Teman Seperjuangan

Ayo coba lihat ,di atas itu benarkan kalo semua cowo itu ganteng-ganteng?Hihii…
Mereka adalah teman di bangku SMA dulu.Yang mana sekarang sudah sampai tahun ke-5 dari perpisahan kita.Jujur kacang ijo ,kalo aku satu pun nggak ada yang dekat sama mereka.Karena dulu aku minder untuk bergaul dengan mereka.Sedang mereka juga enggan menyapaku.Tak menganggap keberadaanku sepenting temen cewe-cewe lainnya.Hahh benarkah ?
Apakah mereka musuhku,oh tidak…… !!Mereka dengan baik-baik menerima keadaanku kok.
Yiah,sekarang masalahnya bukan terletak akrap atau tidaknya aku dengan mereka,tapi terletak pada kekuatan jiwa .Memacukan semangat berjuang mewujudkan sebuah mimpi.
Jika ada yang mempertanyakan,kenapa diantara mereka hidupnya terarah dan beda jauh denganku…
Em-
Menurutku yang pertama ”PERSIAPAN”rencana dalam pikiran kita berbeda.Dari mulai kita menilai diri sendiri,seberapa dalam kita mampu menerima pelajaran ,sampai seberapa pandainya kita mempermainkan emosi.Lebih lagi dukungan orang tua,dari kejiwaan dan materi.Upzz,bagaimana dengan kisah anak yang berkemauan tinggi lalu dengan berbagai caranya dia mampu mewujudkan mimpinya…
(^-^)
Kalo kita mengalih pada pembicaraan memang jadi beragam,tapi aku mau mengunggkap sedikit dulu tentang aku…
Pada waktu SMA aku kehilangan semangat hidup,cita-citaku hanya ”LULUS”titik!
Aku tak pernah bermimpi menjadi mahasiswa di perguruan tinggi.Aku merasa sudah tak mampu belajar.Mempelajari mata pelajaran rasanya pengen bunuh diri,ini nggak bisa- itu nggak bisa.Ah pusing banget deh!
Setelah lulus,aku merasa gengsi jika bekerja hanya di pabrik .Lalu aku memutuskan melanjutkan sekolah dengan mendaftar di sebuah lembaga pendidikan asisten perawat.Mengharapkan keajaiban datang,pedomanku begini jika aku berhasil mengambil pembelajaran satu tahun ini maka dengan jalan apapun aku akan berniat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi .Lagi!
Ternyata meleset tajam,belum juga kudapati kepercayaan diri lho.Nilai-nilaiku biasa saja dan yang parah lagi aku tak paham dengan pelajarannya.
Bingung gua jadinya….
Sadar kalo temen-temen di luar sana khususnya temen seperjuangan di bangku sekolah dulu pada semanagat dan hidup terarah ,maka aku memilih utuk menjadi pekerja yang sebelumnya aku tak pernah mengharap ingin pun tak pernah.Mesti sedih lho~
Pertama kali ninggalin orang tua tercinta,dengan alas an bisa menengok sejenak hiruk-pikuk kota Pontianak.Merasakan airnya,juga dipergunakan tenaganya.
Dalam pikirku,wah aku kali ini sudah kesekian kalinya mengalah padamu teman .Hidup dalam kehampaan,seakan tiada pilihan yang lebih pantas untukku.Atau barangkali aku salah pilih.
Kukatakan kepada orang tuaku untuk mengijinkan kepergianku dulu begini.Kukatakan bahwa aku akan bekerja di sana demi bisa melanjutkan biaya sekolah.
Hem,ditengah jalan.Uang tak mengumpul,dan tujuan melanjutkan sekolah telah tiada lagi,tersamar oleh yang namanya mbelgedesnya-cinta.
Selama sepuluh bulan akhirnya aku kembali di rumah lagi.Terpingit seperti RA Kartini.Aihh,Tuhan menjatuhkan durian runtuh…
Hanya karena kejadian sangat sepele,aku kebingungan luar biasa.Panas rasanya berada di rumah.Bagaimana aku bisa lari tanpa tujuan yang jelas,menjadi gelandangan bukan mauku,menjadi pengamen bukan pilihanku,pelacur ….Oh .Tidak.
Pilihan terakhir adalah dua pilihan yang dilematis,dalam keadaan memendam masalah yang sangat berat,dalam keadaan jiwa ini tergoncang dahsyat,ketika tangis tak mampu dihentikan dan kemana aku mengelak dari kata membunuh diri adalah menjadi sales di luar jawa atau menjadi TKW.
