Orang Tua, Perhatikanlah Bahasa Anak Anda!

“Ancriiiit…Bego loe masih hujan begini kenapa mau nekat pulang?”, suara anak SD yang sedang berteduh di depan tempat kerja saya kemarin sore.

Kata “Ancriiit” itu sekedar bahasa galau yang tanpa makna, sedangkan kata “Bego” jika dirasakan lebih dalam maksudnya untuk merendahkan teman si anak SD itu.

Kita kadang tak sampai habis pikir menyempatkan diri kita untuk memperhatikan hal-hal yang sepele ini. Sekalipun terlihat sepele, tapi jika dilakukan secara berulang-ulang kemungkinan akan menjadi sebuah kebiasaan tapi buruk. Kalau kita mau jujur, sebenarnya yang pernah berkata seperti itu bukan hanya anak SD itu saja melainkan kita pun sudah sering melakukannya.

Perkembangan bayi dari yang mulanya tidak bisa apa-apa hingga kemudian tiba masanya ia dapat berjalan dan berbicara, merupakan  salah satu kebahagiaan orang tua. Disadari atau tidak, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekitar anak dalam bersosialisasi akan mempengaruhi bahasa yang  akan diadopsi anak.

Ada pepatah yang mengatakan; mengukir diatas batu lebih mudah daripada mengukir di atas air. Yang artinya, mengajari anak belajar sejak dini (termasuk berbicara yang baik) lebih gampang daripada mengajarinya setelah tua. Kalau misalnya anak sudah dewasa terlanjur punya bahasa yang rusak biasanya orang tua menjadi kualahan untuk memperbaikinya.

Bahasa Erat dengan Emosi Jiwa Anak

Memanjakan anak bukanlah hal yang bagus jika terus berlanjut sebab itu akan membuat anak tidak mampu belajar hidup mandiri. Namun, menelantarkan anak tanpa memberikan perhatian sedikit pun juga akan membuat anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Kondisi keluarga yang broken home biasanya sangat besar pengaruhnya terhadap ketidak puasan emosi didalam hati anak. Tak heran, ibu yang sedih akan membuat si anak juga ikut sedih. Mungkin inilah yang namanya naluri…

Anak yang terlihat lebih aktif bergaul dengan siapa saja terkesan terlihat cerdas daripada anak yang pemalu dan pasif. Bisa, karena terbiasa. Ini juga dipunyai oleh anak-anak tertentu yang bersikap ganda. Pernah memperhatikan anak yang pemalu jika bertemu dengan orang baru? Tapi jika dengan keluarga sendiri tidak. Atau juga mungkin kalau anak sedang ada di sekolahan akan menjadi pendiam dibandingkan ketika ia berada di rumah. Anak yang pendiam diantara ia sedang bersama-sama dengan temannya di sekolah alasannya karena ia kurang percaya diri untuk mengekspresikan bahasanya sendiri.

Bahasa Sering Kurang Diperhatikan Tapi Sangat Penting

Bahasa di dalam hati juga termasuk bahasa. Dan sebenarnya, dominasi bahasa dari dalam itulah yang membentuk kepribadian seseorang. Fatalnya jika anak mendapatkan banyak pengaruh kurang baik dari luar, misalnya sejak kecil ia sudah sering mendengarkan kata-kata kasar dari orang tuanya sendiri atau dari orang lain. Sekalipun secara langsung ia tak mengatakannya tapi suatu ketika ia mendapati sebuah masalah yang amat besar menurutnya, bahasa kasar itu akan mencul baik dari bahasa dalam hati atau secara lisan. Gabungan antara bahasa dengan emosi akan membentuk sebuah kebiasaan. Bahasa-bahasa yang baik akan berpengaruh pada emosi  jiwa yang positif. Pada jiwa yang positif inilah anak akan mempunyai rasa  bahagia atau tidak. Susunan bahasa anak secara lisan dapat juga dijadikan sebagai cerminan baik buruknya etika/ nilai kesopanan  anak.

Susunan Bahasa Berpengaruh pada Prestasi Anak?

Pola pikir anak berhubungan langsung dengan kapasitas bahasa anak itu sendiri. Bagaimana anak berpikir secara realistis, berlogika, bermimpi atau bercita-cita semuanya bermula dari tata bahasa yang dimilikinya. Dalam hal ini sangat penting sebagai orang tua untuk mau memberikan dukungan penuh terhadap proses belajar anak. Dimana kondisi anak itu masih labil, mungkin anak tahu ia harus berkembang dengan banyak belajar sedangkan mood anak adakalanya akan naik turun.

Ada tiga tips sederhana untuk yang dapat dilakukan oleh  orang tua untuk mencegah kerusakan bahasa pada anak;

1). Sebagai orang tua, sebelum menasehati anak agar berbahasa yang baik dan benar, berikan contoh terlebih dahulu agar mau mengendalikan bicaranya sendiri baik di depan anak maupun depan orang lain. Yang demikian biasanya anak akan lebih patuh untuk mau melakukan  tanpa memprotes orang tuanya.

2). Jaga hubungan harmonis pada keluarga. Keharmonisan keluargalah yang akan menjadi sumber kedamaian, ketentraman, dan kehangatan antar anggota keluarga. Saling menghormati dan menghargai. Dengan keadaan yang kondusif seperti itu, sekiranya dapat meminimalis kegaduhan rumah tangga.

3). Menjaga Komunikasi dengan baik antara orang tua dan anak secara berkelanjutan dengan terbuka. Maka dari itu, sebagai orang tua harus bisa menciptakan suasana nyaman bagi anaknya, agar si anak dapat leluasa mengutarakan apa saja yang sedang ia ingin sampaikan kepada orang tuanya. Bagi orang tua yang super sibuk dengan pekerjaannya, tetap meluangkan waktu bersama anak sekalipun satu jam atau dua jam dalam perharinya  itu sangat penting. Pada umumnya, setelah anak mulai beranjak dewasa ia akan punya rasa malu dan ingin menjaga jarak dengan orang tuanya. Bagaimana pun juga orang tua tetap punya kewajiban untuk senantiasa mendampingi anak-anaknya hingga sampai tiba ,masanya ia akan hidup mandiri.

