomba blog dan vlog yang telah diikuti oleh 200 peserta dari seluruh Indonesia.

Mas Karel sebagai MC/ Sumber: Dokpri
Mas Karel sebagai MC/ Sumber: Dokpri

Tema acara yang diambil ” Everyone is Hero”. Acara dimulai sekitar pukul 13:30 dan berakhir pukul 16:30 WIB. Sebelum  acara dimulai, para tamu yang hadir dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang. Melihat Mas Karel Anderson sebagai pembawa acara/moderator sangat kocak, menjadikan acara ini sangat menarik. Kelucuannya, tak mempengaruhi konten isi acara yang ada! Setelah acara dibuka, kemudian sambutan datang dari Mas Shalman, menjabat sebagai koordinator DD, yang tampil energik dan masih muda(mengingat kata ”Dhuafa”, siapa tahu terkesan bayangan koordinatornya pasti sudah tua :D).

Mas Shalman. dari DD/ Sumber: Dokpri
Mas Shalman. dari DD/ Sumber: Dokpri

Dalam sambutannya, Mas Shalman mengungkapkan keprihatinannya terhadap anak-anak muda/pelajar jaman sekarang. Satu contoh kecil misalnya, ketika kita mengetik kata di Google, dengan kata ”SMP/SMA” saja, yang akan muncul ialah banyak berita negatif-negatifnya. Sedangkan sisi positifnya sedikit/kurang ter-expose! Inilah merupakan fenomena keadaan yang ada saat ini. Atas keprihatinan ini, Mas Shalman ingin menjadikan DD sebagai suatu lembaga silaturahmi yang ditujukan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Dengan mengadakan berbagai kegiatan bersifat sosial.

Gotong royong menjadi alat sebagai cara memajukan Indonesia kedepan! DD sendiri sebagai tempat donatur yang nantinya akan membantu menyalurkan hasil donatur pada siapa saja yang berhak mendapatkannya. DD mempunyai 9 cabang dari diseluruh Indonesia antara lain; Aceh, Sumatra, Yogya, Sulawesi Selatan, NTT, Papua dan cabang dibeberapa negara, salah satunya di Hong Kong, dan seperti yang sudah saya saksikan sendiri selama saya berada di Hong Kog. Di sanamemang benar-benar ada DD beserta kegiatannya.

Hero berdasarkan Mas Shalman yaitu, semua orang itu bisa menjadi hero, apabila yang dilakukan, yang dikatakan dapat membawa manfaat kepada diri sendiri dan orang lain.

Kemudian acara disambung dengan pemutaran film dari pemenang lomba pertama film dokumenter dibulan sebelumnya. Film tersebut mengulas kekreatifan suatu tempat di Jakarta yang mendaur ulang sampah, berinvestasi dengan sampah, dan menjadikan sampah sebagai sesuatu yang lebih punya nilai. Selain itu ada juga liputan tentang pembuatan pupuk yang pada mulanya berasal dari sampah. Pesan yang kita dapatkan dari film ini, minimal kita menjadi tahu bahwa untuk menjadi hero, kita bisa belajar dari hal itu. Dengan menjadikan sesuatu yang kurang bermanfaat menjadi bermanfaat.

Setelah itu hadirlah didepan panggung, Mbak Ani Ema Susanti, sebagai pemenang Film Dokumenter ketiga, dengan judul ”Kemitraan Sapi”. Dalam film ini, dikisahkan bahwa pada mulanya ada seorang didaerah terpencil/pelosok yang menginspirasi teman-temannya didaerah tersebut mempunyai tiga ekor sapi dirumahnya masing-masing. Dan inilah pandangan tentang ”Hero” menurut Mbak Ani. Bahwa hero itu siapa saja yang bisa menginspirasi dan memberikan manfaat terhadap orang lain.

Mas Fajar dikerjain sama Mas Karel :D/ Sumber: Dokpri
Mas Fajar dikerjain sama Mas Karel :D/ Sumber: Dokpri

Sebelum acara tanya jawab dimulai, masih ada DD Volunter yang memberikan presentasi. Namanya Mas Fajar Firmansyah. Dia pernah membuat film dokumentasi anak-anak Belitung dan Makasar, Sulawesi. Sebagai tolok ukur tingkat kesejahteraan anak-anak tersebut. Sering melakukan kegiatan volunter diberbagai daerah di Indonesia yang sedang mengalami bencana.

