Yakinkah Anda Tidak Bermental Tempe?

Dasar Seneng itu memang suka yang begini, ini yang kayak gini deh pokoknya! Sebelumnya, saya minta maaf dulu jika judulnya sudah menyengat. He he he, seperti lebah atau serangga saja ya? ”Yakinkah Anda Tidak Bermental Tempe?” Judul ini sebenarnya beresensi untuk sekedar berintropeksi diri saja, bukan yang lain-lain! Please enjoy your reading, don’t judge anything first…

Bermental tempe itu yang seperti apa sih? Sebaiknya baca dulu deh ulasan saya sebagai berikut, toh yang saya tuliskan merupakan hal-hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang! Saya percaya semua orang bisa mengetest dirinya sendiri dan mempraktekannya…menilainya, dan jujur pada dirinya sendiri.

1). Ujilah diri kita dengan membaca sebuah bacaan.

Dapat didapatkan dari bacaan apa saja, tetapi usahakan tulisan itu rapi dan mudah untuk dibaca agar bacaan bisa dikatakan bacaan yang berstandar. Pastikan bahasa bacaan itu berbahasa Indonesia, bahasa negara kita sendiri. Saya menduga, setiap orang yang membaca dari dalam hati kebanyakan akan membaca tulisan tersebut dengan lebih cepat daripada ketika orang membaca dengan lisan/bersuara.

Please, practice by yourself! Mulailah dari Anda membaca dari dalam hati terlebih dahulu, kemudian lanjutkan bacaan dengan mengucapkannya! Pahamilah suara Anda sendiri baik-baik. Perhatikan apakah nada dari suara Anda dapat dikatakan stabil? Atau suara Anda naik-turun tidak beraturan! Dan bagaimanakah kecepatan dan ketepatan Anda dalam membaca secara lisan itu? Cepat dan benar atau cepat tetapi terkadang membaca dengan salah-salah?

Ternyata seseorang dapat di ketahui tingkat kedewasaan dan kepercayaan dirinya dari hal yang sangat kecil ini, yaitu membaca dengan lisan. Memang membaca dengan lisan itu jika dilakukan oleh orang-orang dewasa akan terkesan aneh dan sesuatau yang kurang banyak disukai. Tetapi, seandainya orang dewasa melakukannya, dapat dipastikan tidak semua orang bisa membaca dengan nada suara yang sama/ kestabilan nada suara seseorang membaca dengan lisan itu berbeda-beda. Dan kecepatan dan ketepatan seseorang membaca itu bergantung pada emosi dan mentalnya masing-masing orang.

Kok bisa ya? Jawabannya iya banget, karena saya sendiri sudah merasakannya. Satu hal kecil yang tidak pernah saya mengerti, dan sadari. Suatu hari ketika saya ingin berusaha lebih fokus dan menangkap isi bacaan dengan cepat, saya mencoba untuk membaca apa yang sedang saya baca/ sebut saja koran dengan melisankannya. Membaca dari dalam hati memang relatif cepat, tetapi jika pikiran tidak konsentrasi penuh bisa-bisa membaca sambil lalu saja jadinya! Akhirnya, mengulangi lagi apa yang sudah dibaca. Lagi dan lagi.

Begitu membaca dengan lisan, saya ternyata tidak dapat membohongi bahwa saya sedang GALAU, saya sedang tidak percaya diri, saya sedang cemas dan sulit berkonsentrasi. Tidak heran jika suara yang terdengar ditelinga saya itu nada suaranya naik turun, suaranya keluar tidak tegas, dan berkali-kali salah dalam mengeja. Pikiran saya kemudian teringatkan oleh orang-orang yang jadi pembawa berita di TV. Wuihh…saya dengan pembawa berita di TV beda jauhhh Ke-Pedeannya, pasti ada yang tidak beres nih dengan mentalku!

Saat seseorang membaca, baik dengan membaca dalam hati atau lisan, disadari atau tidak seseorang itu tidak bisa lepas dari emosi jiwanya. Antara senang, sedih dan percaya diri!

2). Ujilah diri kita dengan menulis tangan di atas kertas.

Grafologi/ Sumber: http://hikaristudio.wordpress.com/
Grafologi/ Sumber: http://hikaristudio.wordpress.com/

Tulisan tangan. Melalui tulisan, kita bisa tahu apakah orang tersebut sedang dalam kondisi mood swing, gelisah, pesimis, dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih banyak tentang hubungan tulisan tangan dengan kepribadian/ emosi/mental seseorang, silahkan dibaca dari sumber berikut. Sumber: http://mediajoko.blogspot.com/2013/12/membaca-kepribadian-melalui-tulisan.html

Saya sendiri suka ngiri dengan orang-orang yang menulis dengan tulisan rapi, mudah dibaca dan bagus. Eh tapi, btw dokter sama wartawan tulisannya seperti cekeran ayam ya? He he h e…Intinya, seseorang yang pesimis, tidak bahagia, dan galau tulisannya akan kurang bagus dibandingkan dengan orang yang bermental sehat!

3). Ujilah keberanian kita berbicara di depan umum/banyak orang.

Kalau yang satu ini, ampun deh. Saya berani ngomong di depan bayak orang mesti lihat-lihat siapa dulu orang yang akan saya hadapi. Kalau sama teman sebaya mungkin baik-baik saja. Tetapi, di forum resmi? Bagaimana bertanya atau menyampaikan pendapat apabila mental tidak ada? Belum ngomong apa-apa sudah mental kan?

4). Mempublikasikan artikel/tulisan untuk umum.

Terlepas apa isi dari tema yang dituliskan, yang jelas seseorang penulis(yang mempublikasikan tulisannya) akan mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang dituliskannya. Butuh mental kan?

Oh ya, sebagai tambahan. Menulis itu bisa dijadikan alternatif melatih otak kita supaya aktif fokus dan berkonsentrasi dengan baik lho. Sebelum menulis, sudah tentu seseorang akan membuat ide dan kemudian mengembangkan idenya tersebut dengan berimajinasi. Tentang bagaimana tulisan yang ingin dirangkaikannya. Dengan menulis(di media apa saja, yang penting menjadi sebuah tulisan minimal artikel) seseorang akan mempunyai kerangka pikiran yang runtut. Jika sudah begitu, terhindarlah orang itu dari yang namanya ”Kemrungsung” atau suka tergesa-gesa dalam mengambil tindakan/memecahkan masalah!

Secara jujur, mental saya ternyata masih sangat perlu diasah untuk diperbaiki, bagaimana dengan mental Anda?

Iklan

2 thoughts on “Yakinkah Anda Tidak Bermental Tempe?

  1. Poin 1 & 3 ➡sempet terlatih di masa kuliah krn kerjaannya presentasi mulu, seminggu bs 2-3 kali, tp skrg entahlah..
    Poin 2 ➡Alhamdulillah tulisanku banyak yang bilang bagus.. Sering dikomentari pasienku, dokter kok tulisannya bagus.. 🙂
    Poin 4 ➡br akhir2 ini kepikiran untuk jd kontributor di web atau nyoba kirim tulisan ke majalah, tapi lg bingung topiknya, entah ditaruh di blog atau dikirim ke sana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s