Semoga Bermanfaat

Menumbuhkan Jiwa Berprestasi Pada Diri Sendiri!

Yang pertama, kita harus bisa mencerna kata “Berprestasi” dengan baik.

Berdasarkan pendapat kita masing-masing, bagaimanakah asumsi kita tentang prestasi? Mungkin beberapa dari kita akan menjawab kalau prestasi itu adalah sebuah kemenangan, seperti berhasilnya kita mendapatkan peringkat juara satu, dua dan tiga atau seterusnya dalam sebuah lomba/kompetisi. Kata berprestasi mungkin juga identik dengan pencapaian nilai-nilai di sekolah yang tinggi.

Bagi saya, menjadi orang berprestasi itu tak dibatasi oleh; umur, kapan dan dimana. Sebab yang saya maksudkan di sini ialah orang yang punya “Jiwa Berprestasi”. Mungkin kita menganggap orang yang cerdas hanya dengan penilaian langsung dari sisi nilai akademis. Padahal, orang yang punya kemampuan akademis juga belum tentu akan sukses dalam bidang yang lainnya.

Iseng mau curhat pengalaman pribadi boleh ya? Dari dulu (lebih seringnya), saya bukanlah anak yang berprestasi di sekolah. Bahkan malah guru-guru saya sudah hafal siapa sih anak yang kalau diajar nerima pelajarannya lambat, siapa sih yang suka dapet nilai jatuh pas ulangan. Entah kenapa juga saya punya muka tembok nggak malu kalau dapat cibiran dibilang anak sulit, sebab belajar di sekolah itu bagi saya nyebelin. Saya lebih suka membaca buku yang memang saya butuhkan untuk dibaca, salah satunya baca buku di perpustakaan. Baca-baca buku mata pelajaran membuat saya mengantuk dan materinya terlalu berat untuk dibaca. Tak heran kalau habis selesai baca isi mapelnya  mental (kabur/ bahasa Jawanya ngilang)tidak masuk ke memori otak ini!

Lalu, Jiwa yang berprestasi itu yang bagaimana?

Waktu lima tahun sesudah SMA berlalu. Teman-teman saya sudah lulus dari kuliahnya dan beberapa ada yang sudah bekerja dan menikah. Dalam benak hati saya, sama sekali tidak ada kata yang mengatakan kalau saya murid yang gagal! Serta saya juga tidak mengatakan kalau saya tidak punya masa depan. Saya yakin, saya masih bisa meraih sebuah prestasi…

Kesimpulannya, berprestasi dan berjiwa prestasi itu tidak sama. Berprestasi, ada waktu, tempat dan kejadian yang jelas. Namun, berjiwa prestasi akan ada bersemayam di hati dan terjadi secara terus-menerus. Sehingga pada masanya sedang terjatuh, ia akan berusaha bangkit kembali sampai apa yang ingin didapatkannya bisa terwujud.

Selidik punya selidik, saya pun menganggap hal-hal ini yang mendukung saya ingin terus punya jiwa prestasi…

Menumbuhkan Kesadaran Diri

Seseorang akan tergerak melakukan sesuatu dengan mudah jika dari dalam dirinya sendiri memang ingin melakukannya. Jadi, melakukan sesuatu secara sadar bermula dari diri sendiri! Tanpa membedakan apa latar belakang kita, garis besar kesadaran seseorang yang dapat menumbuhkan jiwa prestasi yaitu kesadaran ingin mendapatkan ilmu pengetahuan, baik dari pendidikan formal maupun informal. Dari ilmu pengetahuan tersebut ia akan punya idiologi, hobi dan bakat serta impian. Kesadaran orang berprestasi yaitu hidup benar lebih utama daripada hidup sukses.

Menjaga Motivasi

Sebuah kata-kata bijak mampu menahan seseorang yang hampir saja ingin menyerah, atau bahkan bunuh diri. Coba deh kita selami diri kita kembali, misalnya kita sedang mendapati masalah yang menurut kita berat banget untuk dihadapi. Salah satu contohnya kalau orang yang kita cintai atau sayangi tiba-tiba meninggal dunia. Shock, sedih, dan hampa. Itu pasti yang akan kita rasakan. Obatnya hanya ikhlas merelakan ia pergi untuk selamanya. Nah, motivasi itu bagaikan sebuah keikhlasan yang ada karena memang datangnya dari kesadaran hati.

Menurut saya, seseorang yang berjiwa prestasi tak lepas dari begitu besarnya motivasi yang ada pada dirinya sendiri. Tentunya ada orang lain juga yang terlibat dalam pembentukan sebuah motivasi, misalnya orang tua, guru dan kisah inspiratif orang lain yang luar biasa. Singkat kata, motivasi bukan sekedar kata bijak saja namun juga mencakup sebuah kecakapan diri sendiri mengenai kepercayaan diri, semangat, dan keiinginan yang disertai tindakan nyata secara continue.

Berani Bersaing dengan Orang Lain Secara Sehat

Sebagai manusia, mendapati rasa iri dengan keberhasilan orang lain adalah wajar. Namun, kita juga perlu tahu orang yang berhasil itu karena ia pernah berusaha untuk berhasil. Orang yang berjiwa prestasi akan fokus pada kemampuan dan potensi diri sendiri. Mau mengembangkan apa yang jadi ketrampilan pada dirinya, terus mengasah apa yang bisa ia lakukan hingga dapat menumbuhkan manfaat atau sesuatu yang bernilai. Orang berjiwa prestasi akan sadar kalau setiap orang punya takaran rejeki masing-masing sesuai kehendak Tuhan. Sehingga apapun yang dikerjakannya akan berlandaskan pengabdian untuk-Nya semata. Tuhan memberikan waktu 24 jam yang sama dalam perharinya. Dari yang punya kulit hitam sampai kulit putih, udara yang dihirup juga sama-sama oksigen. Jika orang lain bisa, kenapa kita tidak?

Prestasi Sejati, demi Perubahan yang Baik

Sebaik-baiknya dan seindah-indahnya prestasi yaitu orang yang dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Sebenarnya berprestasi tak harus berdiri di panggung membawa seikat bunga dan ditonton oleh sejuta orang. Berprestasi juga tak harus muluk-muluk. Menjaga baik diri sendiri juga merupakan prestasi. Bahagia dengan hidup kita yang ada, menerima duka kehidupan dengan suka-cita.

Sedikit pemahaman saya menuliskan hal ini menjadikan saya lebih bersemangat lagi, berprestasi bukan hanya karena nilai akademis dari pendidikan formal atau apa saja yang sanggup kita capai dan kerjakan, melainkan berjiwa presetasi boleh dan bisa dimiliki oleh siapa saja tanpa memandang umur dan siapa kita. Sebab, berjiwa prestasi adalah semangatnya orang-orang yang ingin terus bertumbuh kembang maju ke depan demi sebuah perubahan yang baik…

Tanda-tanda Cowok yang Lagi PDKT

Sebagai remaja menjadi perempuan alias cewek, anehnya saya kurang suka kalau ada cowok yang mau PDKT dengan saya. Bukan berarti kalau saya itu orangnya terlalu ya, tapi yang jelas saya nggak suka dengan tingkah cowok dengan berbagai macam pendekatannya kalau sedang kecantol saya. Ih, judes ya sekaligus PD abies…?

Kenapa demikian. Saya pun mencoba memahami diri saya sendiri dengan sebaik-baiknya. Dan ternyata, kesimpulannya hanya simple banget : saya bukan tipe cewek yang suka dirayu, digoda dan digonjang-ganjingkan hatinya supaya bisa rontok lalu terjatuh dengan hati lawan jenis yang sedang sengaja menggoda saya. Ha ha ha.

Wkwkkwkwkw, apa saya itu pernah patah hati hingga menjadi begini?

Jawaban yang tepat yaitu, saya lebih suka kecantol daripada dicantol.Pengalaman telah mengajari saya untuk merasakan betapa menderitanya kecantol cowok itu, apalagi kalau saya mencoba untuk mendapatkannya (menjadi kekasihnya)…Mencintai sama dengan mengeluarkan energi dan sebaliknya, dicintai akan mendapatkan energi…

No way, demi cinta sampai mau-maunya dapat jampi-jampi dari Mbah Dukun dan secara pribadi saya merasa punya hak untuk memilih siapa cowok yang sesuai dengan selera saya. Kemudian cowok itu bisa menerima saya apa adanya. Esensi cinta bagi saya adalah saling suka-menyukai bukan karena apa, melainkan hanya karena saling merasa cocok diantara keduanya saja.

Berbeda pemikiran, berbeda pula pendapatnya masing-masing orang. Begitu juga dengan saya, yang punya asumsi seperti yang sudah saya ceritakan diatas tadi. Benar bagi saya, belum tentu benar bagi kalian. Dan kali ini saya ingin menuliskan beberapa poin tanda-tanda cowok yang lagi PDKT sama cewek. He he he, siapa tahu setelah membaca tulisann ini diantara kalian ada yang menyadari bahwa di dekat kalian ada seseorang yang diam-diam sedang ingin mendekatimu 🙂

Tanda yang Pertama, cowok yang sedang ingin PDKT dengan cewek akan lebih sering keinget nama dan tentang cewek yang sedang dikaguminya, baik siang, pagi, sore, dan malam. Serta suka keinget cewek pujaannya baik ia sedang berada di teras, pinggir jalan atau di bawah kolong jembatan. Tak heran jika tiba-tiba saja cowok itu lebih intens mengirim pesan kepadamu(cewek).

Tanda yang Kedua, jika cowok itu lagi sedang bertemu langsung denganmu. Ia akan terkesan grogi sendiri, salah tingkah dan aneh. Jangan kaget kalau cowok yang lagi PDKT senyumannya suka dimanis-manisin. Ditambah lagi sama rayuan mautnya yang menurutnya ajimumpung bingit! Mulailah muncul kata-kata yang berbunga-bunga.

Tanda yang Ketiga, cowok yang lagi PDKT sama cewek biasanya akan berusaha untuk bisa mencari informasi tentang cewek yang sedang digandrunginya dengan rasa ingin tahu yang menggebu dan tinggi. Beruntung kalau mungkin nama ceweknya dapat di searching di Google, nah kalau sama sekali nggak bisa diakses lewat internet bisa jadi si cowok terpaksa curi tahu lewat teman lain, atau berani menanyakan langsung sama cewek itu.

Tanda yang Keempat, cowok yang PDKT sama cewek akan mau melakukan apa saja buat bisa menaklukkan hati si cewek. Kalau mungkin cewek punya tipe matre, wah si cowok mesti sabar nih buat mau membelikan ini-itu sesuai kemauan si cewek.

Tanda yang Kelima, si cowok yang sedang jatuh cinta entah si cewek yang sedang dikejarnya nanti akan berhasil atau tidak menjadi kekasihnya. Tetap si cowok akan punya rasa semangat yang luar biasa setiap kali teringat si cewek yang sedang dikaguminya.

Tanda yang Keenam, cowok yang sedang melakukan PDKT biasanya akan terkesan lebih rapi dan perhatian sama penampilannya sendiri. Tadinya kalau mungkin si cowok itu biasanya mandi dua kali sehari, bisa jadi karena sedang kasmaran dalam sehari ia mau mandi sekali dalam sehari.

Ngomong-ngomong soal cowok yang sedang PDKT sama cewek jadi keinget almarhum salah satu teman laki-laki sekolah saya sewaktu saya lanjut studi habis SMA dulu. Pas PDKT-nya sama saya, dia belum sempat mendapatkan jawaban yang pasti dari saya, sehari sebelum ajalnya tiba, saya merasa bersalah sekali tidak membalas pesan SMS nya. Dan akhirnya kenapa saya baru bisa membuka hati saya untuknya setelah ia sudah tidak bernyawa?

Semoga dia ikhlas jika sampai kapan pun saya belum bisa memberikan jawaban apakah saya menerima PDKT-nya yang sudah ia lakukan kepada saya atau tidak. Yang jelas, Tuhan punya rencana yang lebih baik dan hanya Dia saja yang tahu jodoh hamba-hamba-Nya.

Hal yang Dirasakan Anak, Ketika Anak Mendapatkan Dukungan Dari Orang Tua

Orang tua saya merupakan salah satu orang tua yang tidak suka memaksakan kehendak terhadap anak-anaknya alias tidak neko-neko, tapi orang tua saya lebih memberikan kelonggaran untuk anaknya untuk bisa memiliki pilihan dan keputusan sendiri yang tentunya sesuai dengan minat anaknya masing-masing. Kebetulan saya anak nomor dua dari tiga berdsaudara yang suka merantau. Atau dapat dikatakan saya suka ngelayap jauh dari rumah deh, entah kenapa mungkin selagi masih muda saya ingin mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya terlebih dahulu.

Saya mengingat kembali, kapan orang tua saya memberikan kepercayaan seperti itu kepada saya yaitu saat saya berhak memilih sekolah SMP mana yang ingin saya daftar setelah saya lulus SD. Ketika itu pula kemudian saya mulai belajar membuat pertimbangan dan memutuskan sesuatu. Alasan saya memilih sekolah Negeri hanya satu, saya ingin bisa mendalami pelajaran agama Islam lebih baik sebab sedari kelas satu SD saya hanya mendapatkan pelajaran Nasrani dari sekolahan.

Kemudian, semakin bergulirnya waktu ternyata orang tua saya tidakberubah. Selain aktif menjalin komunikasi, mereka juga mendukung terhadap apa yang saya kerjakan di sekolah. Hingga kesempatan untuk memilih sekolah mana yang ingin saya jadikan sekolah lanjutan di SMA pun tiba. Dan juga, setelah lulus saya pun diberikan kepercayaan untuk memilih jalan mana yang ingin saya tempuh.

Orang tua mana yang tidak terpukul hatinya ketika ada salah satu anaknya yang meminta ijin untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga di luar jawa mengingat dasarny asaya adalah anak yang nggak ngerti apa-apa (ini sangat mengkhawatirkan bagi ortu saya), sedangkan orang tua itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa membiayai kebutuhan pendidikan  anaknya  dengan sebaik-baiknya?

Orang tua mana yang punya cita-cita anaknya menjadi kaki tangan orang lain?

Saat itu, saya merasakan sudah membuat orang tua saya bersedih hati. Walau dengan berat hati, akhirnya mereka pun menyetujui keputusan dan pilihan saya. Selama diperantauan, mereka tak henti-hentinya berpesan agar saya mau berhati-hati dan bisa menjaga diri. Mereka sama sekali tidak menuntut apa-apa dari hasil keringat saya.

Kurang lebih sepuluh bulan saya merantau untuk pertama kalinya, dan sepulangnya lagi-lagi saya semakin membuat konyol orang tua saya dengan meminta ijin bekerja menjadi pembantu di luar negeri.
Masih teringat saat ini bagaimana orang tua saya menahan nafas panjang dan sesaknya kala itu.

Dalam hati memang mereka bimbang dan sebenarnya takut akan keselamatan saya untuk bekerja di luar negeri pertama kalinya, tapi sebagai bentuk dukungan terhadap apa yang menjadi pilihan dan keputusan saya. Orang tua saya berpesan agar saya harus punya semangat mau mengubah nasib demi kehidupan yang lebih baik( tentunya bukan dinilai dari segi materi saja).

Singkat cerita meminta ijin untuk bekerja di luar negeri saya lakukan selama dua kali di tempat yang berbeda. Tersadar, saya kini sudah kembali di Indonesia, dan apabila saya ingat kalau ternyata sampai saat ini juga saya masih mengedepankan pilihan dan keputusan saya. Saya ingin menyampaikan beribu terimakasih kepada orang tua saya. Dengan terwujudnya apa yang saya inginkan, saya merasa mendapatkan kebebasan yang sah. Selayaknya seekor burung yang tidak dikurung didalam sangkar saja melainkan orang tua saya telah mengijinkan saya terbang bebas ke awan biru diatas sana….

Merantau jauh dengan orang tua, jalannya tak selalu mulus seperti  pada saat kita melewati jalan Tol. Selain suka pasti ada duka! Tapi, saya lebih bisa menikmati dan mengambil hikmah dari setiap apapun yang terjadi terhadap hidup saya kali ini. Saya percaya, orang tua tetap ingin anaknya mendapatkan sesuatu yang terbaik dari pilihan dan keputusannya sendiri, bukan berarti orang tua tak peduli namun mereka lebih menghargai apa yang menjadi alasan kenapa anaknya mau melakukan apa yang menjadi keputusannya.
Saya ingat kembali kenapa dengan berat hati orang tua melepas saya namun mereka  tetap masih bisa memberikan dukungan terhadap apa yang jadi keputusan saya, sebab sebelumnya saya sudah membicarakan maksud dan tujuan dari apa yang ingin saya lakukan kepada mereka berbicara dari hati ke hati. Tidak mudah meluluhkan hati orang tua, tapi jika didasari niat yang baik apa pun yang jadi kekhawatiran orang tua kemungkinan besar bisa diatasi.

Bagi saya, dukungan, motivasi dan rasa kasih sayang dari orang tua itu lebih berharga daripada orang tua hanya memberikan kebutuhan materi tapi samasekali kurang memperhatikan psikologi anak-anaknya.

“Berapa jumlah anak yang stress akibat dari rasa tertekan akibat paksaan orang tua untuk jadi anak ini dan itu? “

Beberapa sumber menyatakan bahwa orang tua yang terlalu menekankan anaknya untuk jadi ini itu bisa membuat anak stress. Berikut sumber link-nya yang dapat kita baca bersama :

http://female.kompas.com/read/2012/01/30/09400587/5.Perilaku.Orangtua.yang.Bikin.Anak.Stres

http://www.tribunnews.com/kesehatan/2014/12/07/jangan-bikin-anak-stres-karena-target-orangtua

http://www.tempo.co/read/news/2012/03/20/173391560/Empat-dari-Lima-Anak-Alami-Tekanan-Batin

Aku dan Tuhan

my photo
my photo

Terimakasih Tuhan, aku buka mataku di sini aku masih merasakan aku punya nafsu

Aku masih Kau ijinkan untuk mengarungi waktu

Ada kecemasan di dalam otakku, tentang masa depan yang tak menentu

Terkadang memang kecemasan itu hanya datang dan hilang kemudian berlalu

Mencoba menghadapi saat ini dengan tegar

Dan membiarkan hanya Engkau yang tahu semua teka-teki hidupku

Yang ada padaku itu titipan-Mu

Jadi Orang Multitalenta Itu Gampang!

Sedikit renungkan bayi-bayi yang pernah Anda lihat langsung, baik pada saat itu Anda melihat bayi ketika melewati rumah sakit di ruang bersalin, atau di bawah kolong jembatan atau pun bayi Anda sendiri. Tanyakan dalam hati apa yang dapat bayi lakukan? Jangan jadikan alasan bayi belum bisa apa-apa karena tulangnya masih belum kuat, tetapi jika ditakdirkan tulang bayi langsung kuat ia juga tidak akan langsung bisa berjalan.

Para pengamen dan pedagang asongan yang sering kali naik turun dari bus satu ke bus yang lain, mereka hampir semuanya berani tampil selayaknya penyanyi terkenal dan menjadi sales profesional, dari nada suaranya ada rasa percaya diri, dari ketegasan suaranya menandakan ia tidak gugup dan banyak yang akan mengatakan bahwa mereka bisa karena terbiasa. Para sopir bus sekalipun busnya sudah tua dan bunyi busnya jika sedang berjalan terdengar trontonan, tetap saja sopir itu berbakat untuk nyetir mobil. Menyetir mobil itu tidak harus mempunyai mobil terlebih dahulu/ tidak harus menjadi kaya dulu. Karena belajar menyetir mobil itu bisa dilakukan dengan cara meminjam mobil orang atau menyewa. Secara logika, orang sarjana tinggi belum tentu mereka bisa menyetir mobil, alasannya karena ia belum pernah belajar. Orang sopir yang berijasah SD bisa setir mobil dibanding orang sarjana tinggi kan kereeen ya?

Dari ilustrasi dashboard yang belum ditulis itu, dapat kita ambil pelajaran bahwa, sesuatu apa saja yang dari ”NOL” atau ”ZERO” itu memang nosense, kosong, tak bernilai, jika diumpamakan rasa itu hambar dan jika diumpamakan warna itu tak berwarna.

Dari bayi kita bisa mengatakan, bayi belum bisa apa-apa karena mereka belum pernah belajar sesuatu apa-apa. Otaknya masih gress, hatinya masih suci, indera kelimanya masih terbatas melakukan apa saja. Kalau Anda saat ini merasa bahwa diri Anda kurang bernilai, Anda merasa kurang percaya diri terhadap diri Anda sendiri, Anda menganggap bahwa Anda bukan siapa-siapa, itu karena Anda kurang menghargai pengorbanan Anda pernah belajar sesuatu. Sedari bayi sampai sekarang, sudah tak terhitung berapa kali Anda belajar sesuatu, dan hasilnya hanya bisa dirasakan oleh hati Anda sendiri. Menilai baik tentang siapa diri kita ini sama juga kita menghargai perjuangan hidup kita termasuk kita pernah belajar banyak sesuatu. Yang tanpa kita sadari kita sudah sama-sama belajar menahan malu, menerima kekalahan, menerima kekilafan diri, mencoba bangkit, bertahan dalam keadaan terhimpit dari kekurangan jiwa atau materi, belajar menemukan siapa diri kita sendiri ini, belajar lebih berani dan berhasil lagi, menerima kegagalan dan belajar berwelas asih terhadap orang didekat kita.

Pelajaran dari pengamen, pedagang asongan dan sopir angkot. Nah, baru yang ini ada kaitannya dengan ”Jadi Orang Multitalenta itu Gampang!”Melihat dari hati semangat mereka, kita bisa mencontoh bahwa sesuatu baru itu bisa kita kuasai dengan syarat kita mau mencobanya terlebih dahulu. Seperti sisipan isi buku Om Pepih Nugraha yang berjudul ” Kompasiana Etalase Warga Biasa”, dibuku ini Om Pepih mempunyai semangat mendirikan Kompasiana dengan pedoman Learning by doing, belajar dari melakukan(sendiri dan langsung/ bereksperimen demiexperience).

Seperti yang kita tahu, talenta merupakan bakat yang tersimpan dari dalam diri kita, yang ada jika kita sudah mau menggalinya dan mengasahnya secara continue. Sampai bakat itu benar-benar menjadi talenta. Kebanyakan orang dari kita menilai dan menganggap kalau talenta itu satu bidang yang mahir kita geluti. Yang paling mencolok misalnya guru, bertalenta mengajar, dokter bertalenta memeriksa pasien, dan pak gubenur bertalenta dengan memimpin wilayah kekuasaannya, dan bagaimana dengan tukang sapu di pinggir jalan? Bagaimana juga dengan orang-orang pengangguran? Apakah mereka sama sekali tidak punya talenta?

Sekali lagi, resapi kata ”Learning by doing” yang artinya kurang lebih belajar dengan melakukannya, dari sini kita akan merasakan sendiri apa yang ingin kita pelajari dengan mengorbankan diri kita melakukan apa saja yang perlu dilakukan. Tak beda dengan meraih sesuatu, dan memperjuangkannya, suka-duka dan jatuh bangun akan kita dapatkan, akan tetapi dengan melakukan apa yang menjadi rintangan nantinya akan jelas terlihat dari pada kita menginginkan sesuatu tetapi hanya bermimpi saja. Malah jika kita hanya berangan-angan/bermimpi saja yang ada kita akan takut dengan bayangan hal-hal yang negatif dari pikiran kita sendiri.

Jika kita berhasil melakukan/belajar satu hal bukan tidak mungkin kita akan bisa mempelajari hal yang lain. Satu talenta berhasil kita punya dan dapatkan tidak kemungkinan kita bisa juga menciptakan talenta yang lain, asal mau menggali dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat kita. Semakin banyak belajar, semakin kita mempunyai desire/rasa suka/minat terhadap sesuatu yang tak terbatas.

Ciuman Basah di Bibir Lebih Diminati, Kenapa?

Bibir merupakan bagian organ tubuh kita yang paling atas tingkat kesensitifannya. Daerah ini lebih mudah terstimulasi  oleh sentuhan. Secara alami, sebagai wujud kasih sayang atau cinta, banyak orang dari kita akan mewujudkannya dengan sebuah ciuman. Demi keharmonisan pacaran kalau sudah cinta, saat berdekatan tak jarang berpelukan dan saling pandang. Habis memandangi hidungnya (baik mancung atau pesek), maka bibir akan menjadi objek pandangan selanjutnya. Melakukan ciuman bibir atau tidak itu bagi saya sebuah “hak”, siapa saja yang merasa sudah dewasa pasti bisa memaknainya sesuai dengan jalan pikiran serta keyakinannya sendiri.

Tentang ciuman basah. Orang asing biasa menyebutnya dengan istilah “French Kiss”, dimana ciuman ini dilakukan bukan hanya memainkan kedua bibir saja tetapi lidah diantara keduanya juga bertemu. Ciuman dengan style ini lebih banyak dilakukan sebab banyak pasangan yang menyukainya, bahkan melakukannya dalam waktu yang lama.

Jangan ditanya ya, kalau kalian sudah berpengalaman melakukan satu hal ini dengan pasangan kalian, pasti kalian akan  menjadi kecanduan untuk bisa  melakukannya lagi dan lagi! Saya kira, sebenarnya ciuman bibir dengan waktu yang lama (French kiss) inilah penyebab kenapa banyak terjadi kasus kehamilan di luar nikah pada teman-teman seumuran kita.

Pada intinya saya akan mengingatkan dua hal saja….

Yang pertama, faktor yang mempengaruhi adanya keiinginan untuk berciuman basah.

Dalam hal ini akan ada banyak macam faktor pendorongnya, beberapa diantaranya karena mindset (keyakinan: melakukan atau tidak melakukan), lingkungan pergaulan teman yang berpengaruh, kebutuhan biologis seiring perkembangan fisiologis, adanya sikap remaja yang suka coba-coba atas rasa penasarannya terhadap hal-hal yang baru!

Jika sudah pernah melakukan, perlu diketahui sewaktu ciuman ada beberapa hormone yang membuat seseorang yang berciuman merasakan sensasi yang “beda” diantaranya sebagai berikut;

Saat berciuman basah akan timbulah beberapa hormone, diantaranya Hormon Oxytocin, yang berasal dari hypothalamus otak akan menimbulkan rasa enjoy, Hormon Endorfin yang berperan sebagai penghasil rasa nyaman (bersifat analgesik : pereda rasa sakit, penurun stress), Hormon Adrenalin, yang berperan sebagai pemicu denyut jantung untuk lebih cepat sehingga membuat kalian merasa kuat/bertenaga saat berciuman. Dan hormone Estrogen dan testosterone sebagai pendorong kalian ingin melakukan ciuman basah (libido).

Yang kedua, ketahuilah bahwa jika tidak berhati-hati, ciuman itu bisa jadi jalan tertularnya penyakit. Ada beberapa penyakit yang menular lewat air liur. Disela-sela rongga mulut, gusi dan lidah itu terdapat banyak sekali bakteri. Mulut yang bau tanda bahwa mulut tersebut terdapat banyak bakteri.

Beberapa penyakit yang mungkin bisa ditularkan  lewat air liur itu ialah diantaranya sebagi berikut, penyakit flu yang disebabkan karena virus. Apabila daya tahan tubuh ngedrop maka kondisi tubuh kita akan mudah tertular penyakit ini. Tertular penyakit Glandular Fever, penyakit ini disebabkan oleh virus Mononucleosis dengan gejala sakit pada tenggorokan, kepala terasa sakit, demam, cepat lelah dan turunnya nafsu amakn. Ada juga penyakit Herpes (radang kulit) yang bisa ditularkan melalui air liur. Peyakit ini akan ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung berisi air pada kulit penderita. Herpes biasanya menyerang mulut (disebut Herpes Simplex)dan bagian pinggang bagian atas disebabkan karena virus. Beresiko terkena penyakit Hepatitis B, penyakit kutil ( adanya penebalan kulit yang berlebihan karena virus HPV.

Lalu yang mengerikan satu penyakit ini nih, namanya Meningakokus. Suatu penyakit radang selaput otak dan sum-sum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri. Setelah membaca habis tulisan ini, lalu pertanyaan saya pada kalian;

Sumber referensi :

http://www.seksualitas.net/penyakit-menular-ciuman-bibir.htm

http://www.seksualitas.net/hormon-seks-pemicu-orgasme.htm#_

https://www.facebook.com/permalink.php?id=130199800402977&story_fbid=737916706297947

7 Hal yang Membuat Anda Tidak Bisa Berhenti Menulis

Bagi saya pribadi, menulis itu bukan pekerjaan yang gampang. Sebelum menulis yang mesti kita punya yaitu selain ide, tentunya kita juga harus punya susunan kata untuk mengembangkan ide tersebut, supaya bisa jadi sebuah artikel atau tulisan. Agar ide kita menjadi lebih baik, mungkin dibutuhkan sumber lain, dan itu juga butuh pengurasan waktu dan energi.

Boleh dikatakan tulisan ini sekedar curhat dari saya yang saat ini merasa demikian (tidak bisa berhenti menulis ),

Siapa pun anda, menulislah karena hal-hal berikut ini :

Pertama, hadirkan hasrat untuk menulis timbul benar-benar dari hati sanubarianda. Jadi nanti apa yang anda tulis, selalu akan mengalir saja. Anda nanti tidak akan merasakan takut kehabisan idea atau apa. Sebab menulis itu latihan untuk berpikir kreatif dan justru akan membuat otak lebih aktif!

Kedua, yakinilah bahwa tulisan itu sebuah karya, dan untuk mempunyai karya berupa tulisan yang perlu anda lakukan yaitu “Menulis”. Dibenak pikiran anda cobalah selalu pikirkan akan passion penulis-penulis yang hebat, yang mana mereka sudah punya banyak karya dengan jumlah yang banyak dan apalagi tulisan mereka itu selain menarik juga telah banyak membawa manfaat untuk pembaca.

Ketiga, dengan menjaga konsistensi menulis anda, tulisan anda yang berkarakterakan tergali. Saya punya anggapan, tiap-tipa tulisan dari hasil orang yang berbeda pasti punya karakter yang berbeda. Tak ubahnya seorang penyanyi yang akan punya ciri khas yang beda dengan penyanyi yang lainnya. Tak ubahnya dengan bakso yang dijual pinggir jalan akan beda rasanya dengan bakso yang ada di restoran. Dengan tulisan anda yang terus lahir dan berlanjut (konsisten), cepat atau lambat anda akan tahu sendiri bagaimana karakteristik tulisan anda!

Keempat, menulis jadikan sebagai  satu cara yang anda tekankan untuk proyeksi tentang siapa anda (tulisan sebagai proyeksi diri siapa anda). Bisa jadi anda akan menuliskan kegalauan saat anda sedang galau, atau sebaliknya saat anda galau yang anda tulis adalah sebuah semangat. Adakalanya nanti anda akan menuliskan sebuah pendapat dari apa yang lahir dibenak pikiran anda, menuliskan pengalaman yang pernah terjadi pada hidup anda, dan sudah pasti orang lain akan lebih mudah mengenal atau mengetahui siapa anda melalui tulisan-tulisan anda. Tulisan anda akan bermanfaat untuk dikenali oleh anak-cucu anda(berarti juga tulisan itu akan abadi, tidak termakan oleh waktu).

Kelima, anda tak perlu terusik dengan kalimat sebagai berikut; “Menulis untuk uang” dan “Uang untuk menulis”. Jika anda terusik dengan kalimat tersebut. Mungkin anda  punya rasa sesal untuk menulis, kalau-kalau tulisan anda belum bisa mendatangkan uang (seperti saya). Menulis untuk uang, ya! Seperti saya selama ini misalnya, saya malah belum mampu berbuat demikian, terkadang adakalanya hati saya meledek kenapa saya menulis terus tanpa menghasilkan uang kok mau-maunya? Dan jika diartikan tentang “Uang untuk menulis”, wah yang ini justru yang terjadi pada saya. Bahkan bukan hanya uang yang harus saya keluarkan untuk membeli paket internet setiap harinya, tapi juga untuk menulis saya perlu mengeluarkan energy dan waktu saya. Barangkali “gereget” untuk menulis itu terlalu, saya seringkali kurang tidur hanya berlama-lama mengetik di depan computer. Entah kenapa, saya bisa punya rasa menghargai dengan apa yang sudah saya tulis sehingga saya merasa percaya diri dengan apa yang saya tuliskan (walaupun sering menuliskan sesuatu yang sederhana adanya).

Keenam, dalam menulis usah takut dikritik, usah punya perasaan tersaingi atau disaingi oleh penulis lain, usah merasa rugi jika tulisan kita tak ada yang banyak mau membaca. Sebab yang terpenting yaitu APA TUJUAN MENULIS ANDA, sampaikanlah apa yang menjadi tujuan menulis anda dengan susunan bahasa dan tulisan sebaik-baiknya. Pernah mendengar kalimat demikian? “Menulislah dari hati maka pembaca pun akan menerimanya dari hati (tujuan menulis anda akan sampai di hati pembaca/terkesan)”.

Ketujuh, anda perlu merasakan sendiri. Dampak besar tulisan bagi anda, bagi hidup anda dan bagi kedamaian hati dan pikiran anda, temukan keajaiban dari tulisan anda sendiri dari adanya feel untuk menulis. Bagi saya, menulis merupakan cara efektif saya untuk mengendalikan emosi saya yang tidak terkendali, menulis sebagai obat pengerem jiwa yang gundah, tempat saya untuk meng-explorarisasi pengalaman pahit, asam, manis dan berharga dalam hidup saya. Bagi saya, menulis adalah sesuatu hal yang jika dilakukan akan membawa banyak manfaat, apabila menulisnya dengan hati. Keyakinan saya, menuliskan sebuah penderitaan maka penderitaan akan berkurang. Jika saya menuliskan kebahagiaan, maka kebahagiaan saya akan bertambah!

Semoga Bermanfaat!

Bermodal Keyakinan, Saya Mimpi Jadi Penulis Buku

Pengalaman saya menjadi tkw di luar negeri selama tiga tahun di Singapur dan Hong Kong, membuat saya jadi nyadar kalau me-manage waktu itu ternyata penting sekali. Tugas sehari-hari yang harus saya kerjakan dan saya selesaikan dulu wajib usai tepat waktu, membuat saya terbiasa ingin menyelesaikan pekerjaan dengan sesegera mungkin dan tak ingin menunda-nunda.

Melihat langsung bagaimana kebiasaan orang luar negeri di sana yang kebanyakan suka disiplin dan always on time melakukan pekerjaannya, membuat saya terinspirasi dan dapat membuat kesimpulan bahwa kedisiplinan itu kunci kesuksesan. Kita melihat kan bukti nyata dari negera Singapur dan Hong Kong, masyarakatnya lebih makmur daripada negara kita?

Satu poin itu ternyata menjadi cerminan buat saya agar mau belajar berdisiplin memanfaatkan waktu. Dan untuk menginspirasi orang lain, saya sengaja memanfaatkan suatu blog sosial bernama Kompasiana sebagai jalan menyuarakan apa yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dalam tulisan-tulisan saya di blog tersebut terdapat beberapa alasan kenapa negara maju bisa sejahtera, apa kunci dan rahasianya terjawab dalam tulisan saya itu.

Dengan daerah asalnya dari Kota Semarang Jawa Tengah, kini saya sudah kembali di Indonesia dan sedang berada di Jakarta. Bekerja di sebuah studio photo dan masih dalam proses belajar. Di studio itu saya 95 % hampir berada di depan Komputer. Nah, kalau lagi pas nggak ada kerjaan nih saya suka online dan ketak-ketik tulisan di keyboard.

Rasanya sepulang dari Hong Kong sekitar bulan Oktober tahun lalu, saya sedikit sedih. Di Indonesia sangat berbeda dengan kehidupan di Hong Kong yang kaya akan buku-buku bacaan. Kalau di Hong Kong dan Singapur hampir di setiap distric-nya  selalu ada perpustakaan umum, sehingga sangat mudah sekali bagi orang yang ingin membaca buku-buku yang beragam. Saya biasanya berkunjung di perpustakaan Hong Kong  tiap hari libur. Dan jika ada buku yang sangat menarik bagi saya, tak jarang saya pun meminjamnya untuk dibawa pulang  kemudian saya baca di tempat kerja kalau pas ada waktu istirahat.

Semakin banyak membaca, semakin banyak pula inspirasi saya untuk menulis. Entah kenapa satu tahun belakangan ini saya suka menulis dan menulis. Berada di tempat dan lingkungan kerja baru saya juga punya kebiasaan baru. Dan kebiasaan yang masih sama yaitu hanya menulis. Buka studio kira-kira jam sembilan pagi dan tutup jam setengah sebelas malam. Sebenarnya sangat melelahkan. Dengan gaji yang pas-pasan, saya tetap menjalaninya demi sebuah mimpi saya untuk membikin buku hasil karya saya sendiri.

Saya mengira, membukukan apa yang sudah saya tuliskan sepertinya suatu tantangan yang super banget. Banyak ketidak mungkinannya dari pada mungkin bisa terjadi! Itu anggapan saya. Sejauh ini, sebenarnya ada beberapa orang yuang sudah menunggu karya buku saya. Dan ada beberapa nama penulis besar seperti Bunda Pipiet Senja dan Om Pepih Nugraha yang siap membantu membukukan tulisan-tulisan saya. Bukan saya ingin menjadikan buku secara instan, tapi bagi saya pribadi lahirnya sebuah buku bukan hanya untuk memamerkan sebuah nama pribadi tapi yang utama yaitu maksud dan tujuan saya menulis.

Saya ingin isi dari buku saya adalah berisi tujuan saya sendiri kenapa saya mau menulis. Minimal membawa efek positif dan bermanfaat. Bukan asal cetak dan asal jadi. Sebab menulis itu juga butuh menguras energy dan waktu, bahkan pemikiran.

Disetiap sela-sela waktu saya yang ada, saya berusaha untuk bisa menulis terus. Tanpa merasa khawatir akan berhasil atau tidaknya impian saya membukukan tulisan sendiri saya. Yang terpenting saat ini yaitu saya hanya akan terus menulis. Bahkan saya suka menandai waktu yang saya punya untuk bisa meluangkan waktu untuk menulis dalam kesehariannya. Biasa saya suka pasang alarm bangun tengah malam dan menulis. Atau kalau saya rasa masih betah begadang dan menulis, saya pun akan menulis. Dalam waktu satu tahun, tulisan saya sudah terkumpul sebanyak 200 lebih. Tanpa saya sadari ini lumayan gila! Untuk lengkapnya silahkan klik : http://www.kompasiana.com/senengutami

Bagi saya, simple saja selain berusaha menunaikan salat 5 waktu, bekerja dan menulis. Cepat atau lambat pedoman saya hanya satu. Tulisan suatu saat akan menemukan nasibnya sendiri.

Waktu saya lebih banyak untuk menulis, dengan harapan : untuk menginspirasi orang, berbagi pengalaman, dan berpendapat.

Nama : Seneng Utami

Email : senengutami@gmail.com

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway : https://pwgara.wordpress.com/2015/04/23/give-away-untuk-apa-kau-menandai-waktu/

img_20150422_211733

Pengalaman Sewaktu suka Tidur 2-3 jam Saja Perhari

Dalam kesehariannya selain hari Minggu, saya biasa mulai bekerja pada pukul 06:30 pagi dan selesai bekerja pukul 22:00 malam.Saya biasa akan mulai mencari ide dan menulis apabila anak-anak asuh saya sudah tidur lelap sekitar satu sampai satu setengah jam kemudian. Sebetulnya di kala begadang, saya tidak hanya menulis tetapi terkadang hanya sekedar membaca.Baik dari buku atau media online .

Bagaimana ya, sepertinya konyol jika sehari hanya tidur selama dua atau tiga jam saja.Akan tetapi karena saya mempunyai sikap senang dengan apa yang saya lakukan, maka saya tidak pernah mengeluh jika mata saya terkadang mengantuk,menguap beberapa kali, ada warna hitam di lingkar mata saya, rasa nyeri pada otot, badan terasa lelah dan tak berdaya, juga kecepatan berpikir saya menjadi berkurang.

Suasana yang sangat saya nikmati adalah malam hari. Selain tenang, pada malam hari tepat untuk memanjatkan apa yang jadi harapan dihati dan berdo’a.Mengingat hidup di zaman sekarang itu susah bagi kalangan hidup seperti saya yang bekerja bermodalkan tenaga.Semalam ketika membuka artikel yang saya cari dari Google tentang ”Begadang dan Dampak Negatifnya” saya terkejut sekali melihat dampak dari kurang tidur ada yang mengatakan bisa terserang Penyakit Gagal  Jantung, Diabetes, Hipertensi, Maag, Stroke dan bahkan meningkatkan resiko kematian.

Setelah mengetahui berita ini, saya tidak tau apakah mulai nanti malam saya akan tidur lebih awal dan akan mengubah kebiasaan buruk saya untuk mau hidup dengan pola yang sehat. Atau masih tetap mempertahankan kebandelan saya begadang tiap malam. Bagaimana pun juga selama ini saya merasa keadaan tubuh saya sehat.Syukur, Alhamdulillah. Mungkin saya punya cara sendiri untuk beradaptasi dengan waktu ketika kantuk mendatangi saya dengan cara yang saya sendiri tidak menyadarinya. Diantaranya adalah sebagai berikut;

1). Saya suka banyak minum air putih

2). Saya menghindari berpikir keras apapun itu masalahnya

3). Sekalipun terkadang kurang nafsu makan tetapi saya rajin makan buah dan sayur

4). Merefleksikan tubuh setiap kali rasa lelah mengganggu

5). Mendengarkan musik dua atau tiga kali

6). Menjejal mata dengan kata-kata positif atau motivasi

7). Menyanyi saat suasana memungkinkan

8). Mengerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati

9). Menyelangi waktu, dua hari begadang satu hari tidur agak awal

10). Sadar bahwa didalam diri belum bisa memberikan arti apa-apa baik kepada diri sendiri atau orang lain

Nah, barangkali yang ke-10 itu yang paling mendasarinya. Sampai terkadang saya lupa akan linu di sendi dan pusing di bagian kepala .