Karena MC-nya Mas Karel memang super kocak, akhirnya Mas Karel meminta Mas Fajar untuk mempraktekan bagaimana sih kalau dia sedang memberikan penyegaran/semangat untuk anak-anak depresi karena sedang terkena bencana. Pada mulanya malu-malu nih Mas Firman, tapi akhirnya PD juga. Ide brilliant nya datang seketika. Digenggamnya sebuah kertas yang sudah dibentuk menjadi bola, dan ia bilang kalau bola kertas itu dilempar ke atas, maka semua orang harus bilang ”Yeeee!” dan sebaliknya, jika bola kertas tidak jadi dilempar maka semua orang harus diam. Menarik!

Diakhir acara, Kak Anazkia terpilih sebagai koordinator blogger yang nantinya akan membantu DD untuk menyusun berbagai kegiatan blogger dari DD. Selamat untuk Kak Anaz ya :D, selamat berjuang!

Para peserta yang hadir? Sumber: Dokpri
Para peserta yang hadir? Sumber: Dokpri

Serunya Fun Blogging Sesi 2

Berawal dari ajakan Mbak Ani Berta untuk mengikuti Fun Blogging Sesi 2, pada pertemuan pertama saya dengannya disebuah acara. Seingat saya, yang membuat saya tertarik untuk mau ikut ialah saya pernah mendengar Fun Blogging Sesi 1 melalui Fb sejak saya masih di Hong Kong. Melihat cerita-cerita dari blog yang sudah di share sama members Fun Blogging Sesi 1, membuat saya ingin merasakan sendiri seberapa serunya sih ikut acara ini!

Berhubung saat ini saya sudah berada di Indonesia dan kebetulan saya sengaja ada di Jakarta untuk sebulan penuh ini, pas sekali jika saya memanfaatkan kesempatan saya untuk bergabung dengan teman-teman khususnya blogger yang sudah berpengalaman. Sejak di Hong Kong, nama narasumber Fun Blogging antara lain Mbak Ani Berta, Mbak Haya dan Mbak Shinta Ries itu sudah tidak asing bagi saya. Secara diam-diam saya sudah kagum dengan nama-nama ketiga orang ini. Dan begitu kesempatan itu ada didepan mata, seperti percaya dan tidak rasanya…

Begitu tahu peserta yang akan hadir itu ada Teh Alaika dan Mak Nchie, huh saya tambah sedikit gemeteran membayangkan ketemu dengan mereka yang notabene boleh dibilang seleb blog ya? Jadi, rasa seneng sebelum ikut acara ini sudah ada dua minggu sebelumnya, rasa nggak sabar bercampur senang menjadi satu. Dan pada hari H, tepatnya pada tanggal 15 November ini mimpi saya jadi kenyataan. Saya berhasil ikut acara Fun Blogging Sesi 2 di Cyber Building. Dengan tema ”Blogging Dari Hobi Menjadi Profesi”. Aduh, sebelum acara dimulai ternyata baru tahu kalau di sana ada juga Mak Wylvera Windayana. Suprise deh pokoknya, pertama ikutan satu acara ini memang super keren. Saya bisa langsung bertemu dengan blogger hebat di Indonesia.

Mbak Fajri, narsum Cipika Store/ Sumber: Dokpri
Mbak Fajri, narsum Cipika Store/ Sumber: Dokpri

Acara dimulai kira-kira pukul 10:00 WIB, dan diakhiri sekitar pukul 16:00. Moderator acara, Mbak Ani berta, dan dimulai dengan adanya sedikit presentasi dari Cipika Store, sebuah e-marketplace yang diprakarsai oleh Indosat. Kemudian diisi oleh motivasi tajam dari Mbak Haya, dari cerita Mbak Haya selama kurang lebih setengah jam/ 45 menitan saja, saya menjadi lebih mengenal siapa Mbak Haya! Pergelutannya didunia blogger sudah berjalan selama 5 tahun dan ia berhasil menjadi blogger yang profesional. Yang menarik dari ulasannya yaitu, menjadi blogger harus bisa mempunyai skill(sebagai blogger bahasa merupakan senjata) dan bisa memanfaatkan networking sebagai investasi jangka panjang.

Mbak Haya lagi serius memberikan presentasi/ Sumber: Dokpri
Mbak Haya lagi serius memberikan presentasi/ Sumber: Dokpri

Lalu, sebelum ISOMA(istirahat, solat dan makan), masih ada selipan dari Udoctor. Uniknya Udoctor dapat dijadikan tempat konsultasi tentang berbagai masalah kesehatan dengan gratis tis tis :D. Selama ini ada tiga dokter yang siap menangani kita, jika kita sedang mengalami masalah kesehatan tapi sungkan mau keluar menemui dokter di tempat terdekat kita. Apalagi kalau konsultasi dokter langsung saja, mesti bayar mahal ya?

Intermezo dari Udoctor
Intermezo dari Udoctor

Setelah waktu istirahat selesai, kemudian Mbak Shinta Ries yang berperan sebagai pakar web & blog desaigner, dengan lincah mempresentasikan panjang lebar dan detail tentang trick agar blog kita tampil menarik dan rapi! Dan terakhir, ada sematan semangat ngeblog dari Mbak Ani Berta. Dengan menceritakan pengalamannya berkiprah sebagai blogger yang pada mulanya hanya hobi, sekarang sudah menjadi profesinya yang mendarah daging. Mbak Ani membagikan kiat-kiat agar kita bisa berhasil menuliskan review sebuah produk atau sebuah perusahaan tertentu. Mbak Ani mengaku, sempat dinominasikan sebagai calon legislatif dari dunia blog. Berbagi pengalaman unik telah dilalui dan didapatkan hanya dari ngeblog. Seperti mendapatkan berbagai hadiah dan kesempatan untuk traveling, sebagai doorprice-nya.

Mbak Shinta buat pesertanya terpana!/ Sumber: Dokpri
Mbak Shinta buat pesertanya terpana!/ Sumber: Dokpri
Penampilan Mbak Ani/ Sumber :Dokpri
Penampilan Mbak Ani/ Sumber :Dokpri

Mengikuti acara ini, saya merasa beruntung, karena kenyataan acaranya seperti yang saya bayangkan ”SERU!”. Benar-benar mengesankan, sudah bisa bertemu langsung dengan blogger senior ditambah lagi pengalaman dari ketiga narasumber; Mbak Ani, Mbak Haya, dan Mbak Shinta Ries memang kereeeen* membuat saya termotivasi untuk mengikuti jejak langkahnya kedepan. Sekalipun saat ini saya masih kurang berpengetahuan tentang dunia blogging, tapi saya yakin dengan bergabungnya saya di group Learning Forever lewat FB, yang merupakan tindak lanjut acara Fun Blogging kemarin, akan memudahkan saya untuk mendapatkan apa saja yang ingin saya cari. Khususnya tentang dunia blogging.

Peserta Fun Blogging Sesi 2/ Sumber: Dokpri
Peserta Fun Blogging Sesi 2/ Sumber: Dokpri

Bagi teman-teman yang belum pernah ikut acara di Fun Blogging ini, sabar ya bisa ditunggu acara Fun Blogging Sesi 3/ Sesi selanjutnya. Cukup bayar Rp. 100.000; kita bisa dapet snack, makan siang, souvenir dan domain gratis selama satu tahun. Sudah pasti kalau ketemu tiga narasumber ini, dijamin nggak nyesel deh, malah yang ada kita justru pengen bisa seperti mereka. Ngeblog yang pada mulanya karena iseng/hobi ternyata bisa jadi profesi!

Yang lagi untung/ Sumber: Dokpri
Yang lagi untung/ Sumber: Dokpri

Sebelum acara benar-benar bubar, masih sempat juga berpoto ria bersama….

Ciiee ileh, semua sudah lulus dan resmi jadi member Fun Blogging, dapet sertifikat yeee/ Sumber: Dian Kelana
Ciiee ileh, semua sudah lulus dan resmi jadi member Fun Blogging, dapet sertifikat yeee/ Sumber: Dian Kelana