Beruntung aku anak nekat,sepulang dari Pontianak pertama kalinya aku belajar sepeda motor di jalan raya.Dan dalam seminggu saja aku berani sampai kemana-mana.Dan lagi aku masih punya beberapa uang untuk membeli bensin.Maka,akupun kesana kemari mencari kantor sales keluar jawa itu dan kantor pelayanan penyalur TKI.
Kalo jadi sales kupikir ayah nggak mengijinkan karena dia takut aku berkumpul bebas dengan lelaki.Kalo di luar negeri,aku sendiri pun takut.Aduh gimana nih ya?
Lagi-lagi aku mengingat teman seperjuangan SMA dulu.Dalam hatiku berkata,kawan hidupmu beruntung..
Alhamdulillah,akhirnya aku dapat juga formulir pendaftaran TKI .Aku bayangkan kalo aku benar menjadi TKI,bayanganku langsung jika aku mati.Sedih lah pokoknya.Kuajukan formulir itu untuk ayah.Kuberitahu gaji perbulannya,tanpa kuhiraukan berapa kali potongan gajinya.Ayah mengijinkanku walau sebenarnya tak sampai hati.
Aku mencoba untuk pura-pura kuat dengan mengatakan bahwa ayah hebat.Dia hanya dengan mencangkul dan mencari rumput saja hidupnya bias membangun rumah dan menyekolahkan ketiga anaknya.Artinya ayahku gigih bukan.Ayah percaya barangkali karena aku pernah merantau di Pontianak juga.
Imajinasiku,dengan berhasilnya aku bekerja di Singapore aku berniat untuk melanjutkan kuliah.Waktu itu terlahir keinginan untuk mengambil bahasa Inggris.Karena tak finis kontrak,akhirnya aku gagal lagi.
Teman seperjuangan,kenapa jalan yang kulalui tak selancar denganmu .Padahal kepahitan bukan jaminan kesuksesan.Kesabaranku diuji terusss.
Kembali ke PT lagi yuuuk,hah pintaku dalam hati.Emangnya enak,elakku.Digigit tinggi pengisap darah yang menggatalkan kulit,dikurung,diatur-atur ,nggak bebas,harus nunduk-nunduk ,haha dan pastinya kita nunduk-nunduk dan geleng-geleng kalo tiap minggu bersama teman seasrama.PT OKDO HARAPAN MULIA,Bawen ,Semarang.Hanya sepuluh menit dari rumahku jika naik kendaraan roda dua berkecepatan lumayan.Mula-mula keluargaku menolak dan tak mengijinkanku pergi lagi.Mereka memintaku bekerja di pabrik barangkali nganggur dirumah juga boleh untuk beberapa bulan.Hihiiii..
Tekatku sudah bulat.Tak mau kehabisan waktu ,aku harus mengambil jalan ini.Dengan memamerkan berapa jumlah gaji perbulan ternyata mujarab juga buat merayu ayah.
Ayah tak pernah menuntutku untuk memberinya uang,tapi kengototan hatiku yang membuatnya mau merelakan kepergianku.Aku masih ingat saat terakhir ditemui ayah-ibu.Air mata kita kering,berharap bahwa kami benar-benar ikhlas.
Empat bulan setengah aku memendam kesal di hati,bertahan dengan wajah yang mati.Mataku dalam kecemasan,bibirku tanpa senyuman.Harapan tidak gagal menggebu.
Kini,kudengar teman seperjuanganku SMA sudah lulus kuliah dan bekerja.
Iya-kan saja karena mereka sebelum lulus sudah mempunyai planning yang jelas baik dari pikiran mereka sendiri atau diiringi oleh semangat orang tua.
Hei teman,jangan kau anggap aku lupa kalian.Tanpa kalian sadari aku selalu mengingatmu,bahkan kalian ada disetiap sudut penderitaanku.Aku kini mengatakannya sebagai takdir lagi bukan aku telat dan tak sanggup merencanakan masa depan yang cerah untukku sendiri.
Aku rindu kalian,lima tahun kita tak bertemu.Sedangkan aku masih sama seperti aku yang dulu.Tanpa materi,tapi tak apa kok.Pelajaran hidup membuatku merasa aku orang yang kaya akan jiwa yang bahagia.Dalam penderitaan berbentuk apapun,insyaAllah aku akan tetap bias menikmati nikmat-Nya.